
PENGENALAN TEKNOLOGI FTTX
2.3 Dasar Teori
2.3.1 FTTX (Fiber To The X)
Saat ini jaringan ke rumah-rumah didominasi oleh fixed wireline yang menggunakan tembaga. Penggunaan tembaga ini sendiri dianggap memiliki kekurangan karena tidak dapat memberikan bandwidth yang tinggi apabila
dibandingkan dengan fiber optic. Karena kekurangan tersebut, teknologi mulai beralih ke penggunaan fiber optic agar diperoleh bandwidth yang lebih tinggi.
FTTX (Fiber to the X) merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk beberapa arsitektur jaringan fiber optic dalam dunia telekomunikasi. Beberapa arsitektur tersebut, yaitu :
a. FTTH (Fiber to the Home)
Merupakan arsitektur di mana jaringan kabel fiber optic didistribusikan sampai ke rumah atau ke ruangan letak terminal berada.
b. FTTB (Fiber to the Building)
Kabel optik di distribusikan sampai ke gedung komersial atau tempat tinggal, kemudian didistribusikan ke masing-masing terminal dengan jaringan kabel tembaga.
c. FTTC (Fiber to the Curb)
Jaringan fiber optic dibuat pada suatu titik pendistribusian (curb) yang berada sekitar 100 feet dari tempat pelanggan. Dari curb ke rumah-rumah digunakan koneksi kabel tembaga. Curb biasanya melayani 8 sampai 24 pelanggan. d. FTTP (Fiber to the Premises)
Istilah ini merupakan nama generic yang digunakan untuk istilah FTTB dan FTTH.
Gambar 2.1 Jaringan Tembaga dan Optik
2.3.2 Jaringan FTTH (Fiber to the Home)
FTTH dapat didefinisikan sebagai arsitektur jaringan optik mulai dari sentral office (STO) hingga ke perangkat pelanggan. FTTH sama hal seperti pada jaringan akses tembaga dimana terdapat segmen–segmen catuan, pada jaringan FTTH terdapat Catuan Kabel Feeder, Catuan Kabel Distribusi, Catuan Kabel Drop dan Catuan kabel Indoor dan perangkat aktif seperti OLT dan ONU/ONT seperti gambar dibawah ini:
Gambar 2.2 Jaringan FTTH
Secara umum jaringan FTTH dibagi menjadi 4 segmen berdasarkan catuan kabelnya selain dari perangkat aktif seperti OLT dan ONT/ONU, yaitu : • Segmen A : catuan kabel Feeder.
• Segmen B : catuan kabel Distribusi.
• Segmen C : catuan kabel Penanggal atau Drop.
• Segmen D : catuan kabel Rumah atau Gedung.
1. Perangkat aktif OLT (Optical Line Termination)
Optical Line Terminal (OLT) atau biasa disebut juga dengan Optical Line Termination adalah perangkat yang berfungsi sebagai titik akhir (end-point) dari layanan jaringan optik pasif. Perangkat ini mempunyai tiga fungsi utama, antara lain: a. Mengubah sinyal elektrik menjadi sinyal optik.
b. Sebagai alat multiplexing.
c. Penyedia slot PON (Passive Optical Network).
OLT menyediakan interface antara sistem Passive Optical Network (PON) dengan penyedia layanan (service provider) data, video, maupun voice/telepon.
Gambar 2.3 Perangkat Aktif OLT
2. Segmen A : FTM (ODF → FMS) → Kabel Feeder → ODC a. FTM (Fiber Termination Management)
FTM adalah suatu perangkat yang digunakan untuk terminasi, interkoneksi dan cross connect fisik kabel optik baik dari Outside Plant (OSP) maupun dari perangkat aktif. Serta merupakan tempat melakukan monitoring dan pengukuran serat optik.
Gambar 2.4 FTM
b. ODF (Optical Distribution Frame) atau FMS (Fiber Management System) ODF adalah perangkat yang masih bagian dari FTM dimana berupa frame tertutup dengan struktur mekanik berupa rak atau shelf. Fungsi utama dari ODF yaitu sebagai tempat – tempat pegangan kabel dan passive splitter . Selain itu ODF juga merupakan tempat titik terminasi kabel fiber optic, sebagai tempat peralihan dari kabel fiber optic outdoor dengan kabel fiber optic indoor dan sebaliknya. Berikut adalah spesifikasi dari ODF :
• Memiliki tinggi rata-rata 2.2 m
• Mempunyai dudukan untuk FTB
• Kapasitas minimum ODF adalah 7 fiber terminal box
• Kapasitas tiap FTB maksimal 144 port
Gambar 2.5 ODF
➢ FTB (Fiber Termination Box)
FTB atau sering disebut dengan panel berbentuk modul dan tersusun dari beberapa sub panel yang berisi susunan konektor adapter SC/UPC. FTB harus dilengkapi dengan pigtail dan cassette (tempat terminasi protection sleeve).
➢ Splice Room
Splice room harus dilengkapi splice tray yang berfungsi untuk mengamankan dan melindungi sambungan fiber/protection sleeve. Splice room dapat ditempatkan di Cassette pada Panel atau sub modul/sub panel FTB.
➢ Splitter
Dalam hal ODF FTM dilengkapi dengan splitter, maka persyaratan splitter harus sesuai dengan Spesifikasi Telekomunikasi Splitter ( STEL L 050 -2008 Versi 1); dan splitter harus diterminasi di ruang khusus berupa panel 19” setara dengan FTB/Panel (FTB Splitter).
Dalam hal ODF FTM tidak dilengkapi dengan splitter, maka harus terdapat Splitter room yang setara dengan FTB/Panel dan dimounting pada rak 19”.
➢ Pentanahan
ODF FTM harus memiliki terminal pentanahan yang berfungsi untuk terminasi pentanahan. Setiap bagian ODF FTM yang terbuat dari
logam harus diterminasikan secara terintegrasi. Terminasi pentanahan harus sedemikian rupa sehingga kabel pentanahan dapat terpasang dengan sempurna.
c. Kabel Feeder
Mempunyai fungsi untuk menyalurkan informasi yang berupa sinyal optik hasil konversi perangkat Opto-elektrik (OLT), biasanya menggunakan kabel fiber optic single mode tipe G652D Loose tube dan jenis kabel yang digunakan sesuai dengan instalasi. Kapasitas kabel fiber optic yang digunakan sebagai feeder biasanya :
1. Kabel Duct mulai dari 48 – 264 core.
2. Kabel Aerial mulai dari 48 – 96 core.
3. Kabel Duct yang keluar dari STO (Sentral Office) minimal 144 core.
Jenis kabel feeder berdasarkan jenis instalasinya terdiri dari beberapa macam yaitu :
1. Kabel Duct mulai dari 48 s/d 264 core, jenis ini ada 2 macam yaitu : a. Dengan sistem Duct Konvensional yaitu instalasi dengan cara penarikan dengan pelindung Duct dan pipa HDPE.
Gambar 2.6 Duct dan Pipa HDPE
b. Dengan sitem Micro Duct yaitu instalasi dengan cara dorongan tekanan udara (Air Blow Sytem). Untuk feeder menggunakan ukuran 10/8 mm dan 12/10 mm, dimana untuk ukuran tersebut mempunyai polongan sampai 7 Way (tube).
Gambar 2.7 Micro Duct
2. Kabel Aerial (kabel udara) mulai dari 48 s/d 96 core.
Gambar 2.8 Kabel Duct dan Aerial
d. ODC (Optical Distribution Cabinet)
Gambar 2.6 ODC
ODC adalah suatu perangkat pasif yang diinstalasi diluar STO (outdoor) dan juga bisa didalam ruangan atau di MDF (indoor), dan berfungsi sebagai berikut :
1. Sebagai titik terminasi ujung kabel feeder dan pangkal kabel distribusi. 2. Sebagai titik distribusi kabel dari kapasitas besar (feeder) menjadi beberapa kabel berkapasitas kecil (distribusi).
3. Tempat splitter.
4. Tempat penyambungan.
3. Segmen B : Kabel Distribusi → ODP → Splitter
a. Kabel Distribusi
Kabel distribusi ini sama halnya seperti kabel optik, feeder mempunyai fungsi untuk meneruskan sinyal cahaya dari ODC sampai dengan ODP. Masih menggunakan kabel single mode tipe G652D dan jenis instalasipun sama seperti kabel feeder. Kapasitas kabel distribusi hanya lebih kecil berkisar 6 – 24 core tergantung jenis kabel yang digunakan seperti :
1. Kabel Duct konvensional dan HDPE mulai dari 12 – 24 core dengan 6 tube dan 24 tube.
2. Kabel Micro Duct mulai dari 2 – 24 core.
3. Kabel Aerial (kabel udara) mulai dari 12 – 24 core dengan 6 tube untuk 12 core dan 12 tube untuk 24 core.
b. ODP (Optical Distribution Point)
ODP juga merupakan perangkat pasif yang diinstalasi diluar STO (Outdoor) dan juga bisa didalam ruangan (indoor) yang mempunyai fungsi sebegai berikut :
1. Sebagai titik terminasi kabel distribusi dan titik tambat awal atau pangkal kabel penanggal (Drop)
2. Sebagai titik distribusi kabel menjadi beberapa saluran penanggal (Drop). 3. Tempat splitter
4. Tempat penyambungan.
Sehingga ODP ini harus dilengkapi dengan ruang untuk Splicing, ruang untuk splitter dan sisitem pertahanan. Kapasitas ODP pun bermacam-macam sesuai kebutuhan, standarisasi pabrikannya yaitu :
a. Kapasitas 8 port
b. Kapasitas 12 port
c. Kapasitas 16 port
d. Kapasitas 24 port
e. Kapasitas 48 port
Ditinjau dari tempat pemasangan ODP dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu : a. Tipe Wall atau On pole, ODP jenis ini dipasang di dinding atau juga bisa dipasang diatas tiang.
b. Tipe Pedestal, jenis ODP ini diinstal diatas permukaan tanah dan digunakan untuk instalasi kabel Drop bawah tanah dengan pelindung pipa.
c. Tipe Closure, jenis ini sangat flexible bisa dipasang dibawah tanah diatas tiang.
c. Splitter
Gambar 2.7 Splitter
Splitter adalah perangkat pasif pada link komunikasi serat optik yang digunakan untuk membagi sinyal optik dari satu sumber ke beberapa saluran lainnya. Adapun splitter yang digunakan di ODP yaitu :
1. Splitter 1 : 8
2. Splitter 1 : 16
4. Segmen C : Catuan Kabel Penanggal/Drop
a. Kabel Drop
Gambar 2.8 Kabel Drop
Kabel drop ini berfungsi meneruskan sinyal optik dari ODP ke ONT/ONU, tipe kabel drop yang digunakan adalah tipe G657 hal ini di maksudkan untuk menanggulangi lokasi instalasi yang banyak belokannya sehingga menggunakan kabel yang bending sensitive, kapasitas kabel drop pada umumnya 1, 2, dan 4 core. Berdasarkan tempat instalasinya kabel drop dibagi menjadi 3 macam yaitu :
1. Kabel Drop untuk instalasi dengan pelindung pipa HH/Pit.
2. Kabel Drop ABF (Air Blow Fiber) dengan Micro Duct.
3. Kabel Drop dengan penggantung (Aerial).
Konfigurasi Kabel Drop :
1. Terminasi kabel drop pada ODP maupun OTP/Roset dapat menggunakan fusion connector atau fast connector.
2. Kabel drop ecara aerial baik berkapasitas 2 core ataupun 1 core menggunakan barrier atau penguat kabel yang ditengahnya terdapat messenger. 3. Kedalaman galian untuk kabel minimal 40 cm dengan memperhatikan regulasi setempat.
4. Sistem micro duct tidak disarankan.
5. Alokasi core cadangan sebanyak 2 core untuk kabel distribusi 12 core dan 4 core untuk kabel distribusi 24 core.
b. Anchoring Optic
Gambar 2.9 Anchoring
Anchoring Optic adalah alatbantu yang digunakan untuk mengunci kabel pada bagian bajanya. Biasanya letak terminasinya dari ODC ke ODP dan terdapat di tiang-tiang.
c. OTP (Optical Terminal Premises)
Gambar 2.10 OTP
Kapasitas OTP biasanya 1, 2, dan 4 Port. OTP merupakan perangkat pasif yang dipasang dirumah pelanggan dan berfungsi sebagai berikut : 1. Titik terminasi atau titik tambat akhir dari kabel Drop.
2. Tempat sambungan core optik atau peralihan dari kabel outdoor dengan kabel indoor.
5. Segmen D : Catuan Kabel Rumah/Gedung (In Building network dan In Home network)
a. Kabel FO Indoor
Kabel indoor juga mempunyai fungsi sama dengan kabel – kabel serat optik lainnya yang dibahas diatas yaitu meneruskan arus informasi yang berupa gelombang cahaya, kabel indoor ini juga menggunakan tipe G 657 A/B seperti pada kabel drop dikarenakan banyak sekali melewati tikungan ataupun lekukan didalam rumah/gedung, banyaknya core yang digunakan biasanya 1 atau 2 core saja, instalasi kabel indoor juga bermacam – macam cara seperti :
1. Diklam di dinding bagian sudut antara plafond dan dinding.
2. Di atas Plafond yang dilindungi dengan pipa PVC ukuran 20 mm. 3. Di dalam pipa conduit yang sudah disediakan saat pembangunan rumah/ gedung.
4. Menggunakan micro duct untuk kabel Air Blown Fiber ( ABF ). 5. Diatas kabel tray yang dilindungi dengan pipa PVC ukuran 20 mm atau dengan micro duct khusus untuk building / HRB.
Untuk poin 1 dan 2 biasanya untuk rumah atau gedung yang sudah jadi, sedangkan yang poin 3 untuk rumah atau gedung yang masih tahap pembangunan serta poin d dan e bisa untuk yang sudah jadi maupun yang masih dalam tahap pembangunan rumah/Gedung.
b. Roset
Roset merupakan perangkat pasif yang diletakkan didalam rumah pelanggan, yang menjadi titik terminasi akhir dari pada kabel fiber optic. Kapasitas roset biasanya 1 atau 2 port. Pengaturan di segmen pelanggan :
• Kabel drop dari ODP sampai OTP dipasang di dinding luar rumah pelanggan.
• Terminasi kabel drop dengan OTP dilakukan dengan cara splicing. • Kabel drop dapat berupa aerial atau duct.
• Dari OTP ke roset menggunakan kabel Indoor, terminasi kabel drop maupun Indoor di OTP dan roset dilakukan dengan splicing.
• Bila tidak memungkinkan pemasangan OTP maka kabel drop dapat ditarik dari ODP ke Roset.
• Terminal dari roset ke ONT menggunakan pathcord.
• Penempatan roset dapat dilakukan di dinding maupun di meja.
Gambar 2.11 Instalasi Pada Bagian Pelanggan
c. ONU & ONT
Optical Network Unit ( ONU ) dan Optical Network Terminal adalah suatu perangkat aktif (Opto-Elektik) yang dipasang disisi pelanggan, dimana ONU / ONT tersebut mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Mengubah sinyal Optik menjadi Sinyal Elektrik.
2. Sebagai alat demultiplex Keluaran dari ONU/ ONT adalah layanan telepon (Voice), Data dan Internet.
3. ATV/ IPTV