
Permainan dan Olahraga Bola Kecil Tenis Lapangan
Tenis lapangan berasal dari permainan yang disebut jeu de paume (permainan telapak tangan) yang dimainkan oleh bangsawan Prancis pada abad ke-12. Awalnya, bola dipukul dengan tangan kosong, kemudian menggunakan sarung tangan, dan akhirnya raket.
Pada abad ke-16, permainan ini menyebar ke Inggris dan menjadi populer di kalangan bangsawan, termasuk Raja Henry VIII yang membangun lapangan tenis di Hampton Court Palace.
Tenis merupakan permainan bola kecil yang menggunakan raket sebagai alat pemukul bola untuk diseberangkan melewati jaring (net) ke daerah lapangan lawan. Olahraga tenis ini dilakukan secara tunggal maupun ganda baik putra maupun putri dan ganda campuran. Olahraga tenis merupakan olahraga yang hadiahnya sangat besar dan kompetisi di tingkat dunia sangatlah padat dan rutin dalam penyelenggaraan. Olahraga ini sangat disukai oleh masyarakat dunia terutama di negara-negara maju.
Pada olahraga tenis terdapat teknik pukulan servis, drive, dropshot, voli, dan smes. Penilaian dalam tenis sangat berlainan dengan olahraga lainnya. Dalam olahraga tenis satu poin diperoleh dengan cara 4 kali pukulan, pukulan 1 nilai 15, pukulan 2 nilai 30, pukulan 3 nilai 40, dan setelah pukulan 4 baru mendapat 1 poin. Tenis lapangan merupakan olahraga perorangan yang populer di dunia terutama di negara-negara maju. Salah satu putri terbaik Indonesia dalam tenis lapangan yaitu Yayuk Basuki. Dan beliau bersama seniornya Susana pernah membuat penampilan emas dalam Asian Games di Beijing dan dalam waktu dua pekan mengukir prestasi yang besar di Nagasaki dan Fukuoka di final menaklukkan unggulan utama dari Australia pada turnamen Challenger. Petenis kelahiran Yogyakarta ini pun terus melaju sebagai pemain profesional dan berhasil menembus peringkat 20 petenis putri dunia. Marilah kita belajar teknik-teknik tenis dengan benar dan bersemangat agar dapat menjadi pemain yang berprestasi.
Mengapa tennis di Indonesia sangat disukai berbagai kalangan umur?Sebagai berikut
1. Olahraga yang Prestisius dan Bergengsi
Tenis dikenal sebagai olahraga elit yang memiliki citra prestisius, apalagi karena turnamen-turnamen besar dunia seperti Wimbledon dan Grand Slam sering disorot media. Hal ini menarik minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti dan bermain tenis.
2. Adanya Atlet Berprestasi dari Indonesia
Kehadiran atlet seperti Yayuk Basuki, yang pernah menembus peringkat 20 besar dunia dan memenangkan banyak turnamen internasional, menjadi inspirasi dan kebanggaan masyarakat Indonesia. Prestasi ini meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tenis.
3. Didukung oleh Fasilitas dan Klub Tenis
Di berbagai kota besar di Indonesia, tersedia fasilitas dan klub tenis yang mendorong partisipasi masyarakat, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat perkotaan.
4. Cocok untuk Semua Usia
Tenis dapat dimainkan oleh anak-anak hingga orang dewasa, bahkan lansia. Karena bisa dimainkan dalam format santai maupun kompetitif, tenis menjadi pilihan olahraga yang fleksibel dan menyehatkan.
5. Daya Tarik Media dan Internasional
Media nasional sering menyoroti kejuaraan tenis dunia dan penampilan atlet top dunia seperti Roger Federer atau Serena Williams. Ini menambah ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap tenis sebagai hiburan sekaligus olahraga.
6. Meningkatkan Gaya Hidup Sehat dan Sosial
Tenis tidak hanya menyehatkan, tapi juga memberi ruang untuk bersosialisasi karena biasa dimainkan di komunitas atau klub. Gaya hidup aktif dan sehat semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, dan tenis mendukung hal tersebut.
- Teknik dasar servis
- Gerakan ball toss, yaitu gerak melempar/melambungkan atau melepaskan bola ke atas dengan tangan
- Berdiri menyamping sikap melangkah (kaki kiri di depan kaki kanan di belakang dengan sudut kemiringan ± 45° dengan net).
- Jarak antara dua kaki dibuka selebar bahu.
- Tangan kiri memegang bola tenis dengan longgar menggunakan ujung ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.
- Pandangan ke arah depan.
- Angkat tangan kiri (yang memegang bola) ke atas lurus setinggi bahu dan lepaskan bola dari tangan saat posisi setinggi mata hingga bola melambung setinggi ± 1 m.
- Tangan yang melambungkan bola mengikuti arah gerak bola (menunjuk bola).
- Pandangan mengikuti arah gerak bola.
- Gerakan servis
- Berdiri menyamping sikap melangkah (kaki kiri di depan, kanan di belakang) dengan sudut kemiringan ± 45° dengan net.
- Pegang raket di belakang kepala dengan sikutnya setinggi bahu.
- Pandangan ke arah gerakan.
- Lemparkan bola ke atas vertikal.
- Ayunkan raket ke depan ke arah bola dan jangkaukan untuk memukulnya.
- Lanjutkan gerak mengayun raket hingga raket menyilang ke bawah di depan badan.
- Pandangan mengikuti arah gerak badan.
- Kaki belakang dilangkahkan ke depan.
- Model pembelajaran teknik dasar gerakan servis
- Model I bermain teknik dasar servis tanpa raket
Cara melakukan:
1) Permainan dapat dilakukan pada lapangan voli atau basket.
2) Jumlah pemain 1, 2, atau 3 orang untuk satu regu.
3) Pemain melakukan servis dari garis belakang lapangan.
4) Pemain lawan yang tidak menangkap bola servis setelah bola memantul lapangan dianggap kalah (mati).
- Model II gerakan servis dan ball toss, dengan memukul bola menggunakan raket ke arah jaring pada lapangan.
Cara melakukan:
1) Dua orang berhadapan
2) Pemain 1 melakukan servis ke pemain 2
3) Pemain 2 berusaha mengembalikan bola ke lapangan
4) Dilakukan secara bergantian
3. Kombinasi keterampilan gerak teknik dasar
a. Model I kombinasi servis dan pukulan forehand atau backhand, dilakukan secara berkelompok 1 lawan 4 orang pemain.
Cara melakukan:
1) Pemain 1 melakukan teknik dasar servis ke arah pemain 2, 3, atau 4.
2) Pemain 2, 3 atau 4 menangkap bola yang telah memantul lapangan, lalu melemparkannya dengan gerak servis ke arah pemain 1.
3) Pemain 1 mengembalikan bola ke pemain 2, 3, atau 4 dengan pukulan forehand atau backhand.
4) Jika pemain 1 gagal melakukan servis (bola menyangkut net) digantikan oleh pemain 2, 3, atau 4.
b. Model II kombinasi servis dan pukulan forehand atau backhand, dilakukan secara berkelompok 1 lawan 4 pemain, cara sama dengan model I. Perbedaannya pemain 2, 3, dan 4 saat mengernbalikan bola servis menggunakan teknik pukulan forehand atau backhand.
4. Kombinasi keterampilan pukulan voli
Pukulan voli adalah pukulan dalam tenis yang dilakukan sebelum bola memantul pada lantai. Pukulan voli ini dapat dibedakan menjadi 2 yaitu pukulan forehand dan pukulan backhand.
a. Pukulan voli forehand Cara melakukan:
1) Berdiri badan agak membungkuk, kedua lutut direndahkan
2) Lempar bola ke atas, ayunkan raket ke belakang hingga raket miring ke atas dan berat badan berada di kaki kanan.
3) Ayunkan raket ke depan hingga siku lurus untuk memukul bola dengan arah gerakan ke depan bawah.
4) Setelah daun raket mengenai bola, ayun raket terus ke bawah, ke depan dengan posisi raket terbuka.
b. Pukulan voli backhand Cara melakukan:
1) Berdiri kedua kaki dibuka selebar bahu dan badan agak membungkuk, kedua lutut tertekuk. 2) Setelah bola datang dari arah kiri, putar bahu ke kiri dan ayun raket ke belakang sejauh bahu kiri.
3) Bersamaan itu kedua lutut direndahkan hingga ketinggian mata setinggi bola yang akan dipukul.
4) Langkahkan kaki kanan ke depan dan ayunkan kembali raket ke depan ke bawah untuk memukul bola hingga siku sampai lurus dan daun raket mengenai bola di depan kaki kanan.
5) Setelah daun raket mengenai bola raket ayun terus ke bawah depan dengan daun raket terbuka.
Perkembangan Menjadi Tenis Modern
Tenis lapangan modern mulai berkembang di Inggris pada akhir abad ke-19:
- 1873: Mayor Walter Clopton Wingfield memperkenalkan versi baru permainan ini dengan nama “Lawn Tennis”, dimainkan di rumput.
- 1877: Turnamen Wimbledon pertama kali diadakan di Inggris, yang kini menjadi turnamen tenis paling bergengsi di dunia.
- 1913: International Lawn Tennis Federation (sekarang ITF) dibentuk untuk mengatur turnamen internasional.
🔹 Tenis dalam Olimpiade
- 1896: Tenis menjadi bagian dari Olimpiade modern pertama di Athena.
- 1924–1988: Tenis sempat dihapus dari daftar olahraga Olimpiade resmi.
- 1988: Kembali masuk dalam Olimpiade Seoul dan terus menjadi cabang olahraga tetap hingga kini.
Atlet Tenis Lapangan Terkenal
🧔 Atlet Putra:
- Roger Federer 🇨🇭
- Juara Grand Slam 20 kali
- Dikenal karena gaya bermain elegan dan sportivitasnya
- Rafael Nadal 🇪🇸
- Raja Lapangan Tanah Liat
- Pemegang 14 gelar French Open
- Novak Djokovic 🇷🇸
- Pemegang gelar Grand Slam terbanyak (24+)
- Dominan di era 2010-an hingga sekarang
- Pete Sampras 🇺🇸
- Legenda 1990-an dengan 14 gelar Grand Slam
👩Atlet Putri:
- Serena Williams 🇺🇸
- Juara Grand Slam 23 kali (terbanyak di Era Terbuka)
- Simbol kekuatan dan dominasi
- Steffi Graf 🇩🇪
- Satu-satunya atlet yang meraih “Golden Slam” (semua Grand Slam + medali emas Olimpiade di tahun yang sama – 1988)
- Martina Navratilova 🇺🇸
- Spesialis tunggal dan ganda, dengan 18 gelar Grand Slam tunggal dan 31 ganda
- Ashleigh Barty 🇦🇺
- Mantan petenis No.1 dunia, pensiun muda setelah memenangkan Wimbledon dan Australian Open
KESIMPULAN
Tenis lapangan adalah olahraga bola kecil yang dimainkan menggunakan raket untuk memukul bola melewati jaring ke area lawan. Olahraga ini berasal dari permainan jeu de paume di Prancis pada abad ke-12 dan berkembang menjadi bentuk modernnya di Inggris pada akhir abad ke-19. Turnamen Wimbledon menjadi tonggak penting dalam sejarah tenis, dan olahraga ini kini menjadi bagian dari Olimpiade modern sejak 1988.
Permainan tenis bisa dilakukan secara tunggal maupun ganda, dan memiliki teknik dasar seperti servis, pukulan forehand, backhand, dropshot, voli, dan smes. Penilaian skor dalam tenis unik, dengan urutan 15, 30, 40, dan kemudian poin.
Teknik dasar servis terdiri dari gerakan ball toss dan gerakan memukul bola, yang harus dilakukan dengan posisi tubuh dan koordinasi tangan yang tepat. Untuk pembelajaran, digunakan model latihan tanpa raket dan dengan raket secara bertahap hingga kombinasi teknik.
Kombinasi keterampilan gerak seperti servis dengan pukulan forehand/backhand, dan pukulan voli forehand/backhand menjadi bagian penting dalam penguasaan permainan. Voli dilakukan sebelum bola memantul, dengan teknik khusus untuk masing-masing sisi.
Dalam sejarah tenis, banyak atlet hebat telah mengukir prestasi dunia, seperti Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Serena Williams. Indonesia sendiri memiliki petenis berprestasi seperti Yayuk Basuki, yang pernah menembus peringkat 20 besar dunia.
Tenis merupakan olahraga bergengsi yang disukai di seluruh dunia, memerlukan teknik, latihan konsisten, serta semangat tinggi untuk mencapai prestasi.