{"id":21248,"date":"2023-12-05T14:39:33","date_gmt":"2023-12-05T07:39:33","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=21248"},"modified":"2023-12-06T09:25:47","modified_gmt":"2023-12-06T02:25:47","slug":"mengenal-perbedaan-c-band-ku-band-dan-k-band-pada-antena","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/mengenal-perbedaan-c-band-ku-band-dan-k-band-pada-antena\/","title":{"rendered":"Mengenal Perbedaan C BAND, KU BAND dan K BAND Pada Antena\u00a0"},"content":{"rendered":"<p>Bagi pemula, <a href=\"https:\/\/telkomuniversity.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">perbedaan C BAND, KU BAND dan K BAND pada antena<\/a> dalam dunia tracking sangat perlu diketahui.&nbsp;&nbsp;Dengan memahami perbedaan C BAND, KU BAND dan K BAND pada antena ini, Anda akan dapat memutuskan untuk memilih LNB yang diperlukan.&nbsp;Sebab, masing-masing jenis LNB memiliki kelebihan dan kekurangan. Tak heran jika sebelum memilihnya harus melalui beberapa pertimbangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan C BAND, KU BAND dan K BAND Pada Antena, Mana yang Lebih Direkomendasikan?&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Kendati memiliki fungsi yang sama sebagai alat penerima sinyal, ketiga LNB ini memiliki karakteristik masing-masing. Berikut ulasannya untuk Anda.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">LNB KU-Band&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>LNB KU-Band memakai <em>dish<\/em> parabola berukuran mini. Yaitu, 45cm, 60cm serta 80cm. KU-Band umumnya beroperasi pada frekuensi antara 10,7 hingga 12,75 Ghz.&nbsp;Untuk urusan harga, KU-Band dinilai lebih terjangkau serta pemasangannya mudah sehingga tidak memakan waktu. Sayangnya, LNB jenis ini tidak tahan cuaca.&nbsp;Saat mendung tebal atau hujan, sinyal sering loncat bahkan gambar ikut menghilang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">LNB C-Band&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>LNB C-Band sejak dulu memang populer sebagai penerima sinyal yang cukup andal. C-Band dinilai lebih stabil dan tahan segala cuaca.&nbsp;C-Band memakai frekuensi kecil agar mampu menggunakan antena berukuran 6 feet tipe solid, 6 dan 9 tipe jaring.&nbsp;&nbsp;Kekurangan tipe LNB ini ialah membutuhkan ukuran antena parabola yang besar dan makan banyak tempat.&nbsp;Jika memakai dish berukuran 100cm ada baiknya dikombinasikan dengan CSR (<em>Conical Scalar Ring<\/em>). CSR juga kerap disebut Corong.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apabila melihat dari <strong>perbedaan C BAND, KU BAND dan K BAND pada antena<\/strong>, tampak jika C-Band lebih unggul ketimbang KU-Band.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">K-Band<\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara untuk K-Band kerap dipakai untuk menunjang sistem radar otomotif.&nbsp;K-Band yang berada pada antena mikrostip <em>rectangular<\/em> empat elemen dinilai ringan, <em>portable<\/em> dan berukuran kecil.&nbsp;Frekuensi K-Band bekerja pada 24,05 dan 24,25 Ghz. Antena mikrostip dirancang dengan teknik antena susun atau <em>array<\/em>. Tujuannya ialah memperoleh gain yang lebih besar.&nbsp;Jika dilihat dari hasil pengukuran, K-Band dirancang dengan VSWR kurang dari atau sama dengan 1,5 di frekuensi 24,05 dan 24,25 Ghz.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara untuk <em>bandwith<\/em> memiliki kelebaran 575 MHz yang akan menghasilkan gain sebesar 12,086 dB dengan polarisasi linier maupun pola radiasi direksional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah <strong>perbedaan C BAND, KU BAND dan K BAND pada antena<\/strong> yang dapat Anda ketahui. Semoga ulasan ini dapat memberikan tambahan informasi untuk Anda.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.medianetral.site\/2019\/09\/perbedaan-k-vision-ku-band-dan-k-vision.html?m=1\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">https:\/\/www.medianetral.site\/2019\/09\/perbedaan-k-vision-ku-band-dan-k-vision.html?m=1<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis: Nabillah Farah Nada<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi pemula, perbedaan C BAND, KU BAND dan K BAND pada antena dalam dunia tracking sangat perlu diketahui.&nbsp;&nbsp;Dengan memahami perbedaan C BAND, KU BAND dan K BAND pada antena ini, Anda akan dapat memutuskan untuk memilih LNB yang diperlukan.&nbsp;Sebab, masing-masing jenis LNB memiliki kelebihan dan kekurangan. Tak heran jika sebelum memilihnya harus melalui beberapa pertimbangan.&nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[87],"tags":[],"class_list":["post-21248","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kerjasama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21248"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21569,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21248\/revisions\/21569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}