{"id":28822,"date":"2025-05-28T11:35:45","date_gmt":"2025-05-28T04:35:45","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=28822"},"modified":"2025-05-28T11:35:46","modified_gmt":"2025-05-28T04:35:46","slug":"pengenalan-cyber-security-dan-sistem-operasi-linux","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/pengenalan-cyber-security-dan-sistem-operasi-linux\/","title":{"rendered":"PENGENALAN CYBER SECURITY DAN SISTEM OPERASI LINUX\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>1.3.1 Pengenalan <em>Cyber Security&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Cyber Security <\/em>adalah bidang keamanan siber yang berfokus pada&nbsp; perlindungan jaringan komputer dari ancaman siber. <em>Cyber Security <\/em>memiliki&nbsp; tiga tujuan utama; mencegah akses illegal ke sumber daya jaringan, mendeteksi&nbsp; dan menghentikan serangan siber dan pelanggaran keamanan yang sedang&nbsp; berlangsung, dan memastikan bahwa pengguna yang berwenang memiliki akses&nbsp; yang aman ke sumber daya jaringan yang mereka butuhkan saat mereka&nbsp; membutuhkannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring dengan bertambahnya ukuran dan kompleksitas jaringan, begitu&nbsp; pula dengan risiko serangan siber. Sebagai contoh, menurut laporan <em>Cost of&nbsp; Data Breach <\/em>2022 dari IBM, 83% organisasi yang disurvei mengalami lebih&nbsp; dari satu kali pelanggaran data (pelanggaran keamanan yang mengakibatkan&nbsp; akses illegal ke informasi sensitif atau rahasia). Serang-serangan ini sangat&nbsp; mahal: Biaya rata-rata global untuk pelanggaran data adalah USD 4,35 juta, dan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>biaya rata-rata pelanggaran data di Amerika Serikat lebih dari dua kali lipatnya,&nbsp; yaitu USD 9,44 juta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem cyber security bekerja pada dua tingkat; di parameter dan di dalam&nbsp; jaringan. Di parameter, kontrol keamanan mencoba menghentikan ancaman&nbsp; siber agar tidak masuk ke dalam jaringan. Namun penyerangan jaringan&nbsp; terkadang menerobos masuk, sehingga tim keamanan IT juga menempatkan&nbsp; kontrol di sekitar sumber daya di dalam jaringan, seperti laptop dan data.&nbsp; Bahkan jika penyerangan berhasil masuk, mereka tidak akan bebas berkuasa.&nbsp; Strategi ini meletakkan beberapa kontrol antara peretas dan potensi kerentanan,&nbsp; disebut \u201c<em>defense in depth<\/em>\u201d.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.3.2 Konsep CIA Triad dalam Cyber Security&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>CIA Triad adalah model penting dalam menjaga keamanan informasi,&nbsp; yang telah digunakan oleh banyak perusahaan untuk membangun sistem&nbsp; keamanan yang kuat dan menyeluruh. Model ini terdiri dari 3 aspek utama yang&nbsp; akan menjadi komponen penting dari <em>cyber security <\/em>yaitu:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. <em>Confidentiality <\/em>(Kerahasiaan) <\/strong>berkaitan dengan menjaga informasi&nbsp; agar hanya diakses oleh pihak yang berwenang, dengan tujuan&nbsp; melindungi data sensitif dari pihak yang tidak berhak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. <em>Integrity <\/em>(Integritas) <\/strong>berfokus pada memastikan bahwa informasi tetap&nbsp; akurat dan tidak diubah secara tidak sah selama penyimpanan, transmisi,&nbsp; atau pemrosesan, untuk mencegah manipulasi data.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. <em>Availability <\/em>(Ketersediaan) <\/strong>memastikan bahwa informasi selalu&nbsp; tersedia dan dapat diakses oleh pihak yang berhak saat diperlukan,&nbsp; dengan menjaga sistem tetap operasional tanpa gangguan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa contoh kontrol keamanan yang digunakan dalam&nbsp; CIA Triad model:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. <em>Confidentiality policies<\/em><\/strong>: Perusahaan dapat menetapkan aturan terkait&nbsp; akses dan penggunaan informasi sensitif, serta menentukan siapa yang&nbsp; berhak mengaksesnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. <em>Data retention policies<\/em><\/strong>: Menetapkan kebijakan retensi data&nbsp; memungkinkan perusahaan menyimpan informasi untuk jangka waktu&nbsp; yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan regulasi yang berlaku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. <em>Strong passwords<\/em><\/strong>: Mewajibkan pengguna untuk menggunakan kata&nbsp; sandi yang rumit dan kuat membantu melindungi data dari akses yang&nbsp; tidak sah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. <em>Data encryptions<\/em><\/strong>: Menggunakan enkripsi untuk melindungi data baik&nbsp; saat disimpan maupun selama pengiriman antar perangkat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. <em>IT security solutions<\/em><\/strong>: Mengimplementasikan solusi keamanan TI yang&nbsp; tangguh untuk melindungi perusahaan dari berbagai ancaman keamanan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.3.3 Tim Keamanan pada Bidang Cyber Security&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semakin berkembangnya teknologi, ancaman siber pun semakin canggih&nbsp; dan kompleks. Oleh karena itu, perusahaan dan organisasi memerlukan strategi&nbsp; yang efektif untuk melindungi sistem mereka dari serangan dan memastikan&nbsp; informasi tetap aman. Salah satu pendekatan yang banyak diterapkan dalam&nbsp; bidang keamanan siber adalah melalui penggunaan tim keamanan yang&nbsp; terstruktur dengan baik, yakni:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. <em>Red Team&nbsp;&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-58.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"235\" height=\"219\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-58.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28823\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Red Team <\/em>adalah tim yang bertugas mengevaluasi keamanan suatu sistem&nbsp; atau organisasi melalui simulasi serangan. Tujuan utama mereka adalah untuk&nbsp; mengidentifikasi kelemahan dan celah dalam infrastruktur, aplikasi, dan&nbsp; kebijakan keamanan. <em>Red Team <\/em>berperan sebagai penyerang yang mencoba&nbsp; menguji keefektifan sistem pertahanan dan mendapatkan wawasan tentang&nbsp; metode serangan dari sudut pandang penyerang. Tugas mereka mencakup&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>melakukan <em>penetration testing, social engineering<\/em>, dan pengujian keamanan&nbsp; yang lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. <em>Blue Team&nbsp;&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-60.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"219\" height=\"213\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-60.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28827 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-60.png?lossy=1&strip=1&webp=1 219w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-60-50x50.png?lossy=1&strip=1&webp=1 50w\" data-sizes=\"(max-width: 219px) 100vw, 219px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 219px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 219\/213;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Blue Team <\/em>adalah bertanggung jawab untuk mempertahankan dan&nbsp; melindungi sistem atau organisasi dari serangan <em>cyber<\/em>. Mereka bertugas me <em>monitor <\/em>dan mendeteksi ancaman keamanan, serta merespons serangan secara&nbsp; cepat. Fokus utama mereka adalah memastikan keberlanjutan operasional dan&nbsp; memperkuat sistem pertahanan. Tugas mereka meliputi konfigurasi keamanan,&nbsp; pemantauan kegiatan jaringan, analisis log, dan pemulihan sistem setelah&nbsp; serangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. <em>Purple Team&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-59.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"210\" height=\"240\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-59.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28824 lazyload\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 210px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 210\/240;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Purple Team <\/em>adalah gabungan dari <em>Red Team <\/em>dan <em>Blue Team<\/em>, dengan&nbsp; fokus pada kolaborasi antara kedua tim untuk meningkatkan keamanan secara&nbsp; menyeluruh. Tim ini bekerja sama dalam menganalisis temuan dari serangan&nbsp; simulasi <em>Red Team <\/em>dan memperbaiki kelemahan yang teridentifikasi. <em>Purple&nbsp; Team <\/em>juga berperan sebagai <em>platform <\/em>untuk berbagi pengetahuan, pengalaman,&nbsp; dan praktik terbaik antara kedua tim. Tugas mereka meliputi <em>debriefing <\/em>setelah&nbsp; serangan simulasi, mengidentifikasi tindakan perbaikan, dan&nbsp; mengimplementasikan solusi keamanan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.3.4 Sejarah Linux&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kernel Linux pada mulanya berasal dari proyek hobi mahasiswa&nbsp; Universitas Helsinki di Finlandia, Bernama Linus Torvalds. Bermula dari&nbsp; ketidakpuasan Linus terhadap kernel Minix yang dipakai di kampusnya. Orang&nbsp; yang memplubikasikan Linux di Indonesia adalah Paulus Suryono Adisoemarta&nbsp; (Bung Yono). Tahun 1992-1994 adalah masa vakum perkembangan Linux.&nbsp; Masuknya Distro Slackware (Kernel 1.0.8) ke Indonesia memicu tumbuhnya&nbsp; komunitas GNU\/LINUX di lingkungan Universitas Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.3.5 Pengertian Linux&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Linux adalah sistem operasi komputer yang bertipe Unix. Linux&nbsp; merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan&nbsp; sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak dan sumber terbuka lainnya&nbsp; pada umumnya, kode sumber linux dapat dimodifikasi, digunakan dan&nbsp; didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja. Linux juga merupakan&nbsp; sistem operasi <em>open-source <\/em>yang terkenal karena keamanan, stabilitas, dan&nbsp; fleksibelitasnya. Linux memiliki lisensi <em>General Public License <\/em>(GNU). GNU&nbsp; merupakan lisensi <em>copyleft <\/em>bebas untuk perangkat lunak yang menjamin&nbsp; kebebasan untuk mendistribusikan dan mengubah semua versi dari sebuah&nbsp; program untuk membuat program baru dengan syarat kode program yang asli&nbsp; harus disertakan, Linux bersifat terbuka (<em>open source<\/em>) siapapun individu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.3.6 Jenis-jenis Distro Linux&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa jenis Distro Linux beserta contoh Distro turunannya, yaitu: 1. Debian, mengutamakan kestabilan dan kehandalan meskipun&nbsp; mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian&nbsp; menggunakan *.deb dalam paket instalasi programnya. Distro&nbsp; turunannya: Debian, Kali Linux, Ubuntu, gOs Linux, Dream Linux, Linux&nbsp; Mint, Xandros Linux, BlankON Linux, Dewalinux, dll.<\/p>\n\n\n\n<p>2. <em>RedHat<\/em>, merupakan distro pertama yang instalasi dan pemrogramannya&nbsp; mudah. Distro berbasis <em>RedHat <\/em>menggunakan binary RPM (<em>RedHat&nbsp; Package Management<\/em>). Contoh distro dari varian ini adalah RedHat,&nbsp; Mandrake, Mandriva, PCLinuxOS, centOS, Fedora, Core, IGOS, dll.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. <em>Slackware<\/em>, bisa dikatakan Linux untuk <em>advanced<\/em>, hampir semua&nbsp; dokumentasi Linux disusun berdasarkan slackware. Semua isinya (kernel,&nbsp; library ataupun aplikasinya) sudah teruji. <em>Slackware <\/em>menganjurkan untuk&nbsp; menginstall dari <em>source <\/em>sehingga setiap program yang di-<em>install <\/em>teroptimasi dengan sistem kita. Slackware menggunakan libc5 dalam&nbsp; <em>binary\/library<\/em>-nya dan filenya menggunakan.tgz. contoh distro;&nbsp; Slackware, Slax, Zenwalk, Vektor Linux, Backtrack, KateOS, Puppy&nbsp; Linux, dll.<\/p>\n\n\n\n<p>4. SuSE distribusi dari YaST (<em>Yet Another Setup Tools<\/em>) untuk&nbsp; mengkonfigurasi sistem merupakan distribusi Linux yang peng- install nya menggunakan bahasa Indonesia. Contoh distro; SuSE Linux&nbsp; Enterprise, OpenSuse, dll.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>5. Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian&nbsp; dan memiliki <em>interface <\/em>desktop. Proyek Ubuntu disponsori oleh <em>Canocical&nbsp; Ltd <\/em>(Perusahaan milik Mark Shuttleworth).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>6. Kali Linux merupakan sebuah sistem Operasi yang dibangun berbasis&nbsp; Debian yang merupakan distribusi dari induknya, yaitu Linux. Kali Linux&nbsp; sendiri dikembangkan oleh Lembaga yang Bernama <em>Offensive Security<\/em>.&nbsp; Bukan dibangun dari dasar, Kali sendiri merupakan <em>development project&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>dari raksasa besar <em>Penetration Tool OS<\/em>, yaitu <em>BackTrack<\/em>. Sebelum Kali&nbsp; Linux, <em>Backtrack <\/em>sudah digunakan sebagai alat penetrasi keamanan&nbsp; komputer terbaik yang pernah ada. Walaupun ada juga beberapa OS yang&nbsp; memiliki fungsi yang sama seperti <em>BlackArch, BAckBox<\/em>, dll.<\/p>\n\n\n\n<p>7. BSD, beberapa distro BSD dikembangkan berdasarkan <em>source code <\/em>yang&nbsp; dikenal sebagai 4,4BSD-Lite. Contoh distro; FreeBSD, OpenBSD,&nbsp; NetBSD, DragonflyBSD, PcBSD.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.3.7 Kelebihan dan Kekurangan Kali Linux&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kelebihan Kali Linux:&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. <em>Streaming Security <\/em>serta <em>update package <\/em>dari repositori Debian&nbsp; Sinkronisasi dengan repositori Debian 4 kali sehari, terus memberikan&nbsp; update paket terbaru dan perbaikan keamanan yang tersedia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. <em>Packaging <\/em>File Debian dari masing-masing <em>tool <\/em>di kali, jadi <em>tools <\/em>di Kali&nbsp; Linux bisa digunakan oleh distro yang lain yang masih turunan dari Linux&nbsp; Debian, seperti Ubuntu, Blankon, dll.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Pemaketan\/packaging jangka Panjang &amp; sering maintenance pada bug di <em>tools<\/em>-nya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. Bisa menggunakan banyak desktop environment misal KDE, LXDE,&nbsp; XFCE.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>5. Kemudahan update untuk versi Kali Linux terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p>6. Support jangka panjang pada pengembangan jangka panjang pada ARM <em>Hardware&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>7. Automatis Instalasi pada Kali&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>8. Kustomisasi ISO &amp; Boostraps&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kekurangan Kali Linux:&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Sistem operasi Kali Linux sulit untuk dipelajari, terutama yang belum&nbsp; mempunyai kemampuan komputer sama sekali.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Belum banyak aplikasi yang mendukung Linux.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Tampilan dari sistem operasi ini kurang menarik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. Tidak banyak dukungan dari <em>Hardware <\/em>tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.3.8 Alasan Memilih Kali Linux&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Kali Linux merupakan sistem operasi yang bersifat <em>free license <\/em>alias&nbsp; gratis. Tidak perlu membayar untuk mendapatkan Linux, bukan bajakan.&nbsp; Siapa saja bisa mengembangkannya secara bebas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Keamanan menggunakan Kali Linux lebih terjamin dibandingkan&nbsp; Windows. Virus pun tidak mudah tersebar karena sifatnya yang multiuser,&nbsp; sehingga virus tidak mampu menyebar dari <em>user <\/em>satu pada <em>user <\/em>lainnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1.3.9 Fitur-fitur Kali Linux&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sistem operasi Kali Linux merupakan pengembangan dari sistem operasi&nbsp; <em>BackTrack <\/em>Linux yang sudah disempurnakan, berikut beberapa fitur Kali Linux&nbsp; yang akan dirangkum dalam beberapa poin, yaitu:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Gratis&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kali Linux akan selalu gratis dipakai oleh siapapun, dan kapanpun. <strong>2. <em>Package <\/em>yang dapat diubah sepenuhnya&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Yaitu dapat diubah isi dari Kali Linux sendiri, seperti tampilan <em>User&nbsp; Interface, package <\/em>aplikasi, dan lain-lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. FHS <em>Compliant System<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada FHS <em>Compliant System<\/em>, untuk menjalankan suatu aplikasi tidak&nbsp; perlu melalui direktori asal, misalnya pada terminal <em>console <\/em>cukup&nbsp; menuliskan aplikasi apa yang ingin dijalankan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Lebih dari 300 <em>tool Penetration Tester&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tools Penetration Tester <\/em>seperti <em>Aircrack, Asleap, Bluelog, Bluemaho <\/em>yang digunakan untuk wireless attack, seperti penyadapan <em>wifi, traffic&nbsp; monitoring\u00b8man in the middle<\/em>, dan lain-lain.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Merupakan yang terbaik untuk <em>hacking <\/em>dan keamanan <\/strong>Muncul pada saat 2006, Kali Linux dinobatkan menjadi sistem operasi&nbsp; terbaik untuk kebutuhan hacking dan keamanan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>6. Mempunyai banyak bahasa yang bisa digunakan&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun mayoritas petunjuk ditulis dengan bahasa Inggris, tetapi&nbsp; pengguna dapat memilih bahsa lain yang sesuai dengan bahsa yang&nbsp; mereka gunakan, seperti Bahasa Indonesia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>7. Berjalan pada Kernel Linux 4.0&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berfungsi sebagai <em>task switching, multitasking<\/em>, melakukan tugas-tugas&nbsp; network serta mengatur penggunaan memori, dengan versi 4.0 merupakan Kernel yang lebih efesien dan lebih terbaru.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>8. Menggunakan desktop GNOME 3, bukan GNOME fallback&nbsp; <\/strong>GNOME (<em>GNU Network Model Environment<\/em>) adalah versi terbaru dari&nbsp; GNOME yang dijalankan pada versi Ubuntu 11.10 yang mana lebih <em>user friendly <\/em>dibandingkan dengan GNOME versi sebelumnya. <strong>9. <em>In-built screencasting tool&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada versi <em>BackTrack <\/em>tidak ada fitur ini, fitur ini dapat digunakan untuk&nbsp; merekam desktop, sehingga tidak perlu rumit untuk merekam apa yang&nbsp; ditampilkan di <em>desktop <\/em>dan repot-repot mencari <em>tool <\/em>yang lain. <strong>10. Dukungan Ruby 2.0&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan dukungan Ruby 2.0, membuat Metasploit memuat lebih cepat. <strong>11. Dukungan perangkat yang luas&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kompatibilitas terhadap perangkat-perangkat eksternal seperti SS (<em>Solid State Drive<\/em>), USB (<em>Universal Serial Bus<\/em>), <em>Keyboard <\/em>eksternal, dan lain lain.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1.3.1 Pengenalan Cyber Security&nbsp; Cyber Security adalah bidang keamanan siber yang berfokus pada&nbsp; perlindungan jaringan komputer dari ancaman siber. Cyber Security memiliki&nbsp; tiga tujuan utama; mencegah akses illegal ke sumber daya jaringan, mendeteksi&nbsp; dan menghentikan serangan siber dan pelanggaran keamanan yang sedang&nbsp; berlangsung, dan memastikan bahwa pengguna yang berwenang memiliki akses&nbsp; yang aman ke sumber [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":28305,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-28822","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28822","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28822"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28822\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28829,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28822\/revisions\/28829"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28305"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}