SOLDERING & DESOLDERING

SOLDERING & DESOLDERING

7.3 Dasar Teori 

7.3.1 Soldering dan Desoldering 

1. Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Soldering 

Soldering dan desoldering adalah dua teknik yang digunakan dalam dunia  elektronika untuk menghubungkan atau memutuskan koneksi antara  komponen-komponen elektronika. Soldering adalah proses menghubungkan  dua atau lebih komponen elektronika dengan cara mencairkan bahan logam  (solder) untuk mengalirkan listrik dan memperkuat koneksi. Solder yang  digunakan biasanya terbuat dari campuran timah dan timbal atau bismut, dan  akan meleleh ketika dipanaskan. Proses ini dilakukan dengan menggunakan  soldering iron atau soldering gun, yang akan memanaskan area yang akan  disolder hingga cukup panas sehingga solder meleleh dan mengalir ke sisi lain,  menutupi area tersebut dan membentuk koneksi yang kuat.

A person holding a screwdriver

AI-generated content may be incorrect.

Gambar 7.1 Teknik Soldering  

Adapun tujuan dari soldering antara lain sebagai berikut :

a. Menghubungkan komponen elektronika : Tujuan utama soldering adalah untuk menghubungkan komponen elektronika dan  membentuk koneksi yang kuat dan andal di antara mereka.

b. Meningkatkan konduktivitas listrik : Soldering membantu  meningkatkan konduktivitas listrik antara komponen dan mencegah  terjadinya resistensi dan arus yang tidak stabil. 

c. Meningkatkan keamanan : Soldering juga membantu mengurangi  risiko korsleting listrik dan kebakaran yang disebabkan oleh koneksi  longgar atau rusak. 

d. Melindungi dari korosi : Soldering juga melindungi koneksi dari  korosi dan oksidasi, yang dapat mengurangi umur pakai komponen  dan mengganggu kinerja perangkat. 

Sedangkan manfaat dari soldering antara lain : 

a. Hemat biaya : Soldering digunakan untuk memperbaiki dan  mengganti komponen yang rusak secara mandiri, menghemat biaya  perbaikan dan penggantian perangkat elektronika. 

b. Memperbaiki perangkat elektronika : Soldering juga digunakan  untuk memperbaiki perangkat elektronika yang rusak atau tidak  berfungsi dengan baik, sehingga tidak perlu membeli perangkat baru. 

c. Meningkatkan keterampilan teknis : Soldering membantu  meningkatkan keterampilan teknis dalam dunia elektronika. d. Memodifikasi perangkat elektronika : Soldering digunakan untuk  memodifikasi perangkat elektronika untuk memenuhi kebutuhan  dan preferensi.

2. Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Desoldering 

Desoldering adalah proses memutuskan koneksi antara dua atau lebih  komponen elektronika dengan cara melelehkan solder dan menghilangkannya.  Proses ini biasanya dilakukan ketika kita perlu mengganti komponen yang  rusak atau memperbaiki kesalahan dalam rangkaian elektronika. Ada beberapa  alat yang dapat digunakan untuk desoldering, termasuk soldering iron dengan  ujung yang dapat menghisap solder meleleh atau alat khusus yang disebut  desoldering pump atau vacuum desoldering tool, yang bekerja dengan cara  menciptakan vakum untuk menghisap solder yang meleleh. 

Gambar 7.2 Teknik Desoldering 

Adapun tujuan dari desoldering antara lain sebagai berikut : 

a. Mengganti atau memperbaiki komponen rusak: Tujuan utama  desoldering adalah untuk mengganti atau memperbaiki komponen  elektronika yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik. 

b. Memodifikasi perangkat elektronika: Desoldering digunakan untuk memodifikasi perangkat elektronika dengan menghilangkan  koneksi lama dan menggantinya dengan komponen baru. 

c. Mendaur ulang komponen: Desoldering juga digunakan untuk  mendaur ulang komponen elektronika yang masih berfungsi  dengan baik dari perangkat yang tidak lagi digunakan. 

Sedangkan manfaat dari desoldering antara lain : 

a. Hemat biaya: Desoldering memungkinkan untuk mengganti dan  memperbaiki komponen elektronika secara mandiri, menghemat  biaya perbaikan dan penggantian perangkat elektronika. 

b. Memperbaiki perangkat elektronika: Desoldering juga  memungkinkan untuk memperbaiki perangkat elektronika yang 

rusak atau tidak berfungsi dengan baik, sehingga tidak perlu  membeli perangkat baru. 

c. Mendaur ulang komponen: Desoldering juga membantu  mengurangi limbah elektronika dan membantu melindungi  lingkungan dengan mendaur ulang komponen elektronika yang  masih berfungsi dengan baik dari perangkat yang tidak lagi  digunakan. 

3. Teknik Soldering dan Desoldering 

Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan teknik soldering dan desoldering. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam  soldering dan desoldering

a. Kondisi alat soldering dan desoldering: Pastikan alat soldering dan  desoldering yang digunakan dalam kondisi baik dan sesuai dengan  kebutuhan pekerjaan. Pastikan juga bahwa alat tersebut memiliki suhu  yang sesuai untuk logam dan jenis solder yang digunakan. 

b. Penggunaan solder yang tepat: Pastikan bahwa jenis solder yang  digunakan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dan komponen yang  akan disolder atau didesolder. Pilih solder yang memiliki titik lebur  yang sesuai dengan suhu alat soldering

c. Penggunaan flux: Flux digunakan untuk membersihkan permukaan  koneksi dan membantu solder menyebar secara merata. Pastikan untuk  menggunakan flux yang sesuai dengan jenis solder dan komponen yang  akan disolder atau didesolder. 

d. Kebersihan: Pastikan untuk membersihkan kawat soldering dan  puncak soldering secara teratur untuk mencegah terjadinya kotoran  atau oksidasi yang dapat memengaruhi kualitas sambungan. 

e. Keamanan: Pastikan untuk menggunakan alat pelindung seperti  kacamata dan sarung tangan saat melakukan soldering dan desoldering untuk mencegah terjadinya cedera akibat suhu tinggi dan benda yang  tumpul. 

f. Pengendalian suhu: Pastikan untuk mengendalikan suhu alat soldering dan desoldering secara tepat agar tidak terlalu panas atau terlalu dingin  sehingga mempengaruhi kualitas sambungan.

g. Teknik soldering dan desoldering yang tepat: Pastikan untuk  menguasai teknik soldering dan desoldering yang benar agar  sambungan yang dihasilkan dapat kuat, andal, dan bebas dari cacat. 

h. Penanganan komponen elektronika: Pastikan untuk menangani  komponen elektronika dengan hati-hati dan menghindari merusaknya  saat melakukan soldering dan desoldering. 

7.3.2 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penyolderan 

K3 dalam penyolderan mengacu pada praktik keselamatan dan kesehatan kerja  yang diterapkan selama proses penyolderan. Hal ini termasuk dalam upaya untuk  mencegah cedera, kecelakaan, kerusakan lingkungan, dan masalah kesehatan yang  terkait dengan penggunaan bahan kimia dan alat-alat listrik yang digunakan dalam  penyolderan. 

Tujuan utama dari K3 dalam penyolderan adalah untuk memastikan bahwa  pekerjaan dilakukan dengan cara yang aman dan sehat, baik bagi pekerja maupun  lingkungan sekitarnya. Beberapa tujuan lain dari K3 dalam penyolderan meliputi : 

• Mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan akibat alat soldering yang  tidak tepat atau penggunaan bahan kimia yang tidak aman. 

• Mencegah terjadinya cedera akibat suhu tinggi, benda tajam, atau bahaya  lainnya yang terkait dengan penggunaan alat soldering. 

• Memastikan bahwa bahan kimia dan limbah yang dihasilkan selama  penyolderan dihapus dengan benar untuk mengurangi dampak negatif  terhadap lingkungan. 

• Mencegah kerusakan pada peralatan dan sirkuit elektronika akibat  kesalahan dalam proses penyolderan. 

K3 dalam penyolderan sangat penting karena proses penyolderan melibatkan  penggunaan alat-alat listrik dan bahan kimia yang berpotensi berbahaya. Tanpa  adanya praktik K3 yang tepat, dapat terjadi cedera fisik bagi pekerja, kerusakan  pada lingkungan, dan kerugian finansial bagi perusahaan. Selain itu, dengan  menerapkan K3 dalam penyolderan, dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas  pekerjaan yang dilakukan karena pekerja dapat bekerja dengan lebih aman dan  teratur. Hal ini akan membantu meningkatkan produktivitas perusahaan serta  memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja di tempat kerja.

7.3.3 Komponen Elektronika 

 Komponen yang umum digunakan dalam penyolderan adalah sebagai  berikut : 

1. Resistor 

Gambar 7.3 Resistor 

Resistor merupakan salah satu komponen yang paling sering ditemukan  dalam Rangkaian Elektronika. Hampir setiap peralatan Elektronika  menggunakannya. Pada dasarnya Resistor adalah komponen Elektronika  Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi  untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian  Elektronika. Resistor atau dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan  Hambatan atau Tahanan dan biasanya disingkat dengan Huruf “R”. Satuan  Hambatan atau Resistansi Resistor adalah OHM (Ω). Sebutan “OHM” ini  diambil dari nama penemunya yaitu Georg Simon Ohm yang juga  merupakan seorang Fisikawan Jerman. 

Fungsi-fungsi Resistor di dalam Rangkaian Elektronika diantaranya adalah  sebagai berikut : 

• Sebagai Pembatas Arus listrik 

• Sebagai Pengatur Arus listrik 

• Sebagai Pembagi Tegangan listrik 

• Sebagai Penurun Tegangan listrik

2. Transistor 

A pile of black and silver transistors

AI-generated content may be incorrect.Gambar 7.4 Transistor 

Transistor adalah komponen semikonduktor yang memiliki banyak  fungsi seperti penguat, pemutus, penyambung, stabilitas tegangan, dan  modulasi sinyal. Komponen ini banyak digunakan dalam rangkaian rangkaian elektronika. 

Secara umum terdapat dua fungsi transistor, diantaranya adalah: • Transistor berfungsi sebagai penguat. 

• Transistor berfungsi sebagai saklar. 

3. Kapasitor 

Gambar 7.5 Kapasitor 

Kapasitor atau biasa disebut kondensator adalah komponen elektronik  bersifat pasif yang dapat menyimpan muatan listrik sementara dengan  satuan dari kapasitor adalah Farad. Kapasitor ini terdari dua plat konduktor  yang dipasang sejajar namun tidak bersentuhan. Energi yang disimpan  dalam kapasitor dapat di salurkan ke berbagai alat antara lain lampu flash  camera, sirkuit elektronik, dan masih banyak lagi. 

Adapun fungsi kapasitor adalah sebagai berikut : 

• Berperan sebagai isolator, dalam hal ini fungsi kapasitor adalah  untuk memperlambat arus DC (arus searah).

• Kapasitor berfungsi sebagai penyaring atau filter dalam sebuah  rangkaian power supply (catu daya). 

• Fungsi kapasitor sebagai pembangkit frekuensi pada alat osilator. • Kapasitor berfungsi untuk menyimpan tegangan dan kuat arus pada  periode tertentu. 

• Pada rangkaian antena, fungsi kapasitor adalah sebagai  frekuensi.Pada lampu neon, fungsi dari kapasitor adalah sebagai  penghemat daya listrik. 

• Manfaat kapasitor yang lainnya yaitu berfungsi sebagai penghilang  loncatan api (bouncing) ketika memasang saklar. 

• Kapasitor juga berfungsi sebagai kopling, penggeser fasa dan  juga konduktor.

Kesimpulan Materi Soldering & Desoldering

  1. Soldering adalah teknik menghubungkan komponen elektronik dengan melelehkan solder (campuran timah/timbal) untuk membentuk koneksi listrik yang kuat. Tujuannya meliputi:
    • Meningkatkan konduktivitas listrik.
    • Mencegah korsleting dan korosi.
    • Memperbaiki/memodifikasi perangkat elektronik secara hemat biaya.
  2. Desoldering adalah proses memutus sambungan solder untuk mengganti atau memperbaiki komponen. Manfaatnya mencakup:
    • Perbaikan komponen rusak.
    • Daur ulang komponen yang masih berfungsi.
    • Pengurangan limbah elektronik.
  3. Teknik Penting:
    • Penggunaan alat dengan suhu tepat, flux, dan solder yang sesuai.
    • Kebersihan ujung soldering iron untuk mencegah oksidasi.
    • Keamanan kerja (kacamata, sarung tangan, ventilasi).
  4. K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja):
    1. Mencegah cedera akibat panas, bahan kimia, atau listrik.
    1. Pengelolaan limbah solder (timbal beracun) secara bertanggung jawab.
    1. Pemastian lingkungan kerja aman dan produktif.
  5. Komponen Elektronik Terkait:
    1. Resistor: Membatasi arus listrik.
    1. Transistor: Berfungsi sebagai saklar/penguat sinyal.
    1. Kapasitor: Penyimpan muatan listrik sementara dan filter frekuensi.

Poin Penting

  • Soldering dan desoldering memerlukan ketelitian dan penguasaan teknik untuk menghindari kerusakan komponen.
  • Penerapan K3 wajib dilakukan demi keamanan operator dan lingkungan.
  • Pemilihan solder bebas timbal (lead-free) semakin penting untuk mengurangi dampak lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *