Ikan cupang (Betta Fish)
Ikan cupang (Betta splendens) bukan sekadar ikan hias biasa. Dikenal karena warnanya yang memikat dan gaya bertarungnya yang agresif, ikan ini kini tidak hanya menjadi primadona di akuarium, tetapi juga komoditas ekspor andalan dari Indonesia.
Tak heran jika cupang telah menjadi ikon budaya pop, dari perlombaan lokal hingga kontes internasional dengan hadiah jutaan rupiah.
Asal-Usul dan Sejarah Ikan Cupang
Cupang berasal dari kawasan Asia Tenggara, terutama:
- Thailand (asal usul liar: cupang fighter)
- Kamboja, Vietnam, dan Laos
- Indonesia (populasi besar di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa)
Cupang awalnya dikembangbiakkan sebagai ikan aduan, sebelum akhirnya dikembangkan sebagai ikan hias dengan berbagai variasi warna dan ekor.
Jenis-Jenis Ikan Cupang Hias Populer
Halfmoon
- Ekor setengah lingkaran 180 derajat
- Tampilan megah dan elegan
- Banyak dijumpai dalam kontes

Plakat
- Ekor pendek, mirip cupang aduan
- Lebih agresif, cocok untuk pemula
- Warna cerah dan variasi solid

Crowntail (Serit)
- Ciri khas: ekor berjumbai seperti mahkota
- Dikembangkan pertama kali di Indonesia
- Salah satu jenis paling ekspor-able

Double Tail
- Dua ekor simetris yang menyatu
- Lebih langka, elegan, dan unik

Koi/Marble
- Corak seperti ikan koi
- Motif dan warna selalu berubah (gen marble)

Perawatan Ikan Cupang
Cupang termasuk ikan air tawar yang tahan banting, tetapi tetap perlu perhatian agar tetap sehat dan warnanya tajam.
Tips Merawat:
- Gunakan air bersih, ideal pH 6,5–7,5
- Ganti air 2–3 kali seminggu
- Gunakan daun ketapang untuk menstabilkan air
- Hindari menaruh dua jantan dalam satu wadah
- Beri makan cacing sutra, pelet khusus cupang, atau kutu air
Cupang Aduan vs Cupang Hias
| Perbedaan | Cupang Aduan | Cupang Hias |
|---|---|---|
| Tujuan | Bertarung | Estetika |
| Bentuk tubuh | Kokoh dan agresif | Elegan, ekor lebar |
| Warna | Biasanya polos | Beragam dan cerah |
| Harga | Ratusan ribu | Bisa jutaan rupiah per ekor |
| Perawatan | Lebih sederhana | Lebih estetis dan telaten |
Cupang sebagai Komoditas Ekspor
Indonesia adalah salah satu eksportir ikan cupang terbesar di dunia, terutama ke:
- Amerika Serikat
- Eropa (Jerman, Prancis, Belanda)
- Asia Timur (Jepang, Korea Selatan)
Kontes Ikan Cupang
Kontes cupang digelar di berbagai kota, bahkan tingkat internasional (IBC – International Betta Congress). Aspek penilaian mencakup:
- Bentuk tubuh
- Warna dan kombinasi
- Bentuk ekor
- Perilaku saat display
- Kesehatan dan kelincahan
Mutasi Warna & Genetika
Cupang dikenal karena mutasi warna unik akibat gen marble dan koi. Dalam satu siklus hidup, ikan bisa berubah warna beberapa kali.
Warna populer:
- Nemo (merah-kuning-putih)
- Galaxy Koi
- Black Samurai
- Fancy Multicolor
Harga Ikan Cupang
Harga sangat bervariasi tergantung kualitas dan jenis.
| Jenis | Harga Umum |
|---|---|
| Plakat Biasa | Rp 20.000 – Rp 100.000 |
| Halfmoon Grade A | Rp 200.000 – Rp 500.000 |
| Fancy Koi Show | Rp 1.000.000 – Rp 3.000.000 |
| Cupang Aduan Juara | > Rp 2.000.000 |
Cupang dengan sertifikat juara kontes bahkan bisa laku hingga puluhan juta rupiah.
Potensi Bisnis Ikan Cupang
Bisnis ikan cupang tidak hanya dari jual beli, tetapi juga:
- Penangkaran (breeding)
- Penjualan pakan dan peralatan
- Kelas edukasi online
- Konten YouTube (review, tutorial, kontes)
- Jasa kurasi dan pengiriman ekspor
Ekspor Ikan Cupang: Apa yang Perlu Disiapkan?
Untuk menjual cupang ke luar negeri:
- Surat izin ekspor ikan hidup (SATS-LN)
- Pemeriksaan dari karantina ikan
- Kemasan: Plastik oksigen + Styrofoam box
- Sertifikat kesehatan dari BKIPM (Badan Karantina Ikan)
- Mengetahui regulasi negara tujuan
Kesimpulan
Ikan cupang bukan sekadar ikan hias. Ia adalah simbol keindahan, kekuatan, dan potensi ekonomi. Dengan perawatan yang tepat dan sentuhan bisnis kreatif, cupang bisa jadi sumber hobi sekaligus penghasilan yang menjanjikan—bahkan membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Referensi
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP). (2022). Pedoman Teknis Budidaya Ikan Cupang Hias. Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.
📎 https://kkp.go.id
Nuryanto, A., & Hidayat, T. (2021). “Kajian Morfologi dan Perilaku Ikan Cupang (Betta sp.) sebagai Ikan Hias dan Ikan Petarung.” Jurnal Akuakultur Indonesia, 20(2), 91–99.
📎 DOI:10.15578/jai.20.2.2021.91-99
Setiawan, A. A., et al. (2020). “Pemanfaatan Sistem Bioflok dan Filter Tanaman untuk Budidaya Ikan Cupang Skala Rumah Tangga.” Jurnal Teknologi Perikanan, 11(1), 24–30.
FAO (Food and Agriculture Organization). (2021). Digital Aquaculture: Technologies for Small-scale Farmers.
📎 https://www.fao.org