{"id":30573,"date":"2025-06-04T10:14:12","date_gmt":"2025-06-04T03:14:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=30573"},"modified":"2025-06-04T10:14:12","modified_gmt":"2025-06-04T03:14:12","slug":"soldering-desoldering","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/soldering-desoldering\/","title":{"rendered":"SOLDERING &amp; DESOLDERING"},"content":{"rendered":"<p><strong>7.3 Dasar Teori&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>7.3.1 <em>Soldering <\/em>dan <em>Desoldering&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>1. Pengertian, Tujuan, dan Manfaat <em>Soldering&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Soldering <\/em>dan <em>desoldering <\/em>adalah dua teknik yang digunakan dalam dunia&nbsp; elektronika untuk menghubungkan atau memutuskan koneksi antara&nbsp; komponen-komponen elektronika. <em>Soldering <\/em>adalah proses menghubungkan&nbsp; dua atau lebih komponen elektronika dengan cara mencairkan bahan logam&nbsp; (solder) untuk mengalirkan listrik dan memperkuat koneksi. Solder yang&nbsp; digunakan biasanya terbuat dari campuran timah dan timbal atau bismut, dan&nbsp; akan meleleh ketika dipanaskan. Proses ini dilakukan dengan menggunakan&nbsp; <em>soldering iron <\/em>atau <em>soldering gun<\/em>, yang akan memanaskan area yang akan&nbsp; disolder hingga cukup panas sehingga solder meleleh dan mengalir ke sisi lain,&nbsp; menutupi area tersebut dan membentuk koneksi yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"378\" height=\"189\" src=\"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/c3ffdba4-2553-4e00-98b8-6cf8ea022283\" alt=\"A person holding a screwdriverAI-generated content may be incorrect.\"><\/p>\n\n\n\n<p>Gambar 7.1 Teknik Soldering\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun tujuan dari <em>soldering <\/em>antara lain sebagai berikut : <\/p>\n\n\n\n<p>a. Menghubungkan komponen elektronika : Tujuan utama <em>soldering <\/em>adalah untuk menghubungkan komponen elektronika dan\u00a0 membentuk koneksi yang kuat dan andal di antara mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>b. Meningkatkan konduktivitas listrik : <em>Soldering <\/em>membantu\u00a0 meningkatkan konduktivitas listrik antara komponen dan mencegah\u00a0 terjadinya resistensi dan arus yang tidak stabil.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>c. Meningkatkan keamanan : <em>Soldering <\/em>juga membantu mengurangi&nbsp; risiko korsleting listrik dan kebakaran yang disebabkan oleh koneksi&nbsp; longgar atau rusak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>d. Melindungi dari korosi : <em>Soldering <\/em>juga melindungi koneksi dari&nbsp; korosi dan oksidasi, yang dapat mengurangi umur pakai komponen&nbsp; dan mengganggu kinerja perangkat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan manfaat dari <em>soldering <\/em>antara lain :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>a. Hemat biaya : <em>Soldering <\/em>digunakan untuk memperbaiki dan&nbsp; mengganti komponen yang rusak secara mandiri, menghemat biaya&nbsp; perbaikan dan penggantian perangkat elektronika.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>b. Memperbaiki perangkat elektronika : <em>Soldering <\/em>juga digunakan&nbsp; untuk memperbaiki perangkat elektronika yang rusak atau tidak&nbsp; berfungsi dengan baik, sehingga tidak perlu membeli perangkat baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>c. Meningkatkan keterampilan teknis : <em>Soldering <\/em>membantu&nbsp; meningkatkan keterampilan teknis dalam dunia elektronika. d. Memodifikasi perangkat elektronika : <em>Soldering <\/em>digunakan untuk&nbsp; memodifikasi perangkat elektronika untuk memenuhi kebutuhan&nbsp; dan preferensi.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Pengertian, Tujuan, dan Manfaat <em>Desoldering&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Desoldering <\/em>adalah proses memutuskan koneksi antara dua atau lebih&nbsp; komponen elektronika dengan cara melelehkan solder dan menghilangkannya.&nbsp; Proses ini biasanya dilakukan ketika kita perlu mengganti komponen yang&nbsp; rusak atau memperbaiki kesalahan dalam rangkaian elektronika. Ada beberapa&nbsp; alat yang dapat digunakan untuk <em>desoldering<\/em>, termasuk <em>soldering iron <\/em>dengan&nbsp; ujung yang dapat menghisap solder meleleh atau alat khusus yang disebut&nbsp; <em>desoldering pump <\/em>atau <em>vacuum desoldering tool<\/em>, yang bekerja dengan cara&nbsp; menciptakan vakum untuk menghisap solder yang meleleh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-378.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"499\" height=\"282\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-378.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-30576 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-378.png?lossy=1&strip=1&webp=1 499w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-378-300x170.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-378-255x144.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 499px) 100vw, 499px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 499px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 499\/282;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar 7.2 Teknik Desoldering&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun tujuan dari <em>desoldering <\/em>antara lain sebagai berikut :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>a. Mengganti atau memperbaiki komponen rusak: Tujuan utama&nbsp; <em>desoldering <\/em>adalah untuk mengganti atau memperbaiki komponen&nbsp; elektronika yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>b. Memodifikasi perangkat elektronika: <em>Desoldering <\/em>digunakan untuk memodifikasi perangkat elektronika dengan menghilangkan&nbsp; koneksi lama dan menggantinya dengan komponen baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>c. Mendaur ulang komponen: <em>Desoldering <\/em>juga digunakan untuk&nbsp; mendaur ulang komponen elektronika yang masih berfungsi&nbsp; dengan baik dari perangkat yang tidak lagi digunakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan manfaat dari <em>desoldering <\/em>antara lain :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>a. Hemat biaya: <em>Desoldering <\/em>memungkinkan untuk mengganti dan&nbsp; memperbaiki komponen elektronika secara mandiri, menghemat&nbsp; biaya perbaikan dan penggantian perangkat elektronika.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>b. Memperbaiki perangkat elektronika: <em>Desoldering <\/em>juga&nbsp; memungkinkan untuk memperbaiki perangkat elektronika yang&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>rusak atau tidak berfungsi dengan baik, sehingga tidak perlu&nbsp; membeli perangkat baru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>c. Mendaur ulang komponen: <em>Desoldering <\/em>juga membantu&nbsp; mengurangi limbah elektronika dan membantu melindungi&nbsp; lingkungan dengan mendaur ulang komponen elektronika yang&nbsp; masih berfungsi dengan baik dari perangkat yang tidak lagi&nbsp; digunakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Teknik <em>Soldering <\/em>dan <em>Desoldering&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan teknik <em>soldering <\/em>dan <em>desoldering<\/em>. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam&nbsp; <em>soldering <\/em>dan <em>desoldering <\/em>:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>a. Kondisi alat <em>soldering <\/em>dan <em>desoldering<\/em>: Pastikan alat <em>soldering <\/em>dan&nbsp; <em>desoldering <\/em>yang digunakan dalam kondisi baik dan sesuai dengan&nbsp; kebutuhan pekerjaan. Pastikan juga bahwa alat tersebut memiliki suhu&nbsp; yang sesuai untuk logam dan jenis solder yang digunakan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>b. Penggunaan solder yang tepat: Pastikan bahwa jenis solder yang&nbsp; digunakan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan komponen yang&nbsp; akan disolder atau didesolder. Pilih solder yang memiliki titik lebur&nbsp; yang sesuai dengan suhu alat <em>soldering<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>c. Penggunaan flux: Flux digunakan untuk membersihkan permukaan&nbsp; koneksi dan membantu solder menyebar secara merata. Pastikan untuk&nbsp; menggunakan flux yang sesuai dengan jenis solder dan komponen yang&nbsp; akan disolder atau didesolder.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>d. Kebersihan: Pastikan untuk membersihkan kawat <em>soldering <\/em>dan&nbsp; puncak <em>soldering <\/em>secara teratur untuk mencegah terjadinya kotoran&nbsp; atau oksidasi yang dapat memengaruhi kualitas sambungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>e. Keamanan: Pastikan untuk menggunakan alat pelindung seperti&nbsp; kacamata dan sarung tangan saat melakukan <em>soldering <\/em>dan <em>desoldering <\/em>untuk mencegah terjadinya cedera akibat suhu tinggi dan benda yang&nbsp; tumpul.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>f. Pengendalian suhu: Pastikan untuk mengendalikan suhu alat <em>soldering <\/em>dan <em>desoldering <\/em>secara tepat agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin&nbsp; sehingga mempengaruhi kualitas sambungan.<\/p>\n\n\n\n<p>g. Teknik <em>soldering <\/em>dan <em>desoldering <\/em>yang tepat: Pastikan untuk&nbsp; menguasai teknik <em>soldering <\/em>dan <em>desoldering <\/em>yang benar agar&nbsp; sambungan yang dihasilkan dapat kuat, andal, dan bebas dari cacat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>h. <\/em>Penanganan komponen elektronika: Pastikan untuk menangani&nbsp; komponen elektronika dengan hati-hati dan menghindari merusaknya&nbsp; saat melakukan <em>soldering <\/em>dan <em>desoldering.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>7.3.2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penyolderan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>K3 dalam penyolderan mengacu pada praktik keselamatan dan kesehatan kerja&nbsp; yang diterapkan selama proses penyolderan. Hal ini termasuk dalam upaya untuk&nbsp; mencegah cedera, kecelakaan, kerusakan lingkungan, dan masalah kesehatan yang&nbsp; terkait dengan penggunaan bahan kimia dan alat-alat listrik yang digunakan dalam&nbsp; penyolderan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utama dari K3 dalam penyolderan adalah untuk memastikan bahwa&nbsp; pekerjaan dilakukan dengan cara yang aman dan sehat, baik bagi pekerja maupun&nbsp; lingkungan sekitarnya. Beberapa tujuan lain dari K3 dalam penyolderan meliputi :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan akibat alat <em>soldering <\/em>yang&nbsp; tidak tepat atau penggunaan bahan kimia yang tidak aman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Mencegah terjadinya cedera akibat suhu tinggi, benda tajam, atau bahaya&nbsp; lainnya yang terkait dengan penggunaan alat <em>soldering.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Memastikan bahwa bahan kimia dan limbah yang dihasilkan selama&nbsp; penyolderan dihapus dengan benar untuk mengurangi dampak negatif&nbsp; terhadap lingkungan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Mencegah kerusakan pada peralatan dan sirkuit elektronika akibat&nbsp; kesalahan dalam proses penyolderan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>K3 dalam penyolderan sangat penting karena proses penyolderan melibatkan&nbsp; penggunaan alat-alat listrik dan bahan kimia yang berpotensi berbahaya. Tanpa&nbsp; adanya praktik K3 yang tepat, dapat terjadi cedera fisik bagi pekerja, kerusakan&nbsp; pada lingkungan, dan kerugian finansial bagi perusahaan. Selain itu, dengan&nbsp; menerapkan K3 dalam penyolderan, dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas&nbsp; pekerjaan yang dilakukan karena pekerja dapat bekerja dengan lebih aman dan&nbsp; teratur. Hal ini akan membantu meningkatkan produktivitas perusahaan serta&nbsp; memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>7.3.3 Komponen Elektronika&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;Komponen yang umum digunakan dalam penyolderan adalah sebagai&nbsp; berikut :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. Resistor&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-377.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"397\" height=\"277\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-377.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-30574 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-377.png?lossy=1&strip=1&webp=1 397w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-377-300x209.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-377-255x178.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 397px) 100vw, 397px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 397px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 397\/277;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar 7.3 Resistor&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Resistor merupakan salah satu komponen yang paling sering ditemukan&nbsp; dalam Rangkaian Elektronika. Hampir setiap peralatan Elektronika&nbsp; menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika&nbsp; Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi&nbsp; untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian&nbsp; Elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan&nbsp; Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf \u201cR\u201d. Satuan&nbsp; Hambatan atau Resistansi Resistor adalah OHM (\u03a9). Sebutan \u201cOHM\u201d ini&nbsp; diambil dari nama penemunya yaitu Georg Simon Ohm yang juga&nbsp; merupakan seorang Fisikawan Jerman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Fungsi-fungsi Resistor di dalam Rangkaian Elektronika diantaranya adalah&nbsp; sebagai berikut :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Sebagai Pembatas Arus listrik&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Sebagai Pengatur Arus listrik&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Sebagai Pembagi Tegangan listrik&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Sebagai Penurun Tegangan listrik<\/p>\n\n\n\n<p>2. Transistor&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"303\" height=\"170\" src=\"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/69c71779-fa64-432e-9d29-4717100fd97e\" alt=\"A pile of black and silver transistorsAI-generated content may be incorrect.\">Gambar 7.4 Transistor&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Transistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki banyak&nbsp; fungsi seperti penguat, pemutus, penyambung, stabilitas tegangan, dan&nbsp; modulasi sinyal. Komponen ini banyak digunakan dalam rangkaian rangkaian elektronika.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum terdapat dua fungsi transistor, diantaranya adalah: \u2022 Transistor berfungsi sebagai penguat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Transistor berfungsi sebagai saklar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Kapasitor&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-379.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"483\" height=\"271\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-379.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-30575 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-379.png?lossy=1&strip=1&webp=1 483w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-379-300x168.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image-379-255x143.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 483px) 100vw, 483px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 483px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 483\/271;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Gambar 7.5 Kapasitor&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kapasitor atau biasa disebut kondensator adalah komponen elektronik&nbsp; bersifat pasif yang dapat menyimpan muatan listrik sementara dengan&nbsp; satuan dari kapasitor adalah Farad. Kapasitor ini terdari dua plat konduktor&nbsp; yang dipasang sejajar namun tidak bersentuhan. Energi yang disimpan&nbsp; dalam kapasitor dapat di salurkan ke berbagai alat antara lain lampu flash&nbsp; camera, sirkuit elektronik, dan masih banyak lagi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun fungsi kapasitor adalah sebagai berikut :&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Berperan sebagai isolator, dalam hal ini fungsi kapasitor adalah&nbsp; untuk memperlambat arus DC (arus searah).<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Kapasitor berfungsi sebagai penyaring atau filter dalam sebuah&nbsp; rangkaian power supply (catu daya).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Fungsi kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada alat osilator. \u2022 Kapasitor berfungsi untuk menyimpan tegangan dan kuat arus pada&nbsp; periode tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Pada rangkaian antena, fungsi kapasitor adalah sebagai&nbsp; frekuensi.Pada lampu neon, fungsi dari kapasitor adalah sebagai&nbsp; penghemat daya listrik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Manfaat kapasitor yang lainnya yaitu berfungsi sebagai penghilang&nbsp; loncatan api (bouncing) ketika memasang saklar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Kapasitor juga berfungsi sebagai kopling, penggeser fasa dan&nbsp; juga konduktor.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan Materi Soldering &amp; Desoldering<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Soldering<\/strong>\u00a0adalah teknik menghubungkan komponen elektronik dengan melelehkan solder (campuran timah\/timbal) untuk membentuk koneksi listrik yang kuat. Tujuannya meliputi:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Meningkatkan konduktivitas listrik.<\/li>\n\n\n\n<li>Mencegah korsleting dan korosi.<\/li>\n\n\n\n<li>Memperbaiki\/memodifikasi perangkat elektronik secara hemat biaya.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Desoldering<\/strong>\u00a0adalah proses memutus sambungan solder untuk mengganti atau memperbaiki komponen. Manfaatnya mencakup:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perbaikan komponen rusak.<\/li>\n\n\n\n<li>Daur ulang komponen yang masih berfungsi.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengurangan limbah elektronik.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Teknik Penting<\/strong>:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penggunaan alat dengan suhu tepat, flux, dan solder yang sesuai.<\/li>\n\n\n\n<li>Kebersihan ujung soldering iron untuk mencegah oksidasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Keamanan kerja (kacamata, sarung tangan, ventilasi).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)<\/strong>:<ol><li>Mencegah cedera akibat panas, bahan kimia, atau listrik.<\/li><\/ol><ol><li>Pengelolaan limbah solder (timbal beracun) secara bertanggung jawab.<\/li><\/ol>\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemastian lingkungan kerja aman dan produktif.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Komponen Elektronik Terkait<\/strong>:<ol><li><strong>Resistor<\/strong>: Membatasi arus listrik.<\/li><\/ol><ol><li><strong>Transistor<\/strong>: Berfungsi sebagai saklar\/penguat sinyal.<\/li><\/ol>\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kapasitor<\/strong>: Penyimpan muatan listrik sementara dan filter frekuensi.<\/li>\n<\/ol>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Poin Penting<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Soldering dan desoldering memerlukan\u00a0<strong>ketelitian<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>penguasaan teknik<\/strong>\u00a0untuk menghindari kerusakan komponen.<\/li>\n\n\n\n<li>Penerapan\u00a0<strong>K3<\/strong>\u00a0wajib dilakukan demi keamanan operator dan lingkungan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemilihan\u00a0<strong>solder bebas timbal (lead-free)<\/strong>\u00a0semakin penting untuk mengurangi dampak lingkungan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>7.3 Dasar Teori&nbsp; 7.3.1 Soldering dan Desoldering&nbsp; 1. Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Soldering&nbsp; Soldering dan desoldering adalah dua teknik yang digunakan dalam dunia&nbsp; elektronika untuk menghubungkan atau memutuskan koneksi antara&nbsp; komponen-komponen elektronika. Soldering adalah proses menghubungkan&nbsp; dua atau lebih komponen elektronika dengan cara mencairkan bahan logam&nbsp; (solder) untuk mengalirkan listrik dan memperkuat koneksi. Solder yang&nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":30578,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-30573","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30573"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30580,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30573\/revisions\/30580"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30578"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}