MENGONTROL LED MENGGUNAKAN PLATFORM IoT (BLYNK) PADA  SMARTHPHONE 

MENGONTROL LED MENGGUNAKAN PLATFORM IoT (BLYNK) PADA  SMARTHPHONE 

5.3 Dasar Teori 

5.3.1 Platfrom IoT 

Platform IoT adalah sistem atau layanan berbasis cloud yang menyediakan  infrastruktur dan alat untuk menghubungkan, mengelola, dan mengontrol perangkat  Internet of Things (IoT) secara efisien. Platform ini memungkinkan pengembang dan  

perusahaan untuk membangun solusi IoT tanpa harus membuat sistem backend dari nol. Dengan adanya platform ini, pengembangan sistem IoT menjadi lebih cepat, hemat  biaya, dan mudah untuk diskalakan. 

Contoh platform IoT 

1. AWS IoT Core 

2. Microsoft Azure IoT Hub 

3. Google Cloud IoT Core 

4. ThingsBoard 

5. Blynk 

6. Node-RED 

Fitur Platform IoT:  

1. Menambahkan, mengkonfigurasi, memperbarui, dan memantau perangkat IoT dari jarak jauh. 

2. Mengumpulkan data sensor dari perangkat IoT dan menyimpannya di cloud secara aman. 

3. Memungkinkan analisis dan reaksi instan terhadap data yang masuk, misalnya untuk sistem peringatan dini. 

4. Menyediakan dashboard atau grafik interaktif untuk menampilkan data secara real time. 

5. Menyediakan fitur autentikasi, enkripsi, dan kontrol akses untuk menjaga keamanan data dan perangkat. 

6. Dapat terhubung dengan layanan cloud, API, sistem enterprise, atau teknologi AI/ML untuk fungsi lanjutan. 

7. Mendukung berbagai protokol komunikasi seperti MQTT, HTTP, CoAP, LoRaWAN, NB-IoT, dan lainnya. 

8. Menyediakan fitur untuk membuat logika otomatis (jika-maka/if-this-then-that) untuk menjalankan aksi tertentu. 

9. Mengirimkan peringatan otomatis melalui email, SMS, atau aplikasi saat terjadi  kejadian tertentu. 

10. Memungkinkan pembaruan software/firmware perangkat secara remote tanpa perlu  mencabut alat. 

Fungsi utama Platform IoT: 

1. Menghubungkan Perangkat 

2. Mengelola Perangkat Secara Terpusat 

3. Mendukung Analisis Data

4. Mempermudah Pengembangan Aplikasi 

5. Memastikan Keamanan Data 

6. Skalabilitas Sistem 

5.3.2 BLYNK 

Gambar 1 BLYNK 

Blynk adalah platform IoT (Internet of Things) yang memungkinkan pengguna  mengontrol perangkat berbasis mikrokontroler seperti ESP8266, ESP32, dan Arduino  secara real-time melalui aplikasi mobile dan dashboard berbasis web. Blynk sangat  populer di kalangan pengembang karena kemudahan penggunaannya dalam membuat  antarmuka grafis untuk proyek IoT. 

Fitur BLYNK: 

• Dashboard Mobile dan Web: Antarmuka pengguna berbasis drag-and-drop. • Virtual Pins: Untuk komunikasi data antara aplikasi dan perangkat. 

• Device Management: Manajemen perangkat IoT dalam skala kecil hingga besar. 

• Eventor dan Automations: Untuk membuat aksi otomatisasi berdasarkan kondisi  tertentu. 

• Blynk.Console: Platform berbasis web untuk mengelola proyek dan perangkat. • Blynk.Edgent: Untuk koneksi WiFi dan provisioning perangkat otomatis. Komponen Utama Dalam BLYNK: 

• Widget: Tombol, slider, grafik, dsb., untuk antarmuka pengguna. 

• Auth Token: Kode unik yang menghubungkan proyek Blynk dengan perangkat. • Virtual Pin (V0, V1, dst.): Jalur komunikasi data non-fisik.

Kelebihan: 

User-Friendly Interface 

Antarmuka aplikasi mobile dan web sangat mudah digunakan, cukup drag-and-drop  untuk membuat dashboard IoT. 

Cross Platform 

Mendukung berbagai jenis mikrokontroler seperti ESP8266, ESP32, Arduino, dan  Raspberry Pi. 

Cloud-Based 

Tidak perlu membuat server sendiri, karena Blynk sudah menyediakan layanan  cloud yang stabil dan siap pakai. 

Virtual Pin System 

Memudahkan komunikasi data antara perangkat dan aplikasi tanpa harus  menggunakan pin fisik. 

Realtime Control dan Monitoring 

Bisa mengontrol dan memantau perangkat secara langsung dari jarak jauh. • Mendukung Otomatisasi dan Notifikasi 

Bisa membuat aksi otomatis berdasarkan kondisi tertentu dan mengirim notifikasi  (email/Telegram). 

Community Support 

Komunitas pengguna Blynk cukup besar dan aktif, banyak contoh proyek dan  dokumentasi tersedia. 

Kekurangan: 

Fitur Penuh Berbayar (Blynk 2.0) 

Versi terbaru (Blynk IoT 2.0) membatasi fitur dalam versi gratis, seperti jumlah  perangkat dan widget terbatas. 

Ketergantungan pada Internet dan Cloud 

Perangkat tidak bisa dikontrol jika koneksi internet atau server Blynk terganggu. • Kurang Cocok untuk Proyek Skala Industri Tanpa Lisensi 

Untuk proyek besar, diperlukan lisensi komersial yang bisa cukup mahal. • Pembelajaran Terbatas jika Terlalu Mengandalkan GUI 

Karena sebagian besar konfigurasi hanya melalui aplikasi, pengguna bisa jadi kurang  memahami proses backend-nya. 

Penggunaan RAM dan Flash

Library Blynk dapat mengonsumsi cukup banyak memori pada mikrokontroler  dengan resource terbatas. 

5.3.3 Pengertian ESP32 

ESP32 adalah modul mikrokontroler terintegrasi yang memiliki fitur lengkap dan  kinerja tinggi. Modul ini merupakan pengembangan dari ESP8266, yang merupakan  modul WiFi populer. ESP32 memiliki dua prosesor komputasi, satu prosesor untuk  mengelola jaringan WiFi dan Bluetooth, serta satu prosesor lainnya untuk menjalankan 

aplikasi. Dilengkapi dengan memori RAM yang cukup besar untuk menyimpan data. 

Fitur yang berguna seperti TCP/IP, HTTP, dan FTP. Modul ini juga dilengkapi fitur  pemrosesan sinyal analog, dukungan untuk sensor, dan dukungan untuk perangkat  masukan/keluaran (I/O) digital. ESP32 juga memiliki dukungan untuk konektivitas  Bluetooth. Dapat digunakan untuk mengendalikan perangkat yang terhubung dengan  Bluetooth. 

Beberapa spesifikasi utama ESP32 antara lain: 

1. Prosesor: Dual-core Xtensa LX6 240 MHz 

2. Memori: RAM 520 KB, Flash Storage hingga 16 MB 

3. Konektivitas: Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.2 (Classic + BLE) 

4. GPIO: Hingga 36 pin I/O 

5. Sensor & Modul Tambahan: ADC, DAC, Touch Sensor, PWM, I2C, SPI,  UART 

Kelebihan ESP32: 

1. Memiliki modul WiFi dan Bluetooth 

2. Memiliki pin input ADC yang banyak 

3. Memiliki sumber daya bangun yang berbeda 

4. Memiliki banyak periferal 

5. Lebih serbaguna 

Kekurangan ESP32: 

1. Lebih mahal daripada ESP8266 

2. SRAM terbatas 

3. Hanya mendukung Wi-Fi 2.4GHz

4. Resolusi ADC terbatas 

5. Konsumsi daya lebih tinggi 

6. Alat pengembangan yang kompleks 

7. Tegangan operasi 3.3V, sehingga suplai listrik pada rangkaian tidak boleh  lebih dari 3.3V 

A diagram of a computer chip

AI-generated content may be incorrect.Gambar 2. Esp32 Wrover Cam GPIO 

Gambar diatas merupakan kaki pin yang ada pada Esp32 cam berikut  penjelasan dari pin-pin Esp32. 

1. ADC: Analog Digital Converter. Rentang tegangan masukan 0-1v 2. RST: reset modul 

3. GND: Ground 

4. I2C: komunikasi 2 kawat kabel 

5. PWD :power input 

6. GPIO: GIPO input dan Output 

7. Touch: pin untuk sensor input

8. Hall Snesor pin 

9. PWM Cable 

10. OnBoard Led: pin untuk led di Esp32. 

11. SPI function. 

12. Camera function pin. 

5.3.4 LED 

LED (Light Emitting Diode) adalah komponen elektronik yang memancarkan  cahaya saat dialiri arus listrik. LED termasuk dalam keluarga dioda, namun memiliki  kemampuan memancarkan cahaya dalam berbagai warna seperti merah, hijau, biru, putih,  dan lainnya. 

LED bekerja berdasarkan prinsip elektroluminesensi, yaitu proses di mana bahan  semikonduktor memancarkan cahaya saat dialiri arus listrik. Saat tegangan diberikan pada  kaki LED (anoda dan katoda), elektron bergerak dan menghasilkan foton (cahaya). 

Gambar 2. LED 

Struktur dasar LED: 

LED memiliki dua kaki: 

Anoda (positif): Kaki Panjang 

Katoda (negatif): Kaki pendek 

Saat pemasangan, arus harus mengalir dari anoda ke katoda agar LED menyala. Jika  terbalik, LED tidak akan menyala. 

Jenis-Jenis LED: 

1. ED Standar: Untuk indikator biasa 

2. LED RGB: Bisa menghasilkan berbagai warna 

3. LED SMD: Dipasang di permukaan PCB

4. LED High Power: Untuk penerangan tinggi 5. 7-Segment Display: Untuk menampilkan angka

5.3.5 Cara Kerja Sistem Kontrol LED dengan Platform IoT (Blynk)

Sistem kontrol LED menggunakan platform IoT seperti Blynk bekerja dengan konsep komunikasi data dua arah antara perangkat mikrokontroler (ESP32) dan aplikasi mobile Blynk. Proses dasarnya adalah sebagai berikut:

  1. Perangkat ESP32 Terhubung ke Internet
    ESP32 menggunakan modul WiFi untuk tersambung ke jaringan internet rumah atau hotspot sehingga dapat berkomunikasi dengan server cloud Blynk.
  2. Autentikasi dengan Auth Token
    Untuk menghubungkan perangkat ESP32 dengan proyek Blynk, diperlukan Auth Token — kode unik yang didapat dari aplikasi Blynk saat membuat proyek baru. Token ini harus dimasukkan ke dalam kode program ESP32.
  3. Aplikasi Blynk Mengirim Perintah
    Pengguna menekan tombol virtual pada aplikasi Blynk di smartphone. Perintah ini dikirim ke server cloud Blynk.
  4. Server Cloud Blynk Meneruskan Perintah ke ESP32
    Server menerima perintah dari aplikasi dan meneruskannya ke ESP32 secara real-time.
  5. ESP32 Menerima Perintah dan Mengendalikan LED
    ESP32 membaca perintah tersebut, kemudian menyalakan atau mematikan LED sesuai perintah.
  6. Feedback ke Aplikasi
    Status LED bisa dikirim kembali ke aplikasi Blynk untuk menampilkan keadaan LED secara real-time (menyala atau mati).

5.3.6 Komunikasi Data dalam Sistem IoT

Dalam sistem IoT, komunikasi data yang efisien dan aman sangat penting. Berikut beberapa istilah dan protokol yang sering digunakan:

  • MQTT (Message Queuing Telemetry Transport)
    Protokol komunikasi ringan dan efisien untuk perangkat IoT. Memiliki model publish-subscribe, cocok untuk perangkat dengan sumber daya terbatas.
  • HTTP/HTTPS
    Protokol komunikasi web yang umum digunakan, mudah dipahami dan diimplementasikan, namun kurang efisien dibanding MQTT.
  • CoAP (Constrained Application Protocol)
    Protokol khusus untuk perangkat IoT dengan sumber daya terbatas, bekerja di atas UDP.
  • WebSocket
    Protokol yang memungkinkan komunikasi dua arah secara real-time antara client dan server.

5.3.7 Keamanan dalam IoT

Keamanan adalah aspek kritis dalam IoT, terutama saat mengontrol perangkat dari jarak jauh melalui internet.

  • Autentikasi dan Otorisasi
    Menjamin hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses dan mengendalikan perangkat.
  • Enkripsi Data
    Data yang dikirim antar perangkat dan server harus dienkripsi (misalnya menggunakan SSL/TLS) agar tidak mudah disadap.
  • Update Firmware
    Perangkat IoT harus dapat diperbarui software-nya secara remote (OTA – Over The Air) untuk memperbaiki celah keamanan.
  • Firewall dan Segmentasi Jaringan
    Memisahkan jaringan IoT dari jaringan utama agar bila terjadi serangan tidak menyebar.

5.3.8 Contoh Implementasi Pengontrol LED dengan Blynk dan ESP32

Komponen yang dibutuhkan:

  • ESP32 Development Board
  • LED
  • Resistor 220 ohm
  • Kabel Jumper
  • Smartphone dengan aplikasi Blynk

Prinsip kerja:

LED dihubungkan ke salah satu GPIO ESP32, misal GPIO 2. Ketika tombol di aplikasi Blynk ditekan, ESP32 menerima perintah untuk menyalakan atau mematikan LED.


5.3.9 Manfaat Menggunakan Platform IoT untuk Kontrol LED

  • Remote Control
    Dapat mengontrol LED dari mana saja melalui smartphone.
  • Pengembangan Mudah
    Platform Blynk menyediakan antarmuka drag-and-drop yang memudahkan pembuatan kontrol.
  • Realtime Monitoring
    Status LED dapat langsung dilihat di aplikasi.
  • Otomatisasi
    Bisa membuat skenario otomatis, misalnya LED menyala saat waktu tertentu atau berdasarkan sensor lain.

Kesimpulan

Penggunaan platform IoT seperti Blynk memudahkan pengontrolan perangkat elektronik, seperti LED, secara real-time melalui smartphone. Dengan menghubungkan mikrokontroler ESP32 ke internet dan menggunakan fitur autentikasi melalui Auth Token, pengguna dapat mengirim perintah dari aplikasi Blynk untuk mengendalikan LED dari jarak jauh dengan mudah dan responsif.

Platform IoT menyediakan infrastruktur yang memungkinkan pengelolaan perangkat secara terpusat, pengumpulan data secara aman, serta fitur monitoring dan otomatisasi yang memperluas fungsi perangkat IoT. Selain itu, protokol komunikasi seperti MQTT dan HTTP mendukung pengiriman data yang efisien dan aman, meskipun keamanan tetap menjadi aspek penting yang harus diperhatikan, termasuk autentikasi, enkripsi data, dan pembaruan perangkat lunak.

Implementasi sederhana pengontrol LED menggunakan ESP32 dan Blynk menunjukkan manfaat praktis dari teknologi ini, yaitu kontrol jarak jauh, monitoring status secara real-time, dan kemudahan pengembangan aplikasi IoT tanpa perlu membangun sistem backend dari awal. Dengan begitu, platform IoT seperti Blynk menjadi solusi efektif untuk mengembangkan aplikasi IoT yang hemat waktu dan biaya, terutama untuk aplikasi skala kecil hingga menengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *