{"id":28783,"date":"2025-05-28T10:59:26","date_gmt":"2025-05-28T03:59:26","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=28783"},"modified":"2025-05-28T11:04:34","modified_gmt":"2025-05-28T04:04:34","slug":"multi-chain-interoperabilitas-mengapa-web3-wallet-modern-mendukung-berbagai-jaringan-blockchain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/multi-chain-interoperabilitas-mengapa-web3-wallet-modern-mendukung-berbagai-jaringan-blockchain\/","title":{"rendered":"Multi-Chain &amp; Interoperabilitas: Mengapa Web3 Wallet Modern Mendukung Berbagai Jaringan Blockchain"},"content":{"rendered":"\n<p>Dunia <strong>Web3<\/strong>\u2014dengan janji desentralisasi, kepemilikan data sejati, dan ekonomi <em>blockchain<\/em> yang transparan\u2014telah membuka era baru bagi internet. Di jantung ekosistem ini, <strong>crypto wallet<\/strong> telah berevolusi dari sekadar tempat penyimpanan aset digital menjadi <strong>gerbang utama<\/strong> bagi pengguna untuk berinteraksi dengan ribuan aplikasi terdesentralisasi (dApps), menjelajahi dunia NFT, dan berpartisipasi dalam Desentralisasi Keuangan (DeFi). Namun, seiring dengan pertumbuhan Web3, muncul sebuah tantangan: <strong>fragmentasi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Awalnya, <em>blockchain<\/em> seperti Ethereum menjadi rumah bagi sebagian besar inovasi awal. Tapi kini, kita menyaksikan ledakan <em>blockchain<\/em> baru\u2014mulai dari Solana, Avalanche, Polygon, BNB Chain, hingga berbagai <em>Layer-2 solution<\/em> seperti Arbitrum dan Optimism. Setiap <em>blockchain<\/em> ini menawarkan keunggulan uniknya sendiri dalam hal kecepatan, biaya transaksi, atau fungsionalitas. Pertanyaannya, bagaimana seorang pengguna bisa menavigasi ekosistem yang begitu beragam ini tanpa harus memiliki belasan <em>wallet<\/em> yang berbeda?<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah konsep <strong>multi-chain<\/strong> dan <strong>interoperabilitas<\/strong> menjadi krusial, dan <strong>Web3 wallet modern<\/strong> adalah kunci untuk mewujudkannya. Artikel ini akan menyelami lebih dalam mengapa Web3 wallet masa kini dirancang untuk mendukung berbagai jaringan <em>blockchain<\/em>, bagaimana fitur ini bekerja di balik layar, serta manfaat dan tantangan yang menyertai masa depan <em>multi-chain<\/em> yang terhubung.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dunia Blockchain yang Berfragmentasi: Mengapa Tidak Ada Satu Blockchain untuk Semua?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika <em>blockchain<\/em> pertama kali muncul dengan Bitcoin, visi awalnya mungkin adalah satu jaringan global yang tunggal. Namun, seiring perkembangannya, menjadi jelas bahwa tidak ada satu <em>blockchain<\/em> pun yang dapat secara efisien memenuhi semua kebutuhan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Trilema Blockchain:<\/strong> Kebanyakan <em>blockchain<\/em> menghadapi &#8220;Trilema Blockchain,&#8221; yaitu sulit untuk mencapai tiga hal sekaligus: <strong>Desentralisasi, Keamanan, dan Skalabilitas.<\/strong> Beberapa <em>blockchain<\/em> memprioritaskan keamanan dan desentralisasi (misalnya, Ethereum), tetapi seringkali mengorbankan skalabilitas (biaya transaksi tinggi, kecepatan lambat). Lainnya memprioritaskan kecepatan dan skalabilitas, tetapi mungkin sedikit mengorbankan desentralisasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kebutuhan Spesifik:<\/strong> Berbagai aplikasi membutuhkan karakteristik <em>blockchain<\/em> yang berbeda:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>DeFi:<\/strong> Membutuhkan keamanan tinggi, tetapi biaya transaksi bisa menjadi hambatan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>NFT:<\/strong> Membutuhkan biaya transaksi rendah dan kecepatan untuk <em>minting<\/em> dan perdagangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gaming:<\/strong> Membutuhkan transaksi mikro yang sangat cepat dan biaya nol untuk pengalaman <em>gameplay<\/em> yang mulus.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Supply Chain:<\/strong> Membutuhkan transparansi dan efisiensi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Inovasi dan Eksperimen:<\/strong> Komunitas <em>developer<\/em> terus berinovasi dan mencoba arsitektur <em>blockchain<\/em> baru, yang menghasilkan berbagai jaringan dengan desain yang berbeda-beda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ekosistem yang Beragam:<\/strong> Setiap <em>blockchain<\/em> mengembangkan ekosistem dApps, <em>developer<\/em>, dan komunitasnya sendiri, menciptakan jaringan nilai yang unik.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Hasilnya adalah sebuah &#8220;multi-chain world&#8221;\u2014dunia di mana banyak <em>blockchain<\/em> yang berbeda hidup berdampingan. Tantangan utamanya adalah bagaimana aset dan informasi dapat bergerak dengan mulus di antara <em>blockchain<\/em> ini, dan bagaimana pengguna dapat mengakses semuanya dari satu titik.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Multi-Chain Wallet: Gerbang ke Berbagai Dunia Digital<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-51.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"275\" height=\"183\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-51.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-28790\" style=\"width:401px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-51.png?lossy=1&strip=1&webp=1 275w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/image-51-255x170.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" sizes=\"(max-width: 275px) 100vw, 275px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Multi-chain wallet<\/strong> adalah jenis <em>crypto wallet<\/em> yang dirancang untuk memungkinkan pengguna mengelola aset digital (kripto dan NFT) serta berinteraksi dengan dApps di <strong>berbagai jaringan <em>blockchain<\/em> yang berbeda<\/strong> dari satu <em>interface<\/em> tunggal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Multi-Chain Wallet Bekerja?<\/h3>\n\n\n\n<p>Alih-alih membutuhkan <em>wallet<\/em> terpisah untuk Ethereum, BNB Chain, Polygon, Solana, dan lainnya, <em>multi-chain wallet<\/em> mengintegrasikan dukungan untuk banyak <em>blockchain<\/em> dalam satu aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Manajemen Kunci Universal:<\/strong> Meskipun <em>wallet<\/em> mendukung banyak <em>blockchain<\/em>, seringkali ia menggunakan satu set <em>seed phrase<\/em> (frasa pemulihan) utama untuk menghasilkan kunci privat untuk semua <em>blockchain<\/em> yang kompatibel. Ini sangat menyederhanakan manajemen keamanan bagi pengguna.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemahaman Protokol Beragam:<\/strong> <em>Multi-chain wallet<\/em> memiliki logika internal untuk memahami dan berinterinteraksi dengan protokol <em>blockchain<\/em> yang berbeda (misalnya, ERC-20, ERC-721 di Ethereum\/EVM-compatible chains; SPL Tokens di Solana).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tampilan Aset Terkonsolidasi:<\/strong> Pengguna dapat melihat semua aset mereka (kripto dan NFT) dari berbagai <em>blockchain<\/em> dalam satu dasbor terpadu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Switching Jaringan yang Mudah:<\/strong> Aplikasi <em>wallet<\/em> memungkinkan pengguna untuk dengan mudah beralih antar jaringan <em>blockchain<\/em> (misalnya, dari Ethereum Mainnet ke Polygon, atau ke BNB Chain) hanya dengan beberapa klik, tanpa perlu mengimpor <em>wallet<\/em> baru atau mengubah pengaturan yang rumit.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Interaksi dApps Lintas Jaringan:<\/strong> Ketika pengguna mengunjungi dApps yang berjalan di <em>blockchain<\/em> berbeda, <em>multi-chain wallet<\/em> dapat secara otomatis mendeteksi jaringan yang benar atau meminta pengguna untuk beralih jaringan, lalu memungkinkan interaksi (misalnya, penandatanganan transaksi) dengan dApp tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Multi-Chain Wallet Populer:<\/strong> MetaMask, Trust Wallet, Phantom (berkembang menjadi <em>multi-chain<\/em>), Coinbase Wallet, Rainbow Wallet.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/bitcoin-mining-solusi-ekonomi-digital-atau-perusak-bumi-digital\/\"><strong>Bitcoin Mining: Solusi Ekonomi Digital atau Perusak Bumi Digital?<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Interoperabilitas: Menghubungkan Jaringan Blockchain<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun <em>multi-chain wallet<\/em> memungkinkan pengguna mengakses berbagai jaringan dari satu tempat, konsep <strong>interoperabilitas<\/strong> melangkah lebih jauh. Interoperabilitas adalah kemampuan <em>blockchain<\/em> yang berbeda untuk <strong>berkomunikasi, bertukar data, dan mentransfer aset secara langsung<\/strong> satu sama lain. Ini adalah jembatan yang memungkinkan aset atau informasi yang ada di satu <em>blockchain<\/em> untuk memiliki nilai atau fungsi di <em>blockchain<\/em> lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mekanisme Interoperabilitas Utama:<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Bridge (Jembatan Lintas Rantai):<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cara Kerja:<\/strong> Bridge adalah protokol atau dApp yang memungkinkan pengguna untuk mentransfer aset dari satu <em>blockchain<\/em> ke <em>blockchain<\/em> lain. Biasanya, aset di <em>blockchain<\/em> sumber akan &#8220;dikunci&#8221; atau &#8220;dibakar&#8221;, dan aset yang setara akan &#8220;dicetak&#8221; atau &#8220;dibuat&#8221; di <em>blockchain<\/em> tujuan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tujuan:<\/strong> Memindahkan <em>cryptocurrency<\/em> (misalnya, ETH dari Ethereum ke wETH di Polygon) atau NFT antar jaringan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penting:<\/strong> Bridge adalah komponen kritis untuk ekonomi <em>multi-chain<\/em>, tetapi juga merupakan target serangan yang signifikan karena melibatkan penyimpanan aset yang terkunci.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Atomic Swaps:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cara Kerja:<\/strong> Memungkinkan pertukaran <em>cryptocurrency<\/em> langsung antar <em>blockchain<\/em> yang berbeda tanpa perlu pihak ketiga tepercaya (seperti bursa terpusat). Menggunakan <em>smart contract<\/em> dan teknik kriptografi seperti <em>Hash Timelock Contracts<\/em> (HTLCs) untuk memastikan bahwa transaksi terjadi secara &#8220;all-or-nothing&#8221;.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tujuan:<\/strong> Transaksi peer-to-peer lintas <em>blockchain<\/em> yang lebih aman dan terdesentralisasi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cross-Chain Protocols:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cara Kerja:<\/strong> Protokol yang dirancang khusus untuk memungkinkan komunikasi dan interaksi langsung antar <em>blockchain<\/em>. Contoh: <strong>LayerZero, Wormhole, Cosmos IBC (Inter-Blockchain Communication Protocol)<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tujuan:<\/strong> Memungkinkan dApps untuk beroperasi di beberapa <em>blockchain<\/em> sekaligus, atau memfasilitasi pertukaran data dan pesan yang kompleks antar jaringan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dampak:<\/strong> Mengarah pada aplikasi Web3 yang lebih terdesentralisasi dan tangguh, tidak terikat pada satu <em>blockchain<\/em> saja.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Wrapped Tokens<\/em>:<\/strong>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cara Kerja:<\/strong> Membuat representasi <em>token<\/em> dari satu <em>blockchain<\/em> di <em>blockchain<\/em> lain. Misalnya, wBTC (Wrapped Bitcoin) adalah versi Bitcoin yang berbasis ERC-20 di Ethereum. Bitcoin asli dikunci di alamat tertentu, dan wBTC dicetak di Ethereum.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tujuan:<\/strong> Membawa likuiditas dari satu <em>blockchain<\/em> ke <em>blockchain<\/em> lain dan memungkinkan aset yang tidak kompatibel untuk digunakan di ekosistem dApp yang berbeda (misalnya, menggunakan Bitcoin di DeFi Ethereum).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Multi-Chain dan Interoperabilitas Krusial untuk Masa Depan Web3?<\/h2>\n\n\n\n<p>Kemampuan <em>wallet<\/em> untuk mendukung <em>multi-chain<\/em> dan hadirnya solusi interoperabilitas adalah kunci untuk mewujudkan potensi penuh Web3:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengalaman Pengguna (UX) yang Lebih Baik dan Sederhana<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengurangi Kompleksitas:<\/strong> Pengguna tidak perlu lagi mengelola banyak <em>wallet<\/em> atau khawatir tentang jaringan mana yang harus digunakan untuk dApp tertentu. Satu <em>multi-chain wallet<\/em> menyederhanakan segalanya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Onboarding Lebih Mudah:<\/strong> Ini akan menarik lebih banyak pengguna baru ke Web3, karena hambatan teknis untuk memulai berkurang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Peningkatan Skalabilitas dan Efisiensi Biaya<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengguna dapat memilih <em>blockchain<\/em> yang paling efisien (biaya rendah, kecepatan tinggi) untuk transaksi tertentu, tanpa harus berpindah <em>wallet<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu mendistribusikan beban transaksi di berbagai <em>blockchain<\/em>, mengurangi kepadatan di jaringan utama dan menjaga biaya tetap rendah secara keseluruhan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Membuka Peluang Inovasi Baru<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aplikasi Lintas Rantai (Cross-Chain dApps):<\/strong> Pengembang dapat membangun dApps yang memanfaatkan fitur terbaik dari berbagai <em>blockchain<\/em>. Misalnya, dApp yang mengelola NFT di satu <em>blockchain<\/em> dan menyimpan data pengguna di <em>blockchain<\/em> lain yang lebih efisien.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Likuiditas Terpadu:<\/strong> Memungkinkan pergerakan aset yang mulus di antara <em>blockchain<\/em> yang berbeda, menciptakan kumpulan likuiditas yang lebih besar dan efisien untuk pasar DeFi dan NFT.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengalaman Metaverse yang Terintegrasi:<\/strong> Visi <em>metaverse<\/em> yang saling terhubung (interoperabel) sangat bergantung pada kemampuan aset (NFT) dan identitas untuk bergerak bebas di antara dunia virtual yang berbeda, yang dimungkinkan oleh teknologi <em>cross-chain<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Peningkatan Ketahanan dan Desentralisasi<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dengan aset yang tidak terikat pada satu <em>blockchain<\/em> saja, risiko kegagalan tunggal berkurang. Jika satu <em>blockchain<\/em> mengalami masalah, aset masih dapat diakses atau dipindahkan ke jaringan lain melalui <em>bridge<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li>Mendorong desentralisasi yang lebih besar di ekosistem <em>blockchain<\/em> secara keseluruhan, karena tidak ada satu jaringan pun yang mendominasi sepenuhnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Baca Juga : <a href=\"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/crypto-di-balik-layar-bagaimana-infrastruktur-telekomunikasi-mendukung-transaksi-blockchain\/\"><strong>Crypto di Balik Layar: Bagaimana Infrastruktur Telekomunikasi Mendukung Transaksi Blockchain<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tantangan dalam Menggapai Visi Multi-Chain dan Interoperabilitas<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun sangat menjanjikan, mewujudkan visi <em>multi-chain<\/em> dan interoperabilitas penuh tidak lepas dari tantangan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Keamanan Bridge:<\/strong> Bridge lintas rantai telah menjadi target utama serangan <em>hacker<\/em>. Kerentanan pada <em>smart contract<\/em> bridge dapat menyebabkan kerugian ratusan juta dolar. Membangun bridge yang sangat aman adalah tantangan besar.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kompleksitas Teknis:<\/strong> Mengelola konektivitas antar <em>blockchain<\/em> dengan konsensus, bahasa <em>smart contract<\/em>, dan arsitektur yang berbeda adalah sangat kompleks dari sisi teknis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fragmentasi Likuiditas:<\/strong> Meskipun <em>bridge<\/em> ada, likuiditas masih bisa terfragmentasi di berbagai jaringan, mempersulit <em>trader<\/em> dan dApps.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengalaman Pengembang:<\/strong> Membangun dApps yang berfungsi mulus di banyak <em>blockchain<\/em> masih menuntut <em>developer<\/em> untuk memahami nuansa setiap jaringan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Standardisasi:<\/strong> Kurangnya standar universal untuk interoperabilitas masih menjadi hambatan. Berbagai protokol <em>cross-chain<\/em> bersaing untuk menjadi standar dominan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Regulasi:<\/strong> Aturan dan regulasi mengenai transfer aset lintas <em>blockchain<\/em> masih belum jelas di banyak yurisdiksi, yang dapat menghambat adopsi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan: Menuju Internet yang Lebih Terhubung dan Terdesentralisasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Dunia Web3 adalah dunia <em>multi-chain<\/em>, dan <strong>Web3 wallet modern<\/strong> adalah <em>tool<\/em> esensial yang memungkinkan pengguna untuk menavigasi lanskap yang beragam ini. Dengan dukungan untuk berbagai jaringan <em>blockchain<\/em>, <em>multi-chain wallet<\/em> menyederhanakan pengalaman pengguna dan membuka akses ke ekosistem dApps yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kemampuan <em>wallet<\/em> saja tidak cukup. Konsep <strong>interoperabilitas<\/strong>\u2014melalui <em>bridge<\/em>, <em>cross-chain protocols<\/em>, dan inovasi lainnya\u2014adalah kunci untuk menghubungkan <em>blockchain<\/em> yang terfragmentasi, menciptakan aliran aset dan informasi yang mulus. Ini adalah fondasi yang akan mendorong skalabilitas, inovasi, dan pengalaman pengguna yang lebih kaya di masa depan Web3.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun tantangan terkait keamanan <em>bridge<\/em>, kompleksitas teknis, dan fragmentasi masih harus diatasi, upaya kolaboratif di antara <em>developer<\/em> dan proyek <em>blockchain<\/em> terus mendorong batas-batas interoperabilitas. Kita sedang bergerak menuju internet yang tidak hanya terdesentralisasi, tetapi juga sangat terhubung, di mana aset dan data dapat bergerak bebas, dan pengguna memiliki kendali penuh atas perjalanan digital mereka. Multi-chain dan interoperabilitas bukanlah sekadar fitur; itu adalah visi bagi masa depan internet yang lebih terbuka dan dinamis.<\/p>\n\n\n\n<p>Referensi : <a href=\"https:\/\/support.bittime.com\/hc\/id\/articles\/8971793321871-Apa-Itu-Multi-Chain-dan-Kenapa-Penting-untuk-Masa-Depan-Web3\">[1]<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/regional\/read\/6027579\/menyatukan-dunia-web3-dan-keuangan-konvensional-lewat-teknologi-interoperabilitas\">[2]<\/a>, <a href=\"https:\/\/pintu.co.id\/academy\/post\/pintu-web3-wallet\">[3]<\/a>, <a href=\"https:\/\/medium.com\/@andreastegusks\/guide-to-web3-protocols-for-newbies-1f2dca817158\">[4]<\/a>, <a href=\"https:\/\/academy.binance.com\/id\/articles\/what-are-web3-wallets\">[5]<\/a>, <a href=\"https:\/\/news.tokocrypto.com\/jelajahi-interoperabilitas-blockchain-memahami-layerzero-zro\/\">[6]<\/a>, <a href=\"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/\">[7]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia Web3\u2014dengan janji desentralisasi, kepemilikan data sejati, dan ekonomi blockchain yang transparan\u2014telah membuka era baru bagi internet. Di jantung ekosistem ini, crypto wallet telah berevolusi dari sekadar tempat penyimpanan aset digital menjadi gerbang utama bagi pengguna untuk berinteraksi dengan ribuan aplikasi terdesentralisasi (dApps), menjelajahi dunia NFT, dan berpartisipasi dalam Desentralisasi Keuangan (DeFi). Namun, seiring dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":56,"featured_media":28786,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":101,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-28783","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28783","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/56"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28783"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28783\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28793,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28783\/revisions\/28793"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28783"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28783"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28783"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}