{"id":21190,"date":"2023-12-04T14:08:32","date_gmt":"2023-12-04T07:08:32","guid":{"rendered":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/?p=21190"},"modified":"2023-12-04T14:09:58","modified_gmt":"2023-12-04T07:09:58","slug":"perbedaan-modulator-dan-demodulator","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/perbedaan-modulator-dan-demodulator\/","title":{"rendered":"Apa Saja Perbedaan Modulator dan Demodulator? Inilah Jawabannya!"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/fotoo.png?lossy=1&strip=1&webp=1\"><img decoding=\"async\" width=\"195\" height=\"107\" data-src=\"https:\/\/b581640.smushcdn.com\/581640\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/fotoo.png?lossy=1&strip=1&webp=1\" alt=\"Perbedaan Modulator dan Demodulator\" class=\"wp-image-21192 lazyload\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 195px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 195\/107;\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Pertanyaan seputar <a href=\"https:\/\/telkomuniversity.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">perbedaan modulator dan demodulator<\/a> sering terjadi. Awalnya kedua istilah ini dapat disingkat menjadi modem.\u00a0Meski memiliki istilah serupa, perbedaan modulator dan demodulator juga perlu Anda ketahui. Dengan demikian Anda dapat memahami mekanisme atau kinerja sistem tersebut.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Proses modulasi dan demodulasi saat ini bertujuan untuk memperoleh kecepatan yang lebih baik. Mau tahu apa saja perbedaan kedua istilah ini?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Mendongkrak Kecepatan Tangkapan Sinyal, Ini Dia Perbedaan Modulator Dan Demodulator&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Awalnya, kecepatan proses sinyal data hanya berkisar pada 300 bps saja. Seiring berkembangnya teknologi, modem dinilai melesat dengan kemampuan mengolah data lebih cepat.\u00a0Di Indonesia sendiri, modem dapat memroses sinyal data dengan kecepatan hingga 1Mbps. Beberapa karakteristik modem diantaranya ialah sebagai berikut:\u00a0<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Prosedural, dengan urutan kejadian dalam melakukan proses transmisi data.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Mekanik dalam artian koneksi fisik antara DTE dengan DCE.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Elektrik dapat meliputi level voltase dan waktu perubahan voltase DTE-DCE wajib sama, misalnya saja NRZ-L&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Fungsional ialah fungsi DCE dalam kategori data ground, kontrol serta waktu.&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Modulator&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Perbedaan modulator dan demodulator<\/strong> paling mendasar ialah terletak pada proses atau mekanismenya.\u00a0Modulator sendiri sebetulnya adalah perangkat yang berfungsi sebagai proses penerjemahan data dari sinyal digital menuju analog.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuannya ialah agar dapat ditransmisikan melalui sambungan kabel. Proses ini merupakan bagian dari modem yang berperan mengubah sinyal informasi menjadi sinyal pembawa atau <em>carrier<\/em>.\u00a0Dimana nantinya siap untuk dikirimkan ke penerima melalui media perantara, baik berupa kabel maupun udara. Sementara prosesnya dapat disebut dengan modulasi.\u00a0\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Demodulator&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Secara ringkas, demodulator dapat diartikan ke dalam proses penerjemahan sinyal analog menuju digital. Sehingga sinyal mampu terbaca dengan baik oleh penerimanya.\u00a0Demodulator memiliki peranan untuk memisahkan sinyal informasi dari sinyal pembawa yang diterimanya. Sementara rangkaian proses di atas dapat juga disebut demodulasi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dilihat dari definisi keduanya, modulator dan demodulator memang memiliki kebalikan fungsi. Demodulator bertujuan untuk memperoleh kembali data sinyal melalui proses pembacaan data.\u00a0Di bagian ini, sinyal pesan yang diterima oleh modem akan dipisahkan dari sinyal <em>carrier<\/em> yang memiliki frekuensi tinggi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Modulator dan demodulator sama-sama merupakan perangkat yang menyusun suatu modem.\u00a0Perbedaan\u00a0utama dari keduanya terletak pada fungsi\/kegunaan dari perangkat tersebut. Modulator berfungsi untuk mengubah data berupa sinyal digital yang ada di komputer ke sinyal analog sehingga bisa diangkut oleh sinyal pembawa melalui media perantara menuju komputer tujuan. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, demodulator adalah bagian dari modem yang berguna untuk mengubah kembali sinyal analog yang sudah diterimanya menjadi sinyal digital sehingga bisa dibaca dengan baik oleh komputer. Demikianlah penjelasan ringkas terkait <strong>perbedaan modulator dan demodulator<\/strong>. Intinya, kedua sistem ini memiliki peranan penting dalam penangkapan sinyal data untuk memroses internet.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Referensi<\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/perbedaaabentuk.blogspot.com\/2016\/11\/apakah-oh-ini-perbedaan-modulator-dan.html?m=1\">https:\/\/perbedaaabentuk.blogspot.com\/2016\/11\/apakah-oh-ini-perbedaan-modulator-dan.html?m=1<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penulis : Nisa Amalia Putri I.S<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan seputar perbedaan modulator dan demodulator sering terjadi. Awalnya kedua istilah ini dapat disingkat menjadi modem.\u00a0Meski memiliki istilah serupa, perbedaan modulator dan demodulator juga perlu Anda ketahui. Dengan demikian Anda dapat memahami mekanisme atau kinerja sistem tersebut.\u00a0 Proses modulasi dan demodulasi saat ini bertujuan untuk memperoleh kecepatan yang lebih baik. Mau tahu apa saja perbedaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[87],"tags":[],"class_list":["post-21190","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kerjasama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21190"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21194,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21190\/revisions\/21194"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dte.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}