{"id":30816,"date":"2025-06-04T15:23:49","date_gmt":"2025-06-04T08:23:49","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=30816"},"modified":"2025-06-04T15:23:49","modified_gmt":"2025-06-04T08:23:49","slug":"digitalisasi-desa-jalan-panjang-menuju-pemerataan-teknologi-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/digitalisasi-desa-jalan-panjang-menuju-pemerataan-teknologi-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Digitalisasi Desa: Jalan Panjang Menuju Pemerataan Teknologi di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Di tengah derap cepat revolusi digital, transformasi teknologi menjadi kekuatan besar yang mendefinisikan ulang cara manusia bekerja, belajar, berinteraksi, dan hidup. Namun, di balik euforia kemajuan tersebut, muncul satu pertanyaan krusial: <strong>apakah semua masyarakat Indonesia benar-benar ikut serta dalam transformasi ini?<\/strong> Khususnya, bagaimana nasib desa-desa di pelosok negeri yang selama ini kerap tertinggal dari arus utama digitalisasi?<\/p>\n\n\n\n<p>Digitalisasi desa bukan hanya tentang menyediakan internet atau perangkat komputer. Ia adalah tentang <strong>mewujudkan kesetaraan dalam akses informasi, peningkatan produktivitas masyarakat, dan menciptakan peluang ekonomi baru<\/strong>. Sayangnya, jalan menuju digitalisasi desa masih panjang dan penuh tantangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan mengulas kondisi terkini digitalisasi desa di Indonesia, peluang dan tantangannya, serta strategi agar transformasi digital benar-benar menyentuh hingga akar rumput.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kotadesa6.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"454\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kotadesa6.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-30803\" style=\"width:484px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kotadesa6.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 700w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kotadesa6-300x195.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kotadesa6-139x89.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 139w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kotadesa6-255x165.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Realitas Kesenjangan Digital di Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p>Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 74.000 desa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Meskipun penetrasi internet nasional mencapai lebih dari 78% menurut APJII (2024), <strong>kesenjangan digital antara kota dan desa masih sangat terasa<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa fakta yang menunjukkan ketimpangan ini antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kualitas sinyal internet yang buruk atau tidak stabil di banyak desa terpencil<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rendahnya tingkat literasi digital masyarakat desa<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kurangnya perangkat pendukung seperti komputer, laptop, atau smartphone<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Minimnya pelatihan teknologi di tingkat desa<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Akibatnya, meski infrastruktur dasar perlahan mulai dibangun, pemanfaatannya belum maksimal. Internet ada, tetapi tidak digunakan untuk kegiatan produktif. Aplikasi ada, tetapi masyarakat tidak paham cara menggunakannya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/14f5790fe349dbe3ee5320525a7fd24b0ca6c96c.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/14f5790fe349dbe3ee5320525a7fd24b0ca6c96c-1024x682.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-30823 lazyload\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/682;width:456px;height:auto\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/14f5790fe349dbe3ee5320525a7fd24b0ca6c96c-1024x682.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 1024w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/14f5790fe349dbe3ee5320525a7fd24b0ca6c96c-300x200.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/14f5790fe349dbe3ee5320525a7fd24b0ca6c96c-768x512.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 768w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/14f5790fe349dbe3ee5320525a7fd24b0ca6c96c-255x170.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 255w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/14f5790fe349dbe3ee5320525a7fd24b0ca6c96c.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 1366w\" data-sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Digitalisasi Desa Itu Penting?<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Akses Informasi dan Layanan Publik<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Digitalisasi membuka akses informasi yang luas, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi publik. Warga desa bisa mengakses layanan tanpa harus bepergian jauh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Meningkatkan Produktivitas Ekonomi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan teknologi, petani bisa memantau cuaca, harga pasar, hingga memasarkan produknya secara online. UMKM desa bisa menjangkau pasar nasional bahkan global.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Pendidikan yang Lebih Inklusif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Digitalisasi memungkinkan anak-anak desa belajar melalui platform daring, memperoleh materi berkualitas, dan terhubung dengan pengajar dari mana pun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Mendorong Partisipasi Demokratis<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Melalui kanal digital, masyarakat bisa menyuarakan aspirasi, mengikuti musyawarah desa secara daring, atau memantau transparansi dana desa.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Desa-Digital.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"400\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Desa-Digital.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-30827 lazyload\" style=\"--smush-placeholder-width: 570px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 570\/400;width:416px;height:auto\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Desa-Digital.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 570w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Desa-Digital-300x211.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Desa-Digital-255x179.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Program Pemerintah: Dari Palapa Ring hingga Desa Digital<\/h2>\n\n\n\n<p>Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program untuk mempercepat digitalisasi desa, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Palapa Ring<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Proyek infrastruktur telekomunikasi nasional ini membentangkan serat optik sepanjang 36.000 km untuk menyambungkan wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Desa Digital (Kemendesa PDTT)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Program ini mendorong desa untuk menggunakan teknologi dalam pelayanan publik, ekonomi, dan pembangunan sosial. Contohnya: e-administrasi desa, pemasaran produk UMKM online, hingga pelatihan digital warga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. BAKTI Kominfo<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), pemerintah membangun BTS dan akses internet di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Literasi Digital Nasional<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya teknologi, termasuk penggunaan internet yang bijak dan aman.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun inisiatif ini patut diapresiasi, <strong>tantangan implementasinya masih besar<\/strong>. Banyak desa yang hanya menjadi \u201ctarget proyek\u201d, tetapi tidak menjadi \u201csubjek perubahan\u201d.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tantangan Besar dalam Digitalisasi Desa<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <strong>Infrastruktur Masih Terbatas<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa wilayah belum terjangkau sinyal 4G yang stabil, apalagi 5G. Gangguan listrik dan keterbatasan perangkat juga menjadi kendala.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <strong>Literasi Digital Rendah<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak cukup hanya menyediakan perangkat. Warga desa perlu dilatih cara menggunakan teknologi secara produktif. Tanpa edukasi, digitalisasi hanya menjadi jargon.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <strong>Kesenjangan SDM Desa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak perangkat desa belum terbiasa dengan sistem digital. Administrasi desa masih banyak dilakukan secara manual karena keterbatasan keterampilan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <strong>Kurangnya Pendampingan Berkelanjutan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian besar program hanya berlangsung singkat dan tidak diikuti dengan evaluasi. Akibatnya, banyak aplikasi dan perangkat akhirnya terbengkalai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <strong>Resistensi Budaya dan Sosial<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Digitalisasi kadang dianggap mengganggu cara hidup tradisional. Tak jarang muncul penolakan karena dianggap rumit atau membingungkan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"583\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5-1024x583.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-30829 lazyload\" style=\"--smush-placeholder-width: 1024px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1024\/583;width:402px;height:auto\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5-1024x583.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 1024w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5-300x171.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5-768x437.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 768w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5-255x145.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 255w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/5.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 1115w\" data-sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Best Practice: Inspirasi dari Desa yang Berhasil Digital<\/h2>\n\n\n\n<p>Meski penuh tantangan, sejumlah desa di Indonesia telah berhasil menunjukkan bahwa digitalisasi bisa mengubah nasib.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\ud83c\udf3f <strong>Desa Panggung Harjo (Bantul, Yogyakarta)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Desa ini sukses menerapkan sistem informasi desa berbasis digital yang mencatat data kependudukan, bantuan sosial, hingga transparansi keuangan desa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\ud83c\udf3e <strong>Desa Nglanggeran (Gunung Kidul)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Melalui digitalisasi pariwisata dan e-commerce produk lokal, desa ini menjadi desa wisata unggulan nasional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\ud83e\uddf5 <strong>Desa Wukirsari (Bantul)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Warga desa memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk menjual produk batik dan kerajinan tangan ke seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberhasilan mereka bukan semata karena infrastruktur, tetapi juga karena <strong>komitmen pemerintah desa, partisipasi masyarakat, dan kemitraan dengan banyak pihak<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Strategi Percepatan Digitalisasi Desa<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\u2705 1. <strong>Pemetaan Digitalisasi secara Nasional<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemerintah perlu membuat peta desa yang sudah, sedang, dan belum terdigitalisasi. Data ini penting untuk kebijakan yang tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\u2705 2. <strong>Pelatihan dan Literasi Digital Masif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pelatihan teknologi dasar, keamanan siber, dan pemanfaatan digital untuk ekonomi harus dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya sekali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\u2705 3. <strong>Kolaborasi Multi-Pihak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Digitalisasi tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dunia usaha, universitas, LSM, dan komunitas digital bisa menjadi mitra pendamping desa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\u2705 4. <strong>Insentif untuk Inovasi Desa<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Desa yang berhasil berinovasi secara digital perlu diberi penghargaan, insentif, atau bahkan akses ke pembiayaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">\u2705 5. <strong>Pendekatan Partisipatif dan Inklusif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Digitalisasi harus melibatkan warga sebagai subjek, bukan objek. Pendekatan harus menghargai budaya lokal dan kebutuhan spesifik desa.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/transformasi-digital-l.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"540\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/transformasi-digital-l.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-30831 lazyload\" style=\"--smush-placeholder-width: 800px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 800\/540;width:434px;height:auto\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/transformasi-digital-l.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 800w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/transformasi-digital-l-300x203.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/transformasi-digital-l-768x518.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 768w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/transformasi-digital-l-255x172.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Menuju Indonesia Digital yang Inklusif<\/h2>\n\n\n\n<p>Digitalisasi desa bukan sekadar proyek pembangunan. Ia adalah <strong>bagian dari misi besar Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang inklusif, berdaya, dan adaptif terhadap perubahan zaman<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dikelola dengan baik, digitalisasi desa dapat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengurangi kesenjangan sosial<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Membuka peluang ekonomi baru<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan transparansi pemerintahan lokal<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mendorong kebangkitan budaya dan identitas lokal di ranah digital<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, jika tidak, digitalisasi justru bisa memperlebar jurang ketimpangan antara desa dan kota, menciptakan eksklusi sosial, dan menimbulkan alienasi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penutup: Digitalisasi adalah Hak, Bukan Kemewahan<\/h2>\n\n\n\n<p>Masyarakat desa punya hak yang sama untuk menikmati manfaat teknologi seperti halnya masyarakat perkotaan. <strong>Internet cepat, layanan publik digital, akses informasi, dan literasi digital harus dianggap sebagai hak dasar abad ke-21<\/strong>, bukan kemewahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Digitalisasi desa bukan tujuan akhir, melainkan jalan panjang menuju keadilan teknologi. Jalan ini bisa berat dan berliku, tetapi dengan kemauan politik, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat, <strong>digitalisasi bisa menjadi gerakan sosial yang membawa desa-desa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan setara<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Refrensi : <a href=\"https:\/\/www.djpb.kemenkeu.go.id\/kppn\/watampone\/id\/profil\/189-berita\/3694-potensi-pengembangan-desa-digital-untuk-mendorong-pertumbuhan-ekonomi-indonesia.html\">https:\/\/www.djpb.kemenkeu.go.id\/kppn\/watampone\/id\/profil\/189-berita\/3694-potensi-pengembangan-desa-digital-untuk-mendorong-pertumbuhan-ekonomi-indonesia.html<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah derap cepat revolusi digital, transformasi teknologi menjadi kekuatan besar yang mendefinisikan ulang cara manusia bekerja, belajar, berinteraksi, dan hidup. Namun, di balik euforia kemajuan tersebut, muncul satu pertanyaan krusial: apakah semua masyarakat Indonesia benar-benar ikut serta dalam transformasi ini? Khususnya, bagaimana nasib desa-desa di pelosok negeri yang selama ini kerap tertinggal dari arus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":30821,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-30816","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30816","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30816"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30816\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30835,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30816\/revisions\/30835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30816"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30816"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30816"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}