{"id":28817,"date":"2025-05-28T11:33:45","date_gmt":"2025-05-28T04:33:45","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=28817"},"modified":"2025-05-28T11:33:46","modified_gmt":"2025-05-28T04:33:46","slug":"migration-data","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/migration-data\/","title":{"rendered":"Migration Data\u00a0"},"content":{"rendered":"<p><strong>8.2 <em>Migration <\/em>Data&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-56.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"453\" height=\"302\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-56.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28819\" srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-56.png?lossy=1&strip=1&webp=1 453w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-56-300x200.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-56-255x170.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" sizes=\"(max-width: 453px) 100vw, 453px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Gambar1 Migration <\/em>Data&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Migrasi data adalah proses memindahkan data dari satu sistem penyimpanan&nbsp; atau platform komputasi ke sistem lain yang lebih sesuai atau modern. Proses ini tidak&nbsp; hanya melibatkan pemindahan fisik data, tetapi juga mencakup pemilihan metode yang&nbsp; tepat untuk memastikan bahwa data tetap aman, utuh, dan dapat diakses di lingkungan&nbsp; baru. Migrasi data menjadi salah satu komponen krusial dalam transformasi digital,&nbsp; terutama saat perusahaan beralih dari infrastruktur TI tradisional yang berbasis on&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>premises menuju solusi komputasi <em>cloud<\/em>. Proses ini memungkinkan organisasi untuk&nbsp; meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya, dan memanfaatkan fleksibilitas&nbsp; serta skalabilitas yang ditawarkan oleh lingkungan <em>cloud<\/em>. Namun, migrasi data juga&nbsp; membutuhkan perencanaan yang matang untuk mengatasi potensi risiko seperti&nbsp; hilangnya data, downtime, atau masalah kompatibilitas antara sistem lama dan yang&nbsp; baru. Pada akhirnya, suksesnya migrasi data berperan penting dalam keberhasilan&nbsp; seluruh migrasi infrastruktur TI ke <em>cloud<\/em>, karena data yang dipindahkan menjadi dasar&nbsp; dari operasional bisnis di lingkungan <em>cloud <\/em>yang baru, Proses ini dapat melibatkan:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. Migrasi ke cloud: Memindahkan data dari server fisik atau lokal ke cloud. 2. Migrasi antar cloud: Memindahkan data antar penyedia layanan cloud, misalnya&nbsp; dari AWS ke Google Cloud.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Migrasi hybrid: Memadukan data lokal dan cloud.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>8.3 Tujuan <em>Migration <\/em>Data&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Data pengguna <em>cloud<\/em>, umumnya suatu organisasi tersebar di berbagai lokasi, termasuk&nbsp; penyimpanan fisik, <em>server on-premise<\/em>, server <em>virtual<\/em>, komputer individu, serta di dalam&nbsp; berbagai aplikasi. Selain itu, data disimpan dalam beragam format dan tipe yang&nbsp; berbeda-beda. Pengguna memindahkan data dari satu lokasi, perangkat, atau aplikasi&nbsp; ke lokasi lain karena berbagai alasan. Adapun tujuan dari migrasi data adalah sebagai&nbsp; berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. Menggabungkan sumber daya&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Mengintegrasikan data untuk analisis&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Mengurangi biaya penyimpanan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. Memusatkan data bisnis&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>5. Menggunakan aplikasi baru&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>6. Mengarsipkan data warisan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>7. Menggunakan data untuk tujuan yang berbeda&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>8. Mentransfer kepemilikan data&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>9. Meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan penanganan data&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>8.4 <em>Migration <\/em>Data <em>to Cloud&nbsp;<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-57.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"504\" height=\"283\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-57.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28818 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-57.png?lossy=1&strip=1&webp=1 504w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-57-300x168.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-57-255x143.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 504px) 100vw, 504px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 504px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 504\/283;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Gambar 2 Migration <\/em>Data <em>to Cloud&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, berbagai perusahaan menghasilkan data dalam jumlah yang semakin besar dan&nbsp; menghadapi tekanan untuk mengoptimalkan nilai yang bisa diperoleh dari data&nbsp; tersebut. Dalam kondisi ini, keberhasilan bisnis semakin bergantung pada pemilihan&nbsp; lingkungan yang tepat untuk mendukung beban kerja, serta memastikan data disimpan&nbsp; dengan efisien dan mudah diakses.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak organisasi memutuskan untuk memindahkan beban kerja mereka ke <em>cloud<\/em>,&nbsp; dengan tujuan mengoperasikan aplikasi di lingkungan TI yang lebih hemat biaya dan&nbsp; memberikan kinerja yang optimal. Memilih solusi migrasi data yang sesuai merupakan&nbsp; langkah kunci dalam perencanaan migrasi ke <em>cloud <\/em>dan harus dipertimbangkan sejak&nbsp; tahap awal proses ini. Ada beberapa opsi yang dapat digunakan untuk mentransfer data&nbsp; dari pusat data lokal ke <em>cloud<\/em>, namun secara umum, pilihan tersebut dapat dibagi&nbsp; menjadi dua kategori utama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. Migrasi <em>online<\/em>, di mana data bergerak melintasi Internet atau koneksi WAN pribadi&nbsp; atau khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Migrasi <em>offline<\/em>, di mana data ditransfer melalui alat penyimpanan yang dikirim&nbsp; secara fisik antara pusat data asal dan lokasi penyimpanan <em>cloud <\/em>target.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>8.4.1 Jenis Migrasi Data ke Cloud&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Migrasi Storage&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Migrasi storage adalah proses memindahkan data dari media penyimpanan lokal&nbsp; (seperti server on-premise, hard drive, atau NAS) ke layanan penyimpanan cloud.&nbsp; Penyimpanan cloud menyediakan skalabilitas tinggi, redundansi, dan aksesibilitas&nbsp; global. Contoh Layanan Storage Cloud:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>a. Amazon S3: Penyimpanan objek yang ideal untuk data tidak terstruktur seperti&nbsp; file media, backup, atau log.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>b. Google Cloud Storage: Menyediakan penyimpanan objek dengan berbagai kelas&nbsp; akses (Standard, Nearline, Coldline, dan Archive).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>c. Azure Blob Storage: Dirancang untuk menyimpan data tidak terstruktur seperti&nbsp; file teks atau gambar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Migrasi Database&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Migrasi database adalah proses memindahkan database dari server lokal atau&nbsp; penyedia cloud tertentu ke lingkungan cloud lainnya. Database yang dimigrasikan&nbsp; bisa berupa relasional (seperti MySQL, PostgreSQL) atau non-relasional (seperti&nbsp; MongoDB, Cassandra). Contoh Layanan Database Cloud:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>a. Amazon RDS (Relational Database Service)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>b. Google Cloud Spanner (Database global dengan konsistensi tinggi) c. Azure Cosmos DB (Non-relasional dengan model multi-data)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Migrasi Aplikasi&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Migrasi aplikasi adalah proses memindahkan aplikasi berbasis server dari&nbsp; infrastruktur lokal atau lama ke lingkungan cloud-native. Dalam lingkungan cloud native, aplikasi sering dimodifikasi untuk memanfaatkan fitur cloud seperti&nbsp; autoscaling, load balancing, dan microservices. Contoh Layanan untuk Migrasi&nbsp; Aplikasi:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>a. AWS Elastic Beanstalk: Untuk aplikasi berbasis web.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>b. Google Kubernetes Engine (GKE): Untuk aplikasi berbasis container. c. Azure App Service: Untuk aplikasi berbasis .NET atau Node.js.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>8.5 Keuntungan <em>Migration <\/em>Data&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Migrasi ke <em>cloud <\/em>menawarkan berbagai manfaat yang signifikan bagi perusahaan dalam&nbsp; meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan keamanan operasional. Berikut adalah&nbsp; beberapa keuntungan utama yang diperoleh dari migrasi <em>cloud<\/em>:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>1. Penghematan Biaya&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu keuntungan utama migrasi <em>cloud <\/em>adalah pengurangan biaya infrastruktur TI.&nbsp; Perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan dana besar untuk membeli dan memelihara&nbsp; perangkat keras atau mengelola pusat data fisik. Dengan model pembayaran&nbsp; berdasarkan penggunaan (<em>pay<\/em>&#8211;<em>as<\/em>&#8211;<em>you<\/em>&#8211;<em>go<\/em>), perusahaan hanya membayar sumber daya&nbsp; yang digunakan, sehingga dapat mengurangi biaya operasional secara keseluruhan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Kemampuan untuk Skalabilitas&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Cloud <\/em>memberikan kemampuan bagi perusahaan untuk dengan mudah menyesuaikan&nbsp; sumber daya sesuai kebutuhan. Dalam situasi di mana beban kerja meningkat atau&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>berkurang, perusahaan dapat dengan cepat menambah atau mengurangi kapasitas tanpa&nbsp; harus melakukan investasi tambahan pada perangkat keras.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Fleksibilitas dan Akses Jarak Jauh&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memanfaatkan <em>cloud<\/em>, data dan aplikasi dapat diakses dari mana saja selama&nbsp; ada koneksi internet. Ini meningkatkan fleksibilitas kerja dan memungkinkan karyawan&nbsp; untuk bekerja dari berbagai lokasi, tanpa batasan fisik dalam mengakses data. 4. Keamanan yang Lebih Baik&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Layanan <em>cloud <\/em>biasanya dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan canggih seperti&nbsp; enkripsi data, manajemen identitas, dan kontrol akses yang ketat. Banyak penyedia&nbsp; <em>cloud <\/em>juga mengikuti standar keamanan internasional, memberikan lapisan&nbsp; perlindungan ekstra yang sulit dicapai dengan infrastruktur on-premise.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>5. Peningkatan Performa dan Kecepatan&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Layanan <em>cloud <\/em>dioptimalkan untuk memberikan kinerja tinggi, termasuk kecepatan&nbsp; akses data yang lebih baik dan latensi yang rendah. Selain itu, pemeliharaan dan&nbsp; pembaruan infrastruktur dilakukan secara otomatis oleh penyedia <em>cloud<\/em>, sehingga&nbsp; perusahaan dapat fokus pada aktivitas inti bisnis mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>6. Dukungan untuk Inovasi&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Cloud <\/em>memungkinkan akses cepat ke teknologi baru seperti kecerdasan buatan, analitik&nbsp; data, dan pembelajaran mesin. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih cepat&nbsp; berinovasi dan mengembangkan solusi canggih dengan waktu implementasi yang lebih&nbsp; singkat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>7. Solusi <em>Backup <\/em>dan Pemulihan Bencana&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Cloud <\/em>menawarkan solusi yang efisien untuk pencadangan dan pemulihan data. Dengan&nbsp; data yang disimpan di berbagai lokasi, perusahaan dapat mengurangi risiko kehilangan&nbsp; data akibat bencana atau kegagalan sistem dan memulihkan operasional lebih cepat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>8.6 Kekurangan Dari <em>Migration <\/em>Data&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun manfaat modernisasi sistem TI lebih besar daripada risiko yang terkait&nbsp; dengan migrasi data terutama dalam jangka panjang migrasi data dapat berisiko dan&nbsp; menimbulkan stres. Berikut ini beberapa risiko yang harus diperhitungkan: 1. Keamanan: Pastikan semua data terenkripsi dengan aman sebelum migrasi. Untuk&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>migrasi <em>offline <\/em>yang melibatkan pengiriman perangkat penyimpanan data, verifikasi&nbsp; keamanan layanan pengiriman dan logistik pengirim.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>2. Waktu transfer yang lama: Mungkin sulit untuk memprediksi waktu transfer online&nbsp; dengan akurasi penuh. Kemacetan jaringan dapat membatasi kecepatan koneksi,&nbsp; atau keterbatasan perangkat keras sistem dapat membatasi jumlah data yang dapat&nbsp; dibaca atau ditulis pada perangkat keras tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>3. Biaya yang lebih tinggi dari perkiraan: Biaya yang tidak diantisipasi sering kali&nbsp; diakibatkan oleh perencanaan yang tidak tepat. Misalnya, <em>transfer online <\/em>yang&nbsp; memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan akan dikenakan biaya tambahan.&nbsp; Menyimpan alat penyimpanan yang disediakan vendor lebih lama dari waktu yang&nbsp; Anda sepakati (yang dapat diakibatkan oleh pemindahan data ke alat tersebut atau&nbsp; penundaan pengiriman) juga dapat menimbulkan biaya tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>8.7 Layanan <em>Migration <\/em>Data&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam migrasi data ke <em>cloud<\/em>, terdapat berbagai layanan yang dapat membantu&nbsp; perusahaan dalam memindahkan data mereka dengan aman dan efisien. Berikut adalah&nbsp; beberapa layanan utama yang biasanya digunakan untuk migrasi data: 1. <em>AWS Data Migration Service <\/em>(AWS DMS)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>AWS DMS adalah layanan migrasi data yang membantu perusahaan memindahkan data&nbsp; dari sumber <em>on-premise <\/em>atau <em>database <\/em>lain ke <em>Amazon Web Services <\/em>(AWS). Layanan&nbsp; ini mendukung migrasi <em>database <\/em>secara <em>real-time <\/em>dengan <em>downtime <\/em>minimal, serta&nbsp; dapat menangani berbagai tipe data seperti SQL, NoSQL, dan data warehouse.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>2. Google Cloud Data Transfer&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Google Cloud <\/em>menyediakan berbagai opsi untuk mentransfer data ke <em>cloud<\/em>, baik&nbsp; melalui jaringan atau menggunakan perangkat fisik. Opsi ini termasuk <em>Storage Transfer Service <\/em>untuk migrasi data ke <em>Google Cloud Storage <\/em>dan <em>Transfer Appliance <\/em>yang&nbsp; memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar melalui perangkat penyimpanan&nbsp; fisik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>3. Azure Migrate&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Azure Migrate <\/em>adalah layanan yang disediakan oleh <em>Microsoft Azure <\/em>untuk membantu&nbsp; migrasi data dan beban kerja ke <em>cloud<\/em>. Layanan ini mendukung migrasi server,&nbsp; <em>database<\/em>, aplikasi <em>web<\/em>, dan data virtualisasi dari infrastruktur lokal atau <em>cloud <\/em>lain ke&nbsp; <em>platform Azure<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>4. IBM <em>Cloud Mass Data Migration&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Layanan ini memungkinkan organisasi memindahkan data dalam jumlah besar ke IBM&nbsp; <em>Cloud <\/em>dengan menggunakan perangkat fisik yang aman. Ini adalah solusi ideal bagi&nbsp; perusahaan yang memiliki data dalam jumlah besar atau terbatas dalam hal konektivitas&nbsp; jaringan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>5. Oracle Cloud Infrastructure Data Transfer Service&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Oracle <\/em>menyediakan layanan transfer data yang dirancang khusus untuk memindahkan&nbsp; data dalam skala besar ke <em>Oracle Cloud Infrastructure<\/em>. Perusahaan dapat memilih&nbsp; untuk menggunakan transfer jaringan atau perangkat fisik tergantung pada <em>volume <\/em>data&nbsp; dan kebutuhan spesifik mereka.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>6. <em>Snowball <\/em>(AWS <em>Snowball <\/em>&amp; AWS <em>Snowball Edge<\/em>)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>AWS <em>Snowball <\/em>adalah layanan pengiriman perangkat fisik yang memungkinkan&nbsp; <em>transfer <\/em>data dalam jumlah besar secara cepat ke AWS <em>Cloud<\/em>. Layanan ini sangat&nbsp; berguna untuk perusahaan yang memiliki koneksi internet lambat atau memiliki data&nbsp; dalam jumlah sangat besar yang sulit ditransfer melalui jaringan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>7. <em>CloudEndure Migration <\/em>(AWS)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>CloudEndure Migration <\/em>adalah layanan AWS yang menyederhanakan migrasi aplikasi&nbsp; dari infrastruktur <em>on-premise<\/em>, <em>private cloud<\/em>, atau <em>public cloud <\/em>lainnya ke AWS.&nbsp; Layanan ini dapat melakukan replikasi <em>real-time <\/em>dari aplikasi yang berjalan,&nbsp; memastikan migrasi cepat dan minim gangguan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>8. Google BigQuery Data Transfer Service&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Layanan ini memungkinkan perusahaan untuk memindahkan data dari berbagai sumber&nbsp; seperti SaaS, data <em>warehouse<\/em>, atau penyimpanan lokal ke Google <em>BigQuery, <\/em>sebuah&nbsp; layanan analitik data. Layanan ini membantu dalam migrasi dan integrasi data dengan&nbsp; fokus pada big data dan analisis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>9. Azure Data Box&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Azure Data Box <\/em>adalah perangkat fisik yang disediakan oleh Microsoft untuk&nbsp; mentransfer data dalam skala besar ke <em>cloud Azure<\/em>. Perusahaan dapat mengirimkan data&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>melalui perangkat ini jika koneksi jaringan tidak memadai untuk mentransfer data&nbsp; dalam jumlah besar.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>8.2 Migration Data&nbsp; Gambar1 Migration Data&nbsp; Migrasi data adalah proses memindahkan data dari satu sistem penyimpanan&nbsp; atau platform komputasi ke sistem lain yang lebih sesuai atau modern. Proses ini tidak&nbsp; hanya melibatkan pemindahan fisik data, tetapi juga mencakup pemilihan metode yang&nbsp; tepat untuk memastikan bahwa data tetap aman, utuh, dan dapat diakses di lingkungan&nbsp; baru. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":28819,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-28817","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28817"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28821,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28817\/revisions\/28821"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}