{"id":28864,"date":"2025-05-28T12:02:24","date_gmt":"2025-05-28T05:02:24","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=28864"},"modified":"2025-05-28T12:02:25","modified_gmt":"2025-05-28T05:02:25","slug":"ancaman-perangkat-lunak-berbahaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/ancaman-perangkat-lunak-berbahaya\/","title":{"rendered":"ANCAMAN PERANGKAT LUNAK BERBAHAYA\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>6.3 Dasar Teori&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>6.3.1 Pengertian Perangkat Lunak Berbahaya&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perangkat lunak berbahaya (<em>malicious software <\/em>atau <em>Malware<\/em>) adalah jenis&nbsp; perangkat lunak yang dirancang untuk melakukan tindakan merusak, merugikan, atau&nbsp; tidak sah pada sistem komputer, perangkat <em>mobile<\/em>, atau jaringan komputer. Perangkat&nbsp; lunak berbahaya merupakan ancaman serius dalam dunia digital dan dapat menyebabkan&nbsp; kerugian finansial, hilangnya data berharga, dan masalah privasi. <em>Malware <\/em>dapat masuk&nbsp; pada sistem komputer dengan melalui jaringan internet. Umumnya, perangkat lunak ini&nbsp; disisipkan pada unduhan pada situs <em>web <\/em>illegal, iklan, <em>Email Phising<\/em>, dan lain-lain.&nbsp; <em>Malware <\/em>tidak diciptakan oleh sembarang orang. Prangkat lunak ini diciptakan oleh para&nbsp; <em>hacker <\/em>yang memiliki pemahaman tinggi akan perangkat lunak dengan tujuan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>6.3.2 Karakteristik Umum dari Perangkat Lunak Berbahaya <\/strong>1. Merusak atau merugikan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Malware <\/em>seringkali dirancang untuk merusak atau merugikan sitem atau data&nbsp; pengguna. Ini bisa termasuk menghapus, mengubah, atau mengenkripsi file,&nbsp; mengganggu kinerja sistem, atau bahkan menghancurkan sistem operasi. 2. Pencurian Informasi&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa jenis <em>Malware<\/em>, seperti <em>spyware <\/em>atau <em>keyloggers<\/em>, digunakan untuk 156&nbsp; mencuri informasi rahasia seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data pribadi&nbsp; lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Pengendalian Jarak Jauh&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Malware <\/em>dapat memberikan penyerang akses jarak jauh ke komputer atau perangkat&nbsp; yang terinfeksi. Ini memungkinkan penyerang untuk mengendalikan perangkat dan&nbsp; menggunakannya untuk tujuan jahat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. Penyebaran dan Infeksi&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa jenis <em>Malware<\/em>, seperti <em>virus <\/em>atau <em>worm<\/em>, dapat menyebar dari satu sistem&nbsp; ke sistem lainnya melalui jaringan atau perangkat penyimpanan. Mereka dapat&nbsp; menginfeksi banyak komputer dalam waktu singkat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>5. <\/em>Ekstorsi <em>(Ransomware)&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ransomeware adalah jenis <em>Malware <\/em>yang meng-enskripsi data pengguna dan&nbsp; kemudia meminta pembayaran tebusan (<em>ransom<\/em>) agar data di-dekripsi. Jika tebusan&nbsp; tidak dibayar, data tersebut dapat hilang selamanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>6. Penyusupan dan Penyamaran&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa <em>Malware <\/em>mencoba untuk menyusup ke dalam sistem tanpa diketahui dan&nbsp; menyamar sebagai perangkat lunak yang sah atau tidak berbahaya agar tidak&nbsp; terdeteksi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>7. Penyebaran Lewat <em>Phising&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Malware <\/em>juga seringkali tersebar melalui pesan <em>phising <\/em>yang menipu pengguna agar&nbsp; mengundug atau menjalankan perangkat lunak berbahaya tersebut. 8. Eksploitasi Kerentanan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Malware <\/em>dapat memanfaatkan kerentanan keamanan dalam sistem atau perangkat&nbsp; untuk melakukan serangan. Ini adalah alasan mengapa selalu penting untuk&nbsp; memperbarui perangkat lunak dan sistem Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>6.3.3. Macam-Macam Perangkat Lunak Berbahaya&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. <em>Malware (Malicious Software)&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Malware (Malicious Software) <\/em>merupakan <em>software <\/em>yang dibuat oleh seseorang&nbsp; dengan tujuan untuk merugikan seorang pengguna. Dampak dari adanya <em>Malware <\/em>disebuah perangkat memungkinkan <em>Malware <\/em>tersebut untuk melakukan pencurian&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>informasi dan menghabiskan sumber daya pada 157 perangkat tersebut. 2. <em>Virus&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Virus <\/em>merupakan sebuah <em>software <\/em>yang dapat melakukan penggandaan dan&nbsp; menyebarkan dirinya kedalam sebuah program, dokumen dan lain-lain. Dampak dari&nbsp; <em>virus <\/em>yaitu merusak data pada dokumen, mengganggu, dan juga terdapat <em>virus <\/em>yang&nbsp; hanya berdiam diri tanpa melakukan aktifitas yang merugikan dan tidak melakukan&nbsp; apa-apa.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. <em>Trojan&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Trojan <\/em>merupakan jenis <em>Malware <\/em>yang sering digunakan pada sebuah perangkat&nbsp; lunak. Hal tersebut bertujuan untuk pencuria dan peretasan untuk mendapat akses ke&nbsp; perangkat tersebut. Dampak dari trojan memungkinkan perangkat seorang dapat&nbsp; diambil oleh seorang <em>hacker<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. <em>Spyware&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Spyware <\/em>merupakan jenis <em>Malware <\/em>yang ter-<em>install <\/em>pada sebuah perangkat tanpa&nbsp; diketahui oleh pengguna. Dampak dari <em>spyware <\/em>adalah mencuri informasi sensitive&nbsp; dari pengguna perangkat dengan merode mengintai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>5. <em>Worm&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Worm <\/em>merupakan sejenis <em>virus <\/em>yang dapat mereplikasi dirinya sendiri dan&nbsp; membagikan dirinya dengan media jaringan. Dampak dari <em>worm <\/em>adalah dapat&nbsp; digunakan untuk mencuri informasi sensitive, meng-<em>install <\/em>backdoor, dan masih&nbsp; banyak lagi Tindakan perusakan lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>6.3.4 Dampak Serangan Perangkat Lunak Berbahaya&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Masuknya <em>Malware <\/em>pada komputer merupakan sebuah ancaman besar. Melalui&nbsp; berbagai cara dan serta jenisnya yang beragam, <em>Malware <\/em>mampu menimbulkan&nbsp; masalah pada perangkat. Beriku merupakan dampak dari serangan <em>Malware <\/em>pada&nbsp; perangkat:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Memperlambat Sistem Komputer&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila <em>Malware <\/em>berhasil masuk pada sistem perangkat, kinerja perangkat akan&nbsp; melambat. Dibutuhkan waktu lama untuk menyala serta dalam penggunaannya pun&nbsp; seluruh sistem menjadi sulit merespon. Hal ini tentu saja membuat pengguna&nbsp; kesulitan untuk menjalankan aktivitas pada komputer.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Kerusakan Data dan Dokumen&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Akibat lain dari adanya <em>virus <\/em>yang menyebar pada perangkat ialah kerusakan pada&nbsp; data serta dokumen. Pada beberapa kasus, kerusakan membuat isi dokumen&nbsp; menjadi berantakan. Namun, <em>Malware <\/em>juga dapat menyebabkan sebuah dokumen&nbsp; tidak dapat dibuka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Kendala Pada Aplikasi di Dalamnya&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Malware <\/em>yang masuk pada sistem komputer seringkali memengaruhi beberapa&nbsp; aplikasi di dalamnya. Aplikasi dalam komputer menjadi sulit untuk dibuka,&nbsp; performa lambat, dan bahkan tidak dapat dibuka dama sekali. Bahkan, <em>Malware <\/em>dapat menghapus aplikasi di komputer.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. Sistem Tidak Dapat Dibuka&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dampak serius yang harus diperhatikan yaitu hilangnya akses pada komputer.&nbsp; Perangkat dapat dihidupkan, tetapi tidak dapat digunakan dan dijalankan. Ini&nbsp; merupakan salah saru bentuk serangan <em>ransomware<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>5. Perubahan Data Menjadi <em>Virus&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Malware <\/em>dapat mengubah sebuah data menjadi <em>virus<\/em>. Hal ini merupakan salah satu&nbsp; cara penyebaran <em>virus <\/em>pada perangkat. Tidak hanya pada satu data, apabila <em>virus <\/em>dibiarkan maka akan menyerang seluruh data pada komputer.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>6.3.5 Solusi Agar Terhindari Ancaman Perangkat Lunak Berbahaya <\/strong>Untuk terhindar dari perangkat lunak berbahaya (<em>Malware<\/em>) dan menjaga&nbsp; keamanan perangkat, berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. Perangkat Lunak Keamanan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pasang perangkat lunak keamanan yang andal dan <em>up-to-date <\/em>pada perangkat,&nbsp; seperti anti<em>virus<\/em>, anti<em>spyware<\/em>, dan <em>firewall<\/em>. Pastikan perangkat lunak ini selalu&nbsp; diperbaharui agar dapat mendeteksi dan mengatasi ancaman terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Pembaruan rutin&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selalu perbarui sistem operasi, perangkat lunak, dan aplikasi Anda ke versi yang&nbsp; paling baru. Pembaruan seringkali memperbaiki kerentanan keamanan yang dapat&nbsp; dieksploitasi oleh <em>Malware<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Unduh dari sumber resmi&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hindari mengunduh perangkat lunak dari sumber yang tidak resmi atau tidak&nbsp; terpercaya. Gunakan toko aplikasi resmi seperti <em>Google Play <\/em>atau <em>Apple App Store <\/em>untuk perangkat <em>mobile <\/em>dan situs <em>web <\/em>resmi untuk perangkat desktop. 4. Jangan klik pada tautan atau lampiran yang mencurigakan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan meng-klik tautan atau membuka lampiran dalam <em>email<\/em>, pesan teks, atau&nbsp; pesan media sosial yang mencurigakan atau berasal dari sumber yang tidak dikenal.&nbsp; Ini dapat menghindari serangan <em>phising <\/em>dan pengiriman <em>Malware <\/em>melalui <em>email<\/em>. 5. Bijak dalam ber-internet&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan mengunjungi situs <em>web <\/em>yang mencurigakan atau tidak aman. Hindari&nbsp; mengunduh materi illegal atau berbahaya, seperti konten bajakan atau <em>crack<\/em>. 6. Gunakan kata sandi kuat&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan kata sandi yang kuat untuk akun <em>online <\/em>Anda, dan jangan gunakan kata&nbsp; sandi yang sama untuk banyak situs <em>web <\/em>atau layanan. Pertimbangkan&nbsp; menggunakan manajer kata sandi untuk mengelola kata sandi Anda. 7. Jangan aktifkan makro otomatis&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda menggunakan program seperti Microsoft Office, jangan aktifkan makro&nbsp; otomatis dalam dokumen yang Anda unduh dari internet. <em>Malware <\/em>sering&nbsp; menggunakan makro untuk mengeksekusi skrip berbahaya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>8. Edukasi diri&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkatkan kesadaran diri Anda tentang ancaman yang ada dan tanda-tanda&nbsp; serangan <em>Malware<\/em>. Pelajari cara mengidentifikasi <em>email phising <\/em>atau situs <em>web <\/em>palsu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>9. Backup data secara rutin&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Buat salinan cadangan data penting Anda secara teratur. Ini dapat membantu Anda&nbsp; memulihkan data jika Anda menjadi korban serangan <em>ransomware <\/em>atau kehilangan&nbsp; data karena <em>Malware <\/em>lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>10. Monitoring aktivitas sistem&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selalu perhatikan aktivitas dan kinerja sistem Anda. Jika Anda melihat tanda tanda&nbsp; yang mencurigakan, seperti penggunaan CPU yang tinggi atau aktivitas jaringan&nbsp; yang tidak biasa, segera selidiki masalah tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>6.3.6 Teknik Penyebaran Malware<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Malware tidak hanya menyebar melalui unduhan sembarangan, tetapi juga menggunakan berbagai teknik canggih untuk menyerang sistem. Berikut beberapa metode umum penyebaran malware:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Drive-by Download<\/strong><br>Malware secara otomatis terunduh saat pengguna mengunjungi situs web yang telah dikompromikan, tanpa perlu mengklik apapun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bundling Software<\/strong><br>Malware disisipkan dalam instalasi software legal sebagai \u201ctambahan tersembunyi\u201d, terutama pada software gratisan dari situs yang tidak resmi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>USB dan Media Fisik<\/strong><br>Flashdisk yang telah terinfeksi bisa menyebarkan malware ke komputer saat dicolokkan, bahkan tanpa membuka file apa pun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Social Engineering<\/strong><br>Penyerang memanipulasi psikologi korban agar secara tidak sadar mengunduh dan menjalankan file berbahaya, misalnya dengan menyamar sebagai file invoice, surat lamaran kerja, atau info pengiriman.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Malvertising<\/strong><br>Penyebaran malware melalui iklan online yang terinfeksi (malicious advertising), bahkan di situs web yang terpercaya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>6.3.7 Contoh Kasus Serangan Malware Terkenal<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>WannaCry (2017)<\/strong><br>Serangan ransomware global yang mengeksploitasi kerentanan Windows, mengenkripsi data korban dan meminta tebusan dalam Bitcoin.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>ILOVEYOU Virus (2000)<\/strong><br>Virus berbentuk email dengan subjek &#8220;ILOVEYOU&#8221; yang menyebar cepat dan merusak jutaan komputer di seluruh dunia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Stuxnet (2010)<\/strong><br>Malware canggih yang diduga dikembangkan untuk merusak fasilitas nuklir Iran. Dirancang untuk menyerang perangkat industri (SCADA systems).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Emotet<\/strong><br>Awalnya berfungsi sebagai trojan perbankan, tetapi kemudian berkembang menjadi malware modular yang mampu mencuri data dan menyebarkan malware lain.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>6.3.8 Tanda-Tanda Perangkat Terinfeksi Malware<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Agar bisa segera mengambil tindakan, berikut beberapa gejala umum jika perangkat telah terinfeksi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kinerja komputer melambat secara tiba-tiba.<\/li>\n\n\n\n<li>Muncul banyak iklan pop-up.<\/li>\n\n\n\n<li>Aplikasi terbuka atau tertutup sendiri.<\/li>\n\n\n\n<li>Perubahan pada browser (homepage berubah, muncul toolbar asing).<\/li>\n\n\n\n<li>File hilang atau terenkripsi.<\/li>\n\n\n\n<li>Antivirus nonaktif tanpa izin pengguna.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemakaian CPU dan RAM meningkat drastis tanpa sebab jelas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>6.3.9 Pencegahan Malware Khusus untuk Perusahaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lingkungan bisnis dan organisasi, perlindungan dari malware memerlukan pendekatan yang lebih serius:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Endpoint Protection Platform (EPP)<\/strong><br>Sistem keamanan yang melindungi semua perangkat (laptop, server, mobile) dari malware.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Email Gateway Security<\/strong><br>Sistem penyaringan email untuk mencegah malware masuk melalui lampiran atau tautan berbahaya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Security Awareness Training<\/strong><br>Melatih karyawan untuk mengenali dan menghindari jebakan sosial engineering dan phising.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Segregasi Jaringan (Network Segmentation)<\/strong><br>Memisahkan bagian jaringan agar jika satu bagian terinfeksi, tidak menyebar ke seluruh sistem.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>6.3.9 Perbedaan Virus, Worm, dan Trojan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>Jenis<\/strong><\/td><td><strong>Mekanisme Penyebaran<\/strong><\/td><td><strong>Ketergantungan pada File<\/strong><\/td><td><strong>Kemampuan Merusak<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Virus<\/strong><\/td><td>Menempel pada file atau program<\/td><td>Ya<\/td><td>Merusak file, menyebar lokal<\/td><\/tr><tr><td><strong>Worm<\/strong><\/td><td>Menyebar otomatis via jaringan<\/td><td>Tidak<\/td><td>Menyebar luas, konsumsi resource<\/td><\/tr><tr><td><strong>Trojan<\/strong><\/td><td>Menyamar sebagai software legal<\/td><td>Tidak<\/td><td>Mencuri data, membuka backdoor<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perangkat lunak berbahaya atau malware adalah program yang dirancang untuk merusak, mencuri data, atau mengambil alih kendali sistem komputer dan perangkat digital lainnya. Malware memiliki berbagai karakteristik umum seperti kemampuan merusak sistem, mencuri informasi, mengendalikan perangkat dari jarak jauh, menyebar dengan cepat, serta menyamar agar tidak terdeteksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat berbagai macam malware seperti virus, worm, trojan, spyware, dan ransomware, yang masing-masing memiliki metode penyebaran dan dampak berbeda. Dampak serangan malware dapat sangat merugikan, mulai dari melambatnya kinerja komputer, kerusakan data, hingga hilangnya akses ke sistem sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mencegah serangan malware, diperlukan langkah-langkah pencegahan seperti pemasangan perangkat lunak keamanan, pembaruan rutin sistem, berhati-hati dalam mengunduh dan membuka file, serta edukasi dan kesadaran pengguna. Di lingkungan perusahaan, perlindungan juga harus meliputi penggunaan sistem keamanan yang komprehensif, pelatihan karyawan, dan pengelolaan jaringan yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami perbedaan antara virus, worm, dan trojan juga penting agar dapat mengenali cara kerja malware dan mengambil tindakan tepat. Dengan pengetahuan dan langkah pencegahan yang baik, risiko serangan perangkat lunak berbahaya dapat diminimalisir untuk menjaga keamanan data dan sistem.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>6.3 Dasar Teori&nbsp; 6.3.1 Pengertian Perangkat Lunak Berbahaya&nbsp; Perangkat lunak berbahaya (malicious software atau Malware) adalah jenis&nbsp; perangkat lunak yang dirancang untuk melakukan tindakan merusak, merugikan, atau&nbsp; tidak sah pada sistem komputer, perangkat mobile, atau jaringan komputer. Perangkat&nbsp; lunak berbahaya merupakan ancaman serius dalam dunia digital dan dapat menyebabkan&nbsp; kerugian finansial, hilangnya data berharga, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":28865,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-28864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28864"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28867,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28864\/revisions\/28867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}