{"id":25544,"date":"2024-07-13T04:42:26","date_gmt":"2024-07-12T21:42:26","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=25544"},"modified":"2024-07-13T04:51:00","modified_gmt":"2024-07-12T21:51:00","slug":"mengenal-internet-of-things","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/mengenal-internet-of-things\/","title":{"rendered":"Internet of Things"},"content":{"rendered":"\n<p>Kemajuan teknologi dan kemudahan komunikasi pada zaman ini tidak terlepas dari peran\u00a0<em>Internet of Things\u00a0<\/em>(IoT). Sebuah konsep yang menghubungkan antara dunia digital dengan aktivitas manusia ini sangat memudahkan aktivitas manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Alat-alat komunikasi dan teknologi yang Anda gunakan saat ini merupakan gabungan dari beberapa sistem yang terhubung dengan IoT. Namun, sebenarnya apa itu IoT dan seperti apa implementasinya dalam kehidupan sehari-hari?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Internet of Things (IoT)<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Internet of Things<\/em>&nbsp;adalah sebuah konsep yang terhubung dengan perangkat sebagai media komunikasi berbasis internet. Dengan adanya IoT, seorang&nbsp;<em>user<\/em>&nbsp;dapat saling terhubung dan berkomunikasi untuk melakukan aktivitas tertentu, mencari, mengolah, dan mengirimkan informasi secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika membicarakan tentang IoT, konsep ini sepintas hampir serupa dengan M2M (<em>Machine-to-Machine<\/em>). Akan tetapi, sebenarnya kedua konsep ini memiliki perbedaan dari segi skala dan lingkup penggunaannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>M2M di sini merujuk pada teknologi yang memungkinkan komunikasi antara mesin-mesin tanpa melibatkan campur tangan manusia. Dengan kata lain, M2M lebih berfokus pada sistem kerja mesin untuk menjalankan sebuah program.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh paling mudah dilihat adalah pada pengoperasiannya mesin di sebuah pabrik. Di pabrik, mesin-mesin berjalan otomatis dan berkomunikasi antar-sesama mesin saja. Jadi, mereka bisa mengatur sendiri jalannya produksi tanpa perlu diintervensi oleh manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Sudah terlihat perbedaannya, bukan? Perlu diingat juga bahwa dalam praktiknya kedua konsep ini kerap kali digunakan secara bersamaan. Hal ini disebabkan karena tujuan dari IoT dan M2M adalah sama-sama membangun sebuah komunikasi yang terhubung secara otomatis untuk meningkatkan efisiensi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Kerja IoT<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, IoT beroperasi dengan cara menghubungkan berbagai jenis perangkat seperti&nbsp;<em>software<\/em>&nbsp;atau&nbsp;<em>hardware<\/em>&nbsp;ke jaringan internet. Ada 3 komponen utama yang berperan penting dalam proses kerja IoT, yaitu sensor,<em>&nbsp;gateway,&nbsp;<\/em>dan<em>&nbsp;cloud<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sensor yang digunakan pada konsep ini dapat berupa sensor gerakan, sensor cahaya, dan jenis sensor lainnya. Tujuan dari penggunaan komponen ini adalah untuk mengumpulkan data dari objek-objek fisik yang terhubung dengan jaringan internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah sensor berhasil mengumpulkan data tersebut, komponen&nbsp;<em>gateway<\/em>&nbsp;berfungsi untuk mentransmisikan data itu ke&nbsp;<em>cloud<\/em>&nbsp;atau internet yang terhubung.&nbsp;<em>Gateway<\/em>&nbsp;di sini juga dapat memproses serta melakukan tindakan otomatis terhadap data yang ada, seperti mematikan atau menyalakan perangkat yang terhubung. Di sini,&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.linknet.id\/article\/begini-cara-ai-mendukung-kerja-iot-dalam-sebuah-sistem\">AI dapat membantu IoT<\/a>&nbsp;untuk mengoptimalkan fungsi perangkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, data yang sudah ditransmisikan tersebut kemudian dikirimkan ke&nbsp;<em>server cloud<\/em>.&nbsp;<em>Cloud<\/em>&nbsp;yang sudah terkoneksi dengan internet ini juga akan memberikan layanan dan aplikasi yang diperlukan untuk mengelola IoT.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu,\u00a0<em>user<\/em>\u00a0bisa langsung memberikan perintah kepada sebuah perangkat untuk melakukan sesuatu dengan mengakses data dari\u00a0<em>cloud<\/em>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Keuntungan Menggunakan IoT<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Efisiensi energi<\/h3>\n\n\n\n<p>Konsep IoT bisa digunakan pada berbagai aspek hidup manusia. Mulai dari pendidikan, kesehatan, industri, hingga rumah tangga. Tujuan dari penggunaan konsep ini pada bidang-bidang tertentu salah satunya adalah untuk efisiensi energi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini lantaran IoT bisa meningkatkan efisiensi aktivitas perusahaan serta mengurangi biaya produksi dan konsumsi energi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Hemat biaya<\/h3>\n\n\n\n<p>Keuntungan lainnya yang diberikan oleh konsep IoT adalah bisa mengurangi biaya operasional sebuah perusahaan atau bisnis. Konsep ini juga memungkinkan adanya pemeliharaan perangkat dengan memantau dan menganalisis data secara\u00a0<em>real-time<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Produktivitas meningkat&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan adanya sistem kerja yang kompleks seperti penggunaan sensor, konsep ini akan memudahkan&nbsp;<em>user<\/em>&nbsp;untuk memberikan perintah dan melakukan aktivitas. Proses akses yang diterima dan dihasilkan oleh IoT bekerja dengan cepat dan tepat sehingga&nbsp;<em>user<\/em>&nbsp;bisa lebih praktis dalam penggunaannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\/\/AZS<\/p>\n\n\n\n<p>referensi : [<strong><a href=\"https:\/\/www.linknet.id\/article\/internet-of-things\">1<\/a><\/strong>][<strong><a href=\"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/mengenal-internet-of-things\/\">2<\/a><\/strong>]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemajuan teknologi dan kemudahan komunikasi pada zaman ini tidak terlepas dari peran\u00a0Internet of Things\u00a0(IoT). Sebuah konsep yang menghubungkan antara dunia digital dengan aktivitas manusia ini sangat memudahkan aktivitas manusia. Alat-alat komunikasi dan teknologi yang Anda gunakan saat ini merupakan gabungan dari beberapa sistem yang terhubung dengan IoT. Namun, sebenarnya apa itu IoT dan seperti apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":271,"footnotes":""},"categories":[271,295,51,100],"tags":[952,112,65,953],"class_list":["post-25544","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-big-data","category-prodi-d3tt","category-teknologi","tag-cara-kerja-iot","tag-internet-of-things","tag-iot","tag-keuntungan-iot"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25544"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25548,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25544\/revisions\/25548"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}