{"id":28854,"date":"2025-05-28T11:59:42","date_gmt":"2025-05-28T04:59:42","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=28854"},"modified":"2025-05-28T11:59:43","modified_gmt":"2025-05-28T04:59:43","slug":"mobile-hacking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/mobile-hacking\/","title":{"rendered":"MOBILE HACKING\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>5.3.1 Definisi dan Konsep Dasar Mobile Hacking&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"411\" height=\"231\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28857\" srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65.png?lossy=1&strip=1&webp=1 411w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65-300x169.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65-409x231.png?lossy=1&strip=1&webp=1 409w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65-255x143.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" sizes=\"(max-width: 411px) 100vw, 411px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Mobile hacking <\/em>adalah eksploitasi perangkat <em>mobile <\/em>dengan tujuan&nbsp; memperoleh akses ilegal ke dalam sistem perangkat untuk mencuri data,&nbsp; memata-matai, atau merusak perangkat itu sendiri atau praktik yang melibatkan&nbsp; metode dan teknik untuk mendapatkan akses tidak sah ke perangkat <em>mobile<\/em>,&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>seperti <em>smartphone <\/em>atau tablet. Konsep ini mencakup berbagai bentuk serangan&nbsp; yang dapat dilakukan oleh peretas untuk mencuri data, mengakses informasi&nbsp; pribadi, atau mengendalikan perangkat secara jarak jauh. Seiring dengan&nbsp; meningkatnya ketergantungan pada perangkat <em>mobile <\/em>seperti <em>smartphone <\/em>dan&nbsp; tablet, risiko terhadap ancaman <em>mobile hacking <\/em>pun semakin tinggi. Ponsel&nbsp; pintar saat ini berfungsi lebih dari sekadar alat komunikasi; mereka digunakan&nbsp; untuk perbankan, menyimpan data sensitif, dan mengakses sistem organisasi&nbsp; atau perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi perangkat <em>mobile <\/em>terus berkembang dengan cepat, tetapi hal&nbsp; ini juga disertai dengan peningkatan dalam hal kompleksitas ancaman&nbsp; keamanan. <em>Mobile hacking <\/em>biasanya memanfaatkan kelemahan dalam&nbsp; perangkat keras, perangkat lunak, atau pengguna perangkat yang kurang&nbsp; memahami keamanan digital. Seiring dengan adopsi teknologi <em>Internet of&nbsp; Things <\/em>yang juga sering dikendalikan lewat perangkat mobile, risiko yang&nbsp; berkaitan dengan <em>mobile hacking <\/em>terus meningkat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5.3.1.1 Tenik \u2013 Teknik Dalam <em>Mobile Hacking&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. <em>Malware injections <\/em>merupakan metode di mana penyerang&nbsp; menyusupkan perangkat lunak berbahaya ke dalam perangkat <em>mobile<\/em>.&nbsp; Ini sering dilakukan melalui aplikasi berbahaya yang diunduh dari toko&nbsp; aplikasi tidak resmi atau melalui file yang diunduh dari internet. Setelah&nbsp; diinstal, <em>malware <\/em>dapat mengambil alih kontrol perangkat, mencuri data&nbsp; sensitif, atau mengubah pengaturan perangkat. Contoh <em>malware <\/em>ini&nbsp; termasuk <em>trojan, ransomware, dan spyware.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>2. <em>Zero-day exploits <\/em>adalah memanfaatkan kerentanan perangkat atau&nbsp; sistem operasi yang belum diketahui oleh pengembang. Karena&nbsp; kerentanan ini belum ditangani, penyerang dapat menggunakannya&nbsp; untuk mendapatkan akses tidak sah ke perangkat atau data. Teknik ini&nbsp; sangat berbahaya karena sering kali sulit untuk dideteksi dan bisa&nbsp; menyebabkan kerusakan besar sebelum ada <em>patch <\/em>atau solusi yang&nbsp; tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p>3. <em>Mobile-based phishing <\/em>adalah taktik di mana peretas menggunakan&nbsp; pesan teks (SMS), email, atau aplikasi palsu untuk menipu pengguna&nbsp; agar memberikan informasi pribadi, seperti kata sandi atau nomor kartu&nbsp; kredit. Misalnya, penyerang dapat mengirim pesan yang tampak resmi&nbsp; dari bank yang meminta pengguna untuk mengklik tautan dan mengisi&nbsp; detail akun mereka. Teknik ini memanfaatkan psikologi manusia untuk&nbsp; menciptakan rasa urgensi atau ketakutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. <em>Botnet <\/em>adalah jaringan perangkat mobile yang telah diretas dan&nbsp; dikendalikan secara jarak jauh oleh penyerang. Perangkat ini dapat&nbsp; digunakan untuk melancarkan serangan <em>Distributed Denial of Service <\/em>(DDoS), di mana banyak perangkat secara bersamaan mengirimkan&nbsp; permintaan ke server tertentu, membuatnya tidak dapat diakses. Selain&nbsp; itu, botnets juga dapat digunakan untuk melakukan aktivitas jahat&nbsp; lainnya, seperti penyebaran <em>malware <\/em>atau pengambilan data secara&nbsp; massal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5.3.1.2 Tools <em>Hacking Mobile&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. <em>Ngrok&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-64.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"508\" height=\"200\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-64.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28855 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-64.png?lossy=1&strip=1&webp=1 508w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-64-300x118.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-64-255x100.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 508px) 100vw, 508px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 508px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 508\/200;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Ngrok <\/em>merupakan alat yang digunakan untuk memaparkan&nbsp; <em>server <\/em>lokal yang berada di belakang NAT dan <em>firewall <\/em>ke internet&nbsp; publik melalui terowongan aman. Dengan menggunakan <em>Ngrok<\/em>, kita&nbsp; dapat mengarahkan akses dari internet ke dalam jaringan lokal kita.&nbsp; Informasi yang diberikan mencakup port tempat server web kita&nbsp; melakukan proses penerimaan (<em>listen<\/em>). Ngrok beroperasi dengan cara&nbsp; mengunduh dan mengeksekusi program di mesin pengguna, lalu&nbsp; menyediakan port layanan jaringan, yang umumnya digunakan untuk&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>server web<\/em>. Port ini akan terkoneksi dengan layanan <em>cloud Ngrok<\/em>, yang&nbsp; menerima lalu lintas melalui alamat publik, kemudian meneruskannya&nbsp; ke proses Ngrok yang berjalan di mesin pengguna, dan akhirnya menuju&nbsp; alamat lokal yang telah ditentukan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. <em>Storm-Breaker&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"411\" height=\"231\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28858 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65.png?lossy=1&strip=1&webp=1 411w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65-300x169.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65-409x231.png?lossy=1&strip=1&webp=1 409w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65-255x143.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 411px) 100vw, 411px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 411px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 411\/231;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Strom-Breaker <\/em>adalah alat rekayasa sosial yang kuat yang&nbsp; memungkinkan peretas mengakses lokasi, kamera, mikrofon korban.&nbsp; Namun, dengan menggunakan <em>storm-breaker <\/em>untuk beberapa pekerjaan&nbsp; seperti melacak dan mencatat alamat IP, mengakses <em>feed <\/em>kamera,&nbsp; mengakses <em>feed <\/em>mikrofon, dan mengetahui lokasi perangkat yang tepat&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. <em>Metasploit&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"411\" height=\"231\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28861 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65.png?lossy=1&strip=1&webp=1 411w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65-300x169.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65-409x231.png?lossy=1&strip=1&webp=1 409w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-65-255x143.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 411px) 100vw, 411px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 411px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 411\/231;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Metasploit <\/em>merupakan <em>framework <\/em>yang digunakan untuk&nbsp; keamanan dan <em>hacker <\/em>dalam menguji keamanan sistem melalui penetration testing, termasuk pada perangkat <em>mobile<\/em>. Dalam konteks&nbsp; <em>mobile hacking<\/em>, <em>Metasploit <\/em>dapat digunakan untuk mengeksploitasi&nbsp; perangkat <em>Android <\/em>dengan memanfaatkan celah keamanan pada&nbsp; aplikasi atau sistem operasi, misalnya melalui pembuatan aplikasi&nbsp; berbahaya (APK) yang mengandung <em>payload <\/em>seperti Meterpreter untuk&nbsp; akses jarak jauh. Selain itu, <em>Metasploit <\/em>bisa melakukan serangan <em>Man&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>in-the-Middle <\/em>(MitM) untuk mencegat dan memanipulasi data di&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>jaringan WiFi, serta mengeksploitasi kerentanan aplikasi <em>mobile<\/em>.&nbsp; Meskipun sering dikaitkan dengan <em>hacking<\/em>. <em>Metasploit <\/em>sebenarnya&nbsp; berfungsi sebagai alat untuk membantu peneliti dan perusahaan&nbsp; mengidentifikasi serta memperbaiki celah keamanan sebelum&nbsp; disalahgunakan oleh pihak lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5.3.2 Jenis Ancaman dan Serangan <em>Mobile Hacking&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak jenis ancaman yang dapat menargetkan perangkat <em>mobile<\/em>,&nbsp; dan masing-masing ancaman tersebut bisa memiliki dampak yang merugikan&nbsp; baik bagi pengguna pribadi maupun organisasi besar. Berikut adalah beberapa&nbsp; ancaman paling umum yang dihadapi oleh perangkat <em>mobile<\/em>:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. <em>Mobile malware <\/em>adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang&nbsp; khusus untuk menyerang perangkat <em>mobile<\/em>. Ancaman ini dapat&nbsp; bervariasi dalam jenis dan fungsi, tetapi umumnya bertujuan untuk&nbsp; melakukan aktivitas merugikan bagi pengguna, seperti mencuri data atau&nbsp; merusak perangkat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. <em>Trajon <\/em>adalah jenis <em>malware <\/em>yang berpura-pura sebagai aplikasi yang&nbsp; sah. Namun, saat diunduh dan di-<em>install<\/em>, <em>trojan <\/em>dapat melakukan&nbsp; aktivitas jahat di latar belakang, seperti mencuri data pengguna,&nbsp; mengambil alih kontrol perangkat, atau menginstal perangkat lunak&nbsp; berbahaya lainnya. Pengguna sering kali tidak menyadari bahwa mereka&nbsp; telah terpengaruh hingga kerusakan sudah terjadi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. <em>Spyware <\/em>adalah aplikasi yang dirancang untuk mengumpulkan informasi&nbsp; pribadi pengguna tanpa sepengetahuan mereka. Ini termasuk data&nbsp; sensitif seperti kata sandi, kontak, pesan, atau lokasi geografis. <em>Spyware <\/em>dapat membahayakan privasi pengguna dan digunakan untuk penipuan&nbsp; identitas atau pencurian data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. <em>Ransomware <\/em>adalah jenis <em>malware <\/em>yang mengenkripsi file di perangkat&nbsp; pengguna dan meminta tebusan untuk membuka akses kembali.&nbsp; Serangan ini bisa sangat merusak, terutama jika data penting dikunci dan&nbsp; tidak ada cara untuk memulihkannya tanpa membayar tebusan.<\/p>\n\n\n\n<p>5. <em>Wi-Fi Hacking <\/em>Perangkat mobile yang terhubung ke jaringan Wi-Fi&nbsp; publik rentan terhadap serangan <em>Man in the Middle <\/em>(MitM). Dalam&nbsp; serangan ini, peretas dapat memantau dan mengubah data yang&nbsp; dikirimkan antara perangkat dan <em>server<\/em>. Pengguna yang tidak menyadari&nbsp; kerentanan ini mungkin melanjutkan aktivitas sensitif, seperti perbankan&nbsp; online, yang dapat disadap oleh peretas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>6. <em>Man in the Middle Attack <\/em>Serangan ini terjadi ketika peretas mencegat&nbsp; komunikasi antara dua pihak. Dalam konteks <em>mobile<\/em>, ini sering terjadi&nbsp; melalui jaringan Wi-Fi publik atau koneksi <em>bluetooth <\/em>yang tidak aman.&nbsp; Peretas dapat menyusup ke dalam komunikasi dan mengubah data yang&nbsp; dikirim, membuat pengguna percaya bahwa mereka sedang&nbsp; berkomunikasi dengan pihak yang sah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>7. <em>Phishing dan SMiShing <\/em>di perangkat <em>mobile <\/em>sering dilakukan melalui&nbsp; pesan teks (SMiShing) atau <em>email <\/em>yang tampak resmi tetapi sebenarnya&nbsp; berisi tautan berbahaya. Jika pengguna mengklik tautan tersebut, mereka&nbsp; akan diarahkan ke situs <em>web <\/em>palsu yang dirancang untuk mencuri&nbsp; informasi <em>login <\/em>atau data pribadi lainnya. Taktik ini memanfaatkan&nbsp; kepercayaan pengguna dan tampilan otoritas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>8. <em>Exploit Operating System<\/em>, Kerentanan dalam sistem operasi seperti&nbsp; <em>Android <\/em>atau <em>iOS <\/em>dapat menjadi pintu masuk bagi peretas. Misalnya, bug&nbsp; dalam kode dapat memungkinkan peretas untuk menjalankan kode&nbsp; berbahaya di perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. Banyak&nbsp; eksploitasi yang dieksploitasi dalam serangan besar berasal dari sistem&nbsp; operasi yang belum diperbarui dengan patch keamanan terbaru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>9. <em>SIM swapping <\/em>adalah teknik di mana peretas memanipulasi penyedia&nbsp; layanan telekomunikasi untuk memindahkan nomor telepon korban ke&nbsp; kartu SIM yang mereka kendalikan. Setelah mendapatkan kontrol atas&nbsp; nomor telepon tersebut, peretas dapat mengakses akun yang&nbsp; menggunakan autentikasi dua faktor berbasis SMS, seperti akun bank&nbsp; atau akun media sosial, sehingga meningkatkan risiko pencurian&nbsp; identitas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5.3.3 Cara Mencegah Serangan Mobile Hacking&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk melindungi perangkat <em>mobile <\/em>dari ancaman <em>hacking<\/em>, pengguna&nbsp; perlu menerapkan berbagai langkah keamanan yang dirancang untuk mencegah&nbsp; atau memitigasi dampak serangan. Beberapa langkah pencegahan penting&nbsp; meliputi:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. Menginstal Aplikasi dari Sumber Resmi: Hanya mengunduh aplikasi dari&nbsp; toko aplikasi resmi seperti <em>Google Play Store <\/em>dan <em>Apple App Store<\/em>.&nbsp; Aplikasi yang diunduh dari sumber tidak tepercaya lebih cenderung&nbsp; mengandung <em>malware <\/em>atau aplikasi berbahaya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Perbarui Sistem dan Aplikasi Secara Rutin: Pengembang sistem operasi&nbsp; dan aplikasi sering kali merilis pembaruan yang mencakup patch&nbsp; keamanan untuk memperbaiki kerentanan yang ditemukan. Pengguna&nbsp; harus memastikan bahwa perangkat mereka selalu diperbarui untuk&nbsp; melindungi dari <em>exploit <\/em>terbaru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Gunakan VPN Saat Mengakses Jaringan Publik: <em>Virtual Private Network <\/em>(VPN) mengenkripsi lalu lintas internet pengguna, yang membuatnya&nbsp; lebih sulit bagi peretas untuk melakukan serangan <em>Man in the Middle <\/em>(MitM) saat perangkat terhubung ke Wi-Fi publik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. Aktifkan Fitur Autentikasi Dua Faktor (2FA): Autentikasi dua faktor&nbsp; memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap akun penting&nbsp; dengan meminta kode verifikasi tambahan setelah pengguna memasukkan&nbsp; kata sandi. Kode ini biasanya dikirim melalui SMS, email, atau aplikasi&nbsp; autentikasi seperti <em>Google Authenticator<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>5. Nonaktifkan Wi-Fi, bluetooth, dan NFC Ketika Tidak Digunakan:&nbsp; Beberapa serangan, terutama yang melibatkan bluetooth dan Wi-Fi, dapat&nbsp; dilakukan pada perangkat <em>mobile <\/em>yang memiliki koneksi tersebut aktif&nbsp; secara terus-menerus. Sebaiknya matikan koneksi yang tidak sedang&nbsp; digunakan untuk mengurangi peluang serangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>6. Gunakan Aplikasi Keamanan <em>Mobile<\/em>: Aplikasi keamanan <em>mobile<\/em>, seperti&nbsp; <em>anti-virus <\/em>dan <em>anti-malware<\/em>, bisa membantu mendeteksi dan mencegah&nbsp; instalasi <em>malware <\/em>pada perangkat. Aplikasi ini juga memberikan&nbsp; perlindungan terhadap <em>phishing <\/em>dan situs <em>web <\/em>berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5.3.4 Solusi Serangan <em>Mobile Hacking&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika perangkat <em>mobile <\/em>diretas atau dicurigai telah disusupi, ada beberapa&nbsp; langkah yang bisa diambil untuk mengamankan kembali perangkat dan&nbsp; mengurangi kerugian:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. Hapus Aplikasi yang Mencurigakan: Jika perangkat menunjukkan&nbsp; perilaku aneh atau aplikasi yang mencurigakan diidentifikasi, segera&nbsp; hapus aplikasi tersebut. Aplikasi yang jarang digunakan juga sebaiknya&nbsp; dihapus untuk mengurangi risiko serangan di masa depan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Reset Pengaturan Pabrik: Pada kasus di mana perangkat sudah tidak dapat&nbsp; diakses atau perangkat lunak jahat terlalu sulit untuk dihapus, mereset&nbsp; perangkat ke pengaturan pabrik bisa menjadi solusi terakhir. Namun,&nbsp; tindakan ini akan menghapus semua data di perangkat, jadi pastikan untuk&nbsp; melakukan backup terlebih dahulu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Mengubah Kata Sandi dan Kredensial Penting: Setelah serangan, penting&nbsp; untuk segera mengubah semua kata sandi yang terkait dengan perangkat&nbsp; dan aplikasi penting, seperti akun email, akun media sosial, dan akun&nbsp; perbankan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. Laporkan kepada Pihak Berwenang atau Penyedia Layanan: Jika serangan&nbsp; melibatkan informasi pribadi yang penting, segera laporkan insiden&nbsp; tersebut kepada penyedia layanan terkait, seperti bank atau penyedia&nbsp; layanan telekomunikasi. Jika serangan melibatkan pencurian identitas,&nbsp; hubungi pihak berwenang setempat.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>5.3.1 Definisi dan Konsep Dasar Mobile Hacking&nbsp; Mobile hacking adalah eksploitasi perangkat mobile dengan tujuan&nbsp; memperoleh akses ilegal ke dalam sistem perangkat untuk mencuri data,&nbsp; memata-matai, atau merusak perangkat itu sendiri atau praktik yang melibatkan&nbsp; metode dan teknik untuk mendapatkan akses tidak sah ke perangkat mobile,&nbsp; seperti smartphone atau tablet. Konsep ini mencakup berbagai bentuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":28861,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-28854","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28854","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28854"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28854\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28863,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28854\/revisions\/28863"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28854"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28854"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28854"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}