
ANCAMAN PERANGKAT LUNAK BERBAHAYA
6.3 Dasar Teori
6.3.1 Pengertian Perangkat Lunak Berbahaya
Perangkat lunak berbahaya (malicious software atau Malware) adalah jenis perangkat lunak yang dirancang untuk melakukan tindakan merusak, merugikan, atau tidak sah pada sistem komputer, perangkat mobile, atau jaringan komputer. Perangkat lunak berbahaya merupakan ancaman serius dalam dunia digital dan dapat menyebabkan kerugian finansial, hilangnya data berharga, dan masalah privasi. Malware dapat masuk pada sistem komputer dengan melalui jaringan internet. Umumnya, perangkat lunak ini disisipkan pada unduhan pada situs web illegal, iklan, Email Phising, dan lain-lain. Malware tidak diciptakan oleh sembarang orang. Prangkat lunak ini diciptakan oleh para hacker yang memiliki pemahaman tinggi akan perangkat lunak dengan tujuan tertentu.
6.3.2 Karakteristik Umum dari Perangkat Lunak Berbahaya 1. Merusak atau merugikan
Malware seringkali dirancang untuk merusak atau merugikan sitem atau data pengguna. Ini bisa termasuk menghapus, mengubah, atau mengenkripsi file, mengganggu kinerja sistem, atau bahkan menghancurkan sistem operasi. 2. Pencurian Informasi
Beberapa jenis Malware, seperti spyware atau keyloggers, digunakan untuk 156 mencuri informasi rahasia seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data pribadi lainnya.
3. Pengendalian Jarak Jauh
Malware dapat memberikan penyerang akses jarak jauh ke komputer atau perangkat yang terinfeksi. Ini memungkinkan penyerang untuk mengendalikan perangkat dan menggunakannya untuk tujuan jahat.
4. Penyebaran dan Infeksi
Beberapa jenis Malware, seperti virus atau worm, dapat menyebar dari satu sistem ke sistem lainnya melalui jaringan atau perangkat penyimpanan. Mereka dapat menginfeksi banyak komputer dalam waktu singkat.
5. Ekstorsi (Ransomware)
Ransomeware adalah jenis Malware yang meng-enskripsi data pengguna dan kemudia meminta pembayaran tebusan (ransom) agar data di-dekripsi. Jika tebusan tidak dibayar, data tersebut dapat hilang selamanya.
6. Penyusupan dan Penyamaran
Beberapa Malware mencoba untuk menyusup ke dalam sistem tanpa diketahui dan menyamar sebagai perangkat lunak yang sah atau tidak berbahaya agar tidak terdeteksi.
7. Penyebaran Lewat Phising
Malware juga seringkali tersebar melalui pesan phising yang menipu pengguna agar mengundug atau menjalankan perangkat lunak berbahaya tersebut. 8. Eksploitasi Kerentanan
Malware dapat memanfaatkan kerentanan keamanan dalam sistem atau perangkat untuk melakukan serangan. Ini adalah alasan mengapa selalu penting untuk memperbarui perangkat lunak dan sistem Anda.
6.3.3. Macam-Macam Perangkat Lunak Berbahaya
1. Malware (Malicious Software)
Malware (Malicious Software) merupakan software yang dibuat oleh seseorang dengan tujuan untuk merugikan seorang pengguna. Dampak dari adanya Malware disebuah perangkat memungkinkan Malware tersebut untuk melakukan pencurian
informasi dan menghabiskan sumber daya pada 157 perangkat tersebut. 2. Virus
Virus merupakan sebuah software yang dapat melakukan penggandaan dan menyebarkan dirinya kedalam sebuah program, dokumen dan lain-lain. Dampak dari virus yaitu merusak data pada dokumen, mengganggu, dan juga terdapat virus yang hanya berdiam diri tanpa melakukan aktifitas yang merugikan dan tidak melakukan apa-apa.
3. Trojan
Trojan merupakan jenis Malware yang sering digunakan pada sebuah perangkat lunak. Hal tersebut bertujuan untuk pencuria dan peretasan untuk mendapat akses ke perangkat tersebut. Dampak dari trojan memungkinkan perangkat seorang dapat diambil oleh seorang hacker.
4. Spyware
Spyware merupakan jenis Malware yang ter-install pada sebuah perangkat tanpa diketahui oleh pengguna. Dampak dari spyware adalah mencuri informasi sensitive dari pengguna perangkat dengan merode mengintai.
5. Worm
Worm merupakan sejenis virus yang dapat mereplikasi dirinya sendiri dan membagikan dirinya dengan media jaringan. Dampak dari worm adalah dapat digunakan untuk mencuri informasi sensitive, meng-install backdoor, dan masih banyak lagi Tindakan perusakan lainnya.
6.3.4 Dampak Serangan Perangkat Lunak Berbahaya
Masuknya Malware pada komputer merupakan sebuah ancaman besar. Melalui berbagai cara dan serta jenisnya yang beragam, Malware mampu menimbulkan masalah pada perangkat. Beriku merupakan dampak dari serangan Malware pada perangkat:
1. Memperlambat Sistem Komputer
Apabila Malware berhasil masuk pada sistem perangkat, kinerja perangkat akan melambat. Dibutuhkan waktu lama untuk menyala serta dalam penggunaannya pun seluruh sistem menjadi sulit merespon. Hal ini tentu saja membuat pengguna kesulitan untuk menjalankan aktivitas pada komputer.
2. Kerusakan Data dan Dokumen
Akibat lain dari adanya virus yang menyebar pada perangkat ialah kerusakan pada data serta dokumen. Pada beberapa kasus, kerusakan membuat isi dokumen menjadi berantakan. Namun, Malware juga dapat menyebabkan sebuah dokumen tidak dapat dibuka.
3. Kendala Pada Aplikasi di Dalamnya
Malware yang masuk pada sistem komputer seringkali memengaruhi beberapa aplikasi di dalamnya. Aplikasi dalam komputer menjadi sulit untuk dibuka, performa lambat, dan bahkan tidak dapat dibuka dama sekali. Bahkan, Malware dapat menghapus aplikasi di komputer.
4. Sistem Tidak Dapat Dibuka
Dampak serius yang harus diperhatikan yaitu hilangnya akses pada komputer. Perangkat dapat dihidupkan, tetapi tidak dapat digunakan dan dijalankan. Ini merupakan salah saru bentuk serangan ransomware.
5. Perubahan Data Menjadi Virus
Malware dapat mengubah sebuah data menjadi virus. Hal ini merupakan salah satu cara penyebaran virus pada perangkat. Tidak hanya pada satu data, apabila virus dibiarkan maka akan menyerang seluruh data pada komputer.
6.3.5 Solusi Agar Terhindari Ancaman Perangkat Lunak Berbahaya Untuk terhindar dari perangkat lunak berbahaya (Malware) dan menjaga keamanan perangkat, berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan:
1. Perangkat Lunak Keamanan
Pasang perangkat lunak keamanan yang andal dan up-to-date pada perangkat, seperti antivirus, antispyware, dan firewall. Pastikan perangkat lunak ini selalu diperbaharui agar dapat mendeteksi dan mengatasi ancaman terbaru.
2. Pembaruan rutin
Selalu perbarui sistem operasi, perangkat lunak, dan aplikasi Anda ke versi yang paling baru. Pembaruan seringkali memperbaiki kerentanan keamanan yang dapat dieksploitasi oleh Malware.
3. Unduh dari sumber resmi
Hindari mengunduh perangkat lunak dari sumber yang tidak resmi atau tidak terpercaya. Gunakan toko aplikasi resmi seperti Google Play atau Apple App Store untuk perangkat mobile dan situs web resmi untuk perangkat desktop. 4. Jangan klik pada tautan atau lampiran yang mencurigakan
Jangan meng-klik tautan atau membuka lampiran dalam email, pesan teks, atau pesan media sosial yang mencurigakan atau berasal dari sumber yang tidak dikenal. Ini dapat menghindari serangan phising dan pengiriman Malware melalui email. 5. Bijak dalam ber-internet
Jangan mengunjungi situs web yang mencurigakan atau tidak aman. Hindari mengunduh materi illegal atau berbahaya, seperti konten bajakan atau crack. 6. Gunakan kata sandi kuat
Gunakan kata sandi yang kuat untuk akun online Anda, dan jangan gunakan kata sandi yang sama untuk banyak situs web atau layanan. Pertimbangkan menggunakan manajer kata sandi untuk mengelola kata sandi Anda. 7. Jangan aktifkan makro otomatis
Jika Anda menggunakan program seperti Microsoft Office, jangan aktifkan makro otomatis dalam dokumen yang Anda unduh dari internet. Malware sering menggunakan makro untuk mengeksekusi skrip berbahaya.
8. Edukasi diri
Tingkatkan kesadaran diri Anda tentang ancaman yang ada dan tanda-tanda serangan Malware. Pelajari cara mengidentifikasi email phising atau situs web palsu.
9. Backup data secara rutin
Buat salinan cadangan data penting Anda secara teratur. Ini dapat membantu Anda memulihkan data jika Anda menjadi korban serangan ransomware atau kehilangan data karena Malware lainnya.
10. Monitoring aktivitas sistem
Selalu perhatikan aktivitas dan kinerja sistem Anda. Jika Anda melihat tanda tanda yang mencurigakan, seperti penggunaan CPU yang tinggi atau aktivitas jaringan yang tidak biasa, segera selidiki masalah tersebut.
6.3.6 Teknik Penyebaran Malware
Malware tidak hanya menyebar melalui unduhan sembarangan, tetapi juga menggunakan berbagai teknik canggih untuk menyerang sistem. Berikut beberapa metode umum penyebaran malware:
- Drive-by Download
Malware secara otomatis terunduh saat pengguna mengunjungi situs web yang telah dikompromikan, tanpa perlu mengklik apapun. - Bundling Software
Malware disisipkan dalam instalasi software legal sebagai “tambahan tersembunyi”, terutama pada software gratisan dari situs yang tidak resmi. - USB dan Media Fisik
Flashdisk yang telah terinfeksi bisa menyebarkan malware ke komputer saat dicolokkan, bahkan tanpa membuka file apa pun. - Social Engineering
Penyerang memanipulasi psikologi korban agar secara tidak sadar mengunduh dan menjalankan file berbahaya, misalnya dengan menyamar sebagai file invoice, surat lamaran kerja, atau info pengiriman. - Malvertising
Penyebaran malware melalui iklan online yang terinfeksi (malicious advertising), bahkan di situs web yang terpercaya.
6.3.7 Contoh Kasus Serangan Malware Terkenal
- WannaCry (2017)
Serangan ransomware global yang mengeksploitasi kerentanan Windows, mengenkripsi data korban dan meminta tebusan dalam Bitcoin. - ILOVEYOU Virus (2000)
Virus berbentuk email dengan subjek “ILOVEYOU” yang menyebar cepat dan merusak jutaan komputer di seluruh dunia. - Stuxnet (2010)
Malware canggih yang diduga dikembangkan untuk merusak fasilitas nuklir Iran. Dirancang untuk menyerang perangkat industri (SCADA systems). - Emotet
Awalnya berfungsi sebagai trojan perbankan, tetapi kemudian berkembang menjadi malware modular yang mampu mencuri data dan menyebarkan malware lain.
6.3.8 Tanda-Tanda Perangkat Terinfeksi Malware
Agar bisa segera mengambil tindakan, berikut beberapa gejala umum jika perangkat telah terinfeksi:
- Kinerja komputer melambat secara tiba-tiba.
- Muncul banyak iklan pop-up.
- Aplikasi terbuka atau tertutup sendiri.
- Perubahan pada browser (homepage berubah, muncul toolbar asing).
- File hilang atau terenkripsi.
- Antivirus nonaktif tanpa izin pengguna.
- Pemakaian CPU dan RAM meningkat drastis tanpa sebab jelas.
6.3.9 Pencegahan Malware Khusus untuk Perusahaan
Untuk lingkungan bisnis dan organisasi, perlindungan dari malware memerlukan pendekatan yang lebih serius:
- Endpoint Protection Platform (EPP)
Sistem keamanan yang melindungi semua perangkat (laptop, server, mobile) dari malware. - Email Gateway Security
Sistem penyaringan email untuk mencegah malware masuk melalui lampiran atau tautan berbahaya. - Security Awareness Training
Melatih karyawan untuk mengenali dan menghindari jebakan sosial engineering dan phising. - Segregasi Jaringan (Network Segmentation)
Memisahkan bagian jaringan agar jika satu bagian terinfeksi, tidak menyebar ke seluruh sistem.
6.3.9 Perbedaan Virus, Worm, dan Trojan
| Jenis | Mekanisme Penyebaran | Ketergantungan pada File | Kemampuan Merusak |
| Virus | Menempel pada file atau program | Ya | Merusak file, menyebar lokal |
| Worm | Menyebar otomatis via jaringan | Tidak | Menyebar luas, konsumsi resource |
| Trojan | Menyamar sebagai software legal | Tidak | Mencuri data, membuka backdoor |
Kesimpulan
Perangkat lunak berbahaya atau malware adalah program yang dirancang untuk merusak, mencuri data, atau mengambil alih kendali sistem komputer dan perangkat digital lainnya. Malware memiliki berbagai karakteristik umum seperti kemampuan merusak sistem, mencuri informasi, mengendalikan perangkat dari jarak jauh, menyebar dengan cepat, serta menyamar agar tidak terdeteksi.
Terdapat berbagai macam malware seperti virus, worm, trojan, spyware, dan ransomware, yang masing-masing memiliki metode penyebaran dan dampak berbeda. Dampak serangan malware dapat sangat merugikan, mulai dari melambatnya kinerja komputer, kerusakan data, hingga hilangnya akses ke sistem sama sekali.
Untuk mencegah serangan malware, diperlukan langkah-langkah pencegahan seperti pemasangan perangkat lunak keamanan, pembaruan rutin sistem, berhati-hati dalam mengunduh dan membuka file, serta edukasi dan kesadaran pengguna. Di lingkungan perusahaan, perlindungan juga harus meliputi penggunaan sistem keamanan yang komprehensif, pelatihan karyawan, dan pengelolaan jaringan yang baik.
Memahami perbedaan antara virus, worm, dan trojan juga penting agar dapat mengenali cara kerja malware dan mengambil tindakan tepat. Dengan pengetahuan dan langkah pencegahan yang baik, risiko serangan perangkat lunak berbahaya dapat diminimalisir untuk menjaga keamanan data dan sistem.