{"id":27094,"date":"2025-04-15T11:08:14","date_gmt":"2025-04-15T04:08:14","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=27094"},"modified":"2025-04-15T11:08:15","modified_gmt":"2025-04-15T04:08:15","slug":"dht11-sensor-di-nodemcu-esp8266-menggunakan-arduino-ide","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/dht11-sensor-di-nodemcu-esp8266-menggunakan-arduino-ide\/","title":{"rendered":"DHT11 sensor di NodeMCU ESP8266 menggunakan ARDUINO IDE"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pendahuluan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Dalam perkembangan teknologi modern, terutama di bidang Internet of Things (IoT), sensor suhu dan kelembaban memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai aplikasi. Sensor ini banyak digunakan dalam sistem pemantauan lingkungan, rumah pintar (smart home), sistem pendingin udara otomatis, serta di sektor pertanian dan industri untuk menjaga kondisi lingkungan yang optimal. Salah satu sensor yang paling banyak digunakan dalam proyek elektronik dan IoT adalah DHT11. Sensor ini mampu mengukur suhu serta kelembaban dengan tingkat akurasi yang cukup baik, harga yang terjangkau, dan kemudahan dalam implementasi.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Untuk menghubungkan sensor DHT11 dengan perangkat pemrosesan data, diperlukan sebuah mikrokontroler yang dapat membaca dan mengolah data dari sensor. Dalam proyek ini, digunakan NodeMCU ESP8266, yaitu sebuah modul mikrokontroler berbasis WiFi yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan mikrokontroler konvensional seperti Arduino Uno. NodeMCU ESP8266 memungkinkan perangkat untuk tidak hanya membaca data dari sensor tetapi juga mengirimkan data tersebut ke jaringan internet. Dengan fitur konektivitas WiFi yang dimilikinya, NodeMCU ESP8266 sangat cocok digunakan dalam berbagai proyek IoT, di mana data dari sensor dapat diakses dan dipantau dari jarak jauh melalui platform online.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Untuk memprogram dan mengendalikan NodeMCU ESP8266, digunakan Arduino IDE sebagai lingkungan pengembangan perangkat lunak. Arduino IDE merupakan salah satu perangkat lunak yang paling populer dalam dunia mikrokontroler, karena memiliki antarmuka yang sederhana dan mendukung berbagai pustaka (library) yang mempermudah proses pemrograman. Dengan bantuan pustaka seperti DHT.h, pengguna dapat dengan mudah membaca data suhu dan kelembaban dari sensor DHT11 tanpa harus menulis kode pemrosesan data dari awal.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tujuan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>dari proyek ini adalah untuk memahami cara menghubungkan sensor DHT11 dengan NodeMCU ESP8266, membaca dan mengolah data suhu serta kelembaban, serta menampilkannya melalui Serial Monitor di Arduino IDE. Selain itu, data yang diperoleh juga dapat dikirimkan ke layanan IoT seperti ThingSpeak, Blynk, atau Firebase, sehingga pengguna dapat memantau kondisi suhu dan kelembaban secara real-time melalui internet. Dengan pemahaman yang baik<\/strong> <strong>mengenai cara kerja sensor DHT11 dan NodeMCU ESP8266, diharapkan proyek ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan sistem IoT yang lebih kompleks di masa depan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Spesifikasi Sensor DHT11<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Sensor DHT11 adalah sensor yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban udara dengan harga yang terjangkau dan konsumsi daya yang rendah. Sensor ini sering digunakan dalam proyek elektronik dan sistem IoT karena kemudahannya dalam penggunaan serta kompatibilitasnya dengan berbagai mikrokontroler seperti Arduino dan NodeMCU ESP8266.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Berikut adalah spesifikasi teknis dari sensor DHT11:<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>1. Spesifikasi Umum:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tegangan Operasional: 3.3V \u2013 5V DC<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konsumsi Arus: 0.3mA saat mode pengukuran, 60\u00b5A saat standby<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Protokol Komunikasi: Satu kabel data digital (Single-Wire Digital)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kisaran Suhu Operasional: 0\u00b0C \u2013 50\u00b0C<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Akurasi Pengukuran Suhu: \u00b12\u00b0C<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Resolusi Suhu: 8-bit (0.1\u00b0C)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kisaran Kelembaban Operasional: 20% \u2013 90% RH<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Akurasi Pengukuran Kelembaban: \u00b15% RH<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Resolusi Kelembaban: 8-bit (0.1% RH)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Frekuensi Sampling: 1 sampel per detik (1 Hz)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jarak Transmisi Data: Hingga 20 meter<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dimensi Fisik: 15.5mm x 12mm x 5.5mm<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>2. Pinout Sensor DHT11:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sensor DHT11 memiliki 4 pin, namun pada beberapa modul DHT11 hanya terdapat 3 pin karena sudah dilengkapi dengan resistor pull-up internal. Berikut adalah fungsi masing-masing pin:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>VCC \u2192 Tegangan input (3.3V \u2013 5V DC)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Data \u2192 Output data digital<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>NC (Not Connected) \u2192 Tidak digunakan<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>GND \u2192 Ground<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>3. Kelebihan Sensor DHT11:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u2705 Harga terjangkau dan mudah ditemukan di pasaran<br><\/strong><strong>\u2705 Konsumsi daya rendah, cocok untuk proyek berbasis baterai<br><\/strong><strong>\u2705 Mudah dihubungkan dengan mikrokontroler menggunakan protokol satu kabel<br><\/strong><strong>\u2705 Sudah memiliki kompensasi suhu internal<br><\/strong><strong>\u2705 Banyak pustaka (library) tersedia untuk Arduino dan NodeMCU<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Kekurangan Sensor DHT11:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u274c Akurasi pengukuran suhu dan kelembaban tidak setinggi sensor DHT22<br><\/strong><strong>\u274c Kisaran suhu terbatas hanya 0<\/strong><strong>\u00b0C hingga 50<\/strong><strong>\u00b0C<br><\/strong><strong>\u274c Waktu respon lebih lambat dibanding sensor lain yang lebih canggih (1 detik per sampel)<br><\/strong><strong>\u274c Tidak tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Perbedaan DHT11 vs DHT22<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>Fitur<\/strong><\/td><td><strong>DHT11<\/strong><\/td><td><strong>DHT22<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Tegangan Operasional<\/strong><\/td><td><strong>3.3V \u2013 5V<\/strong><\/td><td><strong>3.3V \u2013 6V<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Kisaran Suhu<\/strong><\/td><td><strong>0\u00b0C \u2013 50\u00b0C<\/strong><\/td><td><strong>-40\u00b0C \u2013 80\u00b0C<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Akurasi Suhu<\/strong><\/td><td><strong>\u00b12\u00b0C<\/strong><\/td><td><strong>\u00b10.5\u00b0C<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Kisaran Kelembaban<\/strong><\/td><td><strong>20% \u2013 90% RH<\/strong><\/td><td><strong>0% \u2013 100% RH<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Akurasi Kelembaban<\/strong><\/td><td><strong>\u00b15% RH<\/strong><\/td><td><strong>\u00b12% RH<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Waktu Sampling<\/strong><\/td><td><strong>1 Hz (1 sampel\/detik)<\/strong><\/td><td><strong>0.5 Hz (1 sampel tiap 2 detik)<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Harga<\/strong><\/td><td><strong>Lebih murah<\/strong><\/td><td><strong>Lebih mahal<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>6. Aplikasi Sensor DHT11<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>\ud83d\udccc Sistem pemantauan lingkungan (Monitoring suhu dan kelembaban di ruangan)<br><\/strong><strong>\ud83d\udccc Smart Home (Mengontrol kipas atau AC berdasarkan suhu)<br><\/strong><strong>\ud83d\udccc Sistem irigasi otomatis (Menyesuaikan penyiraman tanaman berdasarkan kelembaban udara)<br><\/strong><strong>\ud83d\udccc IoT dan proyek berbasis mikrokontroler (Menggunakan ESP8266 atau Arduino untuk mengirim data ke cloud)<br><\/strong><strong>\ud83d\udccc Industri pertanian dan peternakan (Menjaga kestabilan suhu dan kelembaban kandang atau rumah kaca)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Pengertian NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>NodeMCU ESP8266 adalah sebuah modul mikrokontroler berbasis WiFi yang dirancang untuk mendukung pengembangan Internet of Things (IoT). Modul ini menggunakan chip ESP8266 yang dikembangkan oleh Espressif Systems, yang memiliki kemampuan untuk terkoneksi ke jaringan WiFi dan berkomunikasi dengan perangkat lain melalui protokol TCP\/IP.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>NodeMCU memiliki fitur yang lebih canggih dibandingkan dengan mikrokontroler seperti Arduino Uno, karena selain dapat diprogram menggunakan Arduino IDE, ia juga memiliki konektivitas WiFi bawaan yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan data melalui internet tanpa memerlukan modul tambahan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Spesifikasi Teknis NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Berikut adalah spesifikasi teknis utama dari NodeMCU ESP8266:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mikrokontroler: ESP8266EX<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tegangan Operasional: 3.3V DC<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arus Maksimum: ~250mA<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kapasitas Flash Memory: 4MB<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>RAM: 80KB + 32KB<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kecepatan Clock: 80 MHz \u2013 160 MHz<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Antarmuka Komunikasi: UART, I2C, SPI<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah GPIO (General Purpose Input\/Output): 11 pin<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah PWM (Pulse Width Modulation): 4 pin<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah ADC (Analog to Digital Converter): 1 pin (10-bit)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>WiFi: 802.11 b\/g\/n dengan mode AP (Access Point), STA (Station), dan Dual Mode<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Protokol Jaringan: TCP\/IP, UDP, MQTT<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>3. Pinout NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>NodeMCU memiliki 30 pin, namun hanya beberapa yang umum digunakan untuk proyek berbasis IoT dan sensor. Berikut adalah beberapa pin penting:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Vin (Voltage Input) \u2192 Tegangan input 4.5V \u2013 9V<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>3V3 (3.3V Output) \u2192 Output daya 3.3V untuk sensor dan modul eksternal<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>GND (Ground) \u2192 Ground atau titik referensi listrik<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>GPIO (General Purpose Input Output) \u2192 Pin digital untuk input\/output<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>ADC (Analog to Digital Converter) \u2192 Pin untuk membaca sensor analog (A0)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>TX\/RX (Transmit\/Receive) \u2192 Digunakan untuk komunikasi serial UART<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>D0 \u2013 D8 \u2192 Pin digital yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti komunikasi I2C, SPI, PWM, dsb.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>4. Kelebihan NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u2705 Terintegrasi dengan WiFi \u2192 Tidak perlu modul tambahan untuk koneksi internet<br><\/strong><strong>\u2705 Harga terjangkau \u2192 Lebih murah dibandingkan dengan kombinasi Arduino + WiFi Module<br><\/strong><strong>\u2705 Dapat diprogram dengan Arduino IDE \u2192 Memudahkan pemula dalam pengembangan proyek<br><\/strong><strong>\u2705 Dukungan banyak protokol komunikasi \u2192 Mendukung SPI, I2C, UART, dan PWM<br><\/strong><strong>\u2705 Konsumsi daya relatif rendah \u2192 Cocok untuk proyek berbasis baterai<br><\/strong><strong>\u2705 Kompatibilitas dengan layanan IoT \u2192 Dapat digunakan dengan ThingSpeak, Blynk, Firebase, MQTT, dll.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Kekurangan NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u274c Hanya memiliki 1 pin ADC \u2192 Kurang cocok untuk proyek yang membutuhkan banyak sensor analog<br><\/strong><strong>\u274c Bekerja pada tegangan 3.3V \u2192 Tidak kompatibel langsung dengan sensor 5V tanpa konverter tegangan<br><\/strong><strong>\u274c Jumlah GPIO lebih sedikit dibandingkan Arduino \u2192 Tidak ideal untuk proyek yang memerlukan banyak perangkat eksternal<br><\/strong><strong>\u274c Beban WiFi bisa mengganggu kinerja I\/O \u2192 Jika digunakan untuk tugas berat, WiFi dapat menghambat pengolahan sinyal input\/output<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>6. Mode Operasi NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>NodeMCU memiliki tiga mode utama yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan proyek:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Station Mode (STA) \u2192 Terhubung ke jaringan WiFi yang sudah ada (seperti perangkat biasa yang terkoneksi ke router).<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Access Point Mode (AP) \u2192 Bertindak sebagai titik akses (hotspot) untuk perangkat lain.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dual Mode (AP + STA) \u2192 Dapat terhubung ke jaringan WiFi dan juga bertindak sebagai akses point secara bersamaan.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>7. Aplikasi NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>\ud83d\udccc Proyek IoT \u2192 Pemantauan suhu, kelembaban, cuaca, dll.<br><\/strong><strong>\ud83d\udccc Smart Home \u2192 Kontrol lampu, kipas, AC melalui internet<br><\/strong><strong>\ud83d\udccc Sistem pemantauan lingkungan \u2192 Pengukuran kualitas udara, kelembaban tanah, dll.<br><\/strong><strong>\ud83d\udccc Otomatisasi industri \u2192 Pemantauan data sensor secara real-time<br><\/strong><strong>\ud83d\udccc Robotika dan otomasi \u2192 Digunakan dalam kontrol motor dan aktuator yang terkoneksi internet<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rangkaian Sensor DHT11 dengan NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Untuk membaca data suhu dan kelembaban menggunakan sensor DHT11 dengan NodeMCU ESP8266, kita perlu menghubungkan kedua perangkat ini dengan benar. Berikut adalah rangkaian dan cara menghubungkannya.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>1. Komponen yang Dibutuhkan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>\ud83d\udd39 NodeMCU ESP8266<br><\/strong><strong>\ud83d\udd39 Sensor DHT11 (versi modul atau tanpa modul)<br><\/strong><strong>\ud83d\udd39 Resistor 10k\u03a9 (jika menggunakan sensor DHT11 tanpa modul)<br><\/strong><strong>\ud83d\udd39 Kabel jumper<br><\/strong><strong>\ud83d\udd39 Breadboard (opsional)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p><strong>2. Skema Koneksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pinout DHT11 dan NodeMCU ESP8266<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>DHT11<\/strong><\/td><td><strong>NodeMCU ESP8266<\/strong><\/td><td><strong>Keterangan<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>VCC<\/strong><\/td><td><strong>3.3V atau Vin<\/strong><\/td><td><strong>Sumber daya untuk sensor<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Data<\/strong><\/td><td><strong>D4 (GPIO2)<\/strong><\/td><td><strong>Pin data sensor<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>GND<\/strong><\/td><td><strong>GND<\/strong><\/td><td><strong>Ground<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>\ud83d\udccc Catatan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jika menggunakan DHT11 versi modul, biasanya sudah memiliki resistor pull-up internal, jadi tidak perlu menambahkan resistor eksternal.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jika menggunakan DHT11 tanpa modul, tambahkan resistor 10k\u03a9 antara pin VCC dan Data sebagai pull-up resistor untuk stabilisasi sinyal.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>NodeMCU bekerja pada tegangan 3.3V, tetapi sebagian besar modul DHT11 mendukung 3.3V \u2013 5V, sehingga bisa dihubungkan langsung ke 3.3V atau Vin pada NodeMCU.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>3. Penjelasan Rangkaian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>VCC sensor DHT11 dihubungkan ke 3.3V atau Vin pada NodeMCU.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pin Data sensor DHT11 dihubungkan ke D4 (GPIO2) pada NodeMCU untuk membaca data.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Resistor 10k\u03a9 (jika diperlukan) dipasang antara VCC dan Data sebagai pull-up resistor untuk menjaga kestabilan sinyal data.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pin GND sensor dihubungkan ke GND pada NodeMCU untuk melengkapi sirkuit.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><strong><br><\/strong>Proyek penggunaan sensor DHT11 dengan NodeMCU ESP8266 dalam lingkungan IoT menawarkan solusi sederhana namun efektif untuk memantau suhu dan kelembaban secara real-time. Dengan dukungan WiFi dari NodeMCU, data dapat dikirim ke platform IoT seperti ThingSpeak atau Firebase untuk pemantauan jarak jauh.<\/p>\n\n\n\n<p>Sensor DHT11 memiliki keunggulan dalam harga yang terjangkau dan konsumsi daya rendah, namun memiliki keterbatasan dalam akurasi dan rentang pengukuran dibandingkan dengan sensor DHT22. Sementara itu, NodeMCU ESP8266 merupakan mikrokontroler yang ideal untuk proyek IoT karena mendukung konektivitas internet secara langsung tanpa memerlukan modul tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rangkaian antara DHT11 dan NodeMCU cukup sederhana, hanya memerlukan tiga koneksi utama: VCC ke 3.3V, Data ke D4 (GPIO2), dan GND ke GND. Jika menggunakan DHT11 tanpa modul, resistor pull-up 10k\u03a9 perlu ditambahkan untuk memastikan kestabilan sinyal data.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pemrograman menggunakan Arduino IDE serta pustaka yang tersedia, pengambilan dan pemrosesan data sensor dapat dilakukan dengan mudah. Implementasi ini dapat diterapkan dalam berbagai proyek seperti sistem pemantauan lingkungan, rumah pintar, irigasi otomatis, dan otomasi industri, yang membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut dalam sistem berbasis IoT.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan Dalam perkembangan teknologi modern, terutama di bidang Internet of Things (IoT), sensor suhu dan kelembaban memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai aplikasi. Sensor ini banyak digunakan dalam sistem pemantauan lingkungan, rumah pintar (smart home), sistem pendingin udara otomatis, serta di sektor pertanian dan industri untuk menjaga kondisi lingkungan yang optimal. Salah satu sensor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":60,"featured_media":27095,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-27094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27094","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/60"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27094"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27097,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27094\/revisions\/27097"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}