{"id":25575,"date":"2024-07-14T04:00:38","date_gmt":"2024-07-13T21:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=25575"},"modified":"2024-07-14T04:10:42","modified_gmt":"2024-07-13T21:10:42","slug":"cyber-bullying","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/cyber-bullying\/","title":{"rendered":"Cyber Bullying"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa itu Cyberbullying?&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut The United Nations Children\u2019s Fund (UNICEF)\u00a0<em>cyberbullying<\/em>\u00a0adalah\u00a0penindasan\u00a0atau perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial,\u00a0<em>platform\u00a0<\/em>pengiriman pesan,\u00a0<em>platform<\/em>\u00a0<em>game<\/em>, maupun telepon seluler. Tindakan ini dilakukan secara\u00a0 berulang yang ditujukan untuk menakut-nakuti, membuat marah, atau mempermalukan orang-orang yang menjadi sasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa tindakan yang termasuk perundungan&nbsp;<em>online<\/em>&nbsp;ini, adalah menyebarkan kebohongan atau mengunggah foto atau video memalukan seseorang di media sosial. Bisa juga berupa mengirimkan pesan, gambar, atau video yang menyakitkan, kasar, atau mengancam melalui&nbsp;<em>platform<\/em>&nbsp;pengiriman pesan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Cyberbullying<\/em>\u00a0adalah tindakan yang sangat merugikan dan bisa memiliki dampak emosional dan psikologis yang serius pada korban. Penting untuk mengambil tindakan untuk melindungi diri sendiri dan melaporkan tindakan tersebut\u00a0 kepada pihak berwenang atau penyedia\u00a0<em>platform<\/em>\u00a0media sosial. Hal ini perlu dilakukan oleh korban atau siapa pun yang menyaksikan tindakan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Penyebab Seseorang Melakukan Cyberbullying<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Anonimitas dan ketidakpedulian<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Orang sering merasa bisa melakukan&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;karena merasa aman di balik layar komputer atau perangkat mereka. Mereka dapat menyembunyikan identitas mereka, dan merasa bahwa tindakan mereka tidak akan memiliki konsekuensi dalam kehidupan nyata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Keinginan untuk memuaskan diri sendiri<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa orang melakukan&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;karena mereka mendapatkan kepuasan atau rasa kuasa, dengan merendahkan atau menyakiti orang lain secara&nbsp;<em>online<\/em>. Mereka mungkin merasa bahwa tindakan tersebut memberi mereka perasaan superioritas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Masalah pribadi atau emosi negatif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sering kali orang yang melakukan&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;memiliki masalah pribadi atau emosi negatif yang mereka luapkan kepada orang lain. Mereka mungkin merasa frustrasi, cemburu, atau tidak bahagia, dan menggunakan&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;sebagai saluran untuk mengeluarkan emosi tersebut.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Pengaruh lingkungan&nbsp;<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa orang mungkin terlibat dalam&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;karena mereka merasa tekanan dari teman sebaya atau kelompok tertentu. Mereka mungkin khawatir akan kehilangan persahabatan atau ingin mendapatkan penerimaan dari kelompok mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Ketidaktahuan tentang dampaknya<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Terkadang pelaku mungkin tidak sepenuhnya menyadari betapa merusaknya tindakan mereka bagi korban. Mereka mungkin tidak memahami dampak emosional yang serius yang dapat dialami oleh korban\u00a0<em>cyberbullying<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak Cyberbullying untuk Kesehatan Mental<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Rasa malu<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Karena&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;terjadi di dunia maya, kejahatan ini akan sulit dilupakan. Korban bisa merasa terekspos, malu, dan kurang percaya diri. Ketika&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;terjadi, materi, pesan, atau teks yang berisi penghinaan dapat dibagikan kepada banyak orang. Banyaknya orang yang tahu tentang intimidasi ini dapat menyebabkan korban merasa terhina dan malu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari penelitian yang termuat di jurnal ilmiah berjudul\u00a0<em>Dampak Cyberbullying pada Remaja di Media Sosial<\/em>, yang dipublikasikan di\u00a0<em>Alauddin Scientific Journal of Nursing<\/em>, perundungan\u00a0<em>online\u00a0<\/em>dapat memicu beragam emosi dalam diri remaja. Ini membuatnya menarik diri dari lingkungan pergaulan dan merasa rendah diri. Cek lebih lanjut dampaknya di artikel ini: \u201c3 Dampak Cyberbullying Bagi Kesehatan Mental.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Percobaan bunuh diri dan self-harm<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Menurut penelitian yang termuat dalam jurnal ilmiah berjudul&nbsp;<em>Ide Bunuh Diri pada Korban Bullying<\/em>, yang dipublikasikan di&nbsp;<em>Jurusan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA<\/em>,&nbsp; korban&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;merespons perasaan depresi mereka dengan melukai diri sendiri sampai ide untuk bunuh diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut jurnal di atas, korban&nbsp;<em>bullying&nbsp;<\/em>ataupun&nbsp;<em>cyberbullying,&nbsp;<\/em>hampir dua kali lipat melaporkan bahwa mereka pernah mencoba untuk bunuh diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu pernah berpikir menyakiti diri sendiri, ini\u00a0Pertolongan Pertama saat Memiliki Pikiran Bunuh Diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Depresi dan kecemasan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Korban c<em>yberbullying<\/em>&nbsp;dapat mengalami kecemasan, depresi, dan kondisi terkait stres lainnya. Tekanan tambahan dari&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;secara terus-menerus juga dapat menghilangkan perasaan bahagia dan kepuasan korban. Hal ini juga dapat meningkatkan perasaan khawatir dan dikucilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian menyatakan bahwa peningkatan\u00a0<em>cyberbullying<\/em>\u00a0menyebabkan\u00a0tingkat depresi yang lebih tinggi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Kurangnya rasa percaya diri<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Pelaku&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;biasanya akan menyerang hal di kehidupan yang membuat korban rentan. Misalnya, pelaku&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;akan menargetkan korban dengan keterbatasan fisik. Intimidasi&nbsp;<em>online&nbsp;<\/em>dapat berdampak pada harga diri.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Korban mungkin akan mulai merasakan keraguan yang intens terhadap diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka akan menghindari berinteraksi dan beraktivitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Tidak berdaya<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Korban&nbsp;<em>cyberbullying<\/em>&nbsp;sering kali merasa sulit untuk aman. Mereka mungkin merasa rentan dan tidak berdaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, perasaan ini muncul karena intimidasi&nbsp;<em>online<\/em>&nbsp;dapat menyerang mereka melalui komputer atau ponsel kapan saja sepanjang hari. Mereka tidak lagi memiliki tempat di mana mereka dapat melarikan diri.<\/p>\n\n\n\n<p>\/\/AZS<\/p>\n\n\n\n<p>referensi : [<strong><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/mengenal-cyberbullying-penyebab-dampak-dan-cara-mengatasinya\">1<\/a><\/strong>][<strong><a href=\"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/cyber-bullying\/\">2<\/a><\/strong>]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu Cyberbullying?&nbsp; Menurut The United Nations Children\u2019s Fund (UNICEF)\u00a0cyberbullying\u00a0adalah\u00a0penindasan\u00a0atau perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial,\u00a0platform\u00a0pengiriman pesan,\u00a0platform\u00a0game, maupun telepon seluler. Tindakan ini dilakukan secara\u00a0 berulang yang ditujukan untuk menakut-nakuti, membuat marah, atau mempermalukan orang-orang yang menjadi sasaran. Beberapa tindakan yang termasuk perundungan&nbsp;online&nbsp;ini, adalah menyebarkan kebohongan atau mengunggah foto atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":271,"footnotes":""},"categories":[271,302,51],"tags":[990,989,993,992],"class_list":["post-25575","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-jaringan-komputer","category-prodi-d3tt","tag-apa-itu-cyber-bullying","tag-cyber-bullying","tag-definisi-cyber-bullying","tag-penyebab-cyber-bullying"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25575"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25584,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25575\/revisions\/25584"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}