{"id":26541,"date":"2025-02-11T08:45:59","date_gmt":"2025-02-11T01:45:59","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=26541"},"modified":"2025-02-11T09:25:01","modified_gmt":"2025-02-11T02:25:01","slug":"apa-itu-fiber-optik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/apa-itu-fiber-optik\/","title":{"rendered":"Apa itu Fiber Optik?"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/kabel-fiber-optik.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/kabel-fiber-optik-1024x683.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-26542\" style=\"width:526px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/kabel-fiber-optik-1024x683.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 1024w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/kabel-fiber-optik-300x200.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/kabel-fiber-optik-768x512.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 768w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/kabel-fiber-optik-255x170.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 255w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2025\/02\/kabel-fiber-optik.jpg?lossy=1&strip=1&webp=1 1200w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\">Fiber optik atau juga biasa disebut serat optik adalah jenis kabel yang menyediakan layanan internet berkecepatan sangat tinggi. Hal ini karena fiber optik mampu mengubah sinyal listrik menjadi cahaya untuk mengalirkan energinya dari suatu titik\/tempat ke titik lainnya.\u00a0<br><br>Jenis kabel internet ini mampu mengirimkan data dalam kecepatan sangat tinggi, bahkan besarnya mencapai\u00a0<em>gigabyte per second\u00a0<\/em>(Gbps). Berbeda dengan satelit yang menggunakan media ruang hampa dan udara sebagai media penghantarnya, fiber optik justru menggunakan medium cahaya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>Pengertian Fiber Optik<\/strong><br><br>Fiber optik adalah jenis kabel yang terbuat dari serat plastik dan kaca halus, yang berfungsi untuk menghubungkan antar perangkat maupun pengguna dalam lingkup wilayah tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:15px\">Dibandingkan dengan teknologi kabel\u00a0<em>coaxial<\/em>\u00a0pada umumnya,\u00a0<em>bandwidth\u00a0<\/em>serat optik jauh lebih besar karena mampu mencapai kecepatan\u00a0<em>gigabyte per second\u00a0<\/em>(Gbps). Sehingga, proses transfer data yang terjadi bisa jauh lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:15px\"><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>Struktur Fiber Optik<\/strong><br>Sebelum mencari tahu bagaimana cara kerjanya, mari kita mengetahui strukturnya terlebih dahulu supaya lebih mudah memahaminya. Begini struktur fiber optik dari dalam ke luar serta fungsinya masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>1. Inti (<em>core<\/em>)<br><\/strong>Bagian\u00a0<em>core\u00a0<\/em>(inti) pada serat optik terbuat dari kaca dan plastik halus dengan diameter yang tebalnya sangat kecil, yakni 2-50 mikrometer. Fungsinya adalah sebagai media merambatnya cahaya.<br><br><strong>2.\u00a0<em>Cladding<\/em><br><\/strong><em>Cladding\u00a0<\/em>merupakan bagian yang menyelubungi lapisan inti (<em>core<\/em>) pada serat optik, ukurannya 5-250 mikrometer.\u00a0<em>Cladding\u00a0<\/em>terbuat dari bahan silikon, sehingga memiliki indeks bias berbeda agar cahaya dapat dipantulkan kembali sekaligus membuat cahaya tetap berada dalam serat optik.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>3.\u00a0<em>Buffer\/coating<\/em><br><\/strong>Lapisan setelah\u00a0<em>cladding\u00a0<\/em>adalah\u00a0<em>coating\u00a0<\/em>atau\u00a0<em>buffering,\u00a0<\/em>terbuat dari bahan plastik dengan sifat elastis yang gunanya untuk melindungi serat optik dari segala gangguan fisik. Contoh gangguannya, misalnya terjadi lekukan pada kabel serta ketidak-seimbangan kelembaban udara.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>4.\u00a0<em>Strength member<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>outer jacket<\/em><br><\/strong>Adapun lapisan paling luar adalah\u00a0<em>strength member\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>outer jacket.\u00a0<\/em>Fungsinya untuk melindungi kabel serat optik dari gangguan fisik secara langsung maupun gangguan dalam bentuk lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>Cara Kerja Fiber Optik<br><\/strong><br>Setelah memahami bagian-bagiannya, selanjutnya mari kita bahas bagaimana cara kerjanya. Seperti pada penjelasan sebelumnya bahwa fiber atau serat optik media transmisinya berupa cahaya, bukan listrik.<br><br>Oleh karena itu, cara kerja fiber optik adalah dengan memanfaatkan serat kaca untuk memperoleh refleksi cahaya dalam jumlah besar agar semua data dapat ditransmisikan secara maksimal dan stabil. Refleksi cahaya tersebut akan bergerak memantul melalui\u00a0<em>cladding\u00a0<\/em>ke bagian inti, sebab\u00a0<em>cladding\u00a0<\/em>sifatnya tidak menyerap cahaya dari inti.<\/p>\n\n\n\n<p style=\"font-size:14px\"><strong>Keuntungan Fiber Optik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Fiber optik merupakan jenis kabel dari bahan serat plastik dan kaca halus yang mampu menyediakan internet berkecepatan sangat tinggi. Selain perihal kecepatan, berikut ini adalah keuntungan fiber optik.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memiliki kecepatan tinggi: Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengirimkan data dalam jumlah yang besar dengan kecepatan hingga gigabyte per detik. Jika\u00a0bandiwth yanf dibutuhkan besar, maka fiber optik dapat menjadi pilihan.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Jarak transmisi yang lebih jauh: Fiber optik memungkinkan perusahaan memperluas jaringan dengan kemampuan transmisi jarak jauh tanpa adanya penurunan kualitas sinyal.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Efisiensi penggunaan ruang: Kabel fiber optik lebih kecil sehingga bisa menghemat penggunaan ruang di kantor sehingga lebih efisien.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Lebih aman: Karena fiber optik menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai penghantar sinyal, risiko korslet menjadi tidak ada sehingga data dapat dihantarkan dengan aman. Tanpa adanya gangguan, operasional bisnis dapat terjaga.<br><\/li>\n\n\n\n<li>Bebas dari gangguan sinyal: sinyal elektromagnetik lebih sulit untuk terganggu sumber interferensi eksternal, berbeda dengan kabel tradisional yang menggunakan hantaran listrik. Jadi, stabilitas dapat terjaga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi : https:\/\/www.linknet.id\/article\/fiber-optik<br>                    https:\/\/www.idn.id\/semua-hal-tentang-fiber-optik-ada-disini\/<br><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fiber optik atau juga biasa disebut serat optik adalah jenis kabel yang menyediakan layanan internet berkecepatan sangat tinggi. Hal ini karena fiber optik mampu mengubah sinyal listrik menjadi cahaya untuk mengalirkan energinya dari suatu titik\/tempat ke titik lainnya.\u00a0 Jenis kabel internet ini mampu mengirimkan data dalam kecepatan sangat tinggi, bahkan besarnya mencapai\u00a0gigabyte per second\u00a0(Gbps). Berbeda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":26542,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[101],"tags":[],"class_list":["post-26541","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26541","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26541"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26541\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26548,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26541\/revisions\/26548"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26542"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26541"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26541"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26541"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}