{"id":31133,"date":"2025-06-11T13:32:20","date_gmt":"2025-06-11T06:32:20","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=31133"},"modified":"2025-06-11T13:32:21","modified_gmt":"2025-06-11T06:32:21","slug":"memahami-address-resolution-protocol-arp-fondasi-komunikasi-jaringan-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/memahami-address-resolution-protocol-arp-fondasi-komunikasi-jaringan-modern\/","title":{"rendered":"Memahami Address\u00a0Resolution Protocol\u00a0(ARP): Fondasi Komunikasi Jaringan Modern"},"content":{"rendered":"<p>Pendahuluan<\/p>\n\n\n\n<p>Di era&nbsp;digital saat&nbsp;ini, jaringan&nbsp;komputer menjadi&nbsp;tulang punggung hampir&nbsp;seluruh aktivitas&nbsp;manusia, baik&nbsp;di bidang pendidikan, bisnis, hingga&nbsp;hiburan. Namun, di balik kemudahan akses dan&nbsp;pertukaran data&nbsp;yang kita nikmati, terdapat&nbsp;berbagai mekanisme teknis yang&nbsp;bekerja tanpa&nbsp;henti, salah&nbsp;satunya adalah&nbsp;Address Resolution&nbsp;Protocol (ARP). Meski sering kali&nbsp;luput dari perhatian&nbsp;pengguna umum, ARP memegang peranan sentral dalam&nbsp;memastikan perangkat-perangkat di&nbsp;jaringan lokal&nbsp;dapat saling berkomunikasi dengan&nbsp;lancar. Artikel&nbsp;ini akan mengupas tuntas tentang&nbsp;ARP, mulai dari&nbsp;pengertian, cara&nbsp;kerja, peranannya dalam&nbsp;jaringan, hingga&nbsp;potensi ancaman yang&nbsp;perlu diwaspadai.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa itu ARP?<\/p>\n\n\n\n<p>ARP, atau Address Resolution Protocol, adalah sebuah protokol komunikasi yang digunakan untuk menemukan alamat fisik perangkat (MAC address) yang terkait dengan alamat logis (IP address) dalam suatu jaringan lokal (LAN).&nbsp;Dalam konteks jaringan komputer, setiap perangkat memiliki dua jenis alamat penting:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>IP Address:<\/strong>\u00a0Alamat logis yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat di tingkat jaringan (Layer 3 OSI).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>MAC Address:<\/strong>\u00a0Alamat fisik yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat di tingkat data link (Layer 2 OSI).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Karena IP address dan MAC address memiliki panjang dan fungsi yang berbeda (IP address 32 bit untuk IPv4, MAC address 48 bit), diperlukan mekanisme penerjemahan agar perangkat dapat saling mengenali dan bertukar data secara efisien.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sejarah Singkat ARP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>ARP pertama kali diperkenalkan pada tahun 1982 melalui RFC 826 dan menjadi bagian dari standar protokol internet (Internet Standard STD 37).&nbsp;Sejak saat itu, ARP menjadi fondasi utama dalam komunikasi jaringan berbasis IPv4, digunakan di hampir semua jaringan lokal di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bagaimana Cara Kerja ARP?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>ARP bekerja dengan prinsip broadcast, di mana sebuah perangkat yang ingin mengetahui MAC address dari perangkat lain akan mengirimkan pesan ARP Request ke seluruh perangkat di jaringan lokal.&nbsp;Berikut adalah langkah-langkah kerja ARP secara sederhana:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pengiriman ARP Request:<\/strong>\u00a0Ketika sebuah perangkat ingin mengirim data ke IP address tertentu namun belum mengetahui MAC address-nya, perangkat tersebut akan mengirimkan ARP Request ke seluruh jaringan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Respon ARP Reply:<\/strong>\u00a0Perangkat yang memiliki IP address sesuai akan merespon dengan mengirimkan ARP Reply yang berisi MAC address-nya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyimpanan di ARP Cache:<\/strong>\u00a0Setelah mendapatkan MAC address, perangkat pengirim akan menyimpan pasangan IP-MAC tersebut di ARP cache untuk mempercepat komunikasi berikutnya tanpa perlu melakukan broadcast ulang.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Proses ini mirip seperti seseorang yang ingin mengirim surat ke alamat rumah tertentu namun hanya mengetahui nama penerimanya. Ia akan bertanya ke seluruh tetangga (broadcast) hingga seseorang (target IP) menjawab dengan alamat rumahnya (MAC address).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peran ARP dalam Model OSI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam model OSI (Open Systems Interconnection), ARP berfungsi sebagai jembatan antara Layer 2 (Data Link) dan Layer 3 (Network).&nbsp;IP address bekerja di Layer 3, sedangkan MAC address di Layer 2. ARP memungkinkan perangkat-perangkat di kedua layer ini dapat saling berinteraksi dan memastikan data dapat dikirimkan ke tujuan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jenis-Jenis ARP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat beberapa variasi ARP yang digunakan sesuai kebutuhan jaringan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Proxy ARP:<\/strong>\u00a0Router menjawab ARP Request atas nama perangkat lain, memungkinkan komunikasi antar subnet tanpa konfigurasi tambahan pada perangkat klien.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gratuitous ARP:<\/strong>\u00a0Perangkat mengirim ARP Reply tanpa diminta, biasanya untuk menginformasikan perubahan alamat IP atau MAC di jaringan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Reverse ARP (RARP):<\/strong>\u00a0Digunakan untuk menemukan IP address dari MAC address, kebalikan dari fungsi ARP standar. Namun, RARP kini jarang digunakan dan telah digantikan oleh protokol lain seperti BOOTP dan DHCP.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Kelebihan ARP:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Efisiensi komunikasi<\/strong>\u00a0ARP memastikan data dikirimkan ke alamat IP yang tepat dan mempermudah komunikasi antar komputer dalam jaringan lokal.\u00a0Dengan menemukan alamat MAC pada perangkat tujuan di jaringan Ethernet atau lokal, komunikasi dan pertukaran data menjadi lebih efisien.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mencegah konflik alamat IP<\/strong>\u00a0ARP memastikan bahwa alamat IP yang digunakan tidak berkonflik dengan alamat IP lain dalam jaringan.\u00a0ARP membuat alamat IP terintegrasi dengan baik dengan perangkat lain dalam jaringan dan menghindari adanya bentrokan IP Address.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dapat digunakan untuk banyak perangkat<\/strong>\u00a0ARP dapat digunakan untuk banyak perangkat, sehingga komunikasi antar perangkat dalam jaringan lokal berjalan efektif dan lancar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Praktis dan mudah digunakan<\/strong>\u00a0ARP adalah protokol yang mudah digunakan dan tidak memerlukan konfigurasi yang rumit.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Kekurangan ARP:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Keamanan<\/strong>\u00a0ARP tidak memiliki enkripsi atau autentikasi, sehingga rentan terhadap serangan\u00a0<em>man-in-the-middle<\/em>.\u00a0Kerentanan ini memungkinkan terjadinya serangan ARP spoofing dan ARP Denial of Service.\u00a0ARP spoofing memungkinkan penyerang untuk menyerang jaringan Ethernet dan mencegat data frame pada LAN.\u00a0Serangan ARP dapat menghentikan lalu lintas jaringan (ARP Denial of Service).\u00a0Karena ARP tidak menyediakan otentikasi terhadap\u00a0<em>reply<\/em>\u00a0ARP, host dalam jaringan dapat memalsukan pesan ARP untuk meracuni\u00a0<em>cache<\/em>\u00a0ARP host lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kemampuan terbatas dalam memecahkan masalah<\/strong>\u00a0ARP hanya dapat memecahkan masalah alamat IP dan tidak memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah lain pada jaringan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waktu respons yang lama<\/strong>\u00a0Waktu yang diperlukan untuk menentukan alamat MAC yang sesuai dapat memakan waktu cukup lama.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Terbatas pada jaringan lokal<\/strong>\u00a0ARP hanya dapat digunakan pada jaringan lokal dan tidak dapat digunakan pada jaringan internet.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Resiko pengiriman pesan yang salah<\/strong>\u00a0Perangkat di luar jaringan mungkin tidak mengetahui informasi tentang ARP, sehingga meningkatkan risiko pengiriman pesan ke tempat yang salah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Pentingnya ARP dalam Jaringan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa ARP, perangkat di jaringan lokal tidak akan mampu menemukan satu sama lain dan bertukar data dengan benar. Beberapa peran penting ARP antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Translasi Alamat:<\/strong>\u00a0Menghubungkan alamat IP yang dinamis dengan alamat MAC yang statis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Efisiensi Komunikasi:<\/strong>\u00a0Dengan adanya ARP cache, perangkat tidak perlu melakukan broadcast setiap kali ingin mengirim data, sehingga mengurangi beban jaringan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fleksibilitas Jaringan:<\/strong>\u00a0Memungkinkan penambahan atau penggantian perangkat tanpa perlu konfigurasi manual pada seluruh perangkat lain.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Implementasi ARP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan sebuah komputer di kantor ingin mencetak dokumen ke printer jaringan. Komputer hanya mengetahui IP address printer, namun untuk mengirim data, ia membutuhkan MAC address printer. Dengan ARP, komputer akan mengirim ARP Request ke jaringan. Printer akan merespon dengan ARP Reply berisi MAC address-nya, dan proses pencetakan pun dapat berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ancaman dan Kerentanan ARP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun sangat bermanfaat, ARP juga memiliki kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>ARP Spoofing\/Poisoning:<\/strong>\u00a0Penyerang mengirimkan ARP Reply palsu ke jaringan, sehingga perangkat lain menyimpan pasangan IP-MAC yang salah di ARP cache. Akibatnya, data yang seharusnya dikirim ke perangkat tujuan malah dialihkan ke perangkat penyerang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Man-in-the-Middle Attack:<\/strong>\u00a0Dengan melakukan ARP spoofing, penyerang dapat mencegat, memodifikasi, atau bahkan mencuri data yang dikirimkan antar perangkat di jaringan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasi ancaman ini, administrator jaringan biasanya menerapkan langkah-langkah keamanan tambahan seperti static ARP entries, penggunaan switch dengan fitur Dynamic ARP Inspection, serta monitoring trafik jaringan secara berkala.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>ARP dalam Jaringan Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seiring berkembangnya teknologi jaringan, penggunaan IPv6 mulai menggantikan IPv4 di banyak institusi. Pada IPv6, ARP tidak lagi digunakan dan digantikan oleh Neighbor Discovery Protocol (NDP) yang menawarkan fitur keamanan dan efisiensi lebih baik. Namun, selama IPv4 masih digunakan secara luas, ARP tetap menjadi protokol vital dalam jaringan komputer.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Konfigurasi ARP di Cisco<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Address Resolution Protocol (ARP) adalah protokol penting yang digunakan untuk memetakan alamat IP ke alamat Media Access Control (MAC) di jaringan area lokal (LAN).&nbsp;Router dan switch Cisco menggunakan ARP untuk berkomunikasi dengan perangkat lain di jaringan.&nbsp;Artikel ini akan membahas cara mengonfigurasi ARP pada perangkat Cisco.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Memeriksa Tabel ARP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tabel ARP menyimpan alamat IP dan alamat MAC yang sesuai untuk perangkat di jaringan lokal.&nbsp;Untuk melihat tabel ARP pada router Cisco, gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>bash<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>show ip arp<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Perintah ini akan menampilkan daftar semua entri ARP yang saat ini ada di router.&nbsp;Output akan mencakup alamat IP, alamat MAC, jenis enkapsulasi, dan antarmuka tempat perangkat terhubung.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Entri ARP Statis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Entri ARP dinamis dibuat secara otomatis saat router mempelajari tentang perangkat baru di jaringan. Anda juga dapat mengonfigurasi entri ARP statis secara manual. Entri ARP statis berguna untuk perangkat yang memiliki alamat IP yang tidak berubah, seperti server atau printer. Untuk menambahkan entri ARP statis, gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>bash<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>arp &lt;alamat IP&gt; &lt;alamat MAC&gt; arpa<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Misalnya, untuk menambahkan entri ARP statis untuk perangkat dengan alamat IP 203.0.113.2 dan alamat MAC 0100.5e00.7102, gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>bash<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>arp 203.0.113.2 0100.5e00.7102 arpa<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>Dynamic ARP Inspection<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dynamic ARP Inspection (DAI) adalah fitur keamanan yang membantu melindungi jaringan dari serangan ARP spoofing.&nbsp;ARP spoofing terjadi ketika penyerang mengirimkan pesan ARP palsu ke jaringan, yang dapat digunakan untuk mengalihkan lalu lintas atau melakukan serangan man-in-the-middle.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengaktifkan DAI pada VLAN, gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>bash<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>ip arp inspection vlan &lt;id_vlan&gt;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Misalnya, untuk mengaktifkan DAI pada VLAN 2, gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>bash<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>ip arp inspection vlan 2<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Secara default, semua antarmuka pada switch tidak dipercaya. Anda harus mengonfigurasi antarmuka tepercaya secara manual. Antarmuka tepercaya adalah antarmuka yang terhubung ke perangkat tepercaya, seperti router atau switch. Untuk mengonfigurasi antarmuka sebagai tepercaya, gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>bash<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>interface &lt;jenis_antarmuka&gt; &lt;nomor_antarmuka&gt;<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>ip arp inspection trust<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Misalnya, untuk mengonfigurasi antarmuka FastEthernet 0\/1 sebagai tepercaya, gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>bash<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>interface fastethernet 0\/1<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>ip arp inspection trust<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>Nonaktifkan Proxy ARP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Proxy ARP adalah fitur yang memungkinkan router merespons permintaan ARP untuk perangkat yang tidak berada di jaringan lokal yang sama. Secara default, Proxy ARP dinonaktifkan pada semua antarmuka Layer 3.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Konfigurasi Switch dan ARP Statis<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengonfigurasi switch Cisco, Anda harus menambahkan entri MAC dan ARP statis untuk alamat MAC multicast dari antarmuka FireCluster.\u00a0Berikut adalah contoh perintah untuk menambahkan entri ARP statis untuk alamat MAC multicast antarmuka FireCluster:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>bash<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>arp &lt;alamat IP_antarmuka_FireCluster&gt; &lt;alamat_MAC_FireCluster&gt; arpa<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mac-address-table static &lt;alamat_MAC_antarmuka_FireCluster&gt; vlan &lt;ID&gt; interface &lt;<em>#&gt;<\/em><\/code><\/pre>\n\n\n\n<p>Misalnya, untuk menambahkan entri ARP statis untuk antarmuka FireCluster dengan alamat IP 203.0.113.2 dan alamat MAC 0100.5e00.7102, gunakan perintah berikut:<\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>bash<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>arp 203.0.113.2 0100.5e00.7102 arpa<\/code><\/pre>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-code\"><code>mac-address-table static 0100.5e00.7102 vlan 1 interface gi1\/0\/11<\/code><\/pre>\n\n\n\n<p><strong>Tips Praktis untuk Administrator Jaringan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bagi para administrator jaringan, memahami ARP sangat penting untuk troubleshooting dan pengelolaan jaringan. Berikut beberapa tips praktis:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cek ARP Cache:<\/strong>\u00a0Gunakan perintah seperti\u00a0arp -a\u00a0pada Windows atau\u00a0ip neigh\u00a0pada Linux untuk melihat daftar ARP cache perangkat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pantau Trafik ARP:<\/strong>\u00a0Gunakan tools seperti Wireshark untuk memantau dan menganalisis paket ARP di jaringan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Implementasi Keamanan:<\/strong>\u00a0Terapkan static ARP entries untuk perangkat-perangkat penting dan aktifkan fitur keamanan pada switch jaringan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Address Resolution Protocol (ARP) adalah salah satu fondasi utama yang memungkinkan perangkat-perangkat di jaringan lokal dapat saling berkomunikasi dengan efektif. Dengan memahami cara kerja, peran, serta potensi ancaman ARP, kita dapat mengelola dan mengamankan jaringan dengan lebih baik. Meski teknologi jaringan terus berkembang, peran ARP dalam dunia IPv4 tetap tak tergantikan hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h4>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.dewaweb.com\/blog\/pengertian-arp\/\">Pengertian ARP (Address Resolution Protocol) dan Cara Kerjanya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/codingstudio.id\/blog\/arp-adalah\/\">Arp Adalah: Pengertian, Cara Kerja Serta Keunggulannya<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/hilmiit.wordpress.com\/2018\/09\/22\/pengertian-arp-dan-cara-kerjanya\/\">Pengertian ARP dan Cara Kerjanya \u2013 Info IT<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.trivusi.web.id\/2022\/10\/address-resolution-protocol.html\">Apa itu ARP? Pengertian, Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya &#8211; Trivusi<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/itbox.id\/blog\/pengertian-address-resolution-protocol-2\/\">ARP: Address Resolution Protocol dan Pengertian Tabel ARP pada IPv4 &#8211; ITBOX by Course-Net<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan Di era&nbsp;digital saat&nbsp;ini, jaringan&nbsp;komputer menjadi&nbsp;tulang punggung hampir&nbsp;seluruh aktivitas&nbsp;manusia, baik&nbsp;di bidang pendidikan, bisnis, hingga&nbsp;hiburan. Namun, di balik kemudahan akses dan&nbsp;pertukaran data&nbsp;yang kita nikmati, terdapat&nbsp;berbagai mekanisme teknis yang&nbsp;bekerja tanpa&nbsp;henti, salah&nbsp;satunya adalah&nbsp;Address Resolution&nbsp;Protocol (ARP). Meski sering kali&nbsp;luput dari perhatian&nbsp;pengguna umum, ARP memegang peranan sentral dalam&nbsp;memastikan perangkat-perangkat di&nbsp;jaringan lokal&nbsp;dapat saling berkomunikasi dengan&nbsp;lancar. Artikel&nbsp;ini akan mengupas tuntas tentang&nbsp;ARP, mulai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-31133","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31133","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31133"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31133\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31134,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31133\/revisions\/31134"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31133"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31133"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31133"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}