
PENYAMBUNGAN SPLICE ON CONNECTOR
6.3 Dasar Teori
6.3.1 Pengertian Konektor Optik
Konektor digunakan sebagai terminal dari suatu rangkaian yang berfungsi sebagai penghubung antara serat optik dengan perangkat optik lain maupun dengan serat itu sendiri. Terminasi dilakukan agar cahaya bisa merambat dari satu serat ke serat lain dengan sedikit mungkin loss. Tiga kunci keberhasilan dari proses penyambungan atau splicing maupun proses pemasangan konektor atau terminasi adalah “Strip, Clean, and Cleave”.
MODUL PRAKTIKUM SISTEM KOMUNIKASI OPTIK 2024 39
6.3.2 Jenis – jenis Konektor
Gambar 6.1 Macam-macam Konektor
6.3.2.1 FC (Fiber Connector)
Digunakan untuk kabel single mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
6.3.2.2 SC (Subsciber Connector)
Digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
6.3.2.3 ST (Straight Tip)
Bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
6.3.2.4 MTRJ (Male dan Female)
MT-RJ adalah konektor dua serat yang menyerupai konektor telepon standar. Kemiripannya disengaja, karena konektornya ditujukan untuk mengganti tipe ST dan SC di lemari kabel dan di meja kerja. Konektor ini sesuai dengan potongan yang sama dengan jack RJ-45, yang memungkinkan serat dipasang pada peralatan jaringan, panel
patch dan pelat dinding tanpa hukuman ruang. Konektor dilengkapi kait tunggal tanpa kabel. Alih-alih skema kawin serat khas yang menggunakan dua colokan yang digabungkan dalam adaptor kopling, konektor MT-RJ menawarkan teknik kawin plug to-stop yang benar. Colokan pada colokan kabel patch ke soket di panel atau pelat muka. Serat diakhiri langsung ke bagian belakang soket dengan penghentian epoksi dan tanpa polish.
6.3.2.5 D4
Konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya
6.3.2.6 LC (Lucent Connector)
Dikembangkan oleh Lucent Technologies, konektor LC atau Lucent Connector, berukuran sekitar setengah ukuran konektor SC. Konektor LC digunakan untuk penyebaran dengan kepadatan tinggi dimana beberapa serat berhenti di dalam ruang tertutup. Konektor faktor bentuk kecil, konektor LC menggunakan ferrule 1.25mm dengan mekanisme tab penahan yang serupa dengan konektor telepon atau RJ- 45.Sama seperti konektor SC, body konektor LC berbentuk persegi, dan dua konektor LC biasanya diikat bersamaan dengan klip plastik untuk membuat koneksi dupleks. Konektor LC dapat digunakan dengan kabel singlemode dan multimode. Pencocokan konektor LC memiliki insertion loss sebesar 0.25dB.
6.3.2.7 Konektor FDDI
Dirancang untuk memenuhi spesifikasi dokumen PMD ANSI X3.166 FDDI PMD, konektor dupleks ini menggunakan mekanisme pengikat sisi dan dua ferrules 2,5 mm, serta kafan pelindung tetap untuk melindungi ferrules. Konektor dapat dikunci sesuai spesifikasi antarmuka data terdistribusi serat (FDDI), dan juga dapat digunakan untuk aplikasi non-FDDI.
6.3.2.8 MU
Konektor MU terlihat seperti miniatur SC dengan ferrule 1,25 mm, dengan desain push-pull yang sederhana dan body miniatur yang ringkas. Ini digunakan untuk beberapa konektor optik kompak dan mekanisme self-retentive untuk aplikasi backplane. Konektornya terdiri dari rumah plastik. Konektor MU adalah konektor optik yang di miniatur dan dikembangkan dengan aplikasi kepadatan dan kinerjanya.
6.3.2.9 DIN
Konektor serat DIN ini digunakan di bidang telekomunikasi, CATV, LAN, MAN, WAN, uji & pengukuran, industri, medis dan sensor. Konektor DIN 47256 (LSA) yang telah dirakit sebelumnya menampilkan satu unit body dengan ferrule zirkonia terapung bebas pegas. Konektor unik ini menawarkan performa superior dalam compact, DIN47256 compatible design yang cocok untuk berbagai aplikasi. Konektor DIN dibuat dari mesin kuningan presisi sekrup untuk kinerja dan daya tahan yang konsisten.
6.3.2.10 MPO (Multi-fiber Push On)
Konektor MPO adalah singkatan industri untuk “Multi-fiber Push On“, dengan mekanisme penyisipan penyisipan push-on, memberikan interkoneksi yang konsisten dan berulang dan tersedia dengan serat 4, 8, 12, atau 24. MTP adalah merek dagang dari konektor Connect untuk MPO AS. MTP / MPO adalah konektor yang dibuat khusus untuk kabel pita multifiber. Konektor single-mode MTP / MPO memiliki ferrule siku yang memungkinkan pantulan balik minimal, sedangkan konektor multimode ferrule biasanya rata. Kabel pita datar dan tepat dinamai karena struktur seperti pita datar, yang merumahkan serat berdampingan dengan jaket.
6.3.2.11 SMA
Konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.
6.3.2.12 E-2000
Solusi hemat biaya yang menyediakan bandwidth dan tingkat transmisi yang tinggi dalam jarak yang lebih jauh. Kabel patch serat optik singlemode berkualitas tinggi ini dirancang khusus dengan menggunakan serat SMF-28e untuk aplikasi ethernet. Kabel ini sesuai dengan ROHS. Setiap koneksi memiliki daya tahan lebih besar dalam menahan tarikan, ketegangan dan dampak pemasangan kabel. Setiap kabel 100% diperiksa dan diuji secara optik untuk penyisipan kerugian sebelum Anda menerimanya. Desain jaket pull-proof mengelilingi serat mode tunggal yang populer 9/125, kebal terhadap gangguan listrik.
6.3.3 Kabel Drop Core
Kabel drop optic berfungsi meneruskan sinyal optik dan ODP ke rumah pelanggan tipe kabel drop yang digunakan adalah tipe G 657 hal ini dimaksudkan untuk menanggulangi lokasi dimana instalasinya banyaknya belokan’ sehingga harus menggunakan type core optic yang tidak sensitif terhadap tekukan atau insentive bending ‘ kapasitas kabel ini drop pada umumnya 1’2 dan 4 core. Untuk letak lokasi instalasinya kabel drop ada 3 bagian yaitu ;
1. Kabel drop untuk instalasi dengan pelindung pipa HH\PIP atau sesuai STEL K O34 2O1O versi : 1 ‘ O
2. Kabel drop ABF atau air blow fiber dengan micro duct
3. Kabel drop dengan penggantung atau aerial sesuai STEL K O33 2OO9 versi : 1’O
Gambar 6.1 Jenis-jenis Kabel Drop
6.4 Langkah Praktikum
a. Pengupasan kabel dan Penyambungan SOC
1. Siapkan kabel drop core optic
2. Potong kabel drop core sepanjang +- 30 cm
3. Pisahkan bagian barrier hingga menyisakan bagian seratnya saja
4. Pilih salah satu serat yang akan disambung
5. Masukkan splice on connector (SOC) pada drop core
6. Masukkan protection sleeve kemudian kupas serat tersebut menggunakan stripper hingga terlihat bagian cladding nya
7. Potong bagian cladding nya menggunakan fiber cleaver
8. Bersihkan cladding menggunakan tissue dan alkohol
9. Masukkan cladding ke holder fusion splicer lalu kunci serat tersebut.
10. Kemudian kupas SOC hingga terlihat cladding nya lalu letakkan pada holder khusus fusion splicer kemudian letakkan holder pada fusion splicer. 11. Tekan tombol penyambungan kemudian tunggu hingga penyambungan selesai
12. Kemudian tutup hasil penyambungan dengan protection sleeve lalu letakkan pada heater untuk dipanaskan
13. Tunggu hingga pemanasan selesai
14. Kunci SOC pada ujung kabel
15. Kemudian lakukan pengetesan dengan menggunakan laser optic untuk melihat hasilnya tembus atau tidaknya
6.5 Keuntungan Menggunakan Splice On Connector (SOC)
Splice On Connector (SOC) merupakan gabungan antara penyambungan fusion dan konektor optik. SOC menawarkan banyak keuntungan dibanding metode terminasi konvensional, seperti:
- Rendahnya Loss dan Back Reflection
Karena menggunakan teknik fusion splicing, SOC mampu menghasilkan insertion loss dan return loss yang sangat rendah, mirip dengan sambungan permanen. - Kualitas dan Konsistensi Tinggi
Penyambungan dilakukan secara presisi dengan mesin fusion splicer, menghasilkan kualitas konektor yang konsisten antar teknisi. - Cepat dan Efisien
Proses penyambungan relatif cepat karena tidak memerlukan proses pemolesan (polishing) dan pengeleman (epoxy). - Lebih Tahan Lama
SOC lebih tahan terhadap tarikan dan lenturan kabel, cocok untuk lingkungan dengan tuntutan ketahanan tinggi. - Cocok untuk Instalasi Field dan Indoor
Dapat digunakan baik untuk instalasi luar ruangan maupun dalam ruangan (FTTH, ODC, ODP).
6.6 Perbandingan: SOC vs. Konektor Konvensional
| Aspek | SOC | Konektor Konvensional |
| Metode terminasi | Fusion splicing | Mechanical termination |
| Perlu polishing | Tidak | Ya |
| Perlu lem/epoxy | Tidak | Ya |
| Insertion loss | Sangat rendah (± 0.1 dB) | Sedang (± 0.3 – 0.5 dB) |
| Return loss | Sangat baik (< -60 dB) | Sedang (< -40 dB) |
| Konsistensi hasil | Tinggi | Variatif, tergantung teknisi |
| Kebutuhan alat | Fusion splicer, cleaver | Alat polishing, epoxy |
6.7 Tips Praktikum Penyambungan SOC
- Gunakan stripper berkualitas untuk menghindari kerusakan cladding.
- Pastikan serat dalam kondisi bersih sebelum dilakukan penyambungan (gunakan alkohol isopropil dan tissue bebas serat).
- Periksa panjang cleave sesuai dengan spesifikasi SOC (biasanya ±10 mm).
- Pastikan tidak ada kotoran di V-groove fusion splicer karena bisa memengaruhi penyambungan.
- Saat pemanasan protection sleeve, hindari overheating karena dapat merusak sambungan.
6.8 Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Penyambungan SOC
Agar proses penyambungan berjalan optimal, diperlukan alat dan bahan sebagai berikut:
a. Alat:
- Stripper – Untuk mengupas jaket luar dan pelindung serat optik.
- Fiber Cleaver – Untuk memotong ujung serat dengan permukaan rata dan halus.
- Fusion Splicer – Mesin untuk menyambung dua ujung serat secara permanen dengan metode leleh.
- Heater – Pemanas untuk menyatukan dan menguatkan sambungan menggunakan protection sleeve.
- Holder – Penjepit serat agar posisinya stabil saat dilakukan penyambungan.
- Laser Visual Fault Locator (VFL) – Digunakan untuk mengecek apakah sambungan serat berhasil dengan memancarkan cahaya merah.
- Mikroskop inspeksi – Untuk mengecek kondisi akhir konektor setelah penyambungan.
- Alat ukur OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) – Untuk mengukur performa sambungan secara detail (jika tersedia).
b. Bahan:
- Splice On Connector (SOC) – Konektor khusus yang akan disambungkan.
- Protection Sleeve – Tabung pelindung hasil penyambungan agar tidak mudah rusak.
- Alkohol Isopropil 99% – Pembersih serat optik dari debu dan minyak.
- Tissue bebas serat (Lint Free Tissue) – Untuk membersihkan serat optik tanpa meninggalkan residu
6.9 Tahapan Uji dan Evaluasi Hasil Penyambungan
Setelah penyambungan selesai, langkah pengujian sangat penting untuk memastikan keberhasilan dan kualitas sambungan:
- Uji Cahaya (VFL Test)
Menggunakan alat laser VFL (Visual Fault Locator), arahkan cahaya dari ujung serat yang telah tersambung. Jika cahaya tembus dengan baik dan terang di ujung lainnya, maka penyambungan dinyatakan berhasil. - Inspeksi Mikroskopis (Mikroskop Fiber)
Digunakan untuk melihat permukaan ujung konektor apakah terdapat cacat seperti goresan, kotoran, atau retakan. - Pengukuran OTDR (jika tersedia)
Mengukur nilai insertion loss dan return loss untuk memastikan kualitas penyambungan sesuai standar teknis. Nilai ideal insertion loss: < 0.3 dB, return loss: < -55 dB. - Tes Tarikan (Pull Test)
Uji kekuatan fisik sambungan dengan menarik konektor secara perlahan. Jika sambungan stabil dan tidak terlepas, berarti sambungan cukup kuat.