KOMPUTASI 

KOMPUTASI 

Topik Pembahasan 

a. Layanan Komputasi 

b. Amazon EC2 

c. AWS Lambda 

d. AWS Elastic Beanstalk 

e. Layanan Kontainer 

3.4 Dasar Teori 

3.4.1 Layanan Komputasi 

Komputasi pada dasarnya adalah proses penggunaan sumber daya seperti server,  penyimpanan, database, jaringan, dan layanan-layanan lainnya, yang dimana layanan  tersebut biasanya disediakan langsung oleh salah satu platform salah satunya seperti  Amazon Web Service (AWS) melalui cloud, yang menawarkan banyak layanan-layanan  khusus untuk komputasi. 

Berikut merupakan layanan-layanan yang terdapat pada Amazon Web Service beserta  dengan ringkasan yang ditawarkan: 

Amazon Elastic Compute Cloud (Amazon EC2) menyediakan mesin virtual yang  ukurannya dapat diubah. 

Amazon EC2 Auto Scalling, mendukung ketersediaan aplikasi dengan  memungkinkan user untuk menentukan kondisi yang secara otomatis akan  meluncurkan atau mengakhiri EC2 Instance. 

Amazon Elastic Container Registry (Amazon ECR) digunakan untuk menyimpan  dan mengambil Image Docker. 

Amazon Elastic Container Service (Amazon ECS) digunakan untuk layanan  orkestrasi kontainer yang mendukung Docker. 

VMware Cloud on AWS, memungkinkan user menyediakan cloud hybrid tanpa  perangkat keras kustom. 

AWS Elastic Beanstalk, menyediakan cara sederhana untuk menjalankan dan  mengelelola aplikasi web.

AWS Lambda, merupakan solusi dalam komputai nirserver. 

Amazon Elastic Kubernetes Service (Amazon EKS), memungkinkan user untuk  menjalankan Kubernetes Terkelola pada AWS. 

Amazon Lightsail, menyediakan layanan sederhana untuk membangun aplikasi atau  web. 

AWS Batch, menyediakan alat untuk menjalankan tugas batch pada sekala apapun. ▪ AWS Fargate, menyediakan cara untuk menjalankan kontainer yang mengurangi  kebutuhan user untuk mengelola server atau kluster. 

AWS Outposts, menyediakan cara untuk menjalankan layanan AWS pilihan di pusat  data on-promise. 

AWS Serverless Application Repository, menyediakan cara untuk menemukan, men deploy dan mempublikasikan aplikasi nirserver. 

3.4.1.1 Kategori Layanan Komputasi 

Terdapat empat kategori layanan komputasi dalam AWS, yang disesuaikan  berdasarkan model dan perbedaan penawaran layanan yang diberikan, seperti  Infrastructure as a Service (IaaS), Nirserver (Serverless), Container-Based, dan  Platform as a Service (PaaS). 

4.4.2 Amazon Elastic Compute Cloud (Amazon EC2) 

Amazon EC2 adalah sebuah layanan komputasi IaaS, yang menyediakan mesin  virtual di cloud dan memberi kontrol penuh pada administratif atas sistem operasi linux  yang berjalan pada instance. Layanan ini juga dapat menyediakan kapasitas komputasi  yang aman dan ukurannya dapat diubah dalam cloud. Amazon Elastic Compute Cloud  (EC2) dibangun berdasarkan tiga layanan yang diberikan :

Elastic, artinya user dapat dengan mudah menambah atau mengurangi jumlah  server yang dijalankan untuk mendukung aplikasi secara otomatis, dan juga dapat  menambah atau mengurangi ukuran server yang ada.  

Compute, digunakan untuk meng-host aplikasi yang berjalan atau memproses  data-tindakan yang memerlukan sumber daya komputasi, termasuk daya  pemrosesan (CPU) dan memori (RAM). 

Cloud, artinya mengacu pada fakta bahwa Amazon EC2 instance yang dijalankan  di host terdapat pada cloud. 

4.4.2.1 Penyimpanan Amazon EC2 

Amazon EC2 menawarkan berbagai pilihan penyimpanan yang dapat  

disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi dan beban kerja setiap user, Beberapa  pilihan penyimpanan yang tersedia meliputi : 

Amazon Elastic Block Store (EBS): EBS adalah layanan penyimpanan  blok yang dapat dipasangkan dengan instance EC2 yang memungkinkan  untuk menyimpan data persisten dan dapat digunakan untuk menyimpan  sistem operasi dan aplikasi. 

Amazon EFS (Elastic File System): EFS adalah layanan penyimpanan  berbasis berkas yang dapat digunakan untuk berbagi data di antara  beberapa instance EC2. 

Amazon S3 (Simple Storage Service): S3 adalah layanan penyimpanan  objek yang digunakan untuk menyimpan data dan objek dalam bentuk  objek, dan juga dapat mengakses S3 dari instance EC2 untuk menyimpan  dan mengambil data. 

3.4.3 AWS Lambda 

AWS Lambda adalah layanan komputasi tanpa administrasi atau layanan  komputasi nirserver yang digerakkan oleh event, yang dimana lamba juga  memungkinkan user untuk menjalankan kode tanpa menyediakan atau mengelola server.  Perbedaan antara AWS Lambda dengan layanan komputasi lainnya adalah penggunaan  komputasi secara nirserver atau pendekatan ketiga yang mengharuskan user untuk  menyediakan dan mengelola servernya secara sendiri. 

AWS Lambda dirancang untuk menangani peristiwa, tugas pemrosesan, dan  pengembangan aplikasi dengan cara yang efisien dan elastis, yang dimana terdapat  beberapa aspek penting dalam AWS Lambda tersebut : 

Eksekusi Kode Berbasis Peristiwa: AWS Lambda diaktifkan oleh peristiwa  tertentu. Ketika suatu peristiwa terjadi, seperti permintaan HTTP, perubahan pada  basis data, atau pemantauan folder S3, Lambda dapat menjalankan kode yang  telah ditentukan sebagai respons terhadap peristiwa tersebut. 

Skalabilitas Otomatis: Lambda otomatis mengelola skalabilitas yang berarti jika  peristiwa datang dalam volume tinggi, Lambda akan mengalokasikan sumber  daya yang cukup untuk menangani beban kerja tersebut, dan jika volume 

peristiwa menurun, sumber daya akan dihentikan secara otomatis, sehingga user  hanya membayar untuk waktu eksekusi kode yang sebenarnya digunakan. ▪ Berbagai Bahasa dan Runtime: user dapat menulis kode Lambda dalam  berbagai bahasa pemrograman, seperti Node.js, Python, Java, C#, dan lainnya.  AWS Lambda mendukung runtime khusus. 

Integrasi dengan Layanan AWS Lainnya: Lambda dapat diintegrasikan  dengan berbagai layanan AWS lainnya, seperti Amazon S3, Amazon  DynamoDB, Amazon RDS, Amazon Kinesis, dan banyak lagi, sehingga user  dapat membangun solusi yang kompleks dengan menggunakan berbagai layanan  AWS. 

3.4.3.1 Manfaat Lambda 

AWS Lambda merupakan suatu layanan komputasi nirserver yang  

memiliki beberapa manfaat seperti : 

• Lambda mendukung banyak bahasa pemrograman seperti Java, Go,  PowerShell, Node.js, C#, Python dan dapat juga menggunakan library  apapun baik native, atau pihak ketiga. 

• Lambda mengautomasi administrasi, lambda mengelola semua  infrastruktur untuk menjalankan sebuah kode, membebaskan user dalam  membuat layanan back-end yang berbeda dan lambda dapat men-deploy  kode dengan sempurna 

• Lambda menyediakan toleran kesalahan bawaan, lambda dapt menjaga  kapasitas komputasi di seluuruh Availability Zone dalam setiap wilayah  guna untuk menjaga kode dari kegagalan mesi individual atau pusat data. 

• Mendukung orkestrasi berbagai fungsi, sebagai user tentu dalam  menggunakan layanan AWS Lambda dapat mengatur beberapa fungsi  lambda baik untuk tugas yang kompleks atau berjalan lama dengan  membuat alur kerja dengan AWS Step functions. 

• Harga Bayar per Penggunaan, dengan lambda user cukup membayar  permintaan yang disediakan dan waktu komputasi yang diperlukan  untuk menjalankan kode, penagihan pun diukur setiap 100 milidetik. 

3.4.4 AWS Elastic Beanstalk 

AWS Beanstalk adalah opsi layanan komputasi atau platform as a services  (PaaS) yang memfasilitasi deployment, penskalaan, dan manajemen cepat untuk  aplikasi web dan layanan. AWS Beanstalk memungkinkan user untuk men-deploy kode  melalui AWS Management Console, AWS Command Line Interfaces, VSCode, dan  Eclipse.

Elastic Beanstalk mendukung berbagai platform lainnya termasuk Docker,  Go, java, .Net, PHP, Python dan Ruby. Layanan ini juga dirancang untuk  memudahkan pengembangan, penyiapan, dan pengelolaan aplikasi web dan  mikroservis dengan cepat dan tanpa perlu khawatir tentang konfigurasi  infrastruktur yang mendalam. 

3.4.4.1 Manfaat AWS Elastic Beanstalk 

Terdapat beberapa manfaat yang ditawarkan oleh Elastic Beanstalk : 

• Elastic Beanstalk cepat dan sederhana untuk digunakan dalam AWS  managaent console, repository Git yang dimana secara otomatis dapat  menangani depoloyment untuk penyediaan kapasitas, penyeimbang  muatan. 

• Meningkatkan produktifitas develover, dengan fokus dalam penulisan  kode bukan mengelola dan mengkonfigurasi server, basis data, load  balncer, firewall, danjaringan. 

• Elastic Beanstalk sulit untuk dilampaui, dengan penggunaan layanan  ini suatu aplikasi user dapat menangani puncak beban kerja atau lalu  lintas sekaliguas meminimalkan biaya. 

• AWS Elastic Beanstalk memiliki kebebasan untuk memilih sumber  daya AWS. 

3.4.5 Layanan Kontainer 

Kontainer adalah metode viltualisasi sistem operasi yang dapat  memungkinkan menjalankan aplikasi dan dependensinya dalam proses yang  sumber dayanya terisolasi. Kontainer ini lebih kecil dari VM dan tidak berisi  seluruh sistem operasi, karena pada dasarnya kontainer hanya berbagi sistem 

operasi virtual dan berjalan sebagai proses terisolasi sumber daya yang memastikan  deployment cepat. 

4.4.5.1 Docker 

Docker adalah platform perangkat lunak yang memungkinkan untuk  membuat, menguji, dan mendeployment aplikasi dengan cepat. Atau docker ini  merupakan sebuah platform yang mengemas perangkat lunak ke dalam kontainer.  Docker diinstal pada setiap server yang akan meng-host kontainer dan menyediakan  perintah sederhana yang dapat digunkan untuk membangun, memulai dan  menghentikan kerja kontainer tersebut. 

4.4.5.2 Amazon Elastic Container Service (Amazon ECS) 

Amazon ECS adalah layanan manajemen kontainer bekinerja tinggi dan  sangat mudah diskalakan yang mendukung kontainer Docker. Amazon ECS dapat  memudahkan user dalam menjalankan aplikasi kluster Amazon EC2 instance yang  sudah terkelola. 

Fitur Penting Amazon ECS meliputi kemampuan untuk : 

• Meluncurkan hingga puluhan ribu kontainer Docker dalam hitungan detik • Memantau deployment kontainer 

• Mengelola status kluster yang menjalankan kontainer 

• Menjadwalkan kontainer menggunakan penjadwal bawaan atau pihak ketiga

Kesimpulan

Komputasi cloud merupakan fondasi utama dari layanan infrastruktur modern berbasis internet, yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan mengelola sumber daya TI seperti server, penyimpanan, database, dan aplikasi secara fleksibel, elastis, dan efisien. Amazon Web Services (AWS) sebagai salah satu penyedia layanan cloud terbesar di dunia menawarkan berbagai solusi komputasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, baik dalam skala kecil maupun besar.

AWS menyediakan berbagai layanan komputasi yang terbagi dalam beberapa kategori utama, yakni Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), Serverless, dan Container-Based Computing. Setiap kategori memiliki keunggulan dan karakteristik tersendiri sesuai model pengelolaan dan kendali pengguna.

Amazon EC2 adalah layanan IaaS yang menyediakan mesin virtual (instance) di cloud dengan fleksibilitas tinggi dalam pengaturan sistem operasi, penyimpanan, dan skalabilitas. EC2 memungkinkan pengguna untuk menjalankan aplikasi dengan kontrol penuh dan menyediakan berbagai opsi penyimpanan seperti Amazon EBS, EFS, dan S3 yang disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.

AWS Lambda adalah layanan komputasi berbasis event yang memungkinkan pengguna menjalankan kode tanpa harus mengelola server secara langsung. Dengan arsitektur nirserver, Lambda menawarkan keunggulan dalam efisiensi biaya, skalabilitas otomatis, dan integrasi yang kuat dengan layanan AWS lainnya. Ini menjadikan Lambda sangat cocok untuk pemrosesan data real-time, automasi, dan pengembangan aplikasi modular berbasis fungsi.

AWS Elastic Beanstalk adalah layanan PaaS yang menyederhanakan proses deployment dan pengelolaan aplikasi web. Dengan dukungan berbagai bahasa pemrograman seperti Java, Python, dan .NET, Beanstalk memudahkan developer untuk fokus pada pengembangan aplikasi tanpa harus memikirkan detail teknis infrastruktur. Beanstalk juga mendukung penskalaan otomatis dan pemantauan aplikasi secara menyeluruh.

Layanan Kontainer seperti Docker, Amazon ECS, dan Amazon EKS menyediakan metode modern dalam menjalankan aplikasi yang ringan, cepat, dan portabel. Kontainer memungkinkan isolasi sumber daya dan efisiensi tinggi dalam penggunaan sistem operasi. ECS, sebagai layanan orkestrasi kontainer, menawarkan pengelolaan skala besar terhadap aplikasi kontainer dengan kemampuan tinggi dalam peluncuran, pemantauan, dan manajemen status kontainer.

Secara keseluruhan, layanan-layanan komputasi AWS dirancang untuk mendukung berbagai skenario penggunaan, mulai dari pengembangan aplikasi skala kecil, pemrosesan data masif, hingga penyediaan infrastruktur TI yang kompleks dan terdistribusi. Fleksibilitas, efisiensi biaya, skalabilitas, dan integrasi yang kuat antar layanan menjadikan AWS sebagai solusi utama dalam transformasi digital berbasis cloud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *