
ODP CLOSURE DAN PENGUKURAN OTDR & OPM
5.3 Dasar Teori
5.3.1 ODP (Optical Distribution Point)
ODP juga berfungsi sebagai tempat dari Passive Splitter yaitu pembagi dari satu core menjadi beberapa core. ODP juga merupakan perangkat pasif yang diinstal di luar STO (Outdoor) dan juga bisa di dalam ruangan (indoor) yang mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Sebagai titik terminasi kabel distribusi dan titik tambat awal atau pangkal kabel penanggal (Drop).
2. Sebagai titik distribusi kabel menjadi beberapa saluran penanggal (Drop). 3. Tempat splitter.
4. Tempat penyambungan.
Dikarenakan ODP sebagai tempat dari splitter maka ODP ini harus dilengkapi dengan ruang untuk Splicing, ruang untuk splitter dan sistem pertahanan. Kapasitas ODP pun bermacam- macam sesuai kebutuhan, standarisasi pabrikannya yaitu: a. Kapasitas 8 port
b. Kapasitas 12 port
c. Kapasitas 16 port
d. Kapasitas 24 port
e. Kapasitas 48 port
ODP juga memiliki beberapa jenis yaitu:
1. ODP Pole
2. ODP Closure
3. ODP Pedestal
5.3.1.1 ODP Pole
Jenis ODP ini biasanya diletakan pada tiang Telkom, untuk di daerah ODP ini sudah ada hampir di seluruh tiang Telkom di jalan sudah ada juga di beberapa komplek perumahan untuk bentuknya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 5. 1 ODP Pole
5.3.1.2 ODP Closure
ODP Closure hanya boleh dipasang pada kabel SCPT dan kabel SSW baik pertengahan gawang maupun di dekat tiang. Jenis ODP ini juga sudah banyak di Jalan. Untuk bentuknya dapat dilihat dari gambar berikut.
Gambar 5. 2 ODP Closure
5.3.1.3 ODP Pedestal
ODP Pedestal ini biasanya dipasang pada permukaan tanah, ODP ini dapat dengan mudah kita temukan di area perkantoran atau perkomplekan. Biasanya ODP ini dilindungi oleh suatu tong yang berwarna hijau, bentuknya sih agak mirip dengan tong sampah. Untuk bagian dalamnya memiliki bentuk yang hampir sama dengan ODP Pole.
Gambar 5. 3 ODP Pedestal
5.3.2 Splitter
Splitter merupakan komponen pasif yang dapat memisahkan daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab tidak memerlukan sumber energi eksternal dan optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga cara kerjanya membagi daya optik sama rata. Jenis jenis splitter :
1. Splitter 1:8
2. Splitter 1:16
Gambar 5. 4 Splitter
5.3.3 Kabel Distribusi
Kabel Distribusi adalah kabel fiber optic yang mempunyai fungsi untuk meneruskan informasi yang berupa sinyal optic dari ODC menuju ODP, menggunakan kabel optic single mode tipe G.652.D dan jenis instalasinya dengan metode tanam langsung, duct, microduct, dan aerial. Pada praktikum kali ini kita akan melakukan instalasi ODP Closure dengan kabel aerial.
5.3.4 Pigtail
Pigtail adalah kabel serat optik yang pada salah satu ujung kabel terdapat konektor dan memiliki panjang terbatas.
Gambar 5. 5 Pigtail
5.4 OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)
Dalam melakukan instalasi maupun pemeliharaan jaringan kabel optik sangat diperlukan pengukuran, hal ini bertujuan agar jaringan kabel optik tersebut memenuhi spesifikasi dan dapat menyalurkan informasi dengan baik.
Gambar 5. 6 OTDR TR 600
Gambar 5. 7 Fungsi Tombol OTDR TR 600
Salah satu jenis alat ukur yangdipakaipadasaatinstalasi maupun pemeliharaan adalah Optical Time Domain Reflectometer (OTDR), adapun kemampuan dari OTDR yakni :
1. Dapat mengukur berbagai jenis loss kabel.
2. Menentukan jenis kerusakan, menentukan letak/jarak yang cukup jauh.
Optical Time Domain Reflectometer (OTDR) merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu serat optik pada domain waktu. Prinsip kerja OTDR yaitu berdasarkan pada prinsip hamburan balik (back scattering) dari sinyal yang menjalar pada serat optik.
Dua hal umum yang menyebabkan hamburan balik yakni :
1. Hamburan Rayleigh
Dalam pembuatan serat optik, sering kali terjadi ketidaksempurnaan pada bahan, seperti tidak homogennya indeks bias, tidak sempurnanya atom pembentuk, dan terbawanya atom-atom lain dalam serat optik. Ketidakhomogenan indeks bias dalam serat optik akan menimbulkan hamburan sinar (berpencarnya sinar) yang disebut hamburan Rayleigh. Hal ini menyebabkan adanya sinyal pantul/balik yang kontinyu pada setiap titik sepanjang fiber ke OTDR.
2. Pantulan Fresnel
Pantulan Fresnel pada optik terjadi apabila sinar melewati dua media yang mempunyai indeks bias yang berbeda, misalnya antara kaca dan udara. Pada serat optik, perbedaan indeks bias ini sering terjadi akibat ketidaksempurnaan penyambungan, misalnya masih terdapat celah antara dua serat optik yang disambungkan itu. Biasanya di antara kedua celah tersebut berisi udara. Akibatnya terdapat dua media yang mempunyai indeks bias yang berbeda, sehingga apabila ada sinyal yang melewati media ini terjadilah pantulan fresnel. Selain terjadi pada penyambungan, pantulan fresnel juga bisa terjadi pada ujung fiber yang terbuka ataupun konektor.
OTDR akan menampilkan pengukuran hamburan balik yang terjadi, yang mana secara ideal berupa suatu kurva kemiringan dengan pengurangan daya terhadap jarak, seperti terlihat pada gambar di bawah ini, dengan sumbu vertikal mewakili daya dan sumbu horisontal mewakili jarak
Gambar 5. 9 Kurva Kemiringan Daya Terhadap Jarak
Penurunan daya terhadap jarak disebabkan karena adanya attenuasi. Attenuasi yang terjadi dalam serat optik adalah sebagai berikut: • absorpsi
• hamburan rayleigh
• loss radiatif
Konversi antara waktu dan jarak adalah sebagai berikut :
����
�� =
2. ��
Dimana,
D = jarak serat optik
c = kecepatan cahaya
t = waktu tempuh bolak-balik pulsa
input
n = indeks bias rata-rata dari inti serat
optik
Pendeteksian adanya sambungan ditandai dengan adanya penurunan daya secara mendadak yangtidak sesuai dengan gradien penurunan daya terhadap jarak sebelumnya, sedangkan pendeteksian adanya konektor ditandai dengan adanya penambahan daya secara drastis dan diikutin adanya penurunan daya.
🞆 Mekanisme kerja OTDR
Mekanisme kerja OTDR adalah sebagai berikut :
1. Sinyal cahaya dimasukkan ke dalam serat
2. Sebagian sinyal dipantulkan kembali dan diterima oleh penerima
3. Sinyal balik yang diterima akan dinyatakan sebagai loss
4. Waktu tempuh sinyal digunakan untuk menghitung jarak
🞆 Berdasarkan prinsip diatas, dapat ditentukan :
• Jarak
• Loss, untuk tiap splice atau total loss end to end
• Attenuasi
• Refleksi ( return loss )
5.4.1 Kemampuan OTDR
Optical Time Domain Reflectometer memiliki kemampuan untuk :
• Mengukur jarak satu titik dalam link
• Mengukur besar loss rata- rata ( dB/km ) antara dua titik yang dipilih • Mengetahui jenis sambungan dalam link
• Mengetahui lokasi titik penyambungan dan lossnya
• Mengetahui jenis gangguan pada serat
5.4.2 Fungsi OTDR
1. Mengukur Loss per satuan panjang
Loss pada saat instalasi serat optik mengasumsikan redaman serat optik tertentu dalamloss per satuanpanjang. OTDR dapat mengukur redaman sebelum dan setelah instalasi sehingga dapat memeriksa adanya ketidaknormalan seperti bengkokan (bend) atau beban yang tidak diinginkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara :
X[dBW] = A[dB] – α. L [dB]
X = besar daya untuk jarak L
A = daya awal yang diberikan OTDR ke serat optik α = redaman (dB/km) L = panjang serat
2. Mengevaluasi sambungan dan konektor
Pada saat instalasi, OTDR dapat memastikan besar redaman sambungan dan konektor masih dalam batas aman
3. Fault Location
Fault seperti letaknya serat optik atau sambungan dapat terjadi pada saat atau setelah instalasi, OTDR dapat menunjukkan lokasi adanya fault atau ketidaknormalan tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat jarak terjadinya end of fiber pada OTDR, jika kurang dari jarak sebenarnya maka pada jarak tersebut terjadi kebocoran/keretakan (asumsi set OTDR benar). End of fiber pada OTDR ditandai dengan adanya daya < 3 dB (dapat disesuaikan dengan pengesetan) yang berfluktuasi. OTDR, Pulse width, Dispersi, Rise time merupakan domain waktu, sedangkan Bandwidth, merupakan domain frekuensi.
5.4.3 Istilah pada OTDR
a. Dead Zone
Daerah pada serat optik dimana perubahan daya terjadi tidak secara linier, dan hal ini tidak dapat dianalisa. Panjang dead zone ini biasanya untuk serat optik yang ada di pasaran adalah 25 m. Pada OTDR grafiknya akan terlihat seperti lonjakan daya sesaat pada awal serat optik.
b. Dynamic Range
Panjang (jangkauan) maksimum yang dapat ditampilkan oleh OTDR pada sumbu horizontal.
c. Even Zone
Daerah dimana dua kejadian akan terdeteksi sebagai satu kejadian.
d. End of fiber
Merupakan ujung dari fiber optic.
Gambar 5. 10 Reflective Events
Gambar 5. 11 Non-Reflective Event
Gambar 5. 12 Tampilan OTDR
Gambar 5. 13 Tampilan jendela data event pada OTDR
Gambar 5. 14 OTDR Event
5.5 OPM (Optical Power Meter)
Optical Power Meter adalah peralatan penting untuk pengukuran daya dalam sistem komunikasi fiber optik. Jenis Optical Power Meter menggunakan bahan semikonduktor photodetector seperti Silicon (Si), Germanium (Ge), atau Indium Gallium Arsenide (InGaAs), tergantung pada panjang gelombang yang digunakan. Detector digunakan pada daerah panjang gelombang 850 nm, sedangkan Gedan InGaAs detektor adalah jenis yang digunakan pada daerah panjang gelombang 1310 nm dan 1550 nm.
Power Meter Optik (OPM) adalah alat ukur optik yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan mengukur panjang gelombang dalam sinyal optik. Istilah ini biasanya mengacu pada perangkat untuk menguji daya rata-rata dalam sistem serat optik. Dari informasi power yang diterima, seorang engineer dapat mengetahui apakah kualitas power masih dalam spesifikasi perangkat yangdigunakan atau tidak, dan dapat digunakan untuk mensegmentasi permasalahan untuk men-trace apakah sumber masalah dari SFP yang power-nya sudah lemah, Patch cord yang bermasalah dan core yang berada pada ODF / OTB atau dari lintasan optik yang membentang di luar sana.
Optical Power Meter (OPM) dan Stabilized Light Sources (SLS) dikemas secara terpisah, tetapi ketika digunakan bersama-sama mereka dapat memberikan pengukuran end- to-end redaman optik melalui jalur optik. Peralatan komponen tersebut juga dapat digunakan untuk pengukuran lainnya.
Terkadang daya meter optik digabungkan dengan fungsi tes yang berbeda seperti Light Source Optical (OLS) atau Visual Sesar Locator (VfL), atau mungkin subsistem dalam instrumen yang jauh lebih besar. Ketika dikombinasikan dengan sumber cahaya, instrumen biasanya disebut Rugi Optical Test Set.
Pengukuran Daya dengan OPM (Optical Power Meter)
Peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pengukuran ada beberapa yaitu: • OPM (Optical Power Meter)
• OLS (Optical Light Source)
• Pembersih Konektor
Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam pengukuran daya yaitu :
1. Sebelum melakukan pengukuran lakukanlah terlebih dahulu kalibrasi pada OPM untuk mengetahui besar daya laser yang dipancarkan oleh Laser Source. Langkahlangkah pengkalibrasian adalah sebagi berikut :
a. Hubungkan Light Source dengan Power Meter seperti pada Gambar 5.16
b. Nyalakan Light Source untuk menembakkan laser ke Power Meter. c. Lihatlah tampilan pada layar Power Meter untuk melihat besarnya daya laser yang dipancarkan oleh Light Source. Daya yang diperoleh dari proses kalibrasi tersebut, untuk daya input adalah sebesar -4 dB dan daya output sebesar -4.8 dB. Maka terdapat rugi-rugi dari proses kalibrasi tersebut sebesar 0.8 dB didapat dari hasil pengurangan daya input dengan daya output -4 – (-4.8 dB). Hasil ini yang akan digunakan untuk menentukan besarnya loss total kabel.
2. Hubungkan Light source dengan Optical Variable Attenuator pada sisi input dan Power Meter pada sisi output.
3. Optical Varible Attenuator dipakai sebagai pengganti rugi-rugi yang terjadi di sepanjang saluran karena pengukuran tidak dilakukan di lapangan, sehingga dapat diatur intensitas rugi- ruginya.
4. Nyalakan Light Source untuk menembakkan laser ke Power Meter. 5. Lihatlah tampilan pada layar Power Meter untuk mengetahui total losses di sepanjang saluran.
5.6 Contoh Pengukuran Daya Pada Serat Opticun
Pengukuran pada Link Optik ; Informasi pengukuran dipakai untuk menentukan optical link budget dan optical margin. Ada dua konfigurasi yang dapat dipakai :
1. End to End
2. Loop back
Dalam melakukan instalasi maupun pemeliharaan jaringan kabel optik sangat diperlukan pengukuran, hal ini bertujuan agar jaringan kabel optik tersebut memenuhi spesifikasi dan dapat menyalurkan informasi dengan baik.