
Atletik
Atletik adalah jenis olahraga yang terdiri dari nomor lari, lompat dan lempar. Atletik ini merupakan cabang olahraga tertua yang dilombakan sejak olimpiade pertama 776 SM di Yunani. Olahraga ini berasal dari Yunani yaitu dari kata atlon artinya kontes. Induk organisasi olahraga atletik di dunia adalah International Association of Athletic Federation (IAAF) dan di Indonesia dikembangkan melalui wadah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Pada nomor lempar meliputi lempar cakram, lembing, dan tolak peluru. Lempar cakram adalah salah satu cabang atletik yang diperlombakan. Adapun cakram yang dilemparkan memiliki berat 2 kg untuk laki-laki dan 1 kg untuk perempuan dan dilakukan di lapangan berbentuk lingkaran.
🏃♂️ Sejarah Olahraga Atletik di Indonesia
1. Masa Awal (Zaman Kolonial Belanda)
- Olahraga atletik masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda, sekitar awal abad ke-20.
- Atletik pertama kali diperkenalkan oleh guru-guru Belanda di sekolah-sekolah milik pemerintah kolonial.
- Awalnya hanya dimainkan oleh kalangan Eropa dan elite pribumi, terutama di sekolah dan perkumpulan olahraga elit.
2. Perkembangan di Masa Pra-Kemerdekaan
- Pada tahun 1930-an, atletik mulai dikenal lebih luas dan digemari oleh masyarakat Indonesia.
- Beberapa klub dan perkumpulan atletik mulai terbentuk, seperti ISNIS (Ikatan Sport Nasional Indonesia Sumatera) dan VIA (Vereeniging Indonesia Atletiek).
- Kompetisi atletik mulai digelar secara terbatas dan sering digabung dengan event olahraga umum seperti Pekan Olahraga Sekolah.
3. Setelah Kemerdekaan (1945 – 1960-an)
- Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, olahraga atletik menjadi bagian penting dalam pembangunan olahraga nasional.
- Tahun 1950, dibentuk organisasi resmi bernama PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) sebagai induk olahraga atletik nasional.
- Atletik dimasukkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama di Solo, 1948.
4. Masa Keemasan dan Internasionalisasi
- Atletik mulai berkembang dengan baik dan Indonesia mengirim atlet ke ajang internasional seperti:
- Asian Games
- SEA Games
- Olimpiade
- Tokoh legendaris seperti Mohammad Sarengat (peraih emas Asian Games 1962) menjadi ikon kejayaan atletik Indonesia pada era 1960-an.
5. Era Modern (1990-an – Sekarang)
- Atletik terus dikembangkan melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan pelatnas.
- Atlet-atlet muda banyak bermunculan dan tampil di ajang SEA Games dan Asian Games.
- Emilia Nova (lari gawang), Lalu Muhammad Zohri (lari 100m), dan Sapwaturrahman (lompat jauh) adalah contoh atletik Indonesia berprestasi di era modern.
🏅 Peran Atletik di Indonesia
- Merupakan cabang olahraga dasar dalam pendidikan jasmani di sekolah.
- Atletik adalah induk dari semua olahraga karena mencakup unsur gerak dasar: lari, lompat, lempar, dan jalan cepat.
- Atletik berperan penting dalam pembinaan bakat olahraga sejak usia dini.
Atlet Indonesia yang berprestasi di nomor lempar cakram di antaranya Anna Yos Andjioe yang berasal dari Kalimantan Barat. Sosok Anna merupakan atlet pelempar cakram yang disegani, karena keahlian melempar cakram. Meskipun di usia setengah abad beliau mampu melakukan teknik lemparan yang benar dan jauh. Bahkan dalam Kejurnas PAVI atlet ini masih yang terbaik. Pada nomor ini sayang di Indonesia kurang regenerasi. Untuk itu marilah kita pelajari nomor ini dengan benar agar kita bisa berprestasi setinggi-tingginya.
🥏 Sejarah Olahraga Lempar Cakram di Indonesia
1. Asal Usul di Dunia
- Lempar cakram berasal dari Yunani Kuno dan merupakan salah satu cabang tertua dalam olahraga atletik.
- Dipertandingkan dalam Olimpiade sejak zaman kuno, dan kemudian masuk ke Olimpiade modern sejak tahun 1896 untuk pria, dan 1928 untuk wanita.
2. Masuk ke Indonesia (Zaman Penjajahan Belanda)
- Olahraga lempar cakram masuk ke Indonesia pada awal abad ke-20, saat masa penjajahan Belanda.
- Diperkenalkan oleh guru-guru Belanda di sekolah-sekolah elite dan organisasi olahraga yang dikelola oleh pemerintah kolonial.
- Saat itu, hanya kalangan Eropa dan elite pribumi yang bisa mengakses dan mempelajari olahraga ini.
3. Setelah Kemerdekaan (1945 ke atas)
- Setelah kemerdekaan, lempar cakram menjadi bagian dari olahraga atletik nasional.
- Dipertandingkan pertama kali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) pada tahun 1948 di Solo.
- Dibina secara formal oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang berdiri tahun 1950.
4. Perkembangan dan Pembinaan
- Lempar cakram diajarkan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pelajaran PJOK.
- Diperkuat melalui pembinaan atlet lewat:
- PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar)
- PPLM (Mahasiswa)
- Pelatnas (Pelatihan Nasional)
- Atlet Indonesia mulai berlaga di SEA Games, Asian Games, dan kejuaraan tingkat Asia Tenggara dan Asia.
5. Atlet Lempar Cakram Indonesia
Beberapa nama atlet Indonesia yang menonjol dalam cabang lempar cakram, antara lain:
- Eki Febri Ekawati – meskipun lebih dikenal di tolak peluru, namun juga pernah mengikuti nomor lempar cakram.
- Atlet-atlet daerah dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera juga sering mendominasi PON di nomor lempar cakram.
- Lari Sambung
- Hakikat lari sambung
Lari sambung/lari estafet adalah lari secara beregu yang terdiri dari 4 orang yang pelaksanaannya lari dengan cara memindahkan tongkat estafet yang telah ditentukan ukurannya dan dalam pemberian tongkat harus berada di dalam daerah wissel. Adapun untuk pelari pertama menggunakan start jongkok, sedangkan pelari II, III, dan IV menggunakan start melayang.
- Teknik memegang tongkat
Teknik memegang tongkat dapat dibedakan menjadi dua.
- Teknik memegang tongkat ketika akan start Teknik memegang tongkat ketika akan start adalah sebagai berikut.
1) Memegang tongkat dengan pangkal ibu jari, jari kelingking, dan jari manis sehingga ketika start, ibu jari dan telunjuk menjadi tumpuan berat badan.
2) Memegang tongkat dengan pangkal ibu jari dan jari tengah, hingga ketika start ibu jari dan telunjuk menjadi tumpuan berat badan di atas garis start.
- Teknik memegang tongkat
ketika akan memberikan tongkat Teknik ini adalah tongkat dipegang agak ke ujung belakang. Untuk pelari pertama, teknik ini harus dimulai ketika start.
- Teknik menerima tongkat
Teknik menerima tongkat, meliputi sebagai berikut.
a. Cara visual Cara visual adalah teknik menerima tongkat dengan melihat ke belakang sebelum tongkat berpindah tangan dilakukan.
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1) Tangan yang menerima diluruskan ke belakang dengan telapak tangan menghadap ke atas, keempat jari rapat, dan ibu jari terbuka.
2) Tangan yang menerima tongkat diayunkan ke belakang dengan sikap telapak tangan menghadap ke belakang dan keempat jari terbuka ke arah dalam.
3) Tangan yang menerima tongkat dijulurkan ke belakang serong bawah dengan telapak tangan menghadap belakang serong atas dan keempat jari rapat menuju luar. Sementara itu, ibu jari terbuka menuju dalam.
- Cara nonvisual
Cara nonvisual adalah teknik menerima tongkat dengan cara tidak menoleh ke belakang ketika tongkat berpindah tangan.
Cara melakukannya adalah sebagai berikut.
1) Tangan yang menerima tongkat diayun ke belakang atas, telapak tangan menghadap atas, keempat jari rapat, dan ibu jari terbuka.
2) Tangan yang menerima tongkat diayun ke belakang dengan telapak tangan menghadap ke bawah, keempat jari rapat, dan ibu jari terbuka.
3) Tangan yang menerima tongkat dijulurkan ke belakang pinggul, dengan telapak tangan menghadap dalam dan jari-jari agak ditekuk, sedangkan ibu jari dibuka.
- Teknik pergantian tongkat
Teknik pergantian tongkat dibedakan menjadi tiga.
a. Teknik pergantian luar Teknik pergantian luar dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Pelari datang di sepanjang sisi luar mendekati penerima tongkat.
2) Tongkat diserahkan dengan tangan kiri.
3) Tongkat diterima dengan tangan kanan.
4) Pelari kedua dan ketiga memindahkan tongkat dari tangan kanan ke kiri.
b. Teknik pergantian dalam
Teknik pergantian dalam dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Pelari yang datang di sepanjang sisi dalam mendekati penerima tongkat.
2) Tongkat diserahkan dengan tangan kanan. 3) Tongkat diterima dengan tangan kiri.
4) Pelari kedua dan ketiga harus memindahkan tongkat dari tangan kiri ke kanan.
c. Teknik pergantian campuran
Teknik pergantian campuran merupakan gabungan antara teknik pergantian dalam dan pergantian luar.
- Teknik penempatan pelari estafet
Teknik penempatan pelari estafet dapat dilakukan dengan pengelompokan sebagai berikut.
a. Pelari pertama harus memiliki kemampuan start yang baik dan berlari pada tikungan secara baik.
b. Pelari kedua memiliki kemampuan berlari yang baik di lintasan lurus.
c. Pelari ketiga memiliki kemampuan berlari yang baik di tikungan.
d. Pelari keempat memiliki kemampuan berlari yang baik di lintasan lurus dan pandai memasuki finish.
- Teknik lari estafet
Teknik lari estafet, meliputi sebagai berikut.
a. Setiap regu berjumlah empat atlet yang memiliki lari tercepat.
b. Start dengan start jongkok bagi pelari pertama, sedangkan pelari 2, 3, dan 4 dengan start melayang.
c. Lari dilakukan di lintasan masing-masing.
d. Tongkat dibawa pelari dari start hingga memasuki garis finish.
- Teknik memasuki garis finis
Cara melakukannya:
a. Lari secepat-cepatnya tanpa mengubah langkah.
b. Pandangan lurus ke depan.
c. Ayunkan salah satu tangan ketika melewati garis finis atau busungkan dada ke depan.
KESIMPULAN
- Atletik adalah cabang olahraga tertua yang meliputi nomor lari, lompat, dan lempar. Olahraga ini berasal dari Yunani dan dikembangkan di Indonesia melalui organisasi PASI.
- Sejarah Atletik di Indonesia dimulai pada masa penjajahan Belanda, berkembang melalui berbagai klub dan organisasi, dan menjadi olahraga penting setelah kemerdekaan. Atletik Indonesia terus berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
- Lempar Cakram adalah salah satu nomor lempar dalam atletik, dengan cakram seberat 2 kg untuk pria dan 1 kg untuk wanita. Lempar cakram masuk ke Indonesia sejak zaman kolonial dan terus dibina oleh PASI serta diajarkan di sekolah-sekolah.
- Atlet lempar cakram Indonesia pernah mencapai prestasi baik, namun regenerasi atlet di nomor ini masih kurang sehingga perlu perhatian dan pembinaan serius.
- Lari Estafet (Lari Sambung) adalah lari beregu yang terdiri dari 4 pelari yang saling mengoper tongkat estafet di daerah tertentu. Teknik memegang, memberikan, dan menerima tongkat harus dilakukan dengan benar agar pergantian lancar.
- Ada tiga teknik pergantian tongkat dalam lari estafet: pergantian luar, dalam, dan campuran, yang harus dikuasai oleh atlet untuk memaksimalkan kecepatan dan kelancaran lari.
- Penempatan pelari dalam estafet disesuaikan dengan kemampuan teknis masing-masing pelari, seperti kemampuan start, berlari di tikungan, dan sprint di lintasan lurus.
Kesimpulan
- Atletik adalah cabang olahraga tertua yang meliputi nomor lari, lompat, dan lempar. Olahraga ini berasal dari Yunani dan dikembangkan di Indonesia melalui organisasi PASI.
- Sejarah Atletik di Indonesia dimulai pada masa penjajahan Belanda, berkembang melalui berbagai klub dan organisasi, dan menjadi olahraga penting setelah kemerdekaan. Atletik Indonesia terus berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
- Lempar Cakram adalah salah satu nomor lempar dalam atletik, dengan cakram seberat 2 kg untuk pria dan 1 kg untuk wanita. Lempar cakram masuk ke Indonesia sejak zaman kolonial dan terus dibina oleh PASI serta diajarkan di sekolah-sekolah.
- Atlet lempar cakram Indonesia pernah mencapai prestasi baik, namun regenerasi atlet di nomor ini masih kurang sehingga perlu perhatian dan pembinaan serius.
- Lari Estafet (Lari Sambung) adalah lari beregu yang terdiri dari 4 pelari yang saling mengoper tongkat estafet di daerah tertentu. Teknik memegang, memberikan, dan menerima tongkat harus dilakukan dengan benar agar pergantian lancar.
- Ada tiga teknik pergantian tongkat dalam lari estafet: pergantian luar, dalam, dan campuran, yang harus dikuasai oleh atlet untuk memaksimalkan kecepatan dan kelancaran lari.
- Penempatan pelari dalam estafet disesuaikan dengan kemampuan teknis masing-masing pelari, seperti kemampuan start, berlari di tikungan, dan sprint di lintasan lurus.