{"id":21918,"date":"2024-01-22T15:48:00","date_gmt":"2024-01-22T08:48:00","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=21918"},"modified":"2024-02-12T09:28:05","modified_gmt":"2024-02-12T02:28:05","slug":"ketahui-macam-ukuran-pemusatan-data-begini-penjelasan-lengkapnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/ketahui-macam-ukuran-pemusatan-data-begini-penjelasan-lengkapnya\/","title":{"rendered":"Ketahui Macam Ukuran Pemusatan Data, Begini Penjelasan Lengkapnya\u00a0"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image-2.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"602\" height=\"452\" src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image-2.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"Ukuran Pemusatan Data\" class=\"wp-image-21919\" srcset=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image-2.png?lossy=1&strip=1&webp=1 602w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image-2-300x225.png?lossy=1&strip=1&webp=1 300w, https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/image-2-255x191.png?lossy=1&strip=1&webp=1 255w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Ketika mempelajari ilmu statistika, perlu pemahaman tentang <a href=\"https:\/\/telkomuniversity.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">u<strong>kuran pemusatan data<\/strong><\/a><strong>.<\/strong> Ukuran tersebut terbagi menjadi 3, yaitu mean, median, dan modus.&nbsp;Pastinya sudah tidak asing dengan ketiga istilah tersebut. Hal tersebut umumnya sudah dipelajari di bangku sekolah. Simak ulasan penjelasan tentang ketiga ukuran tersebut di bawah ini.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Ukuran Pemusatan Data&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membahas tentang pembagian ukuran untuk pemusatan data. Ketahui terlebih dahulu artinya.&nbsp;<strong>Ukuran pemusatan data<\/strong> adalah nilai yang dipakai untuk menggambarkan sekumpulan data dengan cara mengidentifikasi pusat kumpulan data tersebut.&nbsp;&nbsp;Salah satu kegunaan dari ukuran pemusatan data adalah untuk membandingkan dua (populasi) atau contoh, karena sangat sulit untuk membandingkan masing-masing anggota dari masing-masing anggota populasi atau masing-masing anggota data contoh. Nilai ukuran pemusatan ini dibuat sedemikian sehingga cukup mewakili seluruh nilai pada data yang bersangkutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Adapun ukuran untuk pemusatan yang sering dipakai adalah mean (rata-rata), median (nilai tengah), dan modus.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Macam Ukuran untuk Pemusatan Data&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Ukuran untuk pemusatan data dibagi menjadi 3 macam. yaitu mean, median, dan modus. Ketiganya akan dibahas di bawah ini.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mean&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Pastinya sudah familiar dengan istilah mean. Adalah nilai rata-rata pada suatu kelompok data yang didapatkan dengan menjumlahkan keseluruhan data yang dibagi banyak data.&nbsp;Pada dasarnya mean adalah model kumpulan data. Mean bisa dipakai untuk menghitung rata-rata dari suatu data tunggal, tunggal berkelompok, atau berfrekuensi.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian data yang sudah diterima akan diurutkan dan dijumlahkan. setelah itu, kumpulan data tersebut akan dibagi banyak data.&nbsp;Ada dua jenis mean atau nilai rata-rata. Yaitu populasi dan sampel. Istilah lain mean populasi adalah parameter, sedangkan mean sampel adalah statistik.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mean populasi adalah hasil dari seluruh variabel populasi yang dibagi dengan banyak variabel populasi.&nbsp;Sedangkan rata-rata sampel adalah hasil penjumlahan dari seluruh variabel sampel dibagi dengan banyaknya sampel tersebut.&nbsp;Ketika digunakan, lebih sulit untuk mengetahui mean populasi kecuali data tersebut berskala kecil. Jadi, kebanyakan akan menggunakan teknik sampel.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Median&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Disebut juga dengan nilai tengah. Median adalah suatu nilai yang letaknya di tengah kelompok data sesudah diurutkan mulai dari nilai terkecil sampai terbesar atau sebaliknya.&nbsp;Perlu diketahui kalau suatu kelompok terdiri atas dua macam, yaitu ganjil dan genap. Maka untuk menentukan median terdapat dua solusi untuk menyelesaikannya.&nbsp;Ketika menentukan median, maka harus pastikan terlebih dahulu kelompok datanya. Apakah kelompok tersebut termasuk dalam ganjil atau genap.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Supaya lebih jelas, perhatikan contoh di bawah ini.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat&nbsp; 9 siswa yang sudah menyelesaikan tugas Matematika dengan nilai berikut ini.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>70&nbsp; 85&nbsp; 100&nbsp; 75&nbsp; 90&nbsp; 100&nbsp; 80&nbsp; 85&nbsp; 70&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berapakah nilai mediannya?&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jawab:&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah pertama urutkan terlebih dahulu data di atas. Bisa mulai terkecil atau mulai terbesar.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>70&nbsp; 70&nbsp; 75&nbsp; 80&nbsp; 85&nbsp; 85&nbsp; 90&nbsp; 100&nbsp; 100&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Karena jumlah nilainya ganjil, maka nilai tengahnya adalah data nomor 5, yaitu 85.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Modus&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain nilai rata-rata dan nilai tengah, modus juga sering dipakai. Nilai pemusatan data ini berfokus untuk mencari data yang sering muncul.&nbsp;Berbeda dengan nilai median, ketika mencari modus tidak perlu mengurutkan data terlebih dahulu. Cukup mengamati kumpulan data tersebut, kemudian cari dengan teliti, data yang sering muncul.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh terdapat kumpulan sebuah data terdiri dari 4,1,4,3,3,5,5,4,10,7,7,4.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dari data yang sudah disajikan di atas, bisa diamati kalau data yang sering muncul adalah nilau 4.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih mudahnya bisa memakai cara berikut.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai 3 = muncul 2 kali.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai 4 = muncul 4 kali&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai 5 = muncul 2 kali.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai 7 = muncul 2 kali.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai 10 = muncul 1 kali.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah penjelasan tentang ukuran pemusatan data yang terdiri atas mean, median, modus. Ketiganya yang sering dipakai dalam kegiatan sehari-hari.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi <\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ukuran_pemusatan_data\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Ukuran_pemusatan_data<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Nisa Amalia Putri I.S<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika mempelajari ilmu statistika, perlu pemahaman tentang ukuran pemusatan data. Ukuran tersebut terbagi menjadi 3, yaitu mean, median, dan modus.&nbsp;Pastinya sudah tidak asing dengan ketiga istilah tersebut. Hal tersebut umumnya sudah dipelajari di bangku sekolah. Simak ulasan penjelasan tentang ketiga ukuran tersebut di bawah ini.&nbsp;&nbsp; Apa Itu Ukuran Pemusatan Data&nbsp; Sebelum membahas tentang pembagian ukuran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":22678,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":87,"footnotes":""},"categories":[87],"tags":[],"class_list":["post-21918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kerjasama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21918"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22680,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21918\/revisions\/22680"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22678"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}