{"id":29059,"date":"2025-05-28T13:17:39","date_gmt":"2025-05-28T06:17:39","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=29059"},"modified":"2025-05-28T13:17:41","modified_gmt":"2025-05-28T06:17:41","slug":"arema-malang-sejarah-lengkap-klub-singa-jawa-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/arema-malang-sejarah-lengkap-klub-singa-jawa-timur\/","title":{"rendered":"Arema Malang: Sejarah Lengkap Klub Singa Jawa Timur"},"content":{"rendered":"<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>1. Tahun Berdiri dan Awal Mula<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Arema Malang didirikan pada tanggal <strong>11 Agustus 1987<\/strong> di Kota Malang, Jawa Timur. Klub ini bermula dari sekelompok pemuda dan penggemar sepak bola yang ingin membangun sebuah tim yang mampu mengangkat nama Malang di kancah sepak bola nasional. Nama \u201cArema\u201d sendiri berasal dari singkatan \u201cArek Malang\u201d yang berarti &#8220;Anak Malang,&#8221; sebagai simbol identitas lokal dan kebanggaan masyarakat Malang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak awal berdirinya, Arema dikenal sebagai klub yang penuh semangat dan memiliki basis suporter yang sangat loyal dan militan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>2. Suporter Arema: Aremania dan Aremanita<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Arema Malang memiliki suporter fanatik yang dikenal dengan nama:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aremania:<\/strong> Kelompok suporter pria yang sangat dikenal dengan dukungan nyaring dan koreografi spektakuler di stadion. Aremania dikenal sebagai salah satu suporter terbaik di Indonesia dengan chant dan semangat yang membara.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aremanita:<\/strong> Kelompok suporter perempuan yang juga aktif memberikan dukungan kepada Arema. Mereka menunjukkan semangat juang yang tidak kalah dengan Aremania.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Suporter Arema dikenal sangat loyal dan setia mendukung klub, baik saat pertandingan kandang maupun tandang, menjadikan suasana stadion selalu penuh warna dan bersemangat.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>3. Jersey Arema Malang: Warna dan Makna<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Warna Jersey:<\/strong> Arema Malang dikenal dengan jersey berwarna <strong>biru tua<\/strong> atau sering disebut <strong>\u201cSingo Edan Blue\u201d<\/strong> yang melambangkan kesetiaan, ketenangan, dan kekuatan. Warna biru juga merepresentasikan langit dan laut di daerah Jawa Timur.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jersey Kandang:<\/strong> Biasanya berwarna biru dengan aksen merah dan putih sebagai ciri khas Arema.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jersey Tandang:<\/strong> Warna putih atau kombinasi lain seperti merah atau hitam yang tetap mempertahankan identitas klub.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Logo Klub:<\/strong> Menggambarkan Singa sebagai simbol kekuatan dan keberanian, dengan tulisan Arema dan unsur Jawa Timur.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>4. Jajaran Pelatih Legendaris Arema<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sepanjang sejarahnya, Arema Malang pernah diasuh oleh beberapa pelatih terkenal yang memberikan kontribusi besar dalam kemajuan klub, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Djadjang Nurdjaman:<\/strong> Pelatih legendaris yang pernah membawa Arema meraih gelar juara Liga Indonesia 2009\u20132010. Dikenal dengan taktik yang solid dan motivasi tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Milomir \u0160e\u0161lija:<\/strong> Pelatih asing asal Bosnia yang membawa Arema menjadi juara Piala Gubernur Kaltim dan membangun skuad kompetitif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Joko Susilo:<\/strong> Pelatih lokal yang pernah membawa Arema tampil baik di berbagai kompetisi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mario Gomez:<\/strong> Pelatih berpengalaman asal Argentina yang pernah menukangi Arema dan membawa gaya permainan agresif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Eduardo Almeida:<\/strong> Pelatih asing yang juga pernah menangani Arema dengan pendekatan modern dan taktik disiplin.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Klub sering menggabungkan pelatih lokal dan asing untuk meningkatkan kualitas permainan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>5. Homebase: Stadion Kanjuruhan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Stadion <strong>Kanjuruhan<\/strong> di Malang adalah markas utama Arema Malang. Stadion ini memiliki kapasitas sekitar <strong>42.000 penonton<\/strong> dan dikenal sebagai salah satu stadion terbesar dan bersejarah di Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li>Stadion ini menjadi pusat kegiatan Arema, dari pertandingan liga hingga ajang turnamen besar.<\/li>\n\n\n\n<li>Atmosfer di Stadion Kanjuruhan selalu penuh semangat terutama ketika Aremania memenuhi tribun dengan chant dan koreografi spektakuler.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>6. Filosofi Klub Arema<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Singo Edan (Singa Gila):<\/strong> Filosofi ini menjadi simbol keberanian, kegigihan, dan semangat juang Arema yang tak kenal menyerah di setiap pertandingan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Identitas Lokal:<\/strong> Klub selalu berpegang pada nilai kebanggaan akan daerah Malang dan Jawa Timur.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Semangat Persatuan:<\/strong> Arema menjadi simbol persatuan berbagai suku dan kelompok di Malang yang bersatu lewat sepak bola.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Budaya Fair Play dan Sportivitas:<\/strong> Klub mengedepankan nilai-nilai sportifitas baik di dalam maupun di luar lapangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Jajaran Pelatih Arema Malang: Sejarah dan Kontribusi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>1. Djadjang Nurdjaman<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Periode:<\/strong> Beberapa periode, paling dikenal saat 2009-2010.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Latar Belakang:<\/strong> Pelatih asal Indonesia yang dikenal sebagai \u201cDjanur.\u201d<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kontribusi:<\/strong><br>Djadjang adalah pelatih yang sangat berjasa dalam sejarah Arema karena membawa klub meraih gelar juara <strong>Liga Indonesia 2009-2010<\/strong>, gelar tertinggi dalam kompetisi sepak bola Indonesia pada masa itu.<br>Djanur dikenal dengan gaya kepelatihannya yang mengedepankan kedisiplinan, taktik rapih, dan pengembangan pemain muda lokal. Ia sukses membangun tim yang solid, tangguh di pertahanan, dan efektif menyerang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Warisan:<\/strong><br>Keberhasilan Djadjang menjadi tonggak prestasi besar Arema, serta inspirasi bagi pelatih lokal di Indonesia.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>2. Milomir \u0160e\u0161lija<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Periode:<\/strong> 2015-2016.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Latar Belakang:<\/strong> Pelatih asal Bosnia dan Herzegovina, membawa pengalaman dari sepak bola Eropa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kontribusi:<\/strong><br>Milomir membawa pendekatan profesional dan disiplin tinggi dalam latihan dan pertandingan.<br>Ia juga memperkenalkan gaya permainan yang lebih taktikal dan terorganisir. Di bawah asuhannya, Arema menjadi salah satu tim kompetitif di Liga Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pencapaian:<\/strong><br>Membawa Arema meraih prestasi di Piala Gubernur Kaltim, serta membangun skuad dengan keseimbangan antara pemain lokal dan asing.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>3. Joko Susilo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Periode:<\/strong> Beberapa kali (termasuk 2017).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Latar Belakang:<\/strong> Pelatih lokal yang pernah menjadi asisten pelatih dan pelatih kepala.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kontribusi:<\/strong><br>Joko Susilo dikenal sebagai pelatih yang sangat mengerti kultur dan karakter Arema, sehingga mampu menjaga kestabilan tim terutama di masa transisi.<br>Ia fokus pada pengembangan pemain muda dan menjaga semangat juang tim.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gaya:<\/strong><br>Lebih menekankan kekompakan tim dan kerja keras di lapangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>4. Mario Gomez<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Periode:<\/strong> 2019.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Latar Belakang:<\/strong> Pelatih asal Argentina yang memiliki pengalaman melatih klub besar di Asia, termasuk Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kontribusi:<\/strong><br>Mario Gomez membawa gaya permainan agresif dan menyerang. Ia dikenal disiplin dan menerapkan sistem latihan yang ketat.<br>Meski masa tugasnya tidak terlalu lama, ia membawa perubahan pola permainan Arema yang lebih dinamis dan ofensif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengaruh:<\/strong><br>Memperkenalkan metode latihan modern dan profesionalisme yang tinggi kepada pemain.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>5. Eduardo Almeida<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Periode:<\/strong> 2021-2022.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Latar Belakang:<\/strong> Pelatih asal Portugal dengan pengalaman di beberapa liga Asia Tenggara.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kontribusi:<\/strong><br>Eduardo Almeida membawa filosofi permainan modern, menggabungkan disiplin taktik dengan kreativitas menyerang.<br>Ia fokus pada pengembangan teknis pemain dan pengaturan formasi yang fleksibel.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Prestasi:<\/strong><br>Meskipun menghadapi banyak tantangan, ia berhasil menjaga stabilitas performa Arema di kompetisi Liga 1.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Trofi dan Prestasi Arema Malang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>1. Juara Liga Indonesia \/ Liga 1<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tahun:<\/strong> 2009\u20132010<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penjelasan:<\/strong><br>Arema meraih gelar juara nasional tertinggi saat itu dalam kompetisi Liga Indonesia musim 2009-2010. Prestasi ini menjadi puncak kejayaan Arema sebagai salah satu klub terbaik di tanah air.<br>Di bawah arahan pelatih Djadjang Nurdjaman, Arema tampil sangat solid dan konsisten selama musim kompetisi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>2. Juara Piala Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tahun:<\/strong> 2005 dan 2006<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penjelasan:<\/strong><br>Arema dua kali berturut-turut menjuarai Piala Indonesia (turnamen knockout nasional yang juga disebut Copa Indonesia).<br>Kemenangan ini memperkuat reputasi Arema sebagai klub yang kuat dalam pertandingan-pertandingan krusial dan turnamen cup.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>3. Juara Piala Gubernur Kaltim<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tahun:<\/strong> 2013, 2015<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penjelasan:<\/strong><br>Arema menjadi juara turnamen pramusim bergengsi di Kalimantan Timur ini sebanyak dua kali.<br>Trofi ini menunjukkan kekuatan Arema dalam persiapan kompetisi dan konsistensi performa meskipun dalam turnamen persahabatan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>4. Juara Piala Presiden<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tahun:<\/strong> 2017<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penjelasan:<\/strong><br>Arema memenangkan Piala Presiden 2017, sebuah turnamen nasional yang diikuti oleh klub-klub top Indonesia.<br>Kemenangan ini mempertegas posisi Arema sebagai tim papan atas yang mampu bersaing dan meraih gelar bergengsi di era modern.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>5. Juara Inter Island Cup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tahun:<\/strong> 2014<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penjelasan:<\/strong><br>Arema berhasil menjadi juara di turnamen Inter Island Cup yang mempertemukan klub-klub dari berbagai wilayah Indonesia.<br>Ini merupakan bukti Arema kuat tidak hanya di kompetisi liga tapi juga dalam turnamen regional.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>6. Runner-up dan Prestasi Lainnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Arema juga beberapa kali menjadi runner-up Liga Indonesia, Piala Indonesia, dan turnamen lainnya, memperlihatkan konsistensi dan daya saing tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Klub ini sering mencapai babak semifinal dan final berbagai kompetisi, baik domestik maupun tingkat regional.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Rivalitas Arema Malang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>1. Rivalitas dengan Persebaya Surabaya \u2014 &#8220;Derby Jawa Timur&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Julukan Rivalitas:<\/strong> <em>Derby Jawa Timur<\/em> atau <em>Derby Super East Java<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penjelasan:<\/strong><br>Rivalitas antara Arema Malang dan Persebaya Surabaya adalah salah satu yang paling sengit dan bersejarah di Indonesia. Kedua klub ini berasal dari Provinsi Jawa Timur dan memiliki basis suporter yang besar dan fanatik.<br>Laga antara Arema dan Persebaya selalu sarat emosi, tensi tinggi, dan atmosfer yang sangat panas di stadion. Pertandingan ini kerap diwarnai sorak sorai besar, koreografi suporter yang megah, dan rivalitas budaya antarkota Malang dan Surabaya.<br>Rivalitas ini bukan hanya soal sepak bola, tapi juga identitas daerah dan kebanggaan suporter. Konflik suporter sempat terjadi di masa lalu, sehingga derby ini selalu dijaga ketat keamanan saat pertandingan berlangsung.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>2. Rivalitas dengan Persib Bandung<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Julukan Rivalitas:<\/strong> Kadang disebut juga rivalitas regional\/klub besar Indonesia<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penjelasan:<\/strong><br>Meskipun tidak sekental derby Jawa Timur, pertandingan antara Arema Malang dan Persib Bandung selalu menarik perhatian karena keduanya adalah klub dengan basis suporter besar (Aremania dan Bobotoh) dan prestasi yang cukup sering bertemu di kompetisi.<br>Rivalitas ini sering muncul karena pertandingan penting di liga dan turnamen nasional, di mana kedua tim sama-sama memiliki penggemar fanatik dan sejarah panjang.<br>Suporter kedua klub saling menghormati tapi tetap menjaga semangat persaingan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>3. Rivalitas dengan Persebaya 1927 \/ Persebaya Baru<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penjelasan:<\/strong><br>Dalam beberapa tahun terakhir, muncul rivalitas baru dengan Persebaya 1927 (kelompok pendukung Persebaya yang berbeda, terkait konflik dualisme klub). Rivalitas ini juga berakar pada persaingan di level liga dan persaingan suporter.<br>Meskipun tidak seintens derby Jawa Timur, rivalitas ini memperkuat tensi di kompetisi Liga 1.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>4. Rivalitas dengan Klub Lainnya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Arema juga memiliki rivalitas dengan beberapa klub besar lain di Indonesia seperti Persija Jakarta, PSIS Semarang, dan Sriwijaya FC, terutama ketika bertemu dalam pertandingan krusial.<\/li>\n\n\n\n<li>Namun, rivalitas dengan Persebaya tetap menjadi yang paling terkenal dan emosional.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>Makna Rivalitas bagi Arema Malang dan Suporter<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Rivalitas ini mencerminkan <strong>semangat juang tinggi<\/strong> yang menjadi ciri khas Arema.<\/li>\n\n\n\n<li>Bagi Aremania (suporter Arema), setiap pertandingan derby atau melawan rival besar adalah ajang pembuktian loyalitas dan kebanggaan mereka.<\/li>\n\n\n\n<li>Rivalitas juga memperkuat identitas klub sebagai klub dengan mental pemenang dan atmosfer pertandingan yang penuh gairah.<\/li>\n\n\n\n<li>Rivalitas di lapangan selalu dijaga sportifitas, meski tensi tinggi, untuk menjaga tradisi sepak bola yang sehat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, arema kini terdapat dualism diantara mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat Arema FC dan Arema Malang<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perbedaan Arema FC dan Arema Malang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Sejarah dan Nama<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arema Malang<\/strong><br>Merupakan nama asli dan lama klub sepak bola dari Malang, Jawa Timur. Klub ini berdiri pada tahun 1987 dengan nama Arema Malang. Nama ini melekat kuat sebagai identitas klub dari awal berdirinya sampai sebelum dualisme sepak bola di Indonesia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arema FC<\/strong><br>Merupakan nama yang dipakai oleh klub yang merupakan kelanjutan dari Arema Malang di era modern setelah adanya dualisme klub pada awal 2010-an. Saat kompetisi Indonesia sempat terpecah menjadi dua (ISL dan IPL), dua versi Arema sempat muncul, dan yang berlaga di Liga Super Indonesia kemudian menggunakan nama <strong>Arema FC<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>2. Dualisme Klub<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pada masa dualisme liga Indonesia (sekitar 2011-2013), terjadi perpecahan antara dua kubu Arema:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arema Indonesia (Arema Malang)<\/strong> yang berlaga di IPL (Indonesian Premier League).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arema FC<\/strong> yang berlaga di ISL (Indonesia Super League).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Konflik ini menyebabkan munculnya dua klub dengan nama dan basis suporter yang sama-sama mengklaim sebagai penerus Arema Malang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>3. Status Klub Saat Ini<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Saat ini, <strong>Arema FC<\/strong> adalah klub resmi yang berlaga di Liga 1 Indonesia dan diakui secara resmi oleh PSSI serta kompetisi nasional.<\/li>\n\n\n\n<li>Nama resmi klub yang dipakai sekarang adalah <strong>Arema FC<\/strong>, meski secara tradisi dan kultur para suporter tetap menyebutnya Arema Malang sebagai julukan atau identitas kultural.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>4. Logo dan Legalitas<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arema FC<\/strong> memiliki logo resmi yang dipakai sejak era dualisme untuk membedakan dari Arema Indonesia. Logo ini juga dipakai dalam berbagai dokumen resmi dan kompetisi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arema Malang<\/strong> sering dipakai sebagai istilah informal untuk klub ini, mengacu pada asal kota Malang dan sejarah panjangnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>5. Suporter<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Suporter Arema, yaitu <strong>Aremania<\/strong>, tetap sama dan mendukung klub ini tanpa memandang perubahan nama resmi.<\/li>\n\n\n\n<li>Loyalitas suporter tetap tinggi terhadap klub yang berlaga di Liga 1, yaitu Arema FC.<\/li>\n<\/ul>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1. Tahun Berdiri dan Awal Mula Arema Malang didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987 di Kota Malang, Jawa Timur. Klub ini bermula dari sekelompok pemuda dan penggemar sepak bola yang ingin membangun sebuah tim yang mampu mengangkat nama Malang di kancah sepak bola nasional. Nama \u201cArema\u201d sendiri berasal dari singkatan \u201cArek Malang\u201d yang berarti &#8220;Anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":29063,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-29059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29059"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29059\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29065,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29059\/revisions\/29065"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29063"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}