
ATLETIK
Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara
- Hakikat lompat jauh
Lompat jauh adalah salah satu nomor atletik dengan cara melakukan lompatan sejauh-jauhnya dengan tumpuan satu kaki yang terkuat dan mendarat dengan dua kaki pada bak pasir.
Lompat jauh merupakan salah satu nomor atletik tertua yang telah dipertandingkan sejak zaman Yunani Kuno. Seiring waktu, teknik lompat jauh berkembang untuk meningkatkan jarak lompatan dan memaksimalkan keseimbangan di udara.
Gaya berjalan di udara (atau dikenal juga dengan gaya “hang walk” atau “walking in the air”) adalah salah satu teknik lompat jauh yang muncul sebagai variasi dari gaya tradisional.
- Asal Usul Gaya Berjalan di Udara:
Teknik ini mulai dikenal pada pertengahan abad ke-20 ketika para atlet dan pelatih mencari cara untuk memperbaiki keseimbangan dan kontrol tubuh saat melayang di udara agar pendaratan bisa lebih optimal. - Tujuan Teknik:
Gaya berjalan di udara bertujuan untuk menjaga momentum dan kestabilan tubuh selama lompatan, serta membantu pelompat mengatur posisi kaki agar pendaratan bisa dilakukan dengan aman dan efisien. - Perkembangan:
Seiring perkembangan ilmu olahraga dan biomekanika, teknik lompat jauh berkembang dari gaya klasik “sitting” dan “hitch-kick” (gaya berjalan di udara) hingga muncul variasi lain yang lebih modern. - Penggunaan:
Gaya berjalan di udara banyak dipakai oleh pelompat profesional karena mampu meningkatkan jarak lompatan dan mengurangi risiko cedera saat mendarat. - Di Indonesia:
Teknik lompat jauh dengan gaya berjalan di udara mulai dikenalkan oleh pelatih atletik pada program pembinaan atlet muda di sekolah dan klub atletik. Atlet Indonesia yang menguasai teknik ini memiliki peluang lebih besar untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
- Teknik awalan
Awalan dalam lompat jauh bertujuan memperoleh kecepatan pada waktu melompat atau ancang-ancang untuk memperoleh momen ke arah tolakan dan dalam melakukan awalan dengan cara lari secepat-cepatnya tanpa mengubah langkah dengan jarak sesuai yang diinginkan ± 30 – 40 m.
- Teknik tolakan
Pada teknik tolakan ini akan terjadi perubahan kecepatan horizontal ke vertikal. Tolakan dilakukan untuk memperoleh pantulan ke arah menegak, yaitu melakukan tolakan ke papan tumpu dari gerakan awalan dengan salah satu kaki.
- Teknik saat melayang di udara
Gerakan melayang menyerupai orang berjalan di udara. Caranya sebagai berikut. a. Setelah kaki ayun terangkat ke depan, kaki ayun digerakkan ke belakang dan kaki tumpu digerakkan ke depan.
b. Selanjutnya, kaki ayun digerakkan ke depan lagi sehingga sejajar dengan kaki tumpu.
- Teknik mendarat
Caranya sebagai berikut:
a. Luruskan kedua kaki dan tangan ke depan bersamaan badan dicondongkan ke depan.
b. Pada saat kedua tumit menyentuh pasir, dengan cepat kedua lutut ditekuk dan tangan menyentuh bak pasir.
Atlet Lompat Jauh Terkenal dengan Gaya Berjalan di Udara:
- Mike Powell (AS)
Pemegang rekor dunia lompat jauh (8,95 meter) sejak 1991. Dia memakai gaya berjalan di udara untuk menjaga keseimbangan dan memaksimalkan jarak lompatan. - Carl Lewis (AS)
Legenda atletik yang juga menggunakan gaya ini dan memenangkan banyak medali Olimpiade serta kejuaraan dunia. - Lusia Harris (AS)
Atlet wanita yang terkenal juga dengan teknik lompat jauh menggunakan gaya berjalan di udara. - Greg Rutherford (Inggris)
Juara Olimpiade dan kejuaraan dunia yang mengandalkan teknik hitch-kick dalam lompat jauhnya.
Untuk atlet lompat jauh Indonesia, gaya berjalan di udara ini juga mulai dikenalkan dalam pembinaan atlet, walaupun prestasinya belum sebesar atlet dunia. Beberapa atlet lompat jauh Indonesia yang dikenal, antara lain:
- Sapwaturrahman
Atlet lompat jauh yang sering mewakili Indonesia di SEA Games dan Asian Games. - Efriza Tri Harfianto
Atlet muda yang juga sering mengikuti kejuaraan nasional dan regional.
Lempar Lembing
1. Hakikat lempar lembing
Lempar lembing adalah salah satu cabang nomor atletik lempar dengan alat menyerupai tombak yang terbuat dari alumunium atau bambu yang dilemparkan di lapangan yang telah ditentukan dengan tujuan dapat melakukan lemparan sejauhjauhnya dan lembing jatuh menancap di sektor lemparan.
1. Asal Usul di Dunia
Lempar lembing adalah cabang olahraga atletik yang berasal dari zaman kuno, terutama pada masa Yunani Kuno. Pada zaman itu, lempar lembing digunakan sebagai bagian dari latihan militer dan keterampilan berburu. Seiring waktu, lempar lembing menjadi bagian dari pertandingan olahraga yang diadakan di berbagai festival dan kemudian dimasukkan dalam ajang Olimpiade pertama di Yunani pada 776 SM.
Dalam Olimpiade modern, lempar lembing mulai dipertandingkan sejak awal abad ke-20. Pada Olimpiade 1908 di London, nomor lempar lembing resmi dimasukkan sebagai bagian dari cabang atletik pria. Untuk wanita, lempar lembing mulai dipertandingkan secara resmi pada Olimpiade 1932.
2. Masuk ke Indonesia
Lempar lembing mulai dikenal di Indonesia pada masa penjajahan Belanda, sekitar awal abad ke-20. Guru-guru Belanda dan organisasi olahraga di sekolah-sekolah elite memperkenalkan cabang atletik ini kepada para siswa dan masyarakat Eropa serta pribumi kalangan atas. Pada masa itu, olahraga ini belum tersebar luas dan masih terbatas pada kalangan elit.
3. Perkembangan Setelah Kemerdekaan
Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, olahraga lempar lembing mulai dikembangkan sebagai bagian dari olahraga atletik nasional. Cabang ini mulai dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama kali diselenggarakan di Solo pada tahun 1948. Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), yang didirikan tahun 1950, mulai membina atlet lempar lembing secara resmi.
4. Pembinaan dan Kompetisi
Pada era berikutnya, pembinaan atlet lempar lembing diperkuat melalui lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan seperti PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar), pelatnas (pelatihan nasional), dan perguruan tinggi. Atlet lempar lembing Indonesia mulai tampil di ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games, dan kejuaraan dunia.
5. Atlet Lempar Lembing Indonesia
Beberapa atlet lempar lembing Indonesia yang pernah berprestasi dan dikenal adalah:
- Suryo Agung Wibowo (lebih dikenal sebagai pelari cepat, tapi juga pernah mencoba lempar lembing)
- Atlet daerah yang sering tampil di PON dan Kejuaraan Nasional.
Namun, dibanding cabang lempar cakram dan tolak peluru, lempar lembing di Indonesia masih membutuhkan pembinaan lebih intensif agar mampu bersaing di tingkat internasional.
2. Cara memegang lembing
Memegang lembing dapat dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.
a. Cara Amerika Lembing dipegang antara jari telunjuk dan ibu jari yang berada tepat di belakang lilitan tali pegangan lembing.
b. Cara Finlandia Lembing dipegang antara jari tengah dan ibu jari yang berada tepat pada belakang lilitan tali pegangan lembing. Sementara itu, letak jari telunjuk lurus ke arah belakang di bawah lembing.
c. Cara pegangan Tang
Lembing dipegang dengan telunjuk dan jari tengah menjepit lembing tepat di belakang pegangan (lilitan).
3. Cara membawa lembing
Cara membawa lembing ada tiga cara sebagai berikut.
a. Tangan pembawa lembing lurus ke belakang serong ke bawah, lembing dipegang di samping badan segaris dan menempel pada lengan, sedangkan ujung lembing di samping dada.
b. Tangan pembawa lembing ditekuk 90°, lembing dipegang setinggi telinga dan tepat di atas bahu. Posisi lembing bisa horizontal, serong ke atas atau bawah.
c. Tangan pembawa lembing diangkat sedikit lebih tinggi dari kepala. Posisi lembing mendatar atau serong
- Langkah silang (cross step) sebelum melempar
Cara lempar lembing gaya Finlandia (cross step) adalah sebagai berikut. Setelah langkah awalan terakhir, lakukan langkah silang.
a. Langkahkan kaki kanan ke depan menyilang kaki kiri. Bersamaan itu tangan kanan memegang lembing kemudian turunkan dan serong ke bawah.
b. Langkahkan kaki kiri ke depan dengan tetap mempertahankan sikap tangan kanan.
c. Langkahkan kaki kanan ke depan menyilang kaki kiri.
d. Langkahkan kaki kiri ke depan selebar mungkin saat telapak kaki tepat menginjak tanah, putar pinggang ke depan bersamaan tangan kanan ditarik ke depan atas.
- Sikap akhir setelah melempar (follow through/gerak ikutan)
Gerak ikutan/follow through ini dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a. Sikap badan menghadap ke arah lemparan lembing, kaki kanan jatuh ke depan mengganti posisi kaki kiri.
b. Kaki kiri ke belakang menjaga keseimbangan, sedangkan tubuh condong ke depan.
🏅 Atlet Lempar Lembing Indonesia
1. Andi Sugianto
- Merupakan salah satu atlet nasional yang pernah mewakili Indonesia dalam kejuaraan atletik tingkat Asia Tenggara.
- Spesialis di nomor lempar lembing dan sering tampil di PON (Pekan Olahraga Nasional) dan SEA Games.
2. Rini Budiarti
- Meskipun lebih dikenal di nomor lari jarak jauh, Rini juga sempat turun di nomor lempar lembing pada ajang multi event dalam negeri.
3. Atlet Daerah Berprestasi
- Sejumlah atlet dari daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara sering mendominasi cabang lempar lembing di PON.
- Namun nama mereka jarang dikenal luas karena minimnya pemberitaan, walaupun prestasi mereka cukup baik di tingkat nasional.
4. Atlet Muda dari PPLP dan Pelatnas
- Saat ini banyak atlet muda yang sedang dibina melalui PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) dan Pelatnas PASI.
- Mereka dipersiapkan untuk mewakili Indonesia dalam ajang seperti SEA Games dan Asian Games.
Sayangnya, olahraga lempar lembing di Indonesia belum banyak mendapatkan perhatian media dan publik secara luas, sehingga nama-nama atletnya tidak sepopuler cabang seperti bulu tangkis atau sepak bola. Namun, pembinaan terus dilakukan oleh PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) untuk menghasilkan bibit unggul di masa depan.
Lempar Cakram
- Hakikat lempar cakram
Lempar cakram adalah salah satu cabang atletik nomor lempar dengan cara melemparkan cakram 2 kg untuk putra dan 1 kg untuk putri di lapangan cakram yang berbentuk lingkaran. Adapun pemenang dalam lempar cakram ditentukan dengan lemparan sejauh-jauhnya.
- Teknik memegang cakram
Caranya sebagai berikut:
a. Cakram dipegang dengan empat jari dibuka renggang.
b. Ruas-ruas akhir jari melengkung menutupi tepi pada cakram.
3. Teknik awalan lempar cakram
Awalan mundur dengan satu setengah putaran. Cara melakukannya:
a. Atlet membawa cakram dengan posisi membelakangi sektor lemparan.
b. Lutut agak ditekuk berat badan di tengah.
c. Cakram diayunkan ke belakang kemudian ke depan dan dilakukan secara berulang-ulang.
d. Kaki kanan ditekuk lebih rendah dan ayunkan cakram ke belakang jauh. Badan dipilinkan ke kanan dan sedikit membungkuk, lengan kiri diangkat ke muka dada dengan siku ditekuk sebagai persiapan untuk memutar gerakan berputar.
e. Badan berputar ke kiri disusul dengan gerakan kaki kanan. Pada waktu memutar, lengan kanan yang memegang cakram tetap berada di belakang badan, lengan kiri berada di depan.
f. Poros putaran adalah kaki kiri sedikit ditekuk dan menapakkan pada ujung kaki. Badan menghadap sektor lemparan, kaki kiri ditolakkan untuk membantu putaran dilanjutkan gerakan maju dan disertai kaki kanan diangkat ke depan, seperti orang lari. Posisi badan tetap condong ke depan untuk dapat mempercepat putaran, kaki kanan menapak kira-kira di tengah lingkaran. Pemindahan kaki kanan ke depan dengan kaki kiri ini, pada saat melayang seperti pada gerakan lari atau lompatan pendek.
g. Setelah kaki kanan mendarat, poros dari kaki kiri beralih ke kanan, dan putaran diteruskan, sedangkan kaki kiri diletakkan di belakang batas depan lingkaran. Dalam melakukan putaran, berat badan berada di kaki kanan. Sementara itu, kaki kiri menumpu pada ujung kaki dan lengan kiri terangkat di depan dada.
4.Cara melempar cakram (lenting tangan saat melempar)
Gerak lenting tangan saat melempar merupakan gerak yang dilakukan setelah putaran terakhir dari gerak awalan memutar dengan posisi kaki kiri di depan dan kanan di belakang, yaitu gerak mengayun cakram ke depan, ke atas hingga cakram lepas dari tangan dan sudut lemparan 45° serta cakram berputar searah jarum jam.
5. Sikap akhir setelah melempar (follow through)
Gerak ikutan adalah gerak yang dilakukan setelah cakram lepas dari tangan dengan cara menggantikan posisi kaki kiri yang ada di depan kaki kanan dan gantungkan kaki kiri di belakang kaki kanan secara rileks.