{"id":22979,"date":"2024-03-22T02:20:59","date_gmt":"2024-03-21T19:20:59","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=22979"},"modified":"2024-03-22T02:21:02","modified_gmt":"2024-03-21T19:21:02","slug":"transmisi-tidak-terpandu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/transmisi-tidak-terpandu\/","title":{"rendered":"Transmisi Tidak Terpandu"},"content":{"rendered":"\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Transmisi terarah mentransmisikan gelombang elektromagnetik tanpa menggunakan media fisik apa pun. Oleh karena itu dikenal juga sebagai transmisi nirkabel.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada media yang tidak terarah, udara merupakan media yang melaluinya energi elektromagnetik dapat mengalir dengan mudah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Transmisi tidak terarah secara luas diklasifikasikan menjadi tiga kategori:<\/h3>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gelombang radio<\/h2>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gelombang radio adalah gelombang elektromagnetik yang ditransmisikan ke segala arah ruang bebas.<\/li>\n\n\n\n<li>Gelombang radio bersifat omnidireksional, yaitu sinyal disebarkan ke segala arah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kisaran frekuensi gelombang radio adalah dari 3Khz hingga 1 khz.<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam hal gelombang radio, antena pengirim dan penerima tidak sejajar, yaitu gelombang yang dikirim oleh antena pengirim dapat diterima oleh antena penerima mana pun.<\/li>\n\n\n\n<li>Contoh gelombang radio adalah radio FM.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-26.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"432\" height=\"326\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-26.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"\" class=\"wp-image-22980\" srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-26.png?lossy=1&strip=1&webp=1 432w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-26-300x226.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-26-255x192.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" sizes=\"(max-width: 432px) 100vw, 432px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aplikasi Gelombang Radio:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gelombang Radio berguna untuk multicasting bila ada satu pengirim dan banyak penerima.<\/li>\n\n\n\n<li>Radio FM, televisi, telepon nirkabel adalah contoh gelombang radio.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Keuntungan Transmisi Radio:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Transmisi radio terutama digunakan untuk jaringan area luas dan telepon seluler.<\/li>\n\n\n\n<li>Gelombang radio mencakup area yang luas dan dapat menembus dinding.<\/li>\n\n\n\n<li>Transmisi radio memberikan tingkat transmisi yang lebih tinggi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Gelombang mikro<\/h2>\n\n\n\n<p>Gelombang mikro terdiri dari dua jenis:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-27.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"434\" height=\"326\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-27.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"transmisi tidak terpandu\n\" class=\"wp-image-22982 lazyload\" data-srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-27.png?lossy=1&strip=1&webp=1 434w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-27-300x225.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/image-27-255x192.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" data-sizes=\"(max-width: 434px) 100vw, 434px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 434px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 434\/326;\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gelombang mikro terestrial<\/li>\n\n\n\n<li>Komunikasi gelombang mikro satelit.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Transmisi Gelombang Mikro Terestrial<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Transmisi gelombang mikro terestrial adalah teknologi yang mentransmisikan sinar sinyal radio terfokus dari satu antena transmisi gelombang mikro berbasis darat ke antena transmisi gelombang mikro lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Gelombang mikro adalah gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi berkisar antara 1GHz hingga 1000GHz.<\/li>\n\n\n\n<li>Gelombang mikro bersifat searah karena antena pengirim dan penerima harus disejajarkan, yaitu gelombang yang dikirim oleh antena pengirim memiliki fokus yang sempit.<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam hal ini, antena dipasang di menara untuk mengirimkan pancaran ke antena lain yang berjarak beberapa km.<\/li>\n\n\n\n<li>Ia bekerja pada transmisi garis pandang, yaitu antena yang dipasang di menara saling berhadapan langsung.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik Gelombang Mikro:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Rentang frekuensi: Rentang frekuensi gelombang mikro terestrial adalah dari 4-6 GHz hingga 21-23 GHz.<\/li>\n\n\n\n<li>Bandwidth: Mendukung bandwidth dari 1 hingga 10 Mbps.<\/li>\n\n\n\n<li>Jarak pendek: Tidak mahal untuk jarak pendek.<\/li>\n\n\n\n<li>Jarak jauh: Mahal karena membutuhkan menara yang lebih tinggi untuk jarak yang lebih jauh.<\/li>\n\n\n\n<li>Redaman: Redaman berarti hilangnya sinyal. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan ukuran antena.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Keuntungan Microwave:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Transmisi gelombang mikro lebih murah dibandingkan menggunakan kabel.<\/li>\n\n\n\n<li>Bebas dari pembebasan lahan karena tidak memerlukan lahan untuk pemasangan kabel.<\/li>\n\n\n\n<li>Transmisi gelombang mikro memudahkan komunikasi di medan karena pemasangan kabel di medan merupakan tugas yang cukup sulit.<\/li>\n\n\n\n<li>Komunikasi melalui lautan dapat dicapai dengan menggunakan transmisi gelombang mikro.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kerugian dari transmisi gelombang mikro:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menguping: Penyadapan menciptakan komunikasi yang tidak aman. Setiap pengguna jahat dapat menangkap sinyal di udara dengan menggunakan antenanya sendiri.<\/li>\n\n\n\n<li>Sinyal keluar fase: Sebuah sinyal dapat dipindahkan keluar fase dengan menggunakan transmisi gelombang mikro.<\/li>\n\n\n\n<li>Rentan terhadap kondisi cuaca: Transmisi gelombang mikro rentan terhadap kondisi cuaca. Artinya setiap perubahan lingkungan seperti hujan, angin dapat mendistorsi sinyal.<\/li>\n\n\n\n<li>Bandwidth terbatas: Alokasi bandwidth terbatas dalam kasus transmisi gelombang mikro.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Komunikasi Gelombang Mikro Satelit<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Satelit adalah benda fisik yang berputar mengelilingi bumi pada ketinggian yang diketahui.<\/li>\n\n\n\n<li>Komunikasi satelit saat ini lebih dapat diandalkan karena menawarkan lebih banyak fleksibilitas dibandingkan sistem kabel dan serat optik.<\/li>\n\n\n\n<li>Kita dapat berkomunikasi dengan titik mana pun di dunia dengan menggunakan komunikasi satelit.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Kerja Satelit?<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Satelit menerima sinyal yang dikirimkan dari stasiun bumi, dan memperkuat sinyal tersebut. Sinyal yang diperkuat ditransmisikan kembali ke stasiun bumi lain.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Keuntungan Komunikasi Gelombang Mikro Satelit:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Cakupan area gelombang mikro satelit lebih luas dibandingkan gelombang mikro terestrial.<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya transmisi satelit tidak bergantung pada jarak dari pusat area jangkauan.<\/li>\n\n\n\n<li>Komunikasi satelit digunakan dalam aplikasi komunikasi seluler dan nirkabel.<\/li>\n\n\n\n<li>Sangat mudah untuk menginstal.<\/li>\n\n\n\n<li>Ini digunakan dalam berbagai macam aplikasi seperti prakiraan cuaca, siaran sinyal radio\/TV, komunikasi seluler, dll.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kekurangan Komunikasi Gelombang Mikro Satelit:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perancangan dan pengembangan satelit membutuhkan lebih banyak waktu dan biaya lebih tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Satelit perlu dipantau dan dikendalikan secara berkala agar tetap berada di orbit.<\/li>\n\n\n\n<li>Umur satelit sekitar 12-15 tahun. Oleh karena itu, peluncuran satelit lagi harus direncanakan sebelum menjadi tidak berfungsi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Inframerah<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Transmisi inframerah adalah teknologi nirkabel yang digunakan untuk komunikasi jarak pendek.<\/li>\n\n\n\n<li>Frekuensi inframerah berkisar antara 300 GHz hingga 400 THz.<\/li>\n\n\n\n<li>Digunakan untuk komunikasi jarak pendek seperti transfer data antara dua ponsel, pengoperasian remote TV, transfer data antara komputer dan ponsel berada di area tertutup yang sama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik Inframerah:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ini mendukung bandwidth tinggi, dan karenanya kecepatan data akan sangat tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Gelombang inframerah tidak dapat menembus dinding. Oleh karena itu, komunikasi infra merah dalam satu ruangan tidak dapat diganggu oleh ruangan di dekatnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Komunikasi inframerah memberikan keamanan yang lebih baik dengan interferensi minimal.<\/li>\n\n\n\n<li>Komunikasi inframerah tidak dapat diandalkan di luar gedung karena sinar matahari akan mengganggu gelombang inframerah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>AGR\/\/<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.javatpoint.com\/unguided-transmission-media\">[1]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Transmisi tidak terarah secara luas diklasifikasikan menjadi tiga kategori: Gelombang radio Aplikasi Gelombang Radio: Keuntungan Transmisi Radio: Gelombang mikro Gelombang mikro terdiri dari dua jenis: Transmisi Gelombang Mikro Terestrial Karakteristik Gelombang Mikro: Keuntungan Microwave: Kerugian dari transmisi gelombang mikro: Komunikasi Gelombang Mikro Satelit Bagaimana Cara Kerja Satelit? Keuntungan Komunikasi Gelombang Mikro Satelit: Kekurangan Komunikasi Gelombang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":22982,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":271,"footnotes":""},"categories":[271,276,302,51,100],"tags":[406,407],"class_list":["post-22979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-jaringan","category-jaringan-komputer","category-prodi-d3tt","category-teknologi","tag-gelombang-radio","tag-kategori-transmisi-tidak-terpandu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22984,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22979\/revisions\/22984"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22982"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}