Lapisan Data Link dalam OSI Model: Apa dan Mengapa Penting?

Dalam dunia jaringan komputer, istilah OSI Model sering kali muncul sebagai landasan pemahaman bagaimana data dapat berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain. OSI (Open Systems Interconnection) Model adalah sebuah kerangka kerja konseptual yang membagi proses komunikasi jaringan menjadi tujuh lapisan berbeda, dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi spesifik.

Salah satu lapisan penting yang sering menjadi fondasi dalam komunikasi jaringan adalah Lapisan Data Link atau Data Link Layer, yang merupakan lapisan kedua dalam model OSI. Pada artikel ini, kita akan membahas secara mendalam apa itu Data Link Layer, fungsinya, komponennya, serta mengapa lapisan ini sangat penting dalam proses komunikasi data di jaringan komputer.

Apa itu OSI Model?

Sebelum masuk ke pembahasan Data Link Layer, kita perlu memahami konteks OSI Model. OSI Model dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk membantu standarisasi komunikasi data antar sistem komputer. Model ini terdiri dari 7 lapisan, yaitu:

  1. Physical Layer (Lapisan Fisik)
  2. Data Link Layer (Lapisan Data Link)
  3. Network Layer (Lapisan Jaringan)
  4. Transport Layer (Lapisan Transportasi)
  5. Session Layer (Lapisan Sesi)
  6. Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
  7. Application Layer (Lapisan Aplikasi)

Setiap lapisan memiliki fungsi spesifik dan berkomunikasi dengan lapisan di atas dan bawahnya.

OSI Model, atau Open Systems Interconnection Model, adalah sebuah kerangka kerja konseptual yang digunakan untuk memahami dan merancang proses komunikasi dalam jaringan komputer. Model ini dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO) pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an. Tujuan utama OSI Model adalah untuk standarisasi fungsi-fungsi jaringan agar perangkat dari berbagai produsen dan teknologi yang berbeda bisa saling berkomunikasi secara efektif.

Mengapa OSI Model Dibuat?

Sebelum adanya OSI Model, berbagai sistem komputer dan perangkat jaringan dibuat dengan standar komunikasi yang berbeda-beda, sehingga seringkali perangkat dari satu vendor tidak bisa berkomunikasi dengan perangkat dari vendor lain secara langsung. OSI Model muncul untuk menyediakan panduan dan standar yang umum agar semua perangkat dan protokol jaringan bisa “mengerti” satu sama lain.

Struktur OSI Model

OSI Model membagi proses komunikasi jaringan menjadi **7 lapisan (layers)** yang masing-masing memiliki tugas spesifik. Dengan pembagian ini, setiap lapisan hanya fokus pada fungsinya sendiri dan berinteraksi dengan lapisan di atas dan bawahnya secara terstruktur. Berikut 7 lapisan OSI dari lapisan paling bawah sampai paling atas:

| 1  | Physical Layer Menangani transmisi sinyal fisik melalui media seperti kabel, gelombang radio, atau serat optik.         

| 2  | Data Link Layer   Mengatur pengiriman data antar perangkat dalam jaringan lokal, termasuk framing dan deteksi kesalahan.   

| 3  | Network Layer      Mengatur pengalamatan logis dan routing paket data ke tujuan akhir melalui berbagai jaringan.            

| 4  | Transport Layer    Menyediakan layanan komunikasi end-to-end yang andal, termasuk pengendalian aliran dan koreksi kesalahan.

| 5  | Session Layer     Mengelola sesi komunikasi, seperti membuka, menutup, dan mengelola dialog antar aplikasi.                

| 6  | Presentation Layer Bertugas menerjemahkan, mengenkripsi, dan mengompresi data agar bisa dipahami oleh aplikasi penerima.    

| 7  | Application Layer  Menyediakan layanan langsung untuk aplikasi pengguna seperti email, web browser, dan file transfer.      

Cara Kerja OSI Model

Dalam komunikasi jaringan, data yang dikirim dari satu perangkat ke perangkat lain melewati semua lapisan OSI ini secara berurutan, baik saat dikirim maupun saat diterima. Misalnya:

* Saat mengirim data, informasi dari aplikasi akan melewati lapisan aplikasi di komputer pengirim, kemudian turun ke lapisan presentasi, sesi, transport, network, data link, dan terakhir fisik sebelum dikirim melalui media fisik.

* Saat menerima data, prosesnya terjadi sebaliknya: data yang diterima melalui lapisan fisik naik ke lapisan data link, network, transport, dan seterusnya sampai lapisan aplikasi, agar data dapat diproses dan ditampilkan ke pengguna.

Manfaat OSI Model

1. Standarisasi: OSI Model memberikan standar yang jelas untuk protokol dan perangkat jaringan, sehingga dapat saling berinteroperasi.

2. Modularitas: Setiap lapisan berfungsi secara independen, sehingga pengembangan teknologi di satu lapisan tidak harus memengaruhi lapisan lain.

3. Troubleshooting: Dengan adanya pembagian fungsi lapisan, masalah jaringan bisa lebih mudah diidentifikasi berdasarkan lapisan yang bermasalah.

4. Komunikasi antar Vendor: Memudahkan integrasi perangkat dari vendor berbeda karena menggunakan standar yang sama.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Bayangkan kamu mengirim surat lewat pos:

Physical Layer ibarat jalur fisik yang dilalui surat (jalan raya, kereta, pesawat).

Data Link Layer seperti amplop yang membungkus surat dan mencantumkan alamat pengirim dan penerima.

Network Layer adalah proses memilih rute terbaik supaya surat sampai ke kota tujuan.

Transport Layer memastikan surat sampai dengan selamat dan lengkap.

Session Layer mengatur kapan kamu mulai dan selesai bertukar surat dengan seseorang.

Presentation Layer memastikan isi surat bisa dimengerti, misalnya dengan menerjemahkan bahasa jika diperlukan.

Application Layer adalah isi surat itu sendiri yang kamu baca.

Jadi, OSI Model adalah kerangka kerja penting yang membantu kita memahami dan mengelola komunikasi data dalam jaringan secara sistematis dan terstruktur.

Posisi dan Fungsi Data Link Layer dalam OSI Model

Lapisan Data Link berada tepat di atas lapisan fisik dan bertanggung jawab untuk menyediakan komunikasi data yang andal di antara dua perangkat yang terhubung secara langsung dalam jaringan lokal. Lapisan ini mempersiapkan data agar dapat dikirimkan secara efektif melalui media fisik dan memastikan data sampai dengan benar ke tujuan.

Secara umum, Data Link Layer melakukan beberapa fungsi utama:

  • Pembingkaian (Framing): Mengelola data yang diterima dari Network Layer dan mengubahnya menjadi frame yang siap dikirim melalui media fisik.
  • Pengalamatan Fisik: Menggunakan MAC Address untuk mengidentifikasi perangkat sumber dan tujuan dalam jaringan lokal.
  • Kontrol Akses Media (MAC): Mengatur kapan perangkat boleh mengakses media agar tidak terjadi tabrakan data.
  • Deteksi dan Koreksi Kesalahan: Memastikan integritas data dengan mendeteksi kesalahan saat transmisi dan kadang melakukan koreksi.
  • Pengendalian Aliran: Mengatur kecepatan pengiriman data agar penerima tidak kewalahan.

Struktur Frame Data Link Layer

Data yang dikirim di Data Link Layer dikemas dalam unit yang disebut frame. Frame terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu:

  • Header: Berisi informasi pengalamatan (MAC Address sumber dan tujuan) dan informasi kontrol.
  • Payload/Data: Bagian utama yang berisi data dari lapisan Network.
  • Trailer: Biasanya berisi checksum atau kode deteksi kesalahan seperti CRC (Cyclic Redundancy Check).

Struktur frame ini memungkinkan penerima untuk memeriksa apakah data yang diterima sudah benar atau perlu dikirim ulang.

4. Sub-Lapisan dalam Data Link Layer

Data Link Layer terdiri dari dua sub-lapisan utama, yaitu:

a. Logical Link Control (LLC)

LLC berfungsi sebagai interface antara Data Link Layer dan Network Layer. LLC bertanggung jawab dalam pengendalian aliran data dan penanganan kesalahan secara logis.

b. Media Access Control (MAC)

MAC adalah sub-lapisan yang mengatur bagaimana perangkat memperoleh akses ke media fisik dan bagaimana data dikirimkan di jaringan. MAC juga mengelola pengalamatan fisik menggunakan MAC Address.

Alamat Fisik (MAC Address)

MAC Address adalah alamat unik yang diberikan pada setiap perangkat jaringan oleh pabrik pembuat perangkat keras (biasanya Network Interface Card atau NIC). MAC Address berupa 48-bit angka heksadesimal yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat dalam jaringan lokal.

Contoh format MAC Address: 00:1A:2B:3C:4D:5E

MAC Address berperan penting dalam proses pengiriman frame, karena Data Link Layer menggunakan alamat ini untuk mengetahui perangkat tujuan yang tepat dalam jaringan lokal.

Perangkat yang Beroperasi pada Data Link Layer

Beberapa perangkat jaringan yang beroperasi pada lapisan Data Link antara lain:

  • Switch: Perangkat yang meneruskan frame data ke perangkat tujuan berdasarkan MAC Address.
  • Network Interface Card (NIC): Perangkat keras yang menghubungkan komputer ke jaringan dan melakukan fungsi Data Link Layer seperti framing dan pengalamatan.
  • Bridge: Menghubungkan dua segmen jaringan pada lapisan Data Link, mengatur lalu lintas berdasarkan MAC Address.

Protokol Data Link Layer yang Umum Digunakan

Beberapa protokol populer yang beroperasi di Data Link Layer adalah:

  • Ethernet: Protokol paling umum untuk jaringan kabel lokal (LAN).
  • Wi-Fi (IEEE 802.11): Protokol untuk jaringan nirkabel.
  • PPP (Point-to-Point Protocol): Protokol yang digunakan untuk koneksi point-to-point.
  • HDLC (High-Level Data Link Control): Protokol yang banyak digunakan dalam komunikasi serial.

Pentingnya Data Link Layer dalam Jaringan

Mengapa Data Link Layer sangat penting? Berikut beberapa alasannya:

a. Menjamin Transmisi Data yang Andal

Data Link Layer membantu mendeteksi dan memperbaiki kesalahan yang terjadi selama transmisi, sehingga data yang sampai ke tujuan tetap akurat.

b. Mengelola Akses Media

Dengan pengaturan akses media yang tepat, Data Link Layer mencegah tabrakan data (collision) yang dapat mengganggu komunikasi.

c. Pengalamatan Fisik untuk Jaringan Lokal

Tanpa Data Link Layer, tidak ada mekanisme pengalamatan fisik sehingga perangkat tidak bisa saling mengenali dalam jaringan lokal.

d. Mempermudah Proses Pengiriman Data

Dengan membingkai data dan menambahkan kontrol, Data Link Layer membuat proses pengiriman data menjadi lebih terstruktur dan efisien.

Contoh Kasus: Bagaimana Data Link Layer Bekerja

Misalkan kamu mengirim file dari komputer kamu ke komputer teman dalam jaringan kantor yang sama. Berikut langkah Data Link Layer dalam proses ini:

  1. Data dari aplikasi di komputer kamu turun ke lapisan Network, lalu ke Data Link Layer.
  2. Data Link Layer membungkus data dalam frame dengan header yang berisi MAC Address komputer kamu (sumber) dan MAC Address komputer teman (tujuan).
  3. Frame dikirim ke lapisan fisik dan ditransmisikan melalui kabel Ethernet.
  4. Switch di jaringan memeriksa MAC Address tujuan dan meneruskan frame ke komputer teman.
  5. Komputer teman menerima frame, memeriksa integritas data, dan jika data benar, meneruskan ke lapisan Network untuk proses lebih lanjut.

Kesimpulan

Lapisan Data Link adalah salah satu komponen krusial dalam komunikasi jaringan yang berperan sebagai jembatan antara media fisik dan lapisan jaringan. Dengan fungsinya yang meliputi pembingkaian data, pengalamatan fisik, pengendalian akses media, serta deteksi dan koreksi kesalahan, Data Link Layer memastikan data dapat dikirim dan diterima secara andal dan efisien.

Memahami Data Link Layer juga membuka wawasan penting bagi para penggelut teknologi informasi dan jaringan komputer untuk membangun, memelihara, dan memecahkan masalah jaringan dengan lebih baik.

Referensi

https://aws.amazon.com/id/what-is/osi-model

https://www.cloudflare.com/learning/ddos/glossary/open-systems-interconnection-model-osi

https://www.cloudflare.com/learning/ddos/glossary/open-systems-interconnection-model-osi

https://www.techtarget.com/searchnetworking/definition/OSI

https://online.binus.ac.id/computer-science/2021/09/24/7-osi-layer/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *