Fitur Otonom DJI Drone: Penjelasan Intelligent Flight Modes (ActiveTrack, QuickShots, Waypoints) untuk Pengambilan Gambar Cerdas

Fitur Otonom DJI Drone: Penjelasan Intelligent Flight Modes (ActiveTrack, QuickShots, Waypoints) untuk Pengambilan Gambar Cerdas

Menerbangkan drone dan mendapatkan rekaman udara yang sinematik dulunya adalah keahlian yang hanya dikuasai oleh pilot berpengalaman. Dibutuhkan koordinasi tangan dan mata yang luar biasa untuk mengendalikan drone sambil secara bersamaan mengoperasikan kamera. Namun, berkat inovasi tiada henti, terutama dari DJI, hambatan itu kini telah sirna. DJI telah merevolusi fotografi dan videografi udara dengan memperkenalkan serangkaian fitur otonom canggih, yang mereka sebut Intelligent Flight Modes.

Fitur-fitur ini mengubah drone dari sekadar alat terbang menjadi asisten fotografi dan videografi pribadi yang cerdas. Mereka memungkinkan pilot, bahkan yang masih pemula, untuk menangkap bidikan yang kompleks dan mulus yang sebelumnya hanya bisa dicapai oleh kru produksi profesional. Dari mengikuti subjek secara otomatis hingga melakukan manuver kamera yang rumit dengan satu ketukan, Intelligent Flight Modes pada drone DJI telah membuka pintu kreativitas baru di udara.

Artikel ini akan menyelami lebih dalam beberapa Intelligent Flight Modes paling populer dari DJI, yaitu ActiveTrack, QuickShots, dan Waypoints. Kita akan membahas cara kerjanya, keunggulan masing-masing, dan bagaimana Anda bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan hasil gambar dan video udara yang cerdas dan memukau.

Mengapa Fitur Otonom Itu Penting?

Sebelum kita membahas mode spesifik, mari kita pahami mengapa fitur otonom menjadi begitu krusial dalam dunia drone modern:

  1. Mempermudah Pengoperasian: Fitur otonom secara signifikan mengurangi beban kerja pilot. Alih-alih harus mengontrol setiap gerakan drone secara manual, pilot bisa fokus pada komposisi gambar atau mengawasi lingkungan sekitar.
  2. Meningkatkan Kualitas Rekaman: Mode-mode cerdas ini dirancang untuk melakukan manuver yang mulus dan presisi, menghasilkan rekaman yang stabil dan sinematik yang sulit dicapai dengan kontrol manual sepenuhnya.
  3. Membuka Peluang Kreativitas Baru: Fitur-fitur ini memungkinkan pengambilan bidikan yang unik dan dinamis yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan, mendorong pilot untuk bereksperimen dengan perspektif baru.
  4. Aksesibilitas: Menurunkan barrier to entry bagi pemula. Siapa pun dengan sedikit latihan bisa mendapatkan hasil yang profesional.
  5. Keamanan: Beberapa mode otonom dilengkapi dengan sistem penghindar rintangan, yang meningkatkan keamanan penerbangan, terutama saat mengikuti subjek atau terbang di lingkungan yang kompleks.

Singkatnya, fitur otonom telah mengubah drone dari sekadar alat kendali jarak jauh menjadi perangkat cerdas yang dapat memahami lingkungan dan melakukan tugas kompleks dengan intervensi minimal dari pilot.

ActiveTrack: Asisten Pribadi yang Selalu Mengikuti

ActiveTrack adalah salah satu fitur otonom paling revolusioner dari DJI. Bayangkan memiliki seorang juru kamera udara pribadi yang tidak pernah melewatkan bidikan, selalu menjaga subjek Anda tetap berada di tengah frame yang sempurna. Itulah yang ditawarkan ActiveTrack.

Baca Juga : Terowongan Taihu hingga Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau: Menyelami Teknologi Jalan Bawah Laut China

Bagaimana ActiveTrack Bekerja?

ActiveTrack memanfaatkan visi komputer (computer vision) dan algoritma pembelajaran mendalam (deep learning) untuk mengidentifikasi, mengunci, dan mengikuti subjek bergerak secara otomatis. Prosesnya kurang lebih seperti ini:

  1. Identifikasi Subjek: Menggunakan kamera drone, Anda cukup memilih subjek di layar aplikasi DJI Fly atau DJI Go 4 (misalnya, orang, mobil, perahu, atau bahkan hewan peliharaan) dengan menyeret kotak di sekelilingnya.
  2. Pelacakan Cerdas: Setelah subjek terkunci, drone akan menganalisis gerakan subjek dan lingkungannya. Algoritma pelacakan akan memprediksi jalur gerakan subjek dan menyesuaikan posisi, ketinggian, dan orientasi kamera drone untuk terus menjaga subjek tetap dalam frame.
  3. Penghindaran Rintangan: Sebagian besar drone DJI modern dengan ActiveTrack dilengkapi dengan sensor penghindar rintangan di berbagai sisi (depan, belakang, bawah, samping). Ini memungkinkan drone untuk secara otomatis menghindari pohon, bangunan, atau objek lain yang menghalangi jalurnya saat mengikuti subjek. Jika ada rintangan yang tidak bisa dihindari, drone akan berhenti atau melayang di tempat.

Mode Pelacakan dalam ActiveTrack:

ActiveTrack biasanya memiliki beberapa mode pelacakan yang bisa dipilih, tergantung pada skenario:

  • Trace (Lacak): Drone mengikuti subjek dari jarak yang telah ditentukan, baik dari belakang, depan, atau samping. Ini ideal untuk merekam orang yang berjalan, berlari, bersepeda, atau kendaraan yang bergerak.
  • Profile (Profil): Drone terbang di samping subjek, menjaga jarak dan sudut yang konstan, mirip dengan bidikan side-profile klasik.
  • Spotlight (Sorot): Ini adalah mode yang lebih fleksibel. Drone akan melayang di tempat atau melakukan manuver manual, sementara kamera secara otomatis tetap mengunci dan menjaga subjek tetap di tengah frame. Anda mengontrol gerakan drone, tetapi kamera mengurus pelacakan.

Aplikasi Praktis ActiveTrack:

  • Olahraga & Petualangan: Merekam diri sendiri saat hiking, bersepeda gunung, surfing, atau skateboarding.
  • Vlogging & Konten Perjalanan: Membuat rekaman yang dinamis saat berjalan-jalan di tempat baru.
  • Acara & Event: Mengikuti pembicara di panggung, artis di konser, atau peserta dalam sebuah perlombaan.
  • Pengawasan: Meskipun bukan tujuan utama, ActiveTrack dapat membantu dalam pemantauan objek bergerak.

Keunggulan ActiveTrack: Memberikan kebebasan kepada pilot untuk fokus pada manuver subjek atau kegiatan lainnya, sementara drone secara otomatis menghasilkan rekaman pelacakan yang mulus dan profesional.

QuickShots: Sentuhan Sinematik dalam Sekali Ketukan

QuickShots adalah serangkaian manuver kamera otomatis yang dirancang untuk menghasilkan klip video pendek yang sinematik dengan satu ketukan tombol. Ini sempurna untuk pengguna yang ingin membuat konten yang menarik secara instan tanpa perlu keahlian mengedit atau menerbangkan drone secara kompleks.

Setiap QuickShot memiliki pola penerbangan dan perekaman kamera yang unik:

Mode-mode QuickShots Populer:

  1. Dronie: Drone terbang mundur dan naik secara bersamaan, sambil menjaga kamera terkunci pada subjek. Hasilnya adalah bidikan yang secara dramatis mengungkapkan lingkungan sekitar subjek.
    • Kapan Digunakan: Merekam diri sendiri atau kelompok di depan pemandangan yang indah (gunung, pantai, bangunan ikonik).
  2. Rocket: Drone terbang lurus ke atas dengan cepat, mengarahkan kamera ke bawah pada subjek, menciptakan efek bidikan vertikal yang dramatis.
    • Kapan Digunakan: Menyoroti subjek di tengah lanskap yang luas atau saat ingin menunjukkan seberapa kecil subjek dibandingkan lingkungannya.
  3. Circle: Drone terbang mengelilingi subjek dalam lintasan melingkar yang sempurna. Pilot dapat menyesuaikan arah dan radius lingkaran.
    • Kapan Digunakan: Menampilkan objek 360 derajat (patung, gedung, atau kelompok orang).
  4. Helix (Boomerang): Mirip dengan Circle, tetapi drone terbang mengelilingi subjek dalam lintasan spiral yang semakin lebar dan semakin tinggi.
    • Kapan Digunakan: Membuat bidikan yang sangat dinamis, mirip efek film, ideal untuk subjek di ruang terbuka.
  5. Asteroid: Drone terbang mundur dan naik sangat tinggi, mengambil beberapa foto dan video. Kemudian, ia menyatukan semua bidikan tersebut untuk membuat video pendek dengan efek “bola dunia” (tiny planet effect) yang dimulai dari pandangan luas dan zoom in ke subjek.
    • Kapan Digunakan: Menunjukkan skala lokasi yang besar dengan efek visual yang sangat unik. (Tersedia di model tertentu)
  6. Boomerang: Drone terbang mundur dan menjauh dari subjek, lalu kembali mendekat, mengikuti lintasan elips.
    • Kapan Digunakan: Membuat klip dinamis yang menonjolkan subjek. (Tersedia di model tertentu)
  7. Sphere: Drone terbang di sekitar subjek mengambil banyak foto dan kemudian menyatukannya menjadi panorama 360 derajat.
    • Kapan Digunakan: Menangkap seluruh lingkungan di sekitar subjek. (Tersedia di model tertentu)

Bagaimana QuickShots Bekerja?

Setelah Anda memilih subjek di layar dan mode QuickShot yang diinginkan, drone akan:

  1. Mengidentifikasi dan Mengunci Subjek: Menggunakan visi komputer.
  2. Melakukan Manuver Terprogram: Drone secara otomatis akan mengikuti jalur penerbangan yang telah ditentukan untuk mode QuickShot tersebut, sambil menjaga kamera tetap terfokus pada subjek.
  3. Merekam Video: Drone merekam klip video pendek selama manuver.
  4. Pemrosesan Otomatis: Beberapa model drone DJI bahkan dapat secara otomatis memproses dan mengedit klip QuickShot ini menjadi video pendek yang siap dibagikan di media sosial.

Keunggulan QuickShots: Membuat video sinematik yang rumit dan menarik hanya dengan beberapa ketukan, tanpa perlu keahlian pilot profesional. Ini sangat ideal untuk membuat konten yang siap dibagikan di platform seperti Instagram atau TikTok.

Baca Juga : Mengenal Edge Computing: Komputer Mini yang Bekerja Dekat Denganmu (Pelengkap untuk Kekuatan Besar Cloud)

Waypoints: Perencanaan Rute Terbang yang Presisi

Waypoints adalah fitur otonom yang jauh lebih canggih, dirancang untuk pilot yang ingin merencanakan jalur penerbangan yang sangat spesifik dan berulang dengan presisi tinggi. Ini mengubah drone menjadi alat survei otomatis atau mesin pembuat timelapse yang sangat akurat.

Bagaimana Waypoints Bekerja?

Tidak seperti ActiveTrack atau QuickShots yang event-driven, Waypoints membutuhkan perencanaan di muka:

  1. Penentuan Titik Jalan (Waypoints): Pilot menandai serangkaian titik koordinat geografis di peta pada aplikasi DJI. Setiap titik jalan bisa memiliki parameter yang spesifik:
    • Ketinggian: Ketinggian drone saat mencapai waypoint tersebut.
    • Kecepatan: Kecepatan terbang menuju waypoint berikutnya.
    • Orientasi Gimbal/Kamera: Sudut kemiringan kamera (pitch) dan arah pandangan (yaw) drone saat mencapai waypoint.
    • Tindakan: Beberapa model memungkinkan tindakan seperti mengambil foto, merekam video, atau melayang di tempat.
  2. Penyesuaian Jalur: Aplikasi akan secara otomatis membuat jalur penerbangan mulus yang menghubungkan semua waypoint. Pilot dapat menyesuaikan kelancaran kurva antar-titik untuk menghindari gerakan tiba-tiba.
  3. Eksekusi Misi: Setelah jalur direncanakan dan disetujui, drone akan terbang secara otonom mengikuti jalur tersebut, menjalankan setiap instruksi di setiap waypoint dengan presisi tinggi.

Tipe Waypoints (tergantung model drone):

  • Traditional Waypoints: Pilot menetapkan titik-titik di peta, dan drone akan terbang dari satu titik ke titik lainnya.
  • Hyperlapse (terkadang digabungkan): Beberapa drone DJI dapat menggunakan Waypoints untuk merekam video hyperlapse yang mulus dengan rute yang telah ditentukan.
  • 3D Waypoints (model profesional): Memungkinkan perencanaan rute dalam tiga dimensi, termasuk ketinggian yang bervariasi, sangat berguna untuk pemetaan atau inspeksi kompleks.

Aplikasi Praktis Waypoints:

  • Pemetaan dan Survei: Mengumpulkan data udara untuk membuat peta 2D atau model 3D yang akurat dari suatu area. Drone dapat terbang dalam pola grid otomatis di atas area yang ditentukan.
  • Inspeksi Infrastruktur: Memeriksa struktur besar seperti jembatan, menara transmisi, atau turbin angin dengan rute yang dapat diulang berkali-kali untuk perbandingan dari waktu ke waktu.
  • Timelapse & Hyperlapse Udara: Menciptakan video timelapse atau hyperlapse yang mulus dan dramatis dari perubahan pemandangan, pembangunan gedung, atau pergerakan awan.
  • Produksi Film & Iklan: Melakukan bidikan yang sangat presisi dan dapat diulang untuk adegan film yang kompleks atau efek visual.
  • Pertanian Presisi: Menerbangkan drone untuk memantau kesehatan tanaman, mengidentifikasi area yang membutuhkan irigasi atau pupuk.

Keunggulan Waypoints: Memberikan kontrol mutlak atas rute penerbangan dan pengambilan gambar, ideal untuk tugas yang membutuhkan presisi, pengulangan, atau cakupan area tertentu. Ini sangat menghemat waktu dan upaya dalam tugas-tugas profesional.

Bagaimana Teknologi di Balik Fitur Otonom Ini Bekerja?

Keajaiban Intelligent Flight Modes tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa teknologi inti yang bekerja di balik layar:

  • Sistem Visi Komputer: Drone DJI dilengkapi dengan kamera dan sensor visual yang berfungsi seperti “mata”. Algoritma visi komputer menganalisis gambar real-time untuk mengidentifikasi objek, melacak gerakan, dan memahami lingkungan 3D.
  • Sistem Posisi dan Navigasi: Kombinasi GPS/GLONASS/Galileo (untuk posisi global), Sistem Visi Optik (untuk posisi stabil di dalam ruangan atau di dekat tanah), dan Sensor Ultrasonik (untuk pengukuran ketinggian rendah) memungkinkan drone untuk mengetahui posisinya secara akurat di ruang 3D.
  • Sensor Penghindar Rintangan: Sensor optik dan/atau inframerah di berbagai sisi drone memindai lingkungan untuk mendeteksi rintangan. Jika rintangan terdeteksi, drone akan secara otomatis mengerem, mengubah jalur, atau melayang di tempat untuk mencegah tabrakan.
  • Algoritma Kendali Penerbangan Cerdas: Ini adalah “otak” di balik gerakan drone. Algoritma ini menerjemahkan instruksi dari Intelligent Flight Modes (atau input pilot) menjadi perintah motor yang presisi, memastikan penerbangan yang mulus, stabil, dan aman.
  • Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Terutama untuk ActiveTrack, algoritma deep learning dilatih dengan jutaan gambar untuk mengenali berbagai jenis subjek dan memprediksi pola gerakan mereka, bahkan dalam kondisi yang menantang.

Pentingnya Keamanan Saat Menggunakan Fitur Otonom

Meskipun fitur otonom ini sangat memudahkan, pilot yang bertanggung jawab tetaplah kunci utama. Beberapa hal yang perlu diingat:

  • Selalu Awasi Drone: Jangan pernah sepenuhnya bergantung pada fitur otonom. Anda harus selalu siap untuk mengambil alih kontrol manual jika terjadi sesuatu yang tidak terduga.
  • Pahami Batasan Sensor: Sensor penghindar rintangan tidak sempurna. Mereka mungkin tidak mendeteksi objek tipis (kabel listrik), objek yang sangat gelap atau transparan (kaca), atau objek yang bergerak terlalu cepat di luar jangkauan sensor.
  • Kondisi Lingkungan: Fitur otonom mungkin kurang efektif dalam kondisi cahaya rendah, kabut, hujan lebat, atau lingkungan dengan banyak pantulan.
  • Batas Ketinggian dan Jarak: Patuhi batas ketinggian dan jarak yang ditetapkan oleh regulasi lokal dan kemampuan drone Anda.
  • Perbarui Firmware: Pastikan firmware drone dan aplikasi DJI Anda selalu up-to-date untuk mendapatkan kinerja terbaik dan fitur keamanan terbaru.

Kesimpulan: Kreativitas Tanpa Batas di Udara

Fitur otonom DJI Drone, seperti ActiveTrack, QuickShots, dan Waypoints, telah mengubah lanskap fotografi dan videografi udara. Mereka tidak hanya membuat penerbangan lebih mudah, tetapi juga memberdayakan para creator untuk menghasilkan rekaman yang sebelumnya hanya bisa diimpikan. Dari pilot hobiis yang ingin menangkap momen pribadi, hingga profesional yang membutuhkan presisi untuk survei atau produksi film, Intelligent Flight Modes menawarkan solusi cerdas dan efisien.

Dengan pemahaman yang tepat tentang cara kerja dan batasan fitur-fitur ini, siapa pun dapat membuka potensi penuh drone DJI mereka. Ini bukan lagi tentang seberapa ahli Anda mengendalikan tongkat kendali, melainkan seberapa cerdas Anda memanfaatkan teknologi untuk menangkap perspektif baru dan menceritakan kisah yang lebih menarik dari angkasa. Jadi, saatnya siapkan drone Anda, pilih mode terbang cerdas, dan mulailah petualangan pengambilan gambar udara yang luar biasa!

Referensi : [1], [2], [3], [4], [5]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *