{"id":23103,"date":"2024-04-29T09:06:40","date_gmt":"2024-04-29T02:06:40","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=23103"},"modified":"2024-04-29T09:07:20","modified_gmt":"2024-04-29T02:07:20","slug":"arsitektur-cloud-computing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/arsitektur-cloud-computing\/","title":{"rendered":"Arsitektur Cloud Computing"},"content":{"rendered":"\n<p>Seperti yang kita tahu, teknologi cloud computing digunakan oleh organisasi kecil maupun besar untuk menyimpan informasi di cloud dan mengaksesnya dari mana saja dan kapan saja menggunakan koneksi internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Arsitektur cloud computing merupakan kombinasi dari arsitektur berbasis layanan dan arsitektur berbasis peristiwa.<\/p>\n\n\n\n<p>Arsitektur cloud computing dibagi menjadi dua bagian, yaitu Front End dan Back End.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/FORMAT-GAMBAR-FIX-14.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"400\" height=\"300\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/FORMAT-GAMBAR-FIX-14.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"Arsitektur Cloud Computing\" class=\"wp-image-23110\" srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/FORMAT-GAMBAR-FIX-14.png?lossy=1&strip=1&webp=1 400w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/FORMAT-GAMBAR-FIX-14-300x225.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/04\/FORMAT-GAMBAR-FIX-14-255x191.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Front End<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Front End digunakan oleh klien. Ini berisi antarmuka dan aplikasi sisi klien yang diperlukan untuk mengakses platform komputasi awan. Depan termasuk server web (termasuk Chrome, Firefox, internet explorer, dll.), klien tipis &amp; tebal, tablet, dan perangkat seluler.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Back End<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Back End digunakan oleh penyedia layanan. Ini mengelola semua sumber daya yang diperlukan untuk menyediakan layanan komputasi awan. Ini termasuk penyimpanan data yang besar, mekanisme keamanan, mesin virtual, model penempatan, server, mekanisme kontrol lalu lintas, dll.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komponen Arsitektur Komputasi Awan<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah komponen-komponen dari arsitektur komputasi awan &#8211;<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Infrastruktur Klien<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Infrastruktur Klien adalah komponen depan. Ini menyediakan GUI (Antarmuka Pengguna Grafis) untuk berinteraksi dengan awan.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li>Aplikasi<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Aplikasi dapat berupa perangkat lunak atau platform yang ingin diakses oleh klien.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\">\n<li>Layanan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Layanan Awan mengelola jenis layanan apa yang Anda akses sesuai dengan kebutuhan klien.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komputasi awan menawarkan tiga jenis layanan berikut :<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perangkat Lunak sebagai Layanan (SaaS) &#8211; Ini juga dikenal sebagai layanan aplikasi awan. Sebagian besar aplikasi SaaS berjalan langsung melalui browser web, artinya kita tidak perlu mengunduh dan menginstal aplikasi-aplikasi ini. Beberapa contoh penting dari SaaS adalah sebagai berikut : Google Apps, Salesforce Dropbox, Slack, Hubspot, Cisco WebEx.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Platform sebagai Layanan (PaaS) &#8211; Ini juga dikenal sebagai layanan platform awan. Ini cukup mirip dengan SaaS, tetapi perbedaannya adalah bahwa PaaS menyediakan platform untuk penciptaan perangkat lunak, tetapi dengan menggunakan SaaS, kita dapat mengakses perangkat lunak melalui internet tanpa perlu platform apa pun. Contoh : Windows Azure, Force.com, Magento Commerce Cloud, OpenShift.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>iii. Infrastruktur sebagai Layanan (IaaS) &#8211; Ini juga dikenal sebagai layanan infrastruktur awan. Ini bertanggung jawab untuk mengelola data aplikasi, middleware, dan lingkungan runtime. Contoh : Layanan Web Amazon (AWS) EC2, Google Compute Engine (GCE), Cisco Metapod.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\">\n<li>Runtime Cloud<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Runtime Cloud menyediakan pelaksanaan dan lingkungan runtime untuk mesin virtual.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\">\n<li>Penyimpanan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Penyimpanan adalah salah satu komponen paling penting dari komputasi awan. Ini menyediakan kapasitas penyimpanan yang besar di awan untuk menyimpan dan mengelola data.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"6\">\n<li>Infrastruktur<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Ini menyediakan layanan pada tingkat host, tingkat aplikasi, dan tingkat jaringan. Infrastruktur awan mencakup komponen perangkat keras dan perangkat lunak seperti server, penyimpanan, perangkat jaringan, perangkat lunak virtualisasi, dan sumber daya penyimpanan lain yang diperlukan untuk mendukung model komputasi awan.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"7\">\n<li>Manajemen<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Manajemen digunakan untuk mengelola komponen seperti aplikasi, layanan, runtime cloud, penyimpanan, infrastruktur, dan masalah keamanan lainnya di belakang layar serta membentuk koordinasi di antara mereka.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"8\">\n<li>Keamanan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Keamanan adalah komponen backend yang terintegrasi dalam komputasi awan. Ini menerapkan mekanisme keamanan di belakang layar.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"9\">\n<li>Internet<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Internet adalah media melalui mana front end dan back end dapat berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p>\/\/AZS<\/p>\n\n\n\n<p>referensi : <strong>[<a href=\"https:\/\/www.javatpoint.com\/cloud-computing-architecture\">1<\/a>][<a href=\"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/arsitektur-cloud-computing\/\">2<\/a>]<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seperti yang kita tahu, teknologi cloud computing digunakan oleh organisasi kecil maupun besar untuk menyimpan informasi di cloud dan mengaksesnya dari mana saja dan kapan saja menggunakan koneksi internet. Arsitektur cloud computing merupakan kombinasi dari arsitektur berbasis layanan dan arsitektur berbasis peristiwa. Arsitektur cloud computing dibagi menjadi dua bagian, yaitu Front End dan Back End. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":23110,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":271,"footnotes":""},"categories":[271,432,302,100],"tags":[438,115,440,441],"class_list":["post-23103","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-cloud-computing","category-jaringan-komputer","category-teknologi","tag-arsitektur-cloud-computing","tag-cloud-computing","tag-cloud-computing-architecture","tag-front-end-back-end"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23103","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23103"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23119,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23103\/revisions\/23119"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}