Aktivitas Senam

Aktivitas Senam

Senam adalah aktivitas fisik yang dilakukan baik sebagai cabang olahraga tersendiri maupun sebagai olahraga dasar cabang lainnya. Pertandingan dilakukan dari tingkat anak-anak sekolah sampai pertandingan internasional baik putra maupun putri. Sejak akhir abad ke-19, senam mulai dipertandingkan. Akan tetapi, senam lebih dianggap sebagai suatu pertunjukan seni daripada suatu cabang olahraga. Pada saat itu dibuat peraturan dan dibentuk wadah senam internasional dengan nama Federation International de Gymnastique (FIG).

Cabang senam di Indonesia dikembangkan melalui PERSANI yang berdiri pada tanggal 14 Juli 1963. Pada waktu itu olahraga senam di Indonesia cukuplah berkembang dengan mendatangkan pelatih senam dari RRC. Pada tahun 1967, Indonesia mengirimkan seorang pelatih ke Jerman Timur yaitu T.J. Purba untuk memasuki sekolah khusus pelatih senam artistik selama 2 tahun. Olahraga senam pada PON ke VII Surabaya mulai dimasukkan sebagai cabang olahraga yang dilombakan hingga sekarang. Olahraga senam yang diperlombakan di pesta Pekan Olahraga Nasional merupakan titik tolak dari T.J. Purba yang telah dikirim ke sekolah pelatih senam di Jerman Timur. Salah satu senam artistik yang diperlombakan adalah senam lantai yang selalu dilombakan pertama kali. Nomor senam lantai merupakan tontonan yang mengasyikkan. Marilah kita belajar teknikteknik senam lantai dengan sebaik-baiknya agar berprestasi.

Indonesia juga mempunya alit senam lantai berprestasi,salah satu nya ialah:

Rifda Irfanaluthfi. Ia merupakan pesenam artistik Indonesia yang telah meraih berbagai prestasi di kancah nasional dan internasional.

Profil Singkat Rifda Irfanaluthfi

  • Nama Lengkap: Rifda Irfanaluthfi
  • Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 16 Oktober 1999
  • Cabang Olahraga: Senam Artistik
  • Spesialisasi: Senam lantai, meja lompat, balok keseimbangan, dan palang bertingkat
  • Pendidikan: Lulusan S1 Kepelatihan Olahraga, Universitas Negeri Jakarta

Prestasi Rifda Irfanaluthfi

  • SEA Games:
    • 2015 (Singapura): Medali perak senam lantai
    • 2017 (Malaysia): 1 emas (balok keseimbangan), 1 perak (meja lompat), 3 perunggu (tim, senam lantai, palang bertingkat)
    • 2019 (Filipina): 1 emas (meja lompat), 1 perak (all-around), 1 perak (senam lantai), 1 perak (balok keseimbangan)
    • 2021 (Vietnam): 2 emas, 1 perak
  • Asian Games 2018 (Jakarta-Palembang): Medali perak senam lantai
  • Piala Dunia Senam Artistik FIG 2023 (Kairo, Mesir): Medali perunggu senam lantai
  • Olimpiade Paris 2024: Menjadi atlet senam Indonesia pertama yang lolos ke Olimpiade

Rifda memulai karier senam sejak usia 6 tahun dan telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam olahraga ini. Selain berprestasi di bidang olahraga, ia juga menempuh pendidikan di bidang kepelatihan olahraga, menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dalam dunia senam.

Rifda Irfanaluthfi mencatat sejarah sebagai pesenam Indonesia pertama yang berhasil lolos ke Olimpiade, tepatnya pada Olimpiade Paris 2024. Ia mendapatkan tiket ke Olimpiade melalui kualifikasi resmi dari Federasi Senam Internasional (FIG) dan akan bersaing di semua alat (all-around) pada ajang tersebut.

  1. Senam Lantai
  2. Hakikat senam lantai

Senam lantai merupakan senam artistik yang biasa dipertandingkan pada hari-hari pertama di pesta olahraga di tingkat nasional maupun internasional dalam nomor senam. Nomor senam lantai putra pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade X tahun 1932. Bagi putri hal itu terjadi dua puluh tahun kemudian. Senam ini dilakukan di atas matras yang berukuran 12 × 12 meter baik putra maupun putri dengan unsur gerakan mengguling, lentingan, keseimbangan, lompat, loncat, dan putar di udara.

Sejarah Singkat

  • Senam lantai putra pertama kali dipertandingkan pada Olimpiade X tahun 1932.
  • Untuk putri, cabang ini mulai dipertandingkan dua puluh tahun kemudian, menunjukkan adanya perkembangan inklusi gender dalam dunia senam kompetitif.

Unsur-Unsur Gerakan dalam Senam Lantai
Senam lantai terdiri dari kombinasi berbagai gerakan tubuh yang menekankan kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi. Adapun unsur-unsur gerakan yang biasanya terdapat dalam senam lantai meliputi:

  • Gerakan mengguling (contoh: guling depan dan belakang)
  • Gerakan lentingan (contoh: handspring, back handspring)
  • Gerakan keseimbangan (contoh: berdiri satu kaki, handstand)
  • Gerakan lompat dan loncat (contoh: split jump, straddle jump)
  • Gerakan putar di udara (contoh: salto, twist)

Tujuan Senam Lantai

  • Meningkatkan kebugaran jasmani dan keterampilan motorik.
  • Mengembangkan keindahan gerak, koordinasi, dan irama tubuh.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, dan kedisiplinan.
  • Menjadi bagian dari ekspresi seni dalam bentuk fisik.

Ciri Khas Senam Lantai

  • Dilakukan tanpa alat bantu besar seperti palang atau kuda-kuda (kecuali matras).
  • Bersifat individual, meskipun bisa dipertunjukkan dalam kelompok.
  • Menekankan pada kombinasi gerakan tubuh yang mengalir dan terstruktur.
  • Diperlukan teknik yang matang dan latihan intensif agar aman dan efektif.
  • Pengertian rangkaian gerakan senam dan manfaatnya

Rangkaian gerakan senam merupakan penggabungan dari beberapa gerakan senam yang dilakukan secara berurutan dalam satu periode gerakan/kesempatan. Pada gerak rangkaian, pesenam akan melakukan unsur gerakan mengguling, melenting, keseimbangan, memutar, melompat, dan meloncat sesuai kaidah pada gerakan senam lantai.

  • Mengguling ke depan (forward roll)

Gerakan mengguling depan dapat dilakukan dengan awalan jongkok maupun berdiri dengan menghadap ke arah matras. Cara melakukannya:

a. Menghadap ke matras.

 b. Tempelkan kedua tangan lalu angkat panggul dan masukkan kepala di antara dua tangan.

c. Letakkan tengkuk dan dorong dengan kedua kaki lalu mengguling ke depan dengan urutan tengkuk, punggung, panggul belakang dan kembali sikap semula.

  • Latihan gerakan hand stand

Cara melakukannya:

  1. Bungkukkan badan, tangan menumpu selebar bahu, lengan lurus, tangan agak depan, angkat pantat setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok, dan tungkai belakang lurus.
  2.  Ayunkan tungkai belakang ke atas, diikuti dengan tungkai yang satunya.
  3.  Kedua tungkai rapat dan lurus sehingga satu garis dengan badan dan lengan, pandangan di antara kedua tangan, dan kepala dijulurkan ke depan atas.
  • Lenting tangan (hand spring)

Cara melakukannya:

a. Lari beberapa langkah, salah satu kaki diayun ke depan lurus, dan kedua tangan diayun ke atas lurus.

b. Melangkah, badan dicondongkan ke depan, tangan diayunkan ke bawah, tangan menumpu pada matras, dan pandangan ke depan bawah.

c. Kaki belakang diayun ke belakang atas disertai kaki depan menolak dan merapatkan kaki ke atas.

d. Pada sikap membusur, kedua kaki rapat dan mendarat di matras, saat bersamaan pinggul didorong ke depan. Untuk memindahkan berat badan, tangan lurus ke belakang, dan kepala pasif hingga berdiri.

  • Meroda

Cara melakukannya:

a. Berdiri menyamping, kedua kaki dibuka selebar bahu, dan kedua lengan telentang di atas.

b. Letakkan salah satu telapak tangan pada matras bersamaan badan dimiringkan dan salah satu kaki terangkat.

c. Letakkan kembali tangan satunya hingga kedua kaki terangkat ke atas lurus terbuka dalam posisi berdiri dengan tangan.

d. Letakkan kaki satu per satu pada matras bersamaan, kedua lengan terangkat satu per satu dari matras sehingga mendarat kembali pada sikap semula.

Kesimpulan:
Senam lantai adalah olahraga yang menuntut kemampuan fisik tinggi serta keindahan dalam setiap gerakannya. Selain memiliki nilai estetika, olahraga ini juga memberikan manfaat bagi daya tahan, fleksibilitas, dan kekuatan otot, serta merupakan bagian penting dari pendidikan jasmani dan pembinaan atletik di berbagai tingkatan usia.

B. Gerakan Rangkaian Senam Lantai

  1. . Rangkaian gerakan guling depan dan guling lenting

Cara melakukan:

a. Berdiri menghadap ke matras, bungkukkan badan, tempelkan kedua tangan lakukan gerakan guling depan.

b. Lanjutkan dengan gerakan ketika kedua tangan menempel pada matras dan tengkuk. c. Lentingkan kedua kaki lurus ke arah depan atas dengan lintasan membusur.

d. Lalu mendarat dengan kedua kaki langsung berdiri.

2. Rangkaian gerakan meroda dan lenting tangan

Rangkaian gerakan meroda dan lenting tangan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

a. Lakukan gerakan meroda dan putar badan sehingga menghadap ke matras lurus.

b. Lakukan gerakan lentingan tangan dengan awalan 4 – 5 langkah.

  • Rangkaian gerakan roll, meroda, dan hand stand

gerakan roll depan, lalu berdiri dilanjutkan gerakan meroda, kemudian lakukan gerakan hand stand.

  • Teknik melompat dengan alat

a. Lompat jongkok di atas peti lompat Cara melakukannya:

1) Lari beberapa langkah. Pada langkah terakhir, kaki menolak sehingga badan melenting ke depan.

2) Pada saat lompatan tertinggi kaki ditekuk dengan sikap jongkok.

3) Kedua kaki mendarat di atas peti lompat kemudian melompat turun.

4) Keseimbangan badan dijaga agar tidak terjatuh.

b. Lompat kangkang di atas peti lompat

Cara melakukannya:

1) Lari beberapa langkah. Pada langkah terakhir kaki menolak sehingga badan melenting ke depan.

2) Kedua tangan bertumpu pada peti lompat.

3) Kedua kaki mengangkang ke samping agar dapat melewati peti lompat.

4) Ketika kaki di atas peti lompat, tangan ditolakkan sehingga tubuh melenting ke depan dan mendarat dengan kaki rapat.

KESIMPULAN:
Senam merupakan aktivitas fisik yang tidak hanya berfungsi sebagai cabang olahraga utama, tetapi juga sebagai dasar dari berbagai cabang olahraga lainnya. Dalam perkembangannya, senam tidak hanya dipertandingkan secara nasional dan internasional, tetapi juga diapresiasi sebagai bentuk seni gerak yang memadukan kekuatan, kelincahan, dan keindahan. Di Indonesia, senam mulai berkembang secara signifikan sejak berdirinya PERSANI pada tahun 1963, dan sejak itu menjadi bagian dari cabang olahraga resmi di ajang PON.

Salah satu cabang dari senam artistik yang paling populer dan banyak dilombakan adalah senam lantai, yang dilakukan di atas matras berukuran 12 × 12 meter. Senam lantai menekankan kombinasi gerakan mengguling, lentingan, keseimbangan, lompat, loncat, dan putaran di udara. Gerakan-gerakan ini tidak hanya menuntut keterampilan teknis, tetapi juga mencerminkan ekspresi artistik dari sang pesenam.

Rangkaian gerakan senam lantai seperti guling depan, hand stand, lenting tangan, meroda, hingga teknik lompat menggunakan alat, semuanya dirancang untuk meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, koordinasi, serta rasa percaya diri dan disiplin dalam diri pesenam.

Indonesia memiliki atlet berprestasi dalam bidang senam lantai, salah satunya adalah Rifda Irfanaluthfi, pesenam artistik yang telah meraih banyak medali di SEA Games, Asian Games, dan kompetisi internasional lainnya. Ia bahkan menjadi pesenam Indonesia pertama yang berhasil lolos ke Olimpiade (Paris 2024), menandai pencapaian penting bagi dunia senam nasional.

Secara keseluruhan, senam lantai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pendidikan jasmani dan pembentukan karakter generasi muda. Dengan memahami teknik dan manfaat dari setiap gerakan, diharapkan peserta didik mampu berlatih dengan benar dan termotivasi untuk berprestasi dalam bidang ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *