
Bela Diri Pencak Silat
Pencak silat merupakan olahraga bela diri yang khas dari Indonesia. Olahraga ini terdiri dari unsur “pencak” yaitu gerakan jasmani dan “silat” yaitu mengandung budi pekerti. Pencak silat berkembang di Indonesia melalui Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) yang didirikan di Solo tahun 1948 dengan ketua IPSI pertama Mr. Wongsonegoro, SH. Nomor pencak silat dalam pertandingan meliputi nomor tunggal (Wiraloka) dan nomor tanding (Wiralaga) yang dimainkan di gelanggang matras 10 × 10 meter dan dipimpin oleh seorang wasit dan lima orang juri. Pertandingan pencak silat kelas tanding (wiralaga) terdiri dari kategori A sampai J yang diklasifikasikan menurut berat badan pesilat. Untuk memenangkan pertandingan ditentukan dengan nilai selama 3 ronde di mana serangan tangan mendapat nilai 1, kaki nilai 2, dan jatuhan nilai 3. Tentunya untuk memperoleh nilai diperlukan penguasaan teknik serangan dan pembelaan dengan baik serta kematangan emosional pesilat. Kemenangan seorang pesilat pun juga tak luput dari kejelian seorang pelatih, di mana pelatih harus bisa mengamati tentang teknik-teknik lawan untuk menetapkan strategi dalam meraih kemenangan bagi pesilatnya. Hendro Catur salah satu sosok pelatih pencak silat yang cukup jeli untuk dapat mempelajari teknik lawan serta memasang strategi untuk memperoleh kemenangan.
Beliau merupakan pelatih yang cukup akrab dengan para pesilat, namun juga memiliki daya juang dan motivasi serta disiplin tinggi dalam pelatihan. Maka tak heran sosok pelatih ini banyak menghasilkan para pesilat yang hebat.
- Hakikat pencak silat
Pencak silat yaitu olahraga bela diri yang berasal dari Indonesia sejak zaman para leluhur kita dan sekarang dikembangkan melalui IPSI. Olahraga pencak silat ini mengandung dua unsur yang tidak bisa dipisahkan yaitu pencak merupakan latihan fisik dan silat mengandung unsur budi luhur. Adapun teknik dasar pencak silat meliputi sikap berdiri, duduk, langkah, serangan kaki, serangan tangan maupun pembelaan.
- Rangkaian perorangan/tunggal
Rangkaian teknik perorangan/tunggal terdiri atas jurus-jurus berikut. a. Jurus pertama Langkah-langkahnya, antara lain sebagai berikut.
1) Lakukan sikap awal, yaitu berdiri tegak kedua telapak kaki membentuk sudut 90° dan kedua tangan mengepal di depan dada.
2) Kaki kanan dilangkahkan ke kanan bersamaan kedua lengan dipukulkan lurus ke depan, disikukan ke belakang dan kembali dipukul ke depan.
3) Kembali ke posisi awal.
b. Jurus kedua Langkah-langkahnya, antara lain sebagai berikut.
1) Lakukan sikap awal.
2) Kaki kanan melangkah ke samping kanan bersamaan kedua tangan dipukulkan ke depan lurus.
3) Sikukan kedua tangan ke belakang secara bersamaan.
4) Pukulkan kembali kedua tangan ke depan secara bersamaan.
5) Kembali pada sikap awal.
c. Jurus ketiga:
Langkah-langkahnya, antara lain sebagai berikut.
1) Lakukan sikap awal.
2) Langkahkan kaki kanan ke samping kanan bersamaan lutut agak direndahkan dan tangan kiri memukul lurus ke depan. Sementara itu, tangan mengepal di dada.
3) Lakukan gerakan kebalikan arah.
4) Kembali pada sikap awal.
d. Jurus keempat:
1) Lakukan sikap awal.
2) Kaki kanan maju serentak tangan kanan memukul ke depan dilanjutkan dengan gerakan tangan kaki dimajukan ke depan diikuti gerakan badan memutar ke arah kanan.
3) Kaki kiri menendang ke depan dilanjutkan dengan gerak memutar menyilang di belakang kaki kanan.
4) Kaki kanan ditendang ke depan dilanjutkan dengan memutar kaki kanan ke belakang kaki kiri.
5) Kaki kanan digeser ke belakang, hingga membentuk kudakuda depan.
6) Kembali ke posisi awal.
e. Jurus kelima
Langkah-langkahnya, antara lain sebagai berikut.
1) Lakukan sikap awal.
2) Kaki kanan melangkah ke samping kanan, tangan kiri menggergaji ke depan. Kaki kanan mundur ke belakang, tangan kanan menggergaji ke depan.
3) Kaki kanan menendang ke depan.
4) Kembali pada sikap awal.
- Sambung/ganda
Sambung/ganda dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
Tangkisan tutup depan dan tendangan depan.
a. Berdiri posisi awal seperti jurus pertama.
b. B melakukan tendangan depan dan A melakukan tangkisan tutup depan.
c. Lakukan tendangan dan tangkisan menggunakan kaki kanan dan kiri (bergantian).
- Pengembangan teknik dan taktik serangan langsung
Pengembangan teknik dan taktik serangan langsung dapat dilakukan sebagai berikut.
a. Menggoyahkan pertahanan lawan secara tiba-tiba dengan cara sebagai berikut
1) Lakukan sikap pasang.
2) Colokkan tangan kiri ke arah mata lawan.
3) Pada saat lawan mengubah posisinya, serang dengan pukulan siku pada bagian ulu hatinya dan disusul dengan tendangan samping.
b. Melakukan serangan pendahuluan dengan cara sebagai berikut.
1) Lakukan sikap pasang.
2) Lakukan pukulan.
3) Langkahkan kaki yang berada di depan ke belakang dengan gerakan memutar badan.
4) Ketika lawan melangkah maju untuk menyerang, lakukan tendangan belakang.
- Pengembangan teknik dan taktik bela serang
Pengembangan teknik dan taktik bela serang dapat dilakukan sebagai berikut.
a. Mengelak dari pukulan lawan Mengelak dari pukulan lawan dengan cara sebagai berikut.
1) Lakukan sikap pasang.
2) Elakkan pukulan lawan.
3) Sambut tangan lawan yang digunakan untuk memukul dan tarik searah pukulan, secara bersamaan serang lawan dengan lutut.
b. Mengelak dari tendangan lawan Mengelak dari tendangan lawan dengan cara sebagai berikut.
1) Lakukan sikap pasang.
2) Elakkan tendangan lawan dengan melangkahkan kaki kanan serong kanan depan.
3) Lakukan pukulan ke arah lipatan paha atau perut dengan tangan atau menendangnya ke arah lipatan paha.
- Pengembangan teknik dan taktik tangkis serang
Pengembangan teknik dan taktik tangkis serang dapat dilakukan sebagai berikut. a. Menangkis tendangan lawan dengan cara sebagai berikut.
1) Lakukan sikap pasang.
2) Lakukan tangkapan dengan tangan ke arah luar.
3) Jika melakukan serangan kembali, tangan tangkis ke arah dalam dengan tangan kiri, dan dengan gerakan yang cepat pegang pergelangan tangan kiri, dengan gerakan yang cepat pegang pergelangan tangan yang digunakan menyerang lalu serang tulang iganya.
b. Menangkis pukulan lawan dengan cara sebagai berikut.
1) Lakukan sikap pasang.
2) Lakukan tangkisan dengan tangan kanan ke arah luar dan tangan yang digunakan menangkis langsung pukulkan ke hidung lawan.
3) Susul pukulan pertama dengan pukulan dua tangan ke arah dada lawan, sambil melangkahkan kaki kiri ke depan.
- Pembagian kelas
Pembagian Kelas dalam Pencak Silat
Berdasarkan Berat Badan
No. Kelas Remaja Taruna/Dewasa
a. Kelas A 39 – 42 kg 45 – 50 kg
b. Kelas B 42 – 45 kg 50 – 55 kg
c. Kelas C 45 – 48 kg 55 – 60 kg
d. Kelas D 48 – 51 kg 60 – 65 kg
e. Kelas E 51 – 54 kg 65 – 70 kg
f. Kelas F 54 – 57 kg 70 – 75 kg
g. Kelas G 57 – 60 kg 76 – 80 kg
h. Kelas H 60 – 63 kg 80 – 85 kg
i. Kelas I 63 – 66 kg 85 – 90 kg
j. Kelas bebas > 66 kg > 90 kg
- Perlengkapan pertandingan
Dalam pertandingan bela diri, diperlukan perlengkapan sebagai berikut:
a. Pakaian pesilat hitam-hitam.
b. Pelindung kemaluan.
c. Pakaian dua pendamping silat hitam-hitam dan ban/sabuk berwarna merah.
- Petugas yang memimpin pertandingan
Orang-orang yang bertugas memimpin pertandingan adalah sebagai berikut:
a. Satu orang wasit dan lima orang juri.
b. Ketua pertandingan dan seorang sekretaris.
c. Dua orang tim deliget (dewan pendekar/pengawas teknik).
d. Timer.
e. Tim kesehatan.
f. Penjaga penimbang badan.
- Penilaian
Penilaian dalam pertandingan bela diri adalah sebagai berikut.
a. Nilai prestasi teknik
1) Nilai 1, serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran, atau elakan lawan.
2) Nilai 1 + 1, tangkisan, hindaran, atau elakan yang berhasil memunahkan serangan lawan, disusul oleh serangan dengan tangan yang masuk pada sasaran.
3) Nilai 2, serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran, atau elakan lawan.
4) Nilai 1 + 2, tangkisan, hindaran, atau elakan yang berhasil mematahkan serangan lawan, disusul oleh serangan dengan kaki yang masuk pada sasaran.
5) Nilai 3, teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan. Pencak silat merupakan olahraga yang berasal dari Indonesia yang mengandung unsur seni, olahraga, dan bela diri. Teknik-teknik dasar pencak silat meliputi kuda-kuda, langkah, serangan, tangkapan, kuncian, bantingan, jatuhan, dan belaan yang diseragamkan oleh IPSI. Jurus adalah rangkaian gerak dasar dalam pencak silat yang dilakukan secara berurutan dalam satu kesempatan.
6) Nilai 1 + 3, tangkisan, hindaran, elakan, atau tangkapan yang memunahkan serangan lawan, disusul oleh serangan dengan teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan.
b. Nilai kerapian
Nilai kerapian pesilat meliputi sikap awal, pasang, dan koordinasi teknik. Penilaian tiap babak adalah 2–5.
KESIMPULAN
Pencak silat merupakan olahraga bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia dan telah berkembang melalui organisasi resmi bernama IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) sejak tahun 1948. Pencak silat tidak hanya menekankan aspek fisik (pencak) tetapi juga moral dan etika (silat), menjadikannya olahraga yang menyatu dengan nilai budaya dan kepribadian luhur.
Pencak silat terdiri dari berbagai teknik dasar seperti kuda-kuda, langkah, serangan, tangkisan, tangkapan, kuncian, bantingan, dan jatuhan. Dalam pertandingan, terdapat dua nomor utama: nomor tunggal (Wiraloka)dannomor tanding (Wiralaga), dengan sistem nilai berdasarkan efektivitas teknik serangan dan pertahanan, serta kerapian gerak.
Pertandingan dilakukan dengan aturan kelas berdasarkan berat badan, dari kelas A hingga kelas bebas. Wasit, juri, dan petugas lainnya berperan penting dalam mengatur dan menilai jalannya pertandingan. Penilaian mencakup nilai teknik dan kerapian. Untuk meraih kemenangan, pesilat harus menguasai teknik serangan, bela diri, taktik, dan mampu mengendalikan emosi saat bertanding.
Seorang pelatih memiliki peran strategis dalam keberhasilan pesilat, seperti yang ditunjukkan oleh Hendro Catur, pelatih yang disiplin dan mampu menyusun strategi berdasarkan analisis kekuatan dan kelemahan lawan.
Dengan perpaduan antara seni, olahraga, dan bela diri, pencak silat bukan hanya menjadi sarana kebugaran dan perlindungan diri, tetapi juga pelestarian budaya luhur bangsa.