{"id":31511,"date":"2025-06-18T13:10:31","date_gmt":"2025-06-18T06:10:31","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=31511"},"modified":"2025-06-18T13:11:04","modified_gmt":"2025-06-18T06:11:04","slug":"mqtt-dan-coap-protokol-untuk-iot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/mqtt-dan-coap-protokol-untuk-iot\/","title":{"rendered":"MQTT dan CoAP: Protokol\u00a0untuk\u00a0IoT"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-536.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-536-1024x683.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-31537\" style=\"width:460px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-536-1024x683.png?lossy=1&strip=1&webp=1 1024w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-536-300x200.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-536-768x512.png?lossy=1&strip=1&webp=1 768w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-536-255x170.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-536.png?lossy=1&strip=1&webp=1 1536w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Era Internet of Things (IoT) telah mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia. Dari rumah pintar yang bisa mengatur suhu otomatis hingga sensor industri yang memantau mesin secara <em class=\"\">real-time<\/em>, IoT sudah jadi bagian penting dari kehidupan modern. Tapi, di balik semua kemudahan ini, ada infrastruktur komunikasi rumit yang memungkinkan miliaran perangkat saling terhubung dan bertukar informasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam ekosistem IoT, protokol komunikasi memegang peran sangat penting. Berbeda dengan komunikasi tradisional antar komputer yang punya sumber daya melimpah, perangkat IoT seringkali terbatas dalam hal daya, <em class=\"\">bandwidth<\/em>, dan kemampuan pemrosesan. Oleh karena itu, kita butuh protokol-protokol khusus yang dirancang untuk karakteristik unik perangkat IoT.<\/p>\n\n\n\n<p>Dua protokol paling menonjol dan banyak dipakai di dunia IoT adalah MQTT (Message Queuing Telemetry Transport) dan CoAP (Constrained Application Protocol). Kedua protokol ini punya pendekatan berbeda dalam menangani komunikasi IoT, tapi sama-sama bertujuan menyediakan solusi komunikasi yang efisien, andal (<em class=\"\">reliable<\/em>), dan sesuai dengan karakteristik perangkat IoT.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">MQTT: Cara Perangkat Bertukar Pesan Ringan dan Efisien<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sejarah dan Konsep Dasar MQTT<\/h3>\n\n\n\n<p>MQTT pertama kali dikembangkan tahun 1999 oleh Andy Stanford-Clark dari IBM dan Arlen Nipper dari Arcom. Awalnya, protokol ini dirancang untuk komunikasi satelit dengan perangkat pemantau jarak jauh di industri minyak dan gas. Namun, seiring berkembangnya teknologi IoT, MQTT jadi salah satu protokol standar paling populer untuk komunikasi <em class=\"\">machine-to-machine<\/em> (M2M).<\/p>\n\n\n\n<p>MQTT adalah protokol <em>publish-subscribe<\/em> yang sangat ringan (<em class=\"\">lightweight<\/em>). Ia dirancang khusus untuk jaringan dengan <em class=\"\">bandwidth<\/em> terbatas dan koneksi yang tidak stabil. Konsep dasar MQTT adalah memisahkan <em class=\"\">publisher<\/em> (pengirim pesan) dari <em class=\"\">subscriber<\/em> (penerima pesan) melalui sebuah <em>broker<\/em> yang bertindak sebagai perantara. Pendekatan ini memungkinkan komunikasi <em>asynchronous<\/em> yang sangat cocok untuk aplikasi IoT.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Arsitektur MQTT<\/h3>\n\n\n\n<p>Arsitektur MQTT terdiri dari tiga komponen utama:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em><strong>Publisher<\/strong><\/em>: Perangkat atau aplikasi yang <strong>mengirimkan data<\/strong> ke <em>topic<\/em> tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><em><strong>Subscriber<\/strong><\/em>: Perangkat atau aplikasi yang <strong>menerima data<\/strong> dari <em>topic<\/em> yang mereka <em>subscribe<\/em> (langganan).<\/li>\n\n\n\n<li><em><strong>Broker<\/strong><\/em>: <em>Server<\/em> pusat yang <strong>menerima semua pesan<\/strong> dari <em>publisher<\/em> dan mendistribusikannya kepada <em>subscriber<\/em> yang sesuai.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sistem <em>topic<\/em> dalam MQTT menggunakan hierarki yang mirip dengan struktur <em>folder<\/em> di sistem <em>file<\/em>. Misalnya, sebuah sensor suhu di ruang tamu dapat mempublikasikan data ke <em>topic<\/em> &#8220;rumah\/ruangtamu\/suhu&#8221;. <em>Subscriber<\/em> yang tertarik dengan data suhu ruang tamu dapat <em>subscribe<\/em> ke <em>topic<\/em> tersebut atau menggunakan <em>wildcard<\/em> (karakter pengganti) untuk <em>subscribe<\/em> ke semua sensor di ruang tamu dengan <em>topic<\/em> &#8220;rumah\/ruangtamu\/+&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Quality of Service (QoS) dalam MQTT<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu fitur penting dalam MQTT adalah tingkat Quality of Service (QoS) yang memberikan fleksibilitas dalam menyeimbangkan antara keandalan (<em>reliability<\/em>) dan efisiensi. MQTT mendefinisikan tiga <em>level<\/em> QoS:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>QoS 0 (At most once)<\/strong>: <em>Level<\/em> paling sederhana di mana pesan dikirimkan maksimal satu kali tanpa konfirmasi (<em>acknowledgment<\/em>). <em>Level<\/em> ini cocok untuk data yang tidak terlalu penting dan bisa hilang sesekali, seperti data sensor yang dikirimkan secara berkala.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>QoS 1 (At least once)<\/strong>: Menjamin bahwa pesan akan tersampaikan minimal satu kali. <em>Broker<\/em> akan menyimpan pesan hingga menerima konfirmasi dari <em>subscriber<\/em>. <em>Level<\/em> ini cocok untuk data yang penting tetapi bisa mentolerir duplikasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>QoS 2 (Exactly once)<\/strong>: Memberikan jaminan bahwa pesan akan tersampaikan tepat satu kali melalui mekanisme empat langkah konfirmasi (<em>four-way handshake<\/em>). <em>Level<\/em> ini cocok untuk data yang sangat kritis seperti perintah kontrol atau transaksi keuangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Keunggulan MQTT<\/h3>\n\n\n\n<p>MQTT punya beberapa keunggulan yang membuatnya sangat cocok untuk aplikasi IoT:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Sangat ringan (<em>lightweight<\/em>) dengan <em>header<\/em> minimal, menghemat <em>bandwidth<\/em> dan daya.<\/li>\n\n\n\n<li>Model <em>publish-subscribe<\/em> memungkinkan skalabilitas yang baik karena <em>publisher<\/em> dan <em>subscriber<\/em> tidak perlu tahu keberadaan satu sama lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung koneksi <em>persistent<\/em> (<em>persistent connection<\/em>) yang mengurangi beban (<em>overhead<\/em>) dari pembuatan koneksi.<\/li>\n\n\n\n<li>Punya mekanisme <em>keep-alive<\/em> yang memungkinkan deteksi terputusnya koneksi dengan cepat.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung pesan yang ditahan (<em>retained messages<\/em>) yang memungkinkan <em>subscriber<\/em> baru langsung mendapatkan data terbaru dari suatu <em>topic<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">CoAP: Komunikasi Mirip Web untuk Perangkat Terbatas<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Konsep dan Desain CoAP<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>CoAP (Constrained Application Protocol)<\/strong> adalah protokol yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) sebagai protokol transfer <em>web<\/em> RESTful untuk <em>constrained node<\/em> (perangkat dengan sumber daya terbatas) dan <em>constrained network<\/em> (jaringan terbatas). CoAP dirancang khusus untuk perangkat dengan sumber daya terbatas seperti sensor dan aktuator yang punya memori kecil dan kemampuan pemrosesan minimal.<\/p>\n\n\n\n<p>CoAP mengadopsi model <em>client-server<\/em> yang sudah dikenal, mirip dengan HTTP, tapi dioptimalkan untuk perangkat terbatas. Protokol ini menggunakan UDP sebagai <em>transport layer<\/em> untuk mengurangi beban (<em>overhead<\/em>) dan mendukung komunikasi yang efisien. CoAP juga mendukung komunikasi <em>multicast<\/em> yang memungkinkan satu pesan bisa dikirimkan ke banyak penerima sekaligus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fitur-Fitur Utama CoAP<\/h3>\n\n\n\n<p>CoAP punya beberapa fitur yang membuatnya cocok untuk aplikasi IoT:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Menggunakan arsitektur REST yang familiar bagi <em>developer web<\/em>, dengan mendukung metode HTTP seperti GET, POST, PUT, dan DELETE. Ini memudahkan integrasi dengan <em>web services<\/em> dan aplikasi yang sudah ada.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung mekanisme penemuan sumber daya (<em>resource discovery mechanism<\/em>) yang memungkinkan <em>client<\/em> menemukan sumber daya yang tersedia di <em>server<\/em> tanpa konfigurasi manual.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung pola observasi (<em>observe pattern<\/em>) yang memungkinkan <em>client<\/em> mendapatkan notifikasi ketika sumber daya tertentu berubah, mirip dengan pemrograman berbasis kejadian (<em>event-driven programming<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li>Punya dukungan bawaan untuk transfer berdasarkan blok (<em>block-wise transfer<\/em>) yang memungkinkan transfer data berukuran besar dalam bagian-bagian kecil (<em>chunk-chunk<\/em>).<\/li>\n\n\n\n<li>Mendukung fungsi <em>proxy<\/em> (<em>proxy functionality<\/em>) yang memungkinkan perangkat terbatas berkomunikasi dengan <em>server<\/em> HTTP melalui <em>CoAP-HTTP proxy<\/em>.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Keamanan dalam CoAP<\/h3>\n\n\n\n<p>Keamanan adalah aspek penting dalam penerapan CoAP. Protokol ini mendukung DTLS (Datagram Transport Layer Security) untuk menyediakan enkripsi dan otentikasi. DTLS adalah adaptasi dari TLS (Transport Layer Security) untuk protokol yang menggunakan UDP.<\/p>\n\n\n\n<p>CoAP juga mendukung berbagai mekanisme otentikasi termasuk kunci pra-bagi (<em>pre-shared key<\/em>), kunci publik mentah (<em>raw public key<\/em>), dan otentikasi berbasis sertifikat (<em>certificate-based authentication<\/em>). Untuk aplikasi yang butuh keamanan tingkat tinggi, CoAP bisa dikombinasikan dengan Object Security for Constrained RESTful Environments (OSCORE) yang menyediakan keamanan <em>end-to-end<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jenis Pesan dan Keandalan CoAP<\/h3>\n\n\n\n<p>CoAP mendefinisikan empat jenis pesan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Confirmable (CON)<\/strong>: Membutuhkan konfirmasi dari penerima.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Non-confirmable (NON)<\/strong>: Tidak membutuhkan konfirmasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Acknowledgment (ACK)<\/strong>: Konfirmasi penerimaan pesan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Reset (RST)<\/strong>: Untuk mengatur ulang komunikasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk meningkatkan keandalan, CoAP menerapkan mekanisme pengiriman ulang (<em>retransmission<\/em>) dengan penundaan eksponensial (<em>exponential back-off<\/em>). Jika pesan yang <em>confirmable<\/em> tidak mendapat konfirmasi dalam waktu tertentu, pengirim akan mengirim ulang pesan dengan interval yang makin besar hingga mencapai batas maksimum percobaan ulang.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbandingan MQTT dan CoAP: Pilih yang Mana?<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Arsitektur dan Model Komunikasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Perbedaan mendasar antara MQTT dan CoAP terletak pada model komunikasi. MQTT menggunakan model <em>publish-subscribe<\/em> dengan <em>broker<\/em> sebagai perantara, memungkinkan pemisahan yang lebih baik antara pembuat (<em>producer<\/em>) dan konsumen data. Tapi, ini butuh infrastruktur <em>broker<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, CoAP menggunakan model <em>client-server<\/em> komunikasi langsung. Model ini lebih sederhana dalam penerapan tapi butuh konektivitas langsung antar perangkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Transport Layer<\/h3>\n\n\n\n<p>MQTT menggunakan TCP sebagai <em>transport layer<\/em> yang menyediakan koneksi andal tapi dengan beban (<em>overhead<\/em>) lebih besar. CoAP menggunakan UDP yang lebih ringan tapi butuh implementasi mekanisme keandalan di <em>application layer<\/em>. Pilihan <em>transport layer<\/em> ini memengaruhi karakteristik kinerja dan konsumsi sumber daya dari masing-masing protokol.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Integrasi dengan Teknologi Web<\/h3>\n\n\n\n<p>CoAP punya keunggulan dalam integrasi dengan teknologi <em>web<\/em> karena menggunakan arsitektur REST yang familiar. CoAP bisa dengan mudah diintegrasikan dengan HTTP melalui <em>proxy<\/em>, memungkinkan perangkat IoT berinteraksi langsung dengan <em>web services<\/em>. MQTT, meskipun kuat, butuh lapisan tambahan untuk integrasi dengan teknologi <em>web<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Skalabilitas dan Kinerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam hal skalabilitas, MQTT unggul karena model <em>publish-subscribe<\/em> memungkinkan komunikasi <em>one-to-many<\/em> dan <em>many-to-many<\/em> secara efisien. <em>Broker<\/em> MQTT bisa menangani ribuan bahkan jutaan koneksi bersamaan. CoAP lebih cocok untuk aplikasi dengan jumlah perangkat terbatas atau komunikasi <em>point-to-point<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Implementasi dan Kasus Penggunaan (<em>Use Cases<\/em>)<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kasus Penggunaan MQTT<\/h3>\n\n\n\n<p>MQTT sangat cocok untuk aplikasi yang butuh <em>real-time data streaming<\/em> dan pemantauan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sistem <em>smart home<\/em><\/strong>: Menghubungkan berbagai sensor dan aktuator melalui <em>central hub<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Implementasi IoT industri<\/strong>: Mengumpulkan data sensor dari mesin-mesin produksi dan mengirimkannya ke <em>cloud<\/em> untuk analisis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Industri otomotif<\/strong>: Untuk telemetri kendaraan dan manajemen <em>fleet<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aplikasi <em>healthcare<\/em><\/strong>: Untuk pemantauan pasien jarak jauh di mana data tanda vital dikirim <em>real-time<\/em> ke profesional medis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Platform media sosial<\/strong>: Untuk <em>push notifications<\/em> dan <em>real-time messaging<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kasus Penggunaan CoAP<\/h3>\n\n\n\n<p>CoAP ideal untuk aplikasi yang butuh komunikasi langsung antar perangkat atau perangkat ke <em>cloud<\/em> dengan batasan sumber daya yang ketat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sistem penerangan pintar (<em>smart lighting systems<\/em>)<\/strong>: Untuk kontrol dan pemantauan lampu-lampu LED secara individual.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jaringan pemantauan lingkungan (<em>environmental monitoring networks<\/em>)<\/strong>: Untuk mengumpulkan data dari sensor-sensor yang tersebar di area luas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sistem otomatisasi bangunan (<em>building automation systems<\/em>)<\/strong>: Untuk mengontrol sistem HVAC, sistem keamanan, dan manajemen energi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aplikasi pertanian (<em>agriculture applications<\/em>)<\/strong>: Untuk memantau kelembaban tanah, suhu, dan mengontrol sistem irigasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aplikasi ritel (<em>retail applications<\/em>)<\/strong>: Untuk pelacakan inventaris dan sistem rak pintar.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tantangan dan Masa Depan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tantangan Implementasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Menerapkan MQTT dan CoAP dalam skala besar menghadapi berbagai tantangan. Untuk MQTT, <em>single point of failure<\/em> pada <em>broker<\/em> menjadi perhatian utama yang membutuhkan implementasi ketersediaan tinggi (<em>high availability<\/em>) dan <em>clustering<\/em>. Pemisahan jaringan (<em>network partitioning<\/em>) juga bisa menyebabkan pesan hilang atau pengiriman tertunda.<\/p>\n\n\n\n<p>CoAP menghadapi tantangan dalam hal <em>NAT traversal<\/em> (melewati NAT) dan konfigurasi <em>firewall<\/em> karena menggunakan UDP. Kurangnya <em>broker<\/em> standar atau mekanisme antrean pesan (<em>message queuing mechanism<\/em>) juga membuat implementasi sistem terdistribusi menjadi lebih kompleks. Implementasi keamanan juga butuh pertimbangan cermat untuk kedua protokol.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perkembangan dan Standardisasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Kedua protokol terus mengalami perkembangan dan standardisasi. MQTT 5.0 telah memperkenalkan fitur-fitur baru seperti properti pengguna (<em>user properties<\/em>), <em>shared subscriptions<\/em>, dan pelaporan <em>error<\/em> yang lebih baik. CoAP juga terus dikembangkan dengan ekstensi seperti CoAP over TCP, <em>Group Communication<\/em>, dan OSCORE untuk keamanan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Integrasi dengan platform <em>cloud<\/em> dan kerangka kerja <em>edge computing<\/em> menjadi area fokus yang penting. Vendor-vendor besar seperti AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure telah menyediakan layanan terkelola (<em>managed services<\/em>) untuk MQTT dan CoAP yang memudahkan penerapan dan penskalaan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>MQTT dan CoAP mewakili dua pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi dalam menangani komunikasi IoT. MQTT dengan model <em>publish-subscribe<\/em>-nya cocok untuk aplikasi yang membutuhkan pengiriman pesan yang skalabel dan distribusi data <em>real-time<\/em>. CoAP dengan arsitektur REST-nya cocok untuk aplikasi yang membutuhkan komunikasi langsung dan integrasi <em>web<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemilihan antara MQTT dan CoAP harus didasarkan pada kebutuhan spesifik dari aplikasi IoT yang akan dibangun. Faktor-faktor seperti topologi jaringan, persyaratan skalabilitas, batasan sumber daya, kebutuhan keamanan, dan persyaratan integrasi harus dipertimbangkan dengan cermat.<\/p>\n\n\n\n<p>Masa depan IoT akan makin bergantung pada protokol-protokol komunikasi yang efisien dan andal. MQTT dan CoAP, dengan pengembangan berkelanjutan dan upaya standardisasi, akan terus memainkan peran penting dalam memungkinkan komunikasi antar miliaran perangkat IoT yang akan terhubung di masa mendatang. Memahami kedua protokol ini menjadi hal penting bagi siapa saja yang terlibat dalam pengembangan dan penerapan sistem IoT modern.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/embeddednesia.com\/v1\/coap-protokol-transfer-data-yang-hemat-daya\/\">[1]<\/a> <a href=\"https:\/\/mysertifikasi.com\/menggunakan-protokol-coap-untuk-komunikasi-efisien-pada-iot\/\">[2]<\/a> <a href=\"https:\/\/puskomedia.id\/blog\/mengenal-protokol-komunikasi-dalam-internet-of-things-mqtt-coap-dan-lainnya-2\/\">[3]<\/a> <a href=\"https:\/\/aws.amazon.com\/id\/what-is\/mqtt\/\">[4]<\/a> <a href=\"https:\/\/bisaioti.com\/protokol-mqtt\/\">[5]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Era Internet of Things (IoT) telah mengubah cara kita berinteraksi dengan dunia. Dari rumah pintar yang bisa mengatur suhu otomatis hingga sensor industri yang memantau mesin secara real-time, IoT sudah jadi bagian penting dari kehidupan modern. Tapi, di balik semua kemudahan ini, ada infrastruktur komunikasi rumit yang memungkinkan miliaran perangkat saling terhubung dan bertukar informasi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-31511","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31511"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31511\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31541,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31511\/revisions\/31541"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}